Minggu, 15 Desember 2019

BERSIKAP ADIL





 Oleh : AULIYAH PERTIWI (@P02-AULIYAH)





I.                   PENGERTIAN
Apa yang dimaksud dengan adil (fair)? Secara umum, pengertian adil adalah suatu sikap jujur, tidak memihak kepada pihak tertentu serta bertindak objektif berdasarkan atas kebenaran yang umum.

Secara bahasa, kata adil berasal dari bahasa arab yang artinya berada di tengah-tengah, jujur, lurus, dan tulus. Dalam bersikap adil, manusia dituntut untuk tetap mempertimbangkan hak dan kewajiban setiap orang.

Kalau dianalogikan, adil ini ibarat sebuah timbangan dengan berat beban yang sama di kedua sisinya sehingga seimbang (balance). Namun, bukan berarti adil itu harus sama. Jadi, seimbang yang dimaksud disini bukanlah memberikan sesuatu dengan porsi yang sama pada beberapa orang. Akan tetapi, dengan memperlakukan sesuai pada tempatnya tanpa ada yang ditambahkan atau dikurangi.

Jadi, intinya dalam memutuskan perkara atau hal lainnya seseorang yang adil akan terpaku pada kebenaran tanpa ada pengaruh pertemanan, hubungan keluarga, agama, ataupun ikatan lainnya.

II.                TUJUAN BERPRILAKU ADIL

Tujuan berbuat adil adalah untuk menciptakan keharmonisan dan kesinergian hidup dalam menjalankan kehidupan. Berbuat adil harus dilakukan kepada siapapun, baik terhadap diri sendiri, orang lain, seluruh ciptaan Allah, dan Allah SWT sendiri.

III.             MANFAAT ADIL

Karena adil merupakan salah satu sikap yang mulia yang memiliki banyak manfaat bagi siapa saja yang menjalaninya. Berikut beberapa manfaat adil diantaranya yaitu:

1.      Mencegah Perpecahan. Jika bersikap tidak adil maka akan terjadi perselisihan. Mereka yang merasa dirugikan pasti akan tentu akan berusaha melawan dan akhirnya, keduanya akan saling menjatuhkan dan tidak harmonis.

2.      Mempermudah Segala Urusan. Mereka yang adil akan menempatkan segala hal sesuai porsinya tanpa ada penyimpangan sehingga tidak memiliki beban yang harus dipikul.


3.      Meminimalisir Kecemburuan Sosial. Dengan berperilaku adil maka akan mengurangi kecemburuan sosial di masyarakat, mereka secara mudah akan menyadari hak dan kewajibannya. Kehidupan bermasyarakat juga menjadi lebih rukun dan sejahtera. Bahkan rasa saling percaya juga akan mudah ditumbuhkan selama bersikap adil.

IV.              JENIS-JENIS ADIL DALAM ISLAM

Dalam ajaran agama islam ada 4 (empat) jenis atau bagian sikap adil diantanya yaitu:

·         Adil Kepada Allah SWT. Umat Islam bersikap adil kepada Allah SWT dengan menjadikan-Nya satu-satunya zat yang disembah dan ditaati.
·         Adil Kepada Diri Sendiri, seseorang harus dapat menempatkan dirinya dengan baik dan benar dengan cara menjaga diri tetap sehat, tidak menyakiti diri sendiri, dan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.
·         Adil Kepada Mahluk lain dan Lingkungan, sebagai manusia tidak akan terlepas dari hawa nafsu. Namun, manusia harus selalu berusaha adil terhadap mahluk hidup dan lingkungan sekitar dengan mengutamakan kepentingan banyak pihak ketimbang hawa nafsu.
·         Adil Kepada Sesama, manusia adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya. Dengan bersikap adil maka kebutuhan sesama manusia akan terpenuhi.

V.                 CONTOH PERILAKU ADIL

Berikut ini contoh penerapan perilaku adil di keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara.

·         Memberikan uang saku kepada anak sesuai kebutuhan dan porsinya.
·         Mencintai seluruh anggota keluarga dengan tidak berat sebelah.
·         Menjalankan hak dan kewajiban baik di lingkungan manapun dengan seimbang.
·         Berteman dan bertetangga dengan siapapun tanpa memandang latar belakangnya.
·         Melakukan perdagangan dengan jujur seperti tidak mengurangi takaran timbangan.
·         Mengadili suatu perkara hukum dengan sikap yang bijaksana dan keputusan yang adil seadil-adilnya.
·         Belajar dengan giat, tekun, dan rajin.
·         Saling tolong menolong terhadap seluruh manusia.
·         Rajin berzakat dan membayar pajak untuk memenuhi hak-hak orang lain.

VI.               KESIMPULAN
Berprilaku adil memerlukan kejelian dan ketajaman, dengan bersikap adil akan tercipta keharmonisan dalam kehidupan. Sebagai seorang muslim kita harus taat menjalankan apa yang telah disyariatkan oleh agama tanpa pengecualian termasuk untuk berbuat adil dalam kehidupan.

DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar