Rabu, 11 Januari 2017

Proaktif


                      

      

Apa sih yang dimaksud dengan proaktif? Proaktif adalah langkah pertama menuju tercapainya  kemenangan pribadi. Hal ini lebih dari sekedar mengambil inisiatif, itu berarti bersikap proaktif adalah bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, di masa sekarang, maupun di masa mendatang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan.
Orang-orang proaktif membuat pilihan-pilihannya menurut nilai-nilai, mereka menggunakan akal pikiran mereka sebelum bertindak. Mereka sadar bahwa mereka tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi kepada mereka, tetapi mereka bisa mengendalikan reaksi mereka.
Orang-orang proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain. Mereka lakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang unik yaitu kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi, dan kehendak bebas serta dengan menggunakan “Pendekatan Dari Dalam Ke Luar” untuk menciptakan perubahan. Mereka bertekad menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri, hal tersebut adalah keputusan paling mendasar yang bisa diambil setiap orang. Orang-orang proaktif memiliki bahasa yang memotivasi. Bahasa yang biasa digunakan oleh orang-orang proaktif adalah sebagai berikut:
·         Akan ku kerjakan
·         Sebenarnya aku bisa lebih baik dari pada itu
·         Yuk kita pelajar kemungkinan-kemungkinannya
·         Aku memilihnya
·         Pasti ada jalan
·         Tidak akan ku biarkan suasana hati mu yang jelek itu menular kepadaku
Dengan memiliki sifat proaktif, maka anda akan mendapatkan banyak manfaatnya. Manfaat tersebut antara lain:
·         Tidak mudah tersinggung
·         Bertanggung jawab atas pilihan-pilihannya sendiri
·         Berpikir sebelum bertindak
·         Cepat pulih kalau terjadi sesuatu yang buruk
·         Selalu mencari jalan untuk menjadikan segalanya terlaksana
·         Fokus pada hal-hal yang bisa mereka ubah, dan tidak menguatirkan hal-hal yang tidak akan bisa mereka ubah

 berikut ini adalah enam cara menjadi proaktif dalam keseharian:
1. Mengambil tanggung jawab
Mulailah untuk mengambil tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan dan sadari pula dampak dari setiap tindakan yang akan atau telah dilakukan. Misalnya, kita berbelanja secara royal, maka mulailah untuk merencanakan bagaimana cara berhemat di bulan depan bukannya malah hanya terus mengasihani diri sendiri ketika kehabisan uang.
2. Selalu mengambil keputusan
Mengambil keputusan untuk diri sendiri setiap hari tentu harus dilakukan. Kita harus memetakan kemana arah yang diinginkan. Bila jarang mengambil keputusan, maka hidup akan membawa kita dengan caranya sendiri. Jangan biarkan hidup membawa kita, tapi buatlah keputusan sendiri untuk mencapai arah yang diinginkan.
3. Pikirkan cara alternatif
Semua rencana yang dibuat tidak akan selalu berjalan lancar. Oleh karenanya, kita harus memiliki cara alternatif untuk mengatasi setiap urusan ataupun masalah yang dihadapi.
4. Miliki sikap “pemecah masalah”
Sikap adalah salah satu perbedaan yang mencolok pada orang yang proaktif dan yang biasa. Seseorang yang proaktif akan melihat masalah sebagai kesempatan untuk menemukan cara penyelesaiannya dan bukan menyalahkan keadaan.
5. Mengontrol emosi dan perasaan
Emosi dan perasaan juga berperan penting untuk menjadi seorang proaktif. Seorang proaktif akan menggunakan emosi mereka sebagai alat untuk meningkatkan motif mereka sendiri dan tidak membiarkan emosi negatif datang pada keadaan maju serta bahagia.
6. Imajinatif dan kreatif
Cara menjadi proaktif dalam keseharian yang terakhir adalah imajinatif dan kreatif. Menjadi seorang proaktif dituntut untuk dapat memiliki dua hal tersebut untuk mendapatkan sesuatu yang baru dan unik. Dengan ini, kita bisa mencari cara lain untuk menyelesaikan masalah atau pekerjaan ketika sedang sulit menghadapinya. 
cara untuk menjadi proaktif: 
1. Refeksi diri, dan tanyakan beberapa hal kepada diri sendiri
2. Cari tahu bagaimana cara Anda mengerjakan tugas tersebut secara efisien
3. Cegah masalah sebelum muncul
4. Kembangan pola pikir memecahkan masalah, bukan pola pikir mengeluh ketika ada masalah
5. Lakukan tugas yang sepele dan tidak mendesak jauh sebelum waktu Anda sibuk
6. Identifikasi tugas mana yang menjadi prioritas dan harus dikerjakan sekarang

sumber: 




Bersikap Adil



Adil berasal dari bahasa Arab yang berarti berada di tengah-tengah, jujur, lurus, dan tulus. Secara terminologis adil bermakna suatu sikap yang bebas dari diskriminasi, ketidakjujuran. Dengan demikian orang yang adil adalah orang yang sesuai dengan standar hukum baik hukum agama, hukum positif (hukum negara), maupun hukum sosial (hukum adat) yang berlaku.
Dengan demikian, orang yang adil selalu bersikap imparsial, suatu sikap yang tidak memihak kecuali kepada kebenaran. Bukan berpihak karena pertemanan, persamaan suku, bangsa maupun agama.
Penilaian, kesaksian dan keputusan hukum hendaknya berdasar pada kebenaran walaupun kepada diri sendiri, saat di mana berperilaku adil terasa berat dan sulit.
Kedua, keadilan adalah milik seluruh umat manusia tanpa memandang suku, agama, status jabatan ataupun strata sosial.
Ketiga, di bidang yang selain persoalan hukum, keadilan bermakna bahwa seseorang harus dapat membuat penilaian obyektif dan kritis kepada siapapun. Mengakui adanya kebenaran, kebaikan dan hal-hal positif yang dimiliki kalangan lain yang berbeda agama, suku dan bangsa dan dengan lapang dada membuka diri untuk belajar serta dengan bijaksana memandang kelemahan dan sisi-sisi negatif mereka.
Perilaku adil, sebagaimana disinggung di muka, merupakan salah satu tiket untuk mendapat kepercayaan orang; untuk mendapatkan reputasi yang baik. Karena dengan reputasi yang baik itulah kita akan memiliki otoritas untuk berbagi dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran dengan orang lain. Tanpa itu, kebaikan apapun yang kita bagi dan sampaikan hanya akan masuk ke telinga kiri dan keluar melalui telinga kanan. Karena, perilaku adil itu identik dengan konsistensi antara perilaku dan perkataan.

manfaat perilaku adil:
  1. Terhadap kehidupan pribadi/diri sendiri
    - Hati terasa tenang
    - Hidup rukun dan aman
    - Di sukai banyak orang
    - Meningkatkan disiplin
    - Menimbulkan rasa sayang terhadap sesama
    - Memiliki sikap toleransi yang tinggi
    - Sopan dalam tutur kata
  2. Terhadap keluarga
    - Keluarga menjadi sejahtera dan harmonis
    - Jauh dari permusuhan sesama saudara
    - Tidak ada rasa iri hati dengan saudara
    - Disayangi keluarga dan saudara
    - Terjalinnya komunikasi dan hubungan dengan keluarga atau saudara
  3. Terhadap masyarakat
    - Disukai banyak orang
    - Terciptanyamasyarakat yang damai dan tentram
    - Tanggap terhadap masalah lingkungan
    - Terjalin hubungan baik dengan masyarakat
    - Jauh dari keributan dan pertengkaran
    - Memperbaiki hubungan dengan masyarakat
sumber:

Semangat





Apakah arti semangat?
Terkadang kita begitu bersemangat untuk merencanakan sesuatu. Baik itu  soal pekerjaan, karir, belajar/ menuntut ilmu, menjalin hubungan, usaha, berkarya maupun dalam mengejar target. Kita tahu bahwa semangat itu ada pada keyakinan dalam diri kita. Kita juga tahu bahwa semangat itu ada pada minat kita terhadap apa yang akan dan kita lakukan.

Tapi terkadang itu barulah sebuah rencana dan bukan berarti semangat yang sesungguhnya. Karena sejatinya sebuah semangat itu bukan hanya mesti ada diawal kita melakukan sesuatu. Tapi ia perlu dipertahankan dan dimunculkan 
menerus dalam menyelesaikan apa yang kita lakukan. Sehingga rasa semangat itu benar-benar menjadi energi kita dalam berproses.
Sebuah contoh sederhana, seorang siswa mengatakan bahwa ia bersemangat sekali untuk pergi ke sekolah. Tapi mungkin di sekolah Ia hanya bersemangat di awal-awal hari saja. Setelah beberapa jam kemudian. Baru menemukan hal-hal yang sulit, pelajaran yang rumit, atau guru yang tak disukainya, Siswa tersebut sudah  mulai mengeluh dan kehilangan gairah untuk belajar. Dan itu berarti siswa itu tidak memiliki semangat yang sesungguhnya.

Arti semangat adalah bagaimana kita bisa membuktikan dan mempertahankan semangat itu sendiri. Tentunya  bukan sebuah rencana diawal saja. Tapi dalam seluruh proses yang sudah kita inginkan dan kita jalankan sebaik mungkin dengan rangkaian rasa semangat tersebut.

berikut cara agar semangat:
1. semangat adalah langkah pertama menuju maju
2. semangat adalah kehendak anda
3. semangat membuat hal hal mustahil menjadi nyata

sumber:

Mampu mengendalikan diri






Pengertian Pengendalian diri. self control atau pengendalian diri merupakan kemampuan diri dalam mengendalikan perilaku untuk mencapai tujuan tertentu. Seorang individu dengan pengendalian diri yang baik dapat memahami benar konsekuensi akibat tindakan yang akan mereka lakukan.

Pengendalian diri (self control) didefinisikan sebagai “pengaturan proses fisik, psikologis, dan perilaku seseorang, dengan kata lain serangkaian proses yang membentuk dirinya sendiri”. Pengendalian diri merupakan keseluruhan dari proses yang membentuk diri individu yang mencakup proses pengaturan fisik, psikologis dan perilaku.

1. Kembali melihat situasi
Untuk mengontrol marah yang berlebihan, coba kembali melihat situasi yang membuat Anda marah. Pikirkan apa penyebabnya. Hal ini membantu seseorang dalam mengendalikan diri mereka.
2. Analisis Masalahnya
Tanyakan kepada diri sendiri mengapa Anda bisa merasakan marah yang begitu besar dan apa penyebabnya. Dengan mengetahui secara jelas masalah yang ada, Anda bisa memiliki kemampuan untuk mengontrol amarah yang meledak.

3. Selesaikan Masalah
Bagi sebagian orang, menonton film atau video lucu dapat membuat perasaan lebih tenang. Namun, hasilnya hanya bertahan beberapa waktu saja. "Karena Anda selalu berinteraksi dengan orang lain, terutama orang yang telah membuat Anda sangat marah, maka perasaan itu bisa kembali lagi suatu saat jika tidak diselesaikan.

Ada juga beberapa cara untuk dapat mengendalikan diri sendiri antara lain :
  • Mengenali diri kita sendiri dan mengidentifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali suatu emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan dan di rasakan oleh kita apakah marah, senang, sedih atau hal lainnya.
  • Memahami dampak dari emosi yang timbul dari diri kita sendiri apakah itu berdampak negatif atau positif ??? Jika kita dapat memahami dampak dari emosi yang timbul itu maka kita bisa mengetahui apa yang akan terjadi dari emosi yang ada tersebut. Jadi emosi hanyalah awal dari respon manusia dalam sebuah peristiwa atau kejadian. Kemampuan kita untuk mengendalikan dan mengelola emosi dapat membantu Anda mencapai kesuksesan.
  • Tenangkan dan buang emosi negatif yang timbul dan berpikirlah secara netral dan lebih berpikir ke dampak dari pelampiasan emosi negatif itu sendiri. Sadarilah hidup kita tidak sendiri dan masih banyak orang lain di sekitar kita dan buang ego mu.
  • Berpikirlah dari sudut orang yang terkena dampak dari emosi dan ego kita dan kita bisa melihat mengapa orang itu bertindak seperti itu, tenangkan dan berpikirlah secara dingin untuk menangani hal seperti ini
  • Berusaha mengetahui pesan yang disampaikan emosi, dan meyakini bahwa kita bisa berhasil menangani emosi ini sebelumnya dan dengan bergembira kita mengambil tindakan untuk menanganinya.
  • Lakukan terus dan ingatlah kegagalan adalah pengalaman terbaik di mana kita bisa belajar untuk menutupi kekurangan yang ada dalam kita sendiri dan itu adalah kemampuan kita dalam mengelola emosi, karena kitalah sesungguhnya yang mengendalikan emosi atau perasaan kita, bukan sebaliknya. Dan sadarilah bahwa hidup masih panjang dan kita masih membutuhkan orang lain dalam hidup kita. Ingat anda bukan siapa siapa.

sumber:

Berani Mengambil Resiko







Hidup manusia di dunia tidak lepas dari dua hal berikut: peluang dan resiko. Nasib setiap orang lebih banyak ditentukan oleh bagimana keduanya ditangkap dan dikelola daripada oleh yang lainnya. Peluang dan resiko ibarat dua sisi dari sekeping mata uang. Keduanya lekat tak terpisah. Menangkap peluang berarti sekaligus berani mengambil resikonya. Tidak ada peluang tanpa resiko. Sebaliknya, resiko adalah konsekuensi logis dari pilihan kita untuk menangkap setiap peluang. Memilih untuk menjadi pegawai, resikonya harus siap diperintah atasan. Sebaliknya, memilih untuk menjadi wirausahawan, resikonya penghasilan sering tidak menentu. Memilih untuk melamar anak orang, resikonya harus siap (saling) berbagi dan menanggung hidup masing-masing. Sebaliknya memilih hidup membujang, resikonya tiap hari kesepian di rumah, apalagi kalau malam datang, dan lain-lain.

Orang sering takut mengambil peluang karena takut resikonya. Pun setelah peluang diambil, banyak orang gagal karena tidak bisa mengatasi resiko. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberhasilan sejatinya adalah resultan dari usaha seseorang dalam menangkap peluang dan mengatasi resikonya. Orang yang ingin berhasil - dalam hal apapun, dengan demikian, harus punya keberanian untuk menangkap peluang dan mengambil resikonya sekaligus. Menangkap peluang berarti menjadi orang-orang pertama (pioner) yang take action atas sesuatu hal. Sementara mengambil resiko diartikan sebagai tidak takut pada resiko serta punya bekal ilmu dan rencana untuk mengatasi resiko tersebut. Keberaniaan terakhir akan kita jadikan ciri kesekian dari orang hebat. 

Keberaniaan mengambil resiko dalam pengertian di atas menjadikan orang tidak asal ambil resiko atau asal ambil peluang, tapi benar-benar keberaniaan yang didasarkan pada perhitungan yang memadai, bukan ke-nekad-an. Banyak orang gagal karena hal terakhir. Maunya dibilang berani, tapi sesungguhnya nekad. Banyak orang maunya berwirausaha, tapi malah jadi pengangguran. Banyak orang ingin rumah tangganya bahagia, tapi malah sebaliknya, dst. Apa yang dimaksud dengan perhitungan yang memadai sesungguhnya ada pada aspek perencanaan setiap orang. Sekali lagi, ini menegaskan betapa pentingnya perencanaan dan komitmen pelaksanaannya. Orang hebat punya itu. Punya rencana dan punya komitmen pelaksanaan. Sehingga ketika masanya tiba, peluang tak akan lari kemana, resiko tak harus jadi momok yang menakutkan. 

Berikut cara agar kita mampu untuk berani mengambil resiko:
1. Kegagalan adalah bagian dari kesuksesan
2. Nilai apa yang harus ditingkatkan dan apa yang harus dihikangkan
3. Bertindak seolah olah anda hanya punya satu kesempatan
4. Menjaga resiko tetap wajar
5. Memiliki keyakinan didalam diri sendiri
6. Bersikap jujur kepada diri anda sendiri

Sumber:
http://bilbulsama.blogspot.co.id/2011/03/orang-hebat-berani-mengambil-resiko.html
http://indotopinfo.com/agar-berani-mengambil-resiko.htm

Senin, 09 Januari 2017

Mampu beradaptasi






Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Ada beberapa cara penyesuaian diri yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara penyesuaian bentuk organ tubuh, penyesuaian kerja organ tubuh, dan tingkah laku dalam menanggapi perubahan lingkungan.   Kemampuan beradaptasi merupakan suatu perilaku yang sangat kompleks karena didalamnya melibatkan sejumlah fungsi dan intelektual.  Misalnya : penalaran, ingatan kerja, dan belajar keterampilan makin tinggi.  Kecerdasan atau intelegensi manusia maka seseorang tersebut akan lebiuh cepat dan efektif didalam menentukan strategi beradaptasi dengan perubahan tugas dan lingkungan yang baru begitu puloa sebaliknya.dimana didalam lingkungan baru harus dapat beradaptasi dengan lingkungan itu dengan peraturan-peraturan yang berlaku dan harus bisa menyikapi masalah-masalah sosial yang terjadi.  Setiap kehidupan di dunia ini tergantung pada kemampuan beradaptasi terhadap lingkungannya dalam arti luas. Akan tetapi berbeda dengan kehidupan lainnya, manusia membina hubungan dengan lingkungannya secara aktif.

 Pada dasarnya, kemampuan menyesuaikan diri itu dibentuk oleh kebudayaan setiap individu. Karena jelas, setiap individu berbeda dan mempunyai identitas masing-masing dalam kehidupannya. Hanya, ketika seorang individu itu terjun atau katakanlah berada pada sebuah kelompok, maka individu itu harus melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh kelompok itu sendiri. Dan karena itu, hendaknya setiap orang mengenal dirinya sendiri. Dan itu merupakan salah satu syarat pokok dalam penyesuaian diri yang baik. Dan orang harus menyesuaikan hidupnya sedemikian rupa sehingga dapat memanfaatkan dan melindungi diri terhadap perubahan-perubahan yang ada.

Ada beberapa faktor yang mempunyai pengaruh besar dalam menciptakan penyesuaian diri pada individu (Fahmi, 1977), diantaranya :
a.       Pemuasan kebutuhan pokok dan kebutuhan pribadi
b.      Hendaknya ada kebiasaan-kebiasaan dan keterampilan yang dapat membantu dalam pemenuhan kebutuhan yang mendesak
c.       Hendaknya dapat menerima dirinya
d.      Kelincahan
e.       Penyesuaian dan persesuaian

Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah beradaptasi. Pohon mahoni, randu, jati menggugurkan daunnya pada saat musim kemarau. Seperti halnya dengan manusia. Manusia adalah makhluk social di mana manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan manusia yang lain. Oleh karena itu kita sebagai manusia tentunya harus beradaptasi terhadap lingkungan di sekitar kita. Ngomong-ngomong soal adaptasi,apa sih adaptasi? Adaptasi itu merupakan penyesuaian diri. Setiap orang mempunyai cara dan kemampuan untuk beradaptasi sendiri-sendiri. Ada orang yang cepat dalam beradaptasi dan ada pula yang lambat. Mari kita tengok sejenak, pada saat pertama kali kita masuk sekolah; baru masuk TK, dari TK ke SD, dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA, dan dari SMA ke perguruan tinggi tentunya kita akan bertemu dengan orang-orang baru yang belum kita kenal sebelumnya. Tentunya tidak semua orang dapat menghadapinya dengan baik. Kebanyakan orang mungkin sangat mudah dalam beradaptasi atau bahkan mereka sangat bahagia akan suasana yang baru itu karena kehidupan sebelumnya serasi dengan kehidupan yang baru ini. Tetapi lain ceritanya buat orang-orang yang kehidupan sebelumnya tidak serasi dengan kehidupannya yang baru. Mungkin mereka menganggap kehidupan / suasana yang baru itu adalah suatu bencana yang besar sehingga proses penyesuaian diri socialnya terhambat. Penyesuaian diri pada manusia ada yang bersifat badani dan ada pula yang tersangkut kehidupan psikis kita. Penyesuaian diri yang bersifat badani itu berarti perubahan-perubahan dalam proses badan/tubuh kita untuk menyesuaikan diri terhadap keadaan lingkungannya. Misalnya, pada saat kita merasa panas, maka akan keluar keringat pada tubuh kita. Keringat itu adalah bentuk penyesuaian tubuh dari suhu yang panas. Penyesuaian diri yang tersangkut kehidupan psikis kita, misalnya pada waktu kita datang ke suatu pesta kita memasang wajah gembira walaupun sebenarnya kita sedih atau tidak gembira. Contoh lain apabila kita datang ke rumah tetangga yang sedang tertimpa musibah maka kita memasang wajah sedih walaupun sebenarnya kita sedang senang. Agar kita tidak tersisih dari kehidupan ini maka pandai-pandailah dalam menyesuaikan diri karena menyesuaikan diri itu adalah suatu proses yang sulit.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/asihlestariani/pentingnya-beradaptasi_55005b508133111918fa7607
Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah beradaptasi. Pohon mahoni, randu, jati menggugurkan daunnya pada saat musim kemarau. Seperti halnya dengan manusia. Manusia adalah makhluk social di mana manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan manusia yang lain. Oleh karena itu kita sebagai manusia tentunya harus beradaptasi terhadap lingkungan di sekitar kita. Ngomong-ngomong soal adaptasi,apa sih adaptasi? Adaptasi itu merupakan penyesuaian diri. Setiap orang mempunyai cara dan kemampuan untuk beradaptasi sendiri-sendiri. Ada orang yang cepat dalam beradaptasi dan ada pula yang lambat. Mari kita tengok sejenak, pada saat pertama kali kita masuk sekolah; baru masuk TK, dari TK ke SD, dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA, dan dari SMA ke perguruan tinggi tentunya kita akan bertemu dengan orang-orang baru yang belum kita kenal sebelumnya. Tentunya tidak semua orang dapat menghadapinya dengan baik. Kebanyakan orang mungkin sangat mudah dalam beradaptasi atau bahkan mereka sangat bahagia akan suasana yang baru itu karena kehidupan sebelumnya serasi dengan kehidupan yang baru ini. Tetapi lain ceritanya buat orang-orang yang kehidupan sebelumnya tidak serasi dengan kehidupannya yang baru. Mungkin mereka menganggap kehidupan / suasana yang baru itu adalah suatu bencana yang besar sehingga proses penyesuaian diri socialnya terhambat. Penyesuaian diri pada manusia ada yang bersifat badani dan ada pula yang tersangkut kehidupan psikis kita. Penyesuaian diri yang bersifat badani itu berarti perubahan-perubahan dalam proses badan/tubuh kita untuk menyesuaikan diri terhadap keadaan lingkungannya. Misalnya, pada saat kita merasa panas, maka akan keluar keringat pada tubuh kita. Keringat itu adalah bentuk penyesuaian tubuh dari suhu yang panas. Penyesuaian diri yang tersangkut kehidupan psikis kita, misalnya pada waktu kita datang ke suatu pesta kita memasang wajah gembira walaupun sebenarnya kita sedih atau tidak gembira. Contoh lain apabila kita datang ke rumah tetangga yang sedang tertimpa musibah maka kita memasang wajah sedih walaupun sebenarnya kita sedang senang. Agar kita tidak tersisih dari kehidupan ini maka pandai-pandailah dalam menyesuaikan diri karena menyesuaikan diri itu adalah suatu proses yang sulit.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/asihlestariani/pentingnya-beradaptasi_55005b508133111918fa7607
Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah beradaptasi. Pohon mahoni, randu, jati menggugurkan daunnya pada saat musim kemarau. Seperti halnya dengan manusia. Manusia adalah makhluk social di mana manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan manusia yang lain. Oleh karena itu kita sebagai manusia tentunya harus beradaptasi terhadap lingkungan di sekitar kita. Ngomong-ngomong soal adaptasi,apa sih adaptasi? Adaptasi itu merupakan penyesuaian diri. Setiap orang mempunyai cara dan kemampuan untuk beradaptasi sendiri-sendiri. Ada orang yang cepat dalam beradaptasi dan ada pula yang lambat. Mari kita tengok sejenak, pada saat pertama kali kita masuk sekolah; baru masuk TK, dari TK ke SD, dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA, dan dari SMA ke perguruan tinggi tentunya kita akan bertemu dengan orang-orang baru yang belum kita kenal sebelumnya. Tentunya tidak semua orang dapat menghadapinya dengan baik. Kebanyakan orang mungkin sangat mudah dalam beradaptasi atau bahkan mereka sangat bahagia akan suasana yang baru itu karena kehidupan sebelumnya serasi dengan kehidupan yang baru ini. Tetapi lain ceritanya buat orang-orang yang kehidupan sebelumnya tidak serasi dengan kehidupannya yang baru. Mungkin mereka menganggap kehidupan / suasana yang baru itu adalah suatu bencana yang besar sehingga proses penyesuaian diri socialnya terhambat. Penyesuaian diri pada manusia ada yang bersifat badani dan ada pula yang tersangkut kehidupan psikis kita. Penyesuaian diri yang bersifat badani itu berarti perubahan-perubahan dalam proses badan/tubuh kita untuk menyesuaikan diri terhadap keadaan lingkungannya. Misalnya, pada saat kita merasa panas, maka akan keluar keringat pada tubuh kita. Keringat itu adalah bentuk penyesuaian tubuh dari suhu yang panas. Penyesuaian diri yang tersangkut kehidupan psikis kita, misalnya pada waktu kita datang ke suatu pesta kita memasang wajah gembira walaupun sebenarnya kita sedih atau tidak gembira. Contoh lain apabila kita datang ke rumah tetangga yang sedang tertimpa musibah maka kita memasang wajah sedih walaupun sebenarnya kita sedang senang. Agar kita tidak tersisih dari kehidupan ini maka pandai-pandailah dalam menyesuaikan diri karena menyesuaikan diri itu adalah suatu proses yang sulit.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/asihlestariani/pentingnya-beradaptasi_55005b508133111918fa7607
Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah beradaptasi. Pohon mahoni, randu, jati menggugurkan daunnya pada saat musim kemarau. Seperti halnya dengan manusia. Manusia adalah makhluk social di mana manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan manusia yang lain. Oleh karena itu kita sebagai manusia tentunya harus beradaptasi terhadap lingkungan di sekitar kita. Ngomong-ngomong soal adaptasi,apa sih adaptasi? Adaptasi itu merupakan penyesuaian diri. Setiap orang mempunyai cara dan kemampuan untuk beradaptasi sendiri-sendiri. Ada orang yang cepat dalam beradaptasi dan ada pula yang lambat. Mari kita tengok sejenak, pada saat pertama kali kita masuk sekolah; baru masuk TK, dari TK ke SD, dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA, dan dari SMA ke perguruan tinggi tentunya kita akan bertemu dengan orang-orang baru yang belum kita kenal sebelumnya. Tentunya tidak semua orang dapat menghadapinya dengan baik. Kebanyakan orang mungkin sangat mudah dalam beradaptasi atau bahkan mereka sangat bahagia akan suasana yang baru itu karena kehidupan sebelumnya serasi dengan kehidupan yang baru ini. Tetapi lain ceritanya buat orang-orang yang kehidupan sebelumnya tidak serasi dengan kehidupannya yang baru. Mungkin mereka menganggap kehidupan / suasana yang baru itu adalah suatu bencana yang besar sehingga proses penyesuaian diri socialnya terhambat. Penyesuaian diri pada manusia ada yang bersifat badani dan ada pula yang tersangkut kehidupan psikis kita. Penyesuaian diri yang bersifat badani itu berarti perubahan-perubahan dalam proses badan/tubuh kita untuk menyesuaikan diri terhadap keadaan lingkungannya. Misalnya, pada saat kita merasa panas, maka akan keluar keringat pada tubuh kita. Keringat itu adalah bentuk penyesuaian tubuh dari suhu yang panas. Penyesuaian diri yang tersangkut kehidupan psikis kita, misalnya pada waktu kita datang ke suatu pesta kita memasang wajah gembira walaupun sebenarnya kita sedih atau tidak gembira. Contoh lain apabila kita datang ke rumah tetangga yang sedang tertimpa musibah maka kita memasang wajah sedih walaupun sebenarnya kita sedang senang. Agar kita tidak tersisih dari kehidupan ini maka pandai-pandailah dalam menyesuaikan diri karena menyesuaikan diri itu adalah suatu proses yang sulit.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/asihlestariani/pentingnya-beradaptasi_55005b508133111918fa7607
Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah beradaptasi. Pohon mahoni, randu, jati menggugurkan daunnya pada saat musim kemarau. Seperti halnya dengan manusia. Manusia adalah makhluk social di mana manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan manusia yang lain. Oleh karena itu kita sebagai manusia tentunya harus beradaptasi terhadap lingkungan di sekitar kita. Ngomong-ngomong soal adaptasi,apa sih adaptasi? Adaptasi itu merupakan penyesuaian diri. Setiap orang mempunyai cara dan kemampuan untuk beradaptasi sendiri-sendiri. Ada orang yang cepat dalam beradaptasi dan ada pula yang lambat. Mari kita tengok sejenak, pada saat pertama kali kita masuk sekolah; baru masuk TK, dari TK ke SD, dari SD ke SMP, dari SMP ke SMA, dan dari SMA ke perguruan tinggi tentunya kita akan bertemu dengan orang-orang baru yang belum kita kenal sebelumnya. Tentunya tidak semua orang dapat menghadapinya dengan baik. Kebanyakan orang mungkin sangat mudah dalam beradaptasi atau bahkan mereka sangat bahagia akan suasana yang baru itu karena kehidupan sebelumnya serasi dengan kehidupan yang baru ini. Tetapi lain ceritanya buat orang-orang yang kehidupan sebelumnya tidak serasi dengan kehidupannya yang baru. Mungkin mereka menganggap kehidupan / suasana yang baru itu adalah suatu bencana yang besar sehingga proses penyesuaian diri socialnya terhambat. Penyesuaian diri pada manusia ada yang bersifat badani dan ada pula yang tersangkut kehidupan psikis kita. Penyesuaian diri yang bersifat badani itu berarti perubahan-perubahan dalam proses badan/tubuh kita untuk menyesuaikan diri terhadap keadaan lingkungannya. Misalnya, pada saat kita merasa panas, maka akan keluar keringat pada tubuh kita. Keringat itu adalah bentuk penyesuaian tubuh dari suhu yang panas. Penyesuaian diri yang tersangkut kehidupan psikis kita, misalnya pada waktu kita datang ke suatu pesta kita memasang wajah gembira walaupun sebenarnya kita sedih atau tidak gembira. Contoh lain apabila kita datang ke rumah tetangga yang sedang tertimpa musibah maka kita memasang wajah sedih walaupun sebenarnya kita sedang senang. Agar kita tidak tersisih dari kehidupan ini maka pandai-pandailah dalam menyesuaikan diri karena menyesuaikan diri itu adalah suatu proses yang sulit.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/asihlestariani/pentingnya-beradaptasi_55005b508133111918fa7607

 sumber:
https://rismanmhmmd.wordpress.com/2013/10/21/kemampuan-beradaptasi/
https://shareppba.wordpress.com/2010/01/23/perlunya-penyesuaian-diri-dalam-kehidupan-manusia/

Berkepribadian Menarik








Semua orang ingin disebut menarik, menjadi pusat perhatian, terkenal dan dikagumi banyak orang. Menjadi menarik dan menyenangkan merupakan obsesi kebanyakan orang. Menarik dan menyenangkan mencakup aspek fisik (lahiriah) dan non-fisik (meliputi: emosional, personalitas dan integritas pribadi). Banyak orang yang cantik, tampan, pandai dan kaya namun belum dapat dikategorikan sebagai orang-orang yang menarik dan menyenangkan dikarenakan adanya sesuatu yang kurang dalam diri mereka.
Orang yang menarik dan menyenangkan membuat orang suka padanya dan selalu ingin dekat dan ingin melihatnya serta ingin berinteraksi dengannya. Orang yang memiliki daya tarik dan menyenangkan ibarat memiliki kekayaan yang tak ternilai harganya.
Berbeda dengan kecantikan dan kepintaran yang pada hakekatnya merupakan  sesuatu  yang  diberikan  oleh  Tuhan (given),   menarik dan menyenangkan merupakan sesuatu yang dapat dipelajari dan distimulasikan dalam setiap aktifitas kehidupan kita sehari-hari (daily activity).
Untuk itu ada beberapa Kiat yang perlu diikuti dan dilakukan bila Kita ingin memiliki Kepribadian Yang Menarik dan Menyenangkan. 

Cara memiliki kepribadian menarik:

1. ROYALAH DALAM MEMBERI PUJIAN

Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan penghargaan. Dan kalau Anda selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, Anda berada pada posisi yang strategis untuk disukai oleh orang lain. Caranya? Bukalah mata lebar-lebar untuk selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu pujilah dengan tulus.

2. BUATLAH ORANG LAIN MERASA DIRINYA SEBAGAI ORANG PENTING

Tunjukkanlah dengan sikap dan ucapan bahwa anda menganggap orang lain itu penting. Misalnya, jangan biarkan orang lain menunggu terlalu lama, katakanlah maaf bila salah, tepatilah janji, dsb.

3. JADILAH PENDENGAR YANG BAIK

Kalau bicara itu perak dan diam itu emas, maka pendengar yang baik lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Dengarkanlah dengan antusias, dan jangan menilai atau menasehatinya bila tidak diminta.

4. USAHAKANLAH UNTUK SELALU MENYEBUTKAN NAMA ORANG DENGAN BENAR

Nama adalah milik berharga yang bersifat sangat pribadi. Umumnya orang tidak suka bila namanya disebut secara salah atau sembarangan. Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menulis namanya dengan benar. Misalnya, orang yang dipanggil Wilyem itu ditulisnya William, atau Wilhem? Sementara bicara, sebutlah namanya sesering mungkin. Menyebut Andre lebih baik dibandingkan Anda. Pak Peter lebih enak kedengarannya daripada sekedar Bapak.

5. BERSIKAPLAH RAMAH

Semua orang senang bila diperlakukan dengan ramah. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Keramahan membuat orang merasa betah berada di dekat Anda.

6. BERMURAH HATILAH

Anda tidak akan menjadi miskin karena memberi dan tidak akan kekurangan karena berbagi. Seorang yang sangat bijak pernah menulis, Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri. Dengan demikian kemurahan hati disatu sisi baik buat Anda, dan disisi lain berguna bagi orang lain.

7. HINDARI KEBIASAAN MENGKRITIK, MENCELA ATAU MENGANGGAP REMEH

Umumnya orang tidak suka bila kelemahannya diketahui oleh orang lain, apalagi dipermalukan. Semua itu menyerang langsung ke pusat harga diri dan bisa membuat orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak bersahabat.

8. BERSIKAPLAH ASERTIF

Orang yang disukai bukanlah orang yang selalu berkata Ya, tetapi orang yang bisa berkata Tidak bila diperlukan. Sewaktu-waktu bisa saja prinsip atau pendapat Anda berseberangan dengan orang lain. Anda tidak harus menyesuaikan diri atau memaksakan mereka menyesuaikan diri dengan Anda. Jangan takut untuk berbeda dengan orang lain. Yang penting perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, tapi menimbulkan sikap saling pengertian. Sikap asertif selalu lebih dihargai dibanndingkan sikap Yesman.

9. PERBUATLAH APA YANG ANDA INGIN ORANG LAIN PERBUAT KEPADA ANDA

Perlakuan apapun yang anda inginkan dari orang lain yang dapat menyukakan hati, itulah yang harus anda lakukuan terlebih dahulu. Anda harus mengambil inisiatif untuk memulainya. Misalnya, bila ingin diperhatikan, mulailah memberi perhatian. Bila ingin dihargai, mulailah menghargai orang lain.

10. CINTAILAH DIRI SENDIRI

Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, menyukai dan melakukan apapun yang terbaik untuk diri sendiri. Ini berbeda dengan egois yang berarti mementingkan diri sendiri atau egosentris yang berarti berpusat kepada diri sendiri. Semakin Anda menyukai diri sendiri, semakin mudah Anda menyukai orang lain, maka semakin besar peluang Anda untuk disukai orang lain. Dengan menerima dan menyukai diri sendiri, Anda akan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain, menerima mereka dengan segala kekurangan dan keterbatasannya, bekerjasama dengan mereka dan menyukai mereka. Pada saat yang sama tanpa disadari Anda memancarkan pesona pribadi yang bisa membuat orang lain menyukai Anda.
sumber:
 http://ronywijaya.com/10-tips-membentuk-pribadi-yang-menarik/
http://www.dudung.net/artikel-bebas/pribadi-menarik--menyenangkan.html

Memiliki Prinsip Hidup






PRINSIP atau pendirian sangat penting dalam kehidupan. Orang yang memiliki prinsip artinya memiliki ketegasan sikap dalam hidupnya. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki prinsip artinya hidupnya tanpa pedoman, tanpa sikap, tanpa pendirian, akan mudah terbawa arus dan akhirnya kehidupannya pun dapat dipastikan tidak akan mengalami kemajuan. Prinsip dalam hidup itu sama halnya dengan pos-pos atau arah mata angin dalam menjelajahi dunia yang maha luas ini. Kalau seseorang hidup tanpa memiliki prinsip maka hidupnya akan tidak tentu arah dan akan bingung untuk mengambil langkah dalam melanjutkan kehidupannya.
 
Prinsip dalam hidup itu meski tanpa disadari keberadaannya pasti semua orang memilikinya. Misalnya saja orang itu tidak suka jika ia merepotkan orang lain dan lebih memilih untuk melakukannya sendiri, itu berarti prinsip hidupnya itu adalah berusaha sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Dengan kata lain mandiri.
Prinsip dalam hidup ada juga yang menyebutnya dengan Moto. Moto artinya slogan yaitu prinsip yang dipegang agar seseorang, komunitas atau lembaga berada dalam jalur yang tetap dan konsisten dalam prinsip dianut bersama. Orang hidup harus punya moto, slogan atau prinsip. Hidup tanpa prinsip adalah hidup tak terarah, akan mudah terbawa arus, mudah terbawa pengaruh, terombang-ambing oleh gelombang yang tak menentu. Orang-orang yang sukses hidupnya umumnya mempunyai moto atau prinsip yang dipegangnya dan dipertahankannya bahkan hingga mati.
 

Setiap manusia memiliki prinsip hidup yang berbeda-beda sesuai dengan kadar iman, kekayaan jiwa juga ilmu dan pengetahuan yang telah Tuhan anugerahkan kepadanya. Semuanya itu akan kembali kepada manusianya sendiri, yaitu bagaimana ia bisa mengolah hal itu agar menjadi kebaikan bagi dirinya bahkan orang lain.
Komitmen seseorang dalam menciptakan prinsip hidupnya juga konsistensi terhadap komitmen yang telah ia kokohkan dalam prinsip hidupnya, menjadi salah satu sumber penentu keberhasilan dirinya dalam memegang dan mengamalkan prinsip hidupnya sendiri. Jika ia mampu konsisten dengan prinsip hidupnya, maka ia akan merasakan buah dari apa yang ia pegang dan pahami selama ini.

Dalam kenyataannya, seseorang yang memiliki prinsip hidup bisa saja gagal dalam memaknai dan mengibadahi hidupnya, apalagi seseorang yang berdiri sendiri, tanpa prinsip hidup yang menyeimbangkan dan menyelerasakan antara keinginan serta harapannya. Tentunya ia akan mudah sekali terbawa arus yang membuat hidupnya semakin berantakan. Semoga renungan sederhana ini bermanfaat untuk kita semua.

sumber:
https://web.facebook.com/belajarmemaknaiartihidupdankehidupan/posts/446287045453426?_rdr 
http://nuralfilail07.blogspot.co.id/2014/09/pentingnya-memiliki-prinsip-dalam-hidup.html

Peduli




Peduli adalah sebuah nilai dasar dan sikap memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di sekitar kita. Peduli adalah sebuah sikap keberpihakan kita untuk melibatkan diri dalam persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi di sekitar kita. 

 Cara menumbuhkan sikap peduli:
1. Mengembangkan Cara Pandang yang Lebih Berempati

    a. Bangunlah kepekaan terhadap perasaan orang lain.
        Jika suatu saat Anda bertemu dengan orang lain, apakah Anda sedang di dalam kelas atau berkumpul dengan teman-teman, perhatikanlah bagaimana perasaan mereka pada saat menghadapi suatu situasi tertentu.

  • Orang-orang yang mementingkan diri sendiri atau hanya peduli pada diri mereka sendiri cenderung tidak akan peduli jika ada orang lain di sekitar mereka yang sedang merasa kecewa, bahkan jika mereka yang menjadi penyebabnya. Pastikan ini bukan karena Anda.
  • Bahkan jika bukan Anda yang menyebabkan perasaan terluka, perhatikan bagaimana cara orang lain menanggapi sebuah komentar tertentu atau sebuah berita. Jika Anda sedang mengikuti sebuah pertemuan dan merasakan bahwa banyak orang kelihatannya kecewa pada saat pimpinan Anda menjelaskan tentang tujuan dari sebuah proyek baru, Anda perlu mengatakan hal kepada pimpinan Anda.
    b. Pertimbangkan apa dampak dari tindakan Anda terhadap orang lain.
        Mungkin Anda sendiri sudah sangat sibuk memikirkan segala kebutuhan Anda untuk mempertimbangkan dampak dari apa yang Anda lakukan atau katakan kepada orang lain. Jadi jika suatu saat Anda ingin melakukan sesuatu, mungkin meminta teman Anda yang membersihkan dapur karena Anda sedang sibuk, atau tidak menjawab telpon dari teman Anda yang baru saja patah hati, bertanyalah kepada diri Anda sendiri bagaimana tanggapan orang ini terhadap apa yang sudah Anda lakukan. Jika jawabannya "tidak baik," maka Anda harus mempertimbangkan untuk mengubah tindakan Anda agar lebih bisa diterima oleh orang lain.

    c. Tentukan sikap.
        Peduli pada orang lain berarti sungguh-sungguh mau mendengarkan apa yang membuat mereka khawatir pada saat mereka menghadapi masalah dalam sebuah hubungan atau situasi tertentu. Tetapi mereka tetap berusaha menjaga agar semuanya tetap baik dan tidak mau bertengkar jika mereka bisa menghindarinya.  


    d. Hargailah orang lain dalam kehidupan Anda.

  • Agar Anda bisa sungguh-sungguh menghargai orang-orang dalam kehidupan Anda, Anda harus sangat berterima kasih kepada mereka. Ucapkanlah terima kasih kepada mereka karena sudah membantu Anda pada saat Anda mengalami kesulitan, karena mereka sudah berbuat baik kepada Anda, atau hanya karena mereka sudah membuat Anda kagum. Buatlah mereka mengerti bahwa kehadiran mereka sangat berarti dalam kehidupan Anda.
  • Jangan meremehkan kekuatan dari sebuah kartu ucapan "terima kasih." Kartu ini tidak biasa digunakan seperti kartu yang lain, sehingga orang yang menerimanya akan merasa diperlakukan dengan sangat istimewa. 

2. Mengembangkan sifat peduli
 a. Bersikap sopan
 b. Berbagi kasih sayang
 c. Dengarkan orang lain
 d. Memperhatikan orang lain
 e. Perlakukan orang lain seperti anda ingin diperlakukan
 f. Berusaha untuk berbaik hati kepada orang lain

3. Peduli kepada orang lain.
 a. Bantulah orang-orang yang membutuhkan bantuan
 b. Tanyakan kepada orang lain tentang kehidupan mereka
 c. Mintalah maaf jika memang melakukan kesalahan
 d. Lakukan kebaikan untuk orang lain
 e. berbagi sesama
 f. Lakukan kontak dengan orang lain



 g. Jadilah tenaga sukarela

sumber:
http://www.antaranews.com/print/223499/peduli-adalah%E2%80%A6 
http://id.wikihow.com/Mengembangkan-Kepedulian

Minggu, 08 Januari 2017

Tanggung Jawab








Pengertian tanggung jawab dalam Kamus Umum Bahasa Besar Indonesia adalah keadaan dimana wajib menanggung segala sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. 
Adapun tanggung jawab secara definisi merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab bersifat kodrati, yang artinya tanggung jawab itu sudah menjadi bagian kehidupan manusia bahwa setiap manusia dan yang pasti masing-masing orang akan memikul suatu tanggung jawabnya sendiri-sendiri. Apabila seseorang tidak mau bertanggung jawab, maka tentu ada pihak lain yang memaksa untuk tindakan tanggung jawab tersebut. 

1)Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisa kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang telah diatur sedemikian rupa dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam-macam agama.

2) Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.

3) Tanggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.

4) Tanggung jawab terhadap masyarakat

Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

5) Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara

Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara

Manfaat tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari:
1. Menumbuhkan rasa disiplin yang tinggi
2. Dapat menghargai waktu
3. Dapat dipercaya oleh orang lain baik dalam sisi pekerjaan ataupun yang lainnya
4. Kesuksesan cepat di raih
5. Memperoleh kebahagiaan
6. Mampu berbuat adil dan mencoba untuk adil

sumber:

http://www.kompasiana.com/nopalmtq/mengenal-arti-kata-tanggung-jawab_5529e68b6ea8342572552d24
http://aripsaputra.blogspot.co.id/2012/05/manusia-dan-tanggung-jawab.html


Mengenal diri





Jika kita dapat mengenal diri sendiri maka kita juga akan mengenal Tuhan. Lalu apakah
yang dimaksud dengan mengenal diri?

Definisi Mengenal Diri :

Memahami hal-hal pokok & penting tentang diri sendiri, dari segi psikis & fisik, yang meliputi :
·         Pengenalan ciri-ciri dasar fisik.
·         Pengenalan kepribadian, watak, & tempramen.
·         Pengenalan bakat.
·         Pengenalan kekuatan & kelemahan diri sendiri

Cara mengenal diri :

·         Mengamati diri sendiri.
·         Melalui kacamata orang lain.
·         Melalui kebersamaan kita dengan orang lain.
·          Membaca buku-buku pengenalan diri.
·          Memahami dan mengerti diri sendiri.
·          Menyikapi dendam dengan cara baik-baik.
·          Standar kesuksesan dan kekayaan.
·          Mengatasi kegalauan hati.
·          Membangun integritas.
 

   anfaat & Tujuan Mengenal Diri Sendiri ;

·         Mengenal berbagai potensi yang dimiliki.
·         Mengenal kelemahan diri sendiri.
·         Dengan mengenal diri sendiri, seseorang dapat mengenal kenyataan dirinya &sekaligus kemungkinan–kemungkinannya. Serta diharapkan mengetahui peran apa yang harus dia mainkan untuk mewujudkannya.