Senin, 23 September 2019

DISIPLIN ITU SOAL KOMITMEN

Disiplin itu soal komitmen

Oleh : IVAN jati purnomo
[@P022-IVAN]


Apa itu yang dimaksud disiplin? Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya serta pendisiplinan adalah usaha usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan. Pendisiplinan bisa jadi menjadi istilah pengganti untuk hukuman ataupun instrumen hukuman di mana hal ini bisa dilakukan pada diri sendiri ataupun pada orang lain (Wikipedia, 2017)

Saya memberi judul artikel ini karena saya juga terkadang belum disiplin, tetapi saya baru menyadari bahwa diperlukan komitmen kuat sebagai kuncinya. Ada kemauan dan effort untuk mendisiplinkan diri maka hal tersebut akan menuntun kita kearah yang lebih baik meskipun hanya sedikit.

Kata kunci : disiplin

terkenal dengan negara yang kuranng disiplin, itulah realita yang memprihatinkan tetapi pantas untuk kita. Kesadaran masyarakatnya minim akan kedisiplinan dan selalu mencoba untuk mengambil jalan pintas dari suatu proses yang semestinya dilakukan. Harus kita akui negara di Asia Timur masih jauh lebih baik dari negara kita dalam hal disiplin, dimana negara-negara dikawasan tersebut  menerapkan mindset bahwa disiplin adalah harga diri mereka, jika mereka tidak memiliki sikap disiplin maka mereka seperti tidak mempunyai harga diri. Karena itulah sikap  disiplin perlu dibangun dari hal yang sepele dahulu agar lama-kelamaan menjadi budaya moral masyarakat kita.
Unsur-unsur Disiplin
Menurut Tulus Tu’u (2004:33) menyebutkan unsur–unsur disiplin adalah sebagai berikut :
a. Mengikuti dan menaati peraturan, nilai dan hukum yang berlaku.
b. Pengikutan dan ketaatan tersebut terutama muncul karena adanya kesadaran diri bahwa hal itu berguna bagi kebaikan dan keberhasilan dirinya. Dapat juga muncul karena rasa takut, tekanan, paksaan dan dorongan dari luar dirinya.
c. Sebagai alat pendidikan untuk mempengaruhi, mengubah, membina, dan membentuk perilaku sesuai dengan nilai-nilai yang ditentukan atau diajarkan.
d. Hukuman yang diberikan bagi yang melanggar ketentuan yang berlaku, dalam rangka mendidik, melatih, mengendalikan dan memperbaiki tingkah laku.
e. Peraturan-peraturaan yang berlaku sebagai pedoman dan ukuran perilaku.
Kalau kita ingin berhasil dalam hidup ini, Terapkan disiplin dalam setiap kegiatan kita! Disiplin merupakan kunci keberhasilan sebab dengan tingkat kedisiplinan tinggi, maka tingkat konsentrasi kita dalam melaksanakan kegiatan meningkat. Jika ingin disiplin kita harus lakukan pemaksaan, pengkondisian secara ketat Untuk langkah awal pendisiplinan memang harus dipaksakan sehingga menjadi kebiasaan. Jika sesuatu sudah menjadi suatu kebiasaan sedikit lagi akan menjadi sebuah kebutuhan.

REFERENSI

Wikipedia. 2017. Disiplinhttps://id.wikipedia.org/wiki/Disiplin Diakses pada tanggal 16 September 2017

Sikap disiplin


Disusun oleh : Andi Muhamad Iskandar (@P16-Andi)

Pengertian sikap disiplin

Disiplin adalah suatu sifat atau kemampuan yang dimiliki seseorang untuk taat dan bisa mengendalikan diri, agar tetap mematuhi aturan yang telah dibuat atau disepakati. Disiplin merupakan suatu sikap atau perlaku yang tentunya diharapkan oleh banyak orang, khususnya orang berpendidikan. Tentunya disiplin sangat dibutuhkan karena dapat membantu suatu kegiatan agar dapat berjalan dengan lancer sesuai yang diharapkan. Tentu disiplin tidak lepas dari aturan, norma, prosedur, organisasi, kerja sama, hukuman, dan lain sebagainya.

Pengertian disiplin menurut para ahli

Suharsimi Arikunto (1980: 114). Disiplin adalah kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada kata hatinya tanpa adanya paksaan dari pihak luar.

Siswanto (2001). Disiplin ialah suatu sikap menghormati, menghargai , patuh, taat terhadap peraturan-peraturan yangberlau, baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-sanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya.

Sanjaya (2005: 9). Disiplin adalah hal yang sangatlah diperlukan bagi setiap siswa, dengan adanya disiplin belajar, tujuan pendidikan akan lebih mudah tercapai.

Jenis-jenis sikap disiplin

Disiplin dibagi beberapa macam atau jenis, yaitu diantaranya:

Disiplin Dalam Menggunakan Waktu

Adalah dapat menggunakan dan membagi waktu dengan baik. Karena waktu sangat berharga dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan bisa menggunakan waktu sebaik mungkin.

Disiplin Dalam Beribadah

Adalah senantiasa beribadah dengan aturan-aturan yang terdapat didalamnya. Kedisiplinan disini sangat diperlukan, Allah SWT senantiasa menganjurkan hamba-Nya untuk disiplin, sebagai contoh firman Allah SWT.

Disiplin Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

Kedisiplinan adalah suatu hal yang sangat menentukan dalam proses pencapaian tujuan pendidikan, jika terjadi erosi disiplin maka pencapaian pendidikan akan terhambat, diantaranya faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah sebagai berikut:

1. tuntutan materi lebih banyak. Untuk menutupinya maka berbagai jalan ditempuh.
2. Munculnya selera beberapa manusia yang ingin terlepas dari ikatan dan aturan serta ingin bebas sebebasnya.
3. Pola dan sistem pendidikan yang sering berubah
4. Motivasi belajar yang menurun dari peserta didik dan para pendidik
5. Peraturan yang ada terlalu longgar
Yang pada dasarnya disiplin muncul dari kebiasaan hidup dan kehidupan belajar dan mengajar yang teratur serta mencintai dan menghargai pekerjannya. Disiplin adalah proses pendidikan dan pelatihan yang memadai, untuk itu guru membutuhkan pemahaman tentang landsasan ilmu kependidikan dan keguruan sebab saat ini banyak terjasdi menurunnya sopan santun dan menurunnya disiplin.

Manfaat disiplin

1. Menumbuhkan Kepekaan
2. Menumbuhkan Kepedulian
3. Mengajarkan Keteraturan
4. Menumbuhkan Ketenangan
5. Menumbuhkan Percaya Diri
6. Menumbuhkan Kemandirian
7. Menumbuhkan keakraban
8. Membantu perkembangan otak
9. Menumbuhkan kepatuhan

Ciri-ciri sikap disiplin

Selalu mentaati peraturan.
Selalu tepat waktu.
Selalu hidup terjadwal dengan teratur.
Selalu melaksanakan tugas dengan baik.

Contoh sikap disiplin

Perilaku disiplin di rumah:
1. membantu orang tua
2. Tidur dan bangun waktu yang tepat,
3. Merapikan tempat tidur dan kamar,
4. Makan dengan teratur,
5. Merapikan mainan setelah bermain,
6. Menjaga kebersihan rumah,
7. Mandi pagi dan sore hari,
8. Menjaga keamanan di rumah,
9. Penggunaan listrik dan peralatan elektronik

Disiplin yang diterapkan di sekolah:
1. Masuk sekolah tepat waktu
2. Berbaris dengan tertib
3. Berseragam sesuai ketentuan sekolah
4. Menaati tata tertib sekolah
5. Mendengarkan pelajaran dengan tekun
6. tidak terlambat masuk sekolah
7. Melakukan tugas piket
8. buang sampah pada tembatnya
9. Berlaku sopan santun

Sikap disiplin di masyarakat :
1. jangan membunyikan radio atau tv keras keras pada malam hari
2. membuang sampah pada tempatnya
3. memtaati rambu lalulintas di jalan umum
4. jangan bermain layang-layang di jalan.
5. Menjaga kebersihan Lingkungan
6. Menjaga keamanan Lingkungan

Daftar pustaka

https://jagad.id/pengertian-disiplin/
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/08/pengertian-disiplin-tujuan-macam-manfaat-contoh-disiplin.html
https://www.ayoksinau.com/pengertian-disiplin-menurut-para-ahli-pendisiplinan-macam-macam-disiplin-dan-manfaat-disiplin/

Pentingnya Disiplin



Oleh : Bagas Fadhlullah Akmal (@P25-BAGAS)
Abstrak
            Disiplin merupakan bentuk patuh atau rasa taat terhadap peraturan atau tunduk terhadap pengawasan & pengendalian. Selain itu, Disiplin juga adalah sikap yang selalu memenuhi janji, Supaya orang lain percaya karena salah satu modal seseorang dalam wirausaha yakni ialah mendapat kepercayaan dari orang lain. Dengan melaksanakan disiplin, berarti semua pihak menjamin hidup dan kelancaran kegiatan belajar, bekerja, dan berusaha
Kata Kunci : Disiplin

I. Pendahuluan
            Disiplin diri merujuk pada pelatihan yang didapatkan seseorang untuk memenuhi tugas tertentu atau untuk mengadopsi pola perilaku tertentu. Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin “disibel” yang berarti Pengikut. Seiring dengan perkembangan zaman, kata tersebut mengalami perubahan menjadi “disipline” yang artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib. Disiplin memerlukan integritas emosi dalam mewujudkan keadaan. Sebagai contoh, disiplin terhadap waktu adalah orang yang selalu tepat waktu untuk mengerjakan / melakukan suatu hal.

II. Permasalahan
            Mengapa kita harus disiplin ?

III. Pembahasan
            Menurut Sutopo Yuwono (1988:102). Disiplin adalah sikap kejiwaan seseorang atau kelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti atau mematuhi keputusan yang telah ditetapkan.

Tujuan Disiplin
 Menurut Ellen G White, ; disiplin memiliki tujuan seperti berikut ini :
1. Menaklukan kuasa kemauan
2. Memperbaiki kebiasaan-kebiasaan yang buruk
3. Perintah atas diri
4. Mengajarkan menghormati kedua orang tua atau orang yang lebih tua
5. Penurutan atas dasar prinsip.
Menurut Emile Durkheim ; tujuan disiplin yakni sebagai berikut :
1. Meningkatkan keteraturan dalam tindak tnduk manusia
2. Memberikan tujuan tertentu sekaligus membatasi cakrawala

Jenis-Jenis Disiplin
Disiplin Dalam Menggunakan Waktu
Bisa memanfaatkan atau menggunakan dan juga membagi waktu dengan benar. Karena salah satu kunci kesuksesan ialah dengan bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
Disiplin Dalam Beribadah
            Beribadah dengan mematuhi aturan-aturan yang terkandung didalamnya. Kedisiplinan dalam hal ini sangat diperlukan, Karena Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menganjurkan umatnya untuk disiplin.
Disiplin Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara
            Kedisiplinan ini adalah hal yang sangat menentukan terhadap proses pencapaian tujuan pendidikan, Jika terjadi erosi disiplin itu maka pencapaian pendidikan akan terhambat bahkan gagal.
Adapun macam-macam disiplin, antara lain
1. Disiplin Diri Pribadi
Menyangkut berbagai unsur seperti adanya sesuatu yang harus dpatuhi atau ditinggalkan dan adanya proses sikap yang baik seseorang terhadap hal tersebut.
2. Disiplin Sosial
Disiplin sosial ini yakni ialah disiplin yang berkaitan dengan masyarakat atau hubungan dengan lingkungan.
3. Disiplin Nasional
Disiplin nasional yakni ialah sebagai status mental suatu bangsa yang tercermin pada suatu kelakuan atau tindakan dalam bentuk keputusan serta juga ketaatan.

Manfaat Disiplin
1. Menumbuh kepekaan
2. Menumbuh kepedulian
3. Mengajarkan keteraturan
4. Menumbuh ketenangan
5. Menumbuhkan percaya diri
6. Menumbuhkan kemandirian
7. Menumbuhkan keakraban
8. Membantu perkembangan otak
9. Membantu anak yang “sulit”
10. Menumbuhkan kepatuhan
Adapun beberapa contoh sikap disiplin
1. Disiplin dirumah
·         Membantu orang tua
·         Belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah
·         Merapikan kamar
·         Tidur dan Bangun Tepat Waktu
2. Disiplin di Jalan Raya
·         Berjalan menggunakan lajur kiri di Indonesia
·        Membawa surat-surat kendaraan dengan lengap, seperti STNK. SIM, KTP, dan sebagainya
·         Tidak ugal-ugalan
·         Mematuhi Rampu Laluintas
3. Disiplin di Sekolah
·         Mengerjakan jadwal piket;
·         Membuang sampah pada tempatnya
·         Izin terlebih dahulu ketika keluar kelas seperti ke kamar mandi contohnya
·         Tidak terlambat masuk kelas
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kedisplinan

1. Diri Sendiri
2. Keluarga
3. Pergaulan di Lingkungan

IV. Kesimpulan
Disiplin adalah proses untuk melatih dan mendidik perilaku seseorang sesuai dengan tata tertib atau aturan yang berlaku baik yang muncul dari kesadaran dirinya maupun karena adanya sanksi atau hukuman yang berlaku dengan penuh rasa tanggung jawab dan sepenuh hati, sehingga apabila dirinya melakukan suatu pelanggaran akan timbul suatu perasaan bersalah, malu, takut dan tidak mau untuk melakukan perbuatannya lagi.

Daftar Pustaka
Cakiel, Heru. Pengertian Disiplin: Tujuan dan Contohnya.
https://jagad.id/pengertian-disiplin/. Diakses pada 22 September 2019

Ilham, Mughnifar. 2019. Pengertian Disiplin, Tujuan, Macam, Manfaat, dan Contoh
https://materibelajar.co.id/pengertian-disiplin/. Diakses pada 22 September 2019

Rahma, Salsabila. Pengertian Disiplin, macam-macam disiplin dan manfaat disiplin





'Ngaret' Budaya atau Swasraya ?

Satria Hotma Hizkia
@N19-SATRIA


‘Ngaret’ Budaya atau Swasraya ?

Abstrak
Merujuk berbagai sumber, muasal kata 'ngaret' diketahui berasal dari kata dasar 'karet' yang bersifat melar atau melonggar. Faktor utama yang menyebabkan tidak disiplin waktu sehingga sering mengalami ‘ngaret’ adalah kebiasaan. Karena sudah banyak yang orang yang melakukannya, maka individu yang belum pernah akan penasaran dan mencoba untuk ‘ngaret’. Hal itu dapat diubah dan dicegah, dengan tidak membiasakan meremehkan waktu

Kata Kunci : ‘Ngaret’, Disiplin, Kebiasaan.

1.    Pendahuluan
   Saat ingin mengadakan pertemuan baik secara formal maupun  non formal, ketidaktepatan waktu yang ditentukan dengan waktu pelaksanaan biasanya tidak sesuai. Diumumkan akan mulai pada jam tujuh lewat tiga puluh menit, namun pelaksanaan yang terjadi adalah mulai tepat pukul delapan. Saat janjian dengan teman sepermainan, membuat janji bertemu  di tempat kopi jam sepuluh tapi kenyataannya baru mandi jam sepuluh dan mengirim pesan ‘otw’ (dalam perjalanan), alhasil jam dua belas baru sampai dan kopi sudah terlanjur habis.

   Dalam situasi seperti itu, anak muda saat ini lebih sering menggunakan kata ‘ngaret’ untuk menggantikan kata terlambat atau telat. Merujuk berbagai sumber, muasal kata 'ngaret' diketahui berasal dari kata dasar 'karet' yang bersifat melar atau melonggar. Pada tahap selanjutnya, 'ngaret' mengalami perluasan makna menjadi tidak tepat waktu atau meleset dari waktu yang direncanakan.

2.    Permasalahan
2.1  Faktor apa yang paling mempengaruhi orang sering ‘ngaret’ ?
2.2  Apa dampak yang ditimbulkan ?
2.3  Bagaimana cara mengatasinya ?

3.    Pembahasan
3.1  Kebiasaan
Faktor utama yang menyebabkan tidak disiplin waktu sehingga sering mengalami ‘ngaret’ adalah kebiasaan. Karena sudah sangat sering ‘ngaret’ dan banyak orang melakukannya juga, maka ngaret sudah dianggap hal yang lumrah.
-          Terbiasa untuk tidak disiplin waktu dalam hal-hal kecil.
-          Terbiasa telat bangun
-          Terbiasa telat datang
-          Terbiasa telat pulang

3.2  Dampak Ngaret
- Di lingkungan sekolah, sering ‘ngaret’ akan menimbulkan dampak seperti :
Berhadapan dengan guru BK, kemudian terkena point, terakhir adalah pemanggilan orangtua ke sekolah.

- Di lingkungan kampus, sering ‘ngaret’ akan menimbulkan dampak seperti :
Dimarahi dosen, mendapat pandangan kurang baik, dan tidak diabsen.

- Di lingkungan kantor, sering ngaret akan menimbulkan dampak seperti :
Pekerjaan tertunda ,dapat teguran dari atasan, dapat surat peringatan, bahkan diomongin karyawan sekantor.

3.3  Cara Mengatasi ‘Ngaret’
-          Jangan pernah berencana untuk tepat waktu tetapi kerjakan atau datanglah sebelum waktunya. Karena orang yang suka ngaret selalu bertujuan untuk tiba pada waktu terakhir tanpa memberikan ruang waktu untuk kemungkinan lain seperti macet atau lainnya.

-          Menghargai waktu, dengan kita menghargai waktu maka akan terciptalah suatu kedisiplinan dalam kehidupan kita. Disiplin itu sendiri adalah suatu keaadaan dimana kita taat dan patuh terhadap suatu norma atau nilai-nilai yang terdapat dalam suatu dimensi waktu.

4.    Kesimpulan
   Karena sudah banyak yang orang yang melakukannya, maka individu yang belum pernah akan penasaran dan mencoba untuk ‘ngaret’. Hal itu dapat diubah dan dicegah, dengan tidak membiasakan meremehkan waktu, maka kita dapat mencegahnya dan berdistraksi pada disiplin, sehingga ‘ngaret’ bukanlah lagi menjadi suatu kebiasaan yang akan ditemui dalam kehidupan anak muda.

Referensi
Al Qorony, Wais. 2017. Ketahuilah Inilah  Penyebab Siswa Datang Terlambat ke Sekolah.
CNN Indonesia. 2019. Cara-Cara Praktis untuk Jadi Generasi Anti Ngaret
CNN Indonesia. 2019. Mencari Asal Usul Kata ‘Ngaret’
Kbbi
Rahmalia, Dwi Putri. 2017. Pentingnya Menghargai Waktu Sebagai Realisasi Disiplin

KEDISIPLINAN

Oleh : Viviancho Samosir P (@P24-VIVIANCHO)


Abstrak
Disiplin  merujuk pada pelatihan yang didapatkan seseorang untuk memenuhi tugas tertentu atau untuk mengadopsi pola perilaku tertentu, walaupun orang tersebut lebih senang melakukan hal yang lain. Sebagai contoh, seseorang mungkin saja tidak melakukan sesuatu yang menurutnya memuaskan dan menyenangkan dengan membelanjakan uangnya untuk sesuatu yang ia inginkan dan menyumbangkan uang tersebut kepada organisasi amal dengan pikiran bahwa hal tersebut lebih penting.

Kata Kunci
Mendisiplinkan diri, penurutan atas dasar prinsip.

I. Pendahuluan
Disiplin berasal dari sebuah bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata ini kemudian timbulah kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Disiplin juga berasal dari bahasa inggris yaitu Disciple yang berarti pengikut atau murid. Rasa taat dan patuh terhadap nilai yang dipercaya dan menjadi tanggung jawabnya. Dengan arti lain disiplin merupakan patuh terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan dan pengendalian. Sedangkan pendisiplinan adalah sebuah usaha yang dilaksanakan untuk menanamkan nilai atau pemaksaan supaya subjek menaati sebuah peraturan. Disiplin merupakan sikap yang selalu tepat janji, sehingga orang lain percaya karena modal seseorang dalam wirausaha adalah mendapat kepercayaan orang lain.

II. Permasalahan
Solusi dalam menghadapi kendala untuk dapat mendisiplinkan diri sendiri

III. Pembahasan
Kedisiplinan adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukan nilai-nilai ketaatan kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Kedisiplinan dalam proses pendidikan sangat diperlukan karena bukan hanya untuk menjaga kondisi sasana belajar dan mengajar berjalan dengan lancar, tetapi juga untuk menciptakan pribadi yang kuat bagi siswa.

Faktor penyebab lemahnya kedisiplinan sebagai berikut ;

Diri sendiri, kita harus memiliki keinginan yang kuat untuk merubah sikap malas kita menjadi lebih baik lagi dan bisa menerapkan nilai-nilai kedisiplinan
Keluarga, pihak keluarga dalam menerapkan kedisiplinan juga mempunyai peran penting, karena keluarga pun berhak untuk mengatasi anak-anaknya untuk memilih pergaulan
Lingkungan, pergaulan di lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh terhadap anak-anak remaja. Masa-masa remaja dapat membuat kita salah tingkah, karena kita berpikir kita sudah lebih dewasa dari sebelumnya
Teman, teman juga dapat mempengaruhi tingkat kedisiplinan siswa siswa dapat menjadi anak yang baik tau menurut kepada peraturan yang telah ditetapkan oleh bantuan teman-teman yang ada disekitarnya.

Tujuan Disiplin Yang Harus Kamu Ketahui
Disiplin mempunyai beberapa tujuan diantaranya sebagai berikut:
  • Perintah atas diri
  • Menaklukan kuasa kemauan
  • Memperbaiki kebiasaan-kebiasaan
  • Mengajarkan menghormati orang tua dan ilahi
  • Penurunan atas dasar prinsip
  • Menghancurkan benteng setan
  • Untuk mengembangkan suatu keteraturan dalam tindakan manusia
  • Untuk memberikan sasaran tertentu sekaligus membatasi cakrawala.

IV. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Disiplin adalah proses untuk melatih dan mendidik perilaku seseorang sesuai dengan tata tertib atau aturan yang berlaku baik yang muncul dari kesadaran dirinya maupun karena adanya sanksi atau hukuman yang berlaku dengan penuh rasa tanggung jawab dan sepenuh hati, sehingga apabila dirinya melakukan suatu pelanggaran akan timbul suatu perasaan bersalah, malu, takut dan tidak mau untuk melakukan perbuatannya lagi.
Saran
Disiplin sangat penting bagi kehidupan kita. Oleh karena itu, marilah kita hidup berdisiplin. Agar kelak, kita dapat menjadi panutan setiap orang dan bisa diandalkan.

Daftar Pustaka
Mulyasa. 2015. Revolusi Mental Dalam Pendidikan. Bandung: Rosdakarya.
http://www.pendidikankarakter.org/articles004.html, diakses 20 September 2016
http://www. akhmad sudrajat wordpress.com, Disiplin Siswa Di Sekolah, diakses 4 April 
2008.
Hasibuan, Malayu S.P. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara:2005

Pentingnya Kedisiplinan

Oleh : @N07-OKY


Disiplin berasal dari kata yang sama dengan “disciple” dimana seseorang belajar sukarela mengikuti seorang pemimpin. Diumpamakan orang tua dan guru sebagai pemimpin dan anak sebagai murid yang belajar cara hidup menuju kehidupan yang berguna dan bahagia. Jadi disiplin merupakan cara masyarakat mengajarkan anak berperilaku moral yang di sejutui oleh kelompok (Hurlock, 1978;37). Masalah disiplin merupakan masalah yang sangat penting saat ini. Dalam proses belajar mengajar, kedisiplinan dapat menjadi alat yang bersifat preventif untuk mencegah dan menjaga hal-hal yang dapat mengganggu dan menghambat proses belajar.

Kata kunci : Disiplin

I.Pembahasan

Pengertian menurut ahli

1. Gary Dessler
Menurut Gary Dessler (2003:285), pengertian disiplin adalah suatu prosedur yang mengoreksi atau menghukum seseorang bahawan karena melanggaru aturan atau prosedur.
2. James Drever
Menurut James Drever, pengertian disiplin adalah suatu kemampuan seseorang mengendalikan perilaku yang berasal dari dalam diri seseorang sesuai dengan hal-hal yang telah diatur dari luar atau norma yang sudah ada. Dengan kata lain, disiplin dari segi psikologis merupakan perilaku seseorang yang muncul dan mampu menyesuaikan diri dengan aturan yang telah ditetapkan.
4. Bejo Siswanto
Menurut Bejo Siswanto (2005:291), pengertian disiplin adalah suatu sikap menghormati, menghargai, patuh, dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak untuk menerima sanksi-sanksinya apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya.

Tujuan Disiplin
 
Sikap disiplin memiliki tujuan yang ingin dicapai, baik bagi pribadi maupun masyarakat. Menurut Ellen G. White dan Emile Durkheim, adapun beberapa tujuan disiplin adalah sebagai berikut:
  • Untuk menaklukkan kuasa kemauan di dalam diri sendiri.
  • Agar seseorang dapat menjadi pemerintah atas dirinya sendiri.
  • Untuk memperbaiki berbagai kebiasaan seseorang.
  • Untuk mengajarkan menghormati orang tua dan Ilahi.
  • Penurutan atas dasar prinsip, bukan paksaan.
  • Untuk menciptakan dan mengembangkan suatu keteraturan dalam berbagai tindakan manusia.
  • Untuk memberikan sasaran tertentu yang ingin dicapai sekaligus membatasi cakrawala.

Jenis Tindakan Disiplin

Pada dasarnya tindakan disiplin dapat diterapkan pada berbagai bidang kehidupan manusia. Secara umum, adapun beberapa macam tindakan disiplin adalah sebagai berikut:
  • Disiplin Pribadi, yaitu sesuatu yang berhubungan dengna berbagai unsur yang harus dipatuhi dan ditinggalkan oleh seseorang dengan ditandai adanya proses sikap yang baik dari orang tersebut.
  • Disiplin Sosial, yaitu sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat atau hubungan seseorang dengan lingkungannya.
  • Disiplin Nasional, yaitu sikap mental suatu bangsa secara keseluruhan yang tercermin dari tindakan dalam bentuk keputusan dan ketaatan.

Manfaat Disiplin

Sikap disiplin tentunya akan memberikan manfaat bagi semua pihak, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Berikut ini adalah beberapa manfaat disiplin:
  • Menumbuhkan Kepekaan; mereka yang diajarkan kedisiplinan sejak dini akan memiliki pribadi yang peka dan perduli terhadap perasaan orang lain.
  • Menumbuhkan Kepedulian; kedisiplinan yang diajarkan kepada anak akan memuat anak memiliki kepedulian, integritas, bertanggungjawab, dan bisa memecahkan masalahnya.
  • Mengajarkan Keteraturan; anak yang diajarkan kedisiplinan akan memiliki pola hidup yang teratur dan dapat mengelola waktunya dengan baik.
  • Menumbuhkan Ketenangan; menurut penelitian, bayi yang jarang menangis lebih banyak memperhtaikan lingkungan sekitarnya dan mudah berinteraksi dengan orang lain.
  • Menumbuhkan Rasa Percaya Diri; sikap disiplin akan membuat seseorang menjadi lebih percaya diri di dalam melakukan berbagai kegiatan.
  • Menumbuhkan Kemandirian; kedisplinan juga akan membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih mandiri dan dapat menjelajahi lingkungannya dengan lebih baik.
  • Perkembangan Otak; pada usia 3 tahun, manusia akan menjadi seorang peniru yang handal. Dengan mengajarkan disiplin, maka seseorang akan membantu perkembangan otak dan membentuk kebiasaan dan sikap positif.
  • Menumbuhkan Sikap Patuh; kedisiplinan yang diajarkan sejak dini akan membuat seorang anak mau menuruti aturan dari orang tuanya.
  • Membantu Anak yang “Sulit”; anak yang berkebutuhan kusus perlu diajarkan kedisiplinan untuk memperkenalkan keteraturan dan membuat hidupnya lebih baik di masa mendatang.
Daftar pustaka

Fadilla, avin. 1996. Disiplin kerja. Sumber : https://journal.ugm.ac.id/buletinpsikologi/article/download/13484/9663
 
Anonim. 2019. Pengertian Disiplin. Sumber : https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-disiplin.html
 
Nisak, Choirun. 2013. Penanaman Disiplin. Sumber : http://ojs.umsida.ac.id/index.php/pedagogia/article/download/45/51