Senin, 09 Oktober 2017

MEMILIKI PRINSIP HIDUP

DISUSUN OLEH : RENO BAYU ADITYA
KODE PESERTA : @E22-RENO,@ProyekA06
Prinsip merupakan petunjuk arah layaknya kompas. Sebagai petunjuk arah, kita bisa berpegangan pada prinsip - prinsip yang telah disusun dalam menjalani hidup tanpa harus kebingunan arah karena prinsip bisa memberikan arah dan tjuan yang jelas pada setiap kehidupan kita. Seorang leader atau pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang berprinsip. Karena seorang pemimpin yang berprinsip pasti akan terarah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin.
Orang yang memiliki prinsip artinya memiliki ketegasan sikap dalam hidupnya. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki prinsip artinya hidupnya tanpa pedoman, tanpa sikap, tanpa pendirian, akan mudah terbawa arus dan akhirnya kehidupannya pun dapat dipastikan tidak akan mengalami kemajuan. Di bawah ini uraian pentingnya memiliki prinsip dalam hidup dan manfaat yang akan dirasakannya.

1. Moto
Setiap produk, organisasi, lembaga atau gerakan selalu punya moto. Moto artinya slogan yaitu prinsip yang dipegang agar seseorang, komunitas atau lembaga berada dalam jalur yang tetap dan konsisten dalam prinsip dianut bersama. Orang hidup harus punya moto, slogan atau prinsip. Hidup tanpa prinsip adalah hidup tak terarah, akan mudah terbawa arus, mudah terbawa pengaruh, terombang-ambing oleh gelombang yang tak menentu. Orang-orang yang sukses hidupnya umumnya mempunyai moto atau prinsip yang dipegangnya dan dipertahankannya bahkan hingga mati.

2. Mutu
Mengapa moto dan mata harus diselaraskan? Agar hidup ini bermutu. Orang yang hidupnya tidak bermutu adalah tidak berkualitas. Orang yang hidupnya tidak punya moto dan tidak matanya mudah tergoda oleh godaan adalah hidup yang tidak bermutu. Hanya hidup yang bermutulah yang akan memberikan jaminan sukses di masa depan. Hanya hidup yang berkualitaslah yang dapat diandalkan untuk menggapai keberhasilan di masa datang. Hidup yang bermutu adalah hidup yang bermoto dan bermata.

3. Mata
Mengapa moto penting? Agar mata terarah ke depan. Agar gerak dan arah hidup fokus pada tujuan tertentu, agar optimis menggapai masa depan. Mata kuda saja ditutupi agar fokus ke depan tidak melirik ke kiri dan kanan, apalagi manusia. Hidup manusia harus jelas arah dan tujuannya. Hidup ini untuk apa dan mau kemana. Al-Qur’an (At-Takwir: 26) mengatakan: “Fa ‘aina tadzhabūn?” (Mau kemanakah engkau pergi?) Arah dan tujuan hidup bisa ditentukan bila seseorang, kelompok atau lembaga memiliki moto (prinsip). Tanpa moto, mata dan gerak langkah akan sulit diarahkan fokus ke depan, pasti akan banyak tergoda oleh godaan kiri kanan. Tanpa prinsip, gerak dan langkah hidup seseorang akan susah ditegaskan dan akan sulit menolak dan menghindari godaan-godaan yang melencengkan arah dan tujuan hidupnya.

Manfaat prinsip kehidupan
Mengapa manusia harus memiliki standar kehidupan? Alasannya adalah agar setiap orang lebih berhati-hati saat melakukan sesuatu agar tidak asal-asalan melainkan “ia harus sadar bahwa semua yang keluar dari dalam dirinya suatu saat akan dipertanggungjawabkan”. Menjadi orang yang memiliki prinsip adalah sebuah keharusan sebab hal inilah yang menuntun hidup kedalam tujuan yang sejati, yaitu Surga Yang Kekal. Berikut ini beberapa manfaat memiliki pegangan hidup.

1.      Membentuk kepercayaan seseorang.
2.      Memberi harapan untuk masa depan yang lebih baik.
3.      Jangan salah kaprah, jika standar kehidupan membuat hati damai.
4.      Menuntun anda untuk setia, konsisten dan terus berusaha mewujudkannya.
5.      Membawa kita pada kepuasan sejati.
6.      Mengarahkan tindakan dan perkataan yang dilakukan.
7.      Tidak mudah dipengaruhi orang lain.
8.      Tidak mudah dipengaruhi oleh sikon.
9.      Mampu mengendalikan diri seutuhnya.
10.  Menuntun manusia untuk hidup dalam masyarakat yang damai.

Dampak buruk tidak memiliki prinsip kehidupan
Tanpa prinsip, sikap tidak tentu arahnya. Keputusan yang diambil juga kadang tidak beralasan. Keadaan ini membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri sehingga mudah dipengaruhi oleh orang lain. Tekanan dari lingkungan sekitar dapat mendesaknya untuk keluar dari jalur yang sebenarnya. Lama kelamaan hal ini akan menggiringnya untuk melakukan tindakan menyimpang yang jauh diluar batas norma yang berlaku di masyarakat.

Satu orang yang menyimpang dapat menimbulkan kegaduhan kecil yang menyedot perhatian lebih banyak orang. Jika ada orang lain yang terpengaruh akan aksi ini niscaya kekacauannya semakin besar. Mereka yang tidak sabar menerima segala sesuatu apa adanya tersulut emosi hingga akhirnya timbullah gelombang kekacaun yang besar dimana-mana. Rasa damai tidak ada lagi dan persatuan hanya menjadi mimpi belaka. Perpecahan yang meluas akan berdampak besar terhadap di bidang ekonomi, sosial, politik dan budaya.

Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar