Oleh : Andi Muhamad Iskandar
Pengertian Proaktif
Bersikap proaktif berarti melakukan sesuatu dengan inisiatif sendiri, kemudian bertanggung jawab terhadap perilakunya sendiri baik dari masa lalu, sekarang ataupun masa mendatang.
Tampilkan postingan dengan label @JK14. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @JK14. Tampilkan semua postingan
Kamis, 23 Januari 2020
Kamis, 09 Januari 2020
Kepribadian Proaktif Untuk Meningkatkan Prestasi
Kepribadian Proaktif Untuk
Meningkatkan Prestasi
Oleh : Hana Muyesca (@P10-HANA)
Abstrak :
Tingkat
proaktivitas secara operasional didefinisikan sebagai suatu sikap mental
dan tindakan seseorang yang Memilih
sikap bertanggungjawab, atas sikap dan perilakunya; Memusatkan enrgi dengan
berfokus pada kerja; Menggunakan pendekatan dari dalam keluar; Mendahulukan
prinsip atau nilai di atas suasana hati; dan Mengembangkan dan menggunakan
empat anugrah unik manusia.
Kata Kunci :
Proaktif, kinerja individu
I.
Pendahuluan
Pengaruh globalisasi
mendorong munculnya perubahan secara mendasar pada dunia kerja dan organisasi.
Menurut Cascio (1998: 4) ada lima macam perubahan yang terjadi pada organisasi.
Perubahan tersebut adalah Perubahan dalam pasar produksi dan pelayanan jasa, Perubahan
dalam teknologi, Perubahan dalam struktur dan desain organisasi, Perubahan
peran manajer, dan Perubahan peran kerja. Perubahan tersebut tampak dalam
bidang pasar produksi dan pelayanan jasa.
II.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang
dimaksud dengan proaktif?
2.
Apa saja
ciri-ciri orang yang berkepribadian proaktif?
3.
Apa saja faktor
yang memengaruhi prestasi kinerja?
III.
Pembahasan
3.1 Pengertian Proaktif
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), proaktif adalah tindakan yang lebih aktif.
Kata proaktif berarti lebih daripada sekedar mengambil inisiatif. Pengertian proaktif sering dikatakan sebagai
lawan kata dari tindakan reaktif. Arti kata proaktif ini sering digunakan di
dalam konteks pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.
3.2 Ciri-ciri orang yang berkepribadian proaktif
Ciri-ciri tersebut adalah:
a.
Memilih sikap
bertanggungjawab atas sikap dan perilakunya,
b.
Memusatkan
energi dengan berfokus dan bekerja pada lingkaran pengaruh (influence circle),
c.
Menggunakan
pendekatan dari dalam ke-luar (in side out-approach),
d.
Mendahulukan
prinsip atau values di atas suasana hati, kondisi atau tekanan sosial,
e.
Mengembangkan
dan menggunakan “empat anugrah unik manusia”, (four unique human gifts).
3.3 Faktor yang memengaruhi prestasi kinerja
Keith Davis (1964 :
484) menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi pencapaian kerja adalah faktor
kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivation). Byars & Rue (1984:
311-312) berpendapat bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi kinerja, yaitu faktor
individual dan faktor lingkungan. Faktor individual meliputi, energi fisik dan
mental yang digunakan menyelesaikan tugas, sifat pribadi, dan persepsi peran.
Faktor lingkungan meliputi kondisi fisik, peralatan, waktu, material,
pendidikan, supervisi, desain organisasi, pelatihan dan sebagainya
IV.
Kesimpulan
Kemampuan dan motivasi
seseorang bisa menjadi dorongan agar kinerja kita berprestasi. Dengan berkepribadian
proaktif, artinya kita harus lebih bertanggung jawab dalam melakukan sesuatu
V.
Daftar Pustaka
Selasa, 07 Januari 2020
Proaktif
Proaktif terhadap Indonesia
Oleh : Wening Suciati (@P05-WENING)
ABSTRAK
Sikap proaktif sangat penting dalam berbisnis, karena seseorang mampu menangkap peluang yang ada, memiliki visi yang jelas ke depan, selalu aktif dan memikirkan apa yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan kualitas ke depannya. Mengapa kita memerlukan sikap proaktif? Karena tidak ada bisnis apapun yang tidak menghadapi kompetisi, selalu ada persaingan. Untuk memenangi persaingan itu dibutuhkan sikap proaktif. Artikel berikut akan membahas mengenai sikap proaktif.
KATA KUNCI: proaktif, reaktif
Salah satu ciri orang yang sukses adalah orang yang punya sikap proaktif bukan reaktif atau pasif. Lalu apasih proaktif dan reaktif? Kata proaktif berarti lebih daripada sekedar mengambil inisiatif. Kata ini mengandung arti, bahwa sebagai manusia, kita bertanggung jawab atas hidup kita sendiri. Perilaku kita adalah fungsi dari keputusan kita, bukan kondisi kita. Orang yang sangat proaktif mengenali tanggung jawab. Mereka tidak menyalahkan keadaan, masa lalu, dan kondisi. Perilaku mereka adalah produk dari pilihan sadar mereka, yang berdasar nilai, dan bukan produk dari kondisi mereka yang berdasar perasaan dan masa lalu mereka. Sedangkan kebalikan dari sifat proaktif adalah reaktif, reaktif merupakan reaksi negatif seseorang terhadap lingkungan. Orang reaktif sering merasa menjadi korban. Mereka tidak bisa mengambil peluang yang ada, belum sepenuhnya sadar akan tanggung jawabnya, dan suka menyalahkan orang lain. Biasanya, orang reaktif menggunakan bahasa reaktif seperti “Saya tidak bisa..”, “Seandainya..”. Orang reaktif percaya bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas apa yang mereka katakan dan lakukan, karena mereka merasa tidak punya pilihan.
Sikap proaktif telah disebutkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif dalam buku The 7 Habits Of Highly Effective Peopleoleh Stephen R. Covey, “Jadilah proaktif”. Proaktif berkaitan dengan mengambil tanggung jawab untuk hidup Anda. Anda tidak bisa terus menyalahkan segala sesuatu pada lingkungan atau orang lain. Orang proaktif sadar bahwa mereka mampu merespon sesuai keinginannya. Salah satu kata-kata mutiara Stephen R. Covey yang sangat bagus, tentang sikap proaktif adalah:
“ If you’re proactive, you don’t have to wait for circumstances or other people to create perspective expanding experiences. You can consciously create your own. “
Stephen R. Covey
Ciri-ciri sikap proaktif :
- Tidak mudah tersinggung pada apa yang membuat pada sesuatu yang tidak sesuai
- Bertanggung jawab terhadap tindakannya sendiri dan memilih berfikir sebelum bertindak.
- Orang-orang proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain.
- Fokus pada hal-hal yang bisa mereka ubah dan tidak mengkhawatirkan hal-hal yang tidak bisa mereka ubah.
- Tidak menyalahkan keadaan ataupun kondisi lingkungan jika seandainya ada yang tidak sesuai dengan keinginannya.
- Mampu mengambil keputusan yang tepat walaupun pada situasi yang sangat sulit.
- Orang proaktif biasanya menggunakan bahasa proaktif, seperti: “Saya bisa”, “Saya akan”, karena mereka berpikir positif pada setiap keadaaan.
Orang-orang yang proaktif, adalah orang yang fokus pada Circle of Influence yang ada di dalam Circle of Concerns. Dengan kata lain, kita harus melakukan hal-hal yang dapat kita kerjakan daripada menunggu atau mengandalkan orang lain. Seseorang yang proaktif dapat memperbesar lingkaran pengaruhnya (Circle of Influence), contoh:
Seorang mahasiswa yang proaktif, bisa jadi mulai magang ketika semester 6. Tujuannya bukan hanya uang, tetapi juga pengalaman kerja, menambah kenalan (network) dan menjadi nilai tambah di curriculum vitae(CV).
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk bersikap proaktif salah satunya adalah mengerjakan pekerjaan sebelum disuruh oleh atasan dampaknya atasan akan senang dengan kinerja kita dan kita berpeluang naik jabatan.
KESIMPULAN
Dalam artikel di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, sikap proaktif sangat disukai banyak orang berbeda dengan sifat reakitf. Selain itu manfaatnya pun bisa kita rasakan sendiri. Mulailah bersikap proaktif sedini mungkin di masa sekolah agar kita terbiasa untuk selalu bersikap proaktif saat di dunia kerja nanti.
DAFTAR PUSTAKA
v Windasuri, Heria. 2018. “APA ITU PROAKTIF DAN REAKTIF” dalamhttps://www.studilmu.com/blogs/details/apa-itu-proaktif-dan-reaktif ( diakses 14 Desember 2018)
v Suryanti, HHS. 2015. “Widya Wacana: Jurnal Ilmiah” dalam e-jurnal
http://www.ejurnal.unisri.ac.id/index.php/widyawacana/article/download/984/836 (diakses 14 Desember 2018)
v Pristiani, Ilawati. 2013. “Pentingnya Sikap Proaktif Dalam Berbisnis”dalam http://www.ilawati-apt.com/pentingnya-sikap-proaktif-dalam-berbisnis/ (diakse 14 Desember 2018)
v Anonim. 2016. “pengertian proaktif dan contohnya”http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-proaktif-dan-contohnya/(diakses 14 Desember 2018)
v Anonim. 2018. “Bagaimana Cara Menjadi Pribadi Yang Proaktif? Dan Apa Untungnya Jadi Proaktif? Jangan Jadi yang Reaktif”dalam https://www.finansialku.com/proaktif-reaktif/ (diakses 14 Desember 2018)
Senin, 06 Januari 2020
Proaktif
Oleh: Sunu Dwi Prambudi (@P11-SUNU)
ABSTRAK
Hidup yang kita jalani berasal dari berbagai macam bentuk
keputusan yang kita buat dan kita sebagai manusia juga punya tanggung jawab dan
berbagai inisiatif untuk membuat segalanya terjadi. Beberapa merupakan hal-hal
yang dipersiapkan dan dilakukan untuk menjadi manusia yang proaktif. Secara
umum, proaktif merupakan sikap seseorang yang mampu mengenali kesempatan dan
memanfaatkanya sehingga menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik. Tidak
hanya sekedar bereaksi tetapi berdiam diri ditempat, ia memiliki inisiatif
untuk melakukan aksi terhadap perubahan. contoh yang sering kita temui saat ini
yakni sikap yang ditunjukkan oleh para aktivis lingkungan hidup untuk
membersihkan sampah di sungai. Ini merupakan contoh sikap proaktif untuk
menjaga lingkungan agar sampah tidak menumpuk di sungai yang dapat menyebabkan
banjir.
KATA KUNCI : Proaktif.
I.PENDAHULUAN
perilaku proaktif adalah individu
yang perilakunya cenderung bertindak atas inisiatif sendiri tanpa paksaan dari
siapapun dalam memilih respon yang tepat sehingga dirinyalah yang bertanggung
jawab terhadap pilihannya. Menurut Robbins (2001), kepribadian proaktif adalah
di mana beberapa individu secara aktif berinisiatif untuk memperbaiki
keadaannya atau menciptakan inisiatif-inisiatif baru di saat individu lain
duduk dengan pasif dalam menghadapi berbagai situasi.
II. PEMBAHASAN
Ciri Ciri Orang Yang Proaktif
·
Tidak mudah tersinggung
·
Bertanggung jawab atas pilihan-pilihannya sendiri
·
Cepat pulih kalau terjadi sesuatu
·
Selalu mencari jalan untuk menjadikan segalanya terlaksana
·
Fokus terhadap hal-hal yang bisa mereka ubah, dan tidak
mengkhawatirkan hal-hal yang tidak bisa mereka ubah
Faktor yang
mendorong seseorang berperilaku proaktif
1. Sumber (Resources)
Individu yang berperilaku proaktif percaya pada adanya sumber-sumber daya
memadai baik eksternal dan internal. Barang-barang, jasa dan orang orang dapat
dipengaruhi untuk mendukung pencapaian tujuan. Kecerdasan keberanian dan
kekuatan.
2. Tanggung Jawab (Responsibility)
Individu yang berperilaku proaktif, bertanggung jawab terhadap pertumbuhannya
sendiri. Sebuah masa kehidupan tidaklah sepenuhnya ditentukan oleh
kekuatan-kekuatan dari luar tetapi dapat dipilih. Kejadian kejadian baik atau
buruk tidak secara serampangan dikaitkan pada penyebab penyebab luar.
3. Nilai-nilai
(Values)
Individu yang berperilaku proaktif
digerakkan oleh nilai-nilai. Perilaku orang lain mungkin ditentukan oleh
lingkungan sosial, sedangkan orang-orang proaktif memperhatikan nilai-nilai
mereka dan memilih jalur tindakan yang sesuia.
4. Visi
(Vision)
Individu yang berperilaku proaktif memiliki
sebuah visi dan menciptakan arti dalam kehidupan dengan mengupayakan pencapaian
tujuan-tujuan yang ambisius.
Manfaat Kebiasaan Proatif
Ada berbagai manfaat kebiasaan
proaktif (Covey, 2001) antara lain:
Ø Meningkatkan keberhasilan dalam memimpin diri
sendiri. Dia sendirilah yang mengendalikan dirinya dan tidak dikendalikan oleh
orang lain.
Ø Meningkatkan keterampilan berkomunikasi
dengan orang lain, sehingga dapat mendukung keberhasilannya dalam menjalin
hubungan dengan orang-orang di lingkungan sekitarnya.
Ø Meningkatkan pengembangan diri menjadi pribadi dewasa yang berkembang
seutuhnya dan seoptimal mungkin sesuai dengan potensinya.
Ø Menolong diri sendiri ketika menghadapi
masalah.
Ø Meningkatkan pemahaman diri dengan merubah
cara pandang terhadap sesua tu hal.
Ø Bersedia belajar dari kesalahan.
Ø
Meningkatkan komitmen diri dalam
mempengaruhi lingkungan secara positif. Orang proaktif cenderung kreatif dan
berinisiatif untuk berbuat sesuatu bagi lingkungannya.
III. KESIMPULAN
Proaktif
adalah kemampuan seseorang untuk memilih respon. Sikap proaktif adalah sikap seseorang
yang mampu membuat pilihan dikala mendapatkan rangsangan(stimulus). Kita
sebagai manusia harus pintar pintar mengolah akal pikiran kita agar setiap apa
yang kita hadapi tidak menimbulkan masalah yang baru,Sesutu yang negatif yang
kita hadapi lebih baik mengutamakan lihat sisi positifnya dulu. Sikap proaktif
akan berdampak untuk kemajuan kelompok dan perkembangan pribadi yang
bertanggung jawab (karena didasari oleh sistem nilai dan mengenal tanggung jawab
masa depan).
DAFTAR PUSTAKA
Farah dina. 2009. Faktor pendorong seseorang berperilaku
proaktif. https://lib.unnes.ac.id/124/1/6095.pdf
Nur agung. 2019. Proaktif. https://www.academia.edu/17631368/PROAKTIF_DAN_REAKTIF
H susilawati. 2018. Perilaku proaktif. http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/2683/3/BAB%20II.pdf
Dioadiputra. 2019. Manfaat proaktif. https://www.dictio.id/t/mengapa-sikap-proaktif-itu-penting/1587
Minggu, 05 Januari 2020
Proaktif
Proaktif
Kata Kunci : proaktif, aspek, perkembangan, karakteristik, ciri-ciri, tips
I.
Pendahuluan
Proaktivitas berasal dari kata proaktif. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia, proaktif memiliki arti lebih aktif sehingga proaktivitas adalah
kemampuan individu untuk lebih aktif dalam melakukan sesuatu. Murray (Schultz,
1994:81) mendefinisikan proaktif sebagai sebuah kebutuhan. “Proactive needs do
not depend on the presence of a particular object. They are spontaneous needs
that elicit appropriate behavior whenever they are aroused, independent of the
environment.”Kebutuhan proaktif adalah kebutuhan yang tidak bergantung kepada
objek tertentu, kebutuhan yang berasal dari dalam diri dan tidak dipengaruhi
oleh lingkungan.
II.
Permasalahan
1.
Apa itu proaktif ?
2.
Apa saja yang menjadi aspek-aspek proakivitas ?
3.
Bagaimana perkembangan proaktivitas ?
4.
Bagaimana karakterisitik dalam karakter
proaktivitas ?
5.
Apa saja ciri-ciri dari karakter proaktivitas ?
6.
Bagaimana cara menjadi individu proaktivitas ?
III.
Pembahasan
Secara umum proaktivitas tidak dipengaruhi oleh lingkungan fisik dan
lingkungan sosial (Stephen Covey, Saputra (Ed), 2010:82). Proaktivitas tidak
dipengaruhi oleh fator luar seperti perubahan cuaca dan perilaku orang lain
kepada individu. Individu yang tidak menggunakan proaktivitas menunjukan respon
yang dipengaruhi oleh lingkungan fisik dan lingkungan sosial, seperti cepat
marah atau merasa tersinggung atas sikap orang lain atau menyalahkan cuaca
buruk atas sikap yang ditunjukan. Individu yang menggunakan proaktivitas digerakan
oleh nilai-nilai yang dipikirkan dengan matang, diseleksi dan dihayati dalam
mengambil keputusan.
Aspek-Aspek Proaktivitas Steven
Covey berpendapat proaktivitas memiliki tiga aspek, yaitu :
1.
Kebebasan memilih respon
Frankl (Covey, Saputra (Ed) 2010:81) menggambarkan sebuah peta diri dalam
mengembangkan proaktivitas.
2.
Kemampuan mengambil inisiatif
Menurut Stephen Covey (Saputra (Ed) 2010: 86) sifat dasar manusia adalah
bertindak, dan bukan menjadi sasaran tindakan. Kemampuan mengambil inisiatif
memungkinkan seorang individu untuk memilih jawaban terhadap suatu keadaan
bahkan memberi kekuatan untuk menciptakan keadaan tertentu.
3.
Kemampuan untuk bertanggung jawab
Pada bahasa inggris, tanggung jawab adalah responsibility yang berasal
dari dua buah kata “response-ability” atau dalam bahasa Indonesia adalah
“kemampuan merespon”. Tanggung jawab menurut Elfiky (Damasdan Fath(Ed) 2010:
235) adalah kemampuan untuk menghindari sikap menyalahkan, mengkritik, dan
membanding-bandingkan apa yang terjadi pada diri individu dengan orang lain.
Perkembangan
Proaktivitas
1.
Lingkaran Pengaruh
Lingkaran pengaruh adalah hal-hal yang dapat dikerjakan dan dikontrol
atau segala hal yang dapat diperbuat oleh individu seperti, memfokuskan diri
pada penyelesaian masalah, mengakui kesalahan dan mempertanggungjawabkannya.
2.
Lingkaran Kepedulian
Lingkaran Kepedulian adalah hal-hal yang tidak dapat dikontrol oleh
individu, seperti kelemahan orang lain, sikap orang lain, cuaca buruk, dan
berbagai faktor yang disebabkan dari luar diri individu.
Karakteristik Individu yang
Memiliki Proaktivitas
Menurut Stephen Covey (Saputra (Ed) 2010: 86) karakteristik individu yang
memiliki proaktivitas yaitu :
1.
Dapat mengambil inisiatif. Individu yang
memiliki proaktivitas tidak berdiam diri dan menunggu sesuatu terjadi namun
menciptakan sesuatu terjadi dengan mengambil inisiatifinisiatif.
2.
Bertindak dan tidak menjadi sasaran tindakan.
3.
Bahasa individu proaktif berbeda dengan yang
tidak.
Ciri-ciri Remaja yang Memiliki Proaktivitas
Ciri-ciri remaja yang memiliki
proaktivitas menurut Sean Covey (Saputra (Ed) 2010:84-85) adalah :
1.
Tidak mudah tersinggung
Remaja yang memiliki proaktivitas tidak akan mudah tersinggung.
Perasaannya tidak mudah dipengaruhi oleh lingkungan luar. Remaja yang proaktif
tahu apa saja hal yang baik untuk diri sendiri.
2.
Bertanggung jawab atas pilihannya sendiri Remaja
yang memiliki proaktivitas akan bertanggung jawab terhadap pilihan sendiri.
Setiap pilihan yang diambil telah melalui proses pemikiran yang panjang
sehingga sudah menyiapkan diri untuk mendapatkan hasil terburuk dan tidak
menyalahkan orang lain jika apa yang didapat tidak sesuai dengan harapan.
3.
Berpikir sebelum bertindak Remaja proaktif
berpikir sebelum melakukan sesuatu. Mempertimbangkan kesadaran diri, imajinasi,
kata hati dan kehendak bebas dalam memutuskan suatu tindakan.
Agar menjadi seorang individu yang
memiliki karakter proaktif, berikut ada tiga (3) cara yaitu :
1.
Dari awal memang sudah berkeinginan untuk
bersikap proaktif, tidak harus disuruh.
2.
Peka melihat kondisi sekitar dan mau langsung
bertindak.
3.
Membiasakan diri untuk bersikap proaktif.
IV.
Kesimpulan
Dalam kehidupan sosial, sikap atau
tindakan pro aktif perlu dibangun dan dibudayakan. Mengingat, sikap proaktif
merupakan tindakan mengenali kesempatan dan mengoptimalkannya untuk
menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik. Tidak hanya sekedar bereaksi
tetapi berdiam diri di tempat atau dikenal dengan istilah reaktif. Mengedepankan
sikap proaktif dan melepaskan sikap reaktif, sebaiknya dilakukan oleh setiap
warga negara tanpa kecuali.
Daftar Pustaka
Sabtu, 28 Desember 2019
SIKAP PROAKTIF
Oleh : Auliyah Pertiwi
I.
PENGERTIAN
Bersikap
proaktif lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif berarti
bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri, baik di masa lalu, masa kini,
maupun masa mendatang. Bersikap proaktif juga berarti mampu membuat pilihan-pilihan
berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai yang berlaku.
Pemimpin Yang Proaktif akan
mampu membuat keputusan secara bijak dan bertanggung jawab atas keputusan
tersebut, tanpa terpengaruh suasana hati atau keadaan. Bila dihadapkan
dengan kondisi yang kurang kondusif ataupun keadaan dimana semua orang
melakukannya, Pemimpin yang
Proaktif tidak reaktif, tidak ikut-ikutan, dan tidak menyalahkan
orang lain atas kondisi tersebut.
Pemimpin Yang Proaktif adalah
pelaku-pelaku perubahan. Mereka bertekad menjadi pendorong yang kreatif dalam
hidup mereka sendiri, dan mereka menjadi inspirasi bagi orang lain.
Program
Pemimpin Yang Proaktif merupakan program Dunamis Mitra Indonesia yang khusus dibangun untuk menjawab
kebutuhan kepemimpinan di Indonesia. Program ini dibuat berdasarkan
konsep The 7 Habits of Highly Effective People, sebuah buku
manajemen yang sangat populer yang ditulis oleh DR. Stephen R. Covey.
II.
CIRI-CIRI
SIKAP PROAKTIF
·
Tidak mudah
tersinggung pada apa yang membuat pada sesuatu yang tidak sesuai
·
Bertanggung jawab
terhadap tindakannya sendiri dan memilih berfikir sebelum bertindak.
·
Orang-orang
proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban,
untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain.
·
Fokus pada
hal-hal yang bisa mereka ubah dan tidak mengkhawatirkan hal-hal yang tidak bisa
mereka ubah.
·
Tidak menyalahkan
keadaan ataupun kondisi lingkungan jika seandainya ada yang tidak sesuai dengan
keinginannya.
·
Mampu mengambil
keputusan yang tepat walaupun pada situasi yang sangat sulit.
·
Orang proaktif
biasanya menggunakan bahasa proaktif, seperti: “Saya bisa”, “Saya akan”, karena
mereka berpikir positif pada setiap keadaaan.
III.
CONTOH
SIKAP PROAKTIF
Bertanggungjawab
akan tugas yang diberikan.
Contoh : Saya memiliki seorang teman yang selalu tepat waktu dalam
mengumpulkan tugas yang diberikan oleh
dosen-dosen. Dia itu sangat patut untuk dicontohi.
Memiliki
sifat yang bisa mengatur waktu dengan baik
Contohnya : Saya dalam 1 minggu ini sering melihat banyak sekali
orang yang mengatur waktunya dengan baik, yaitu semua teman kelas saya apalagi
pada saat mata kuliah KEPEMIMPINAN, jarang sekali teman-teman dan saya yang
terlambat ke kampus.
IV.
CARA MENJADI
PROAKTIF
1. Memprediksi
Agar proaktif, Anda harus terlebih dahulu mengembangkan pandangan
ke depan. Orang proaktif jarang sekali tertangkap terkejut. Belajarlah untuk
mengantisipasi masalah dan kejadian. Memahami cara kerja, mencari pola,
mengenali rutinitas biasa, praktek sehari-hari, dan siklus alami yang ada dalam
bisnis Anda.
Pada saat yang sama, jangan biarkan diri Anda menjadi puas.
Gunakan imajinasi Anda ketika mengantisipasi hasil masa depan. Jangan hanya
mengandalkan pengalaman yang lalu untuk selalu menjadi prediktor yang akurat
untuk masa depan tapi gunakan kreativitas dan logika Anda. Pikirkan beberapa
skenario bagaimana sebuah peristiwa bisa terungkap. Orang proaktif selalu dapat
bersikap mandiri.
2. Mencegah
Orang proaktif akan meramalkan potensi hambatan yang dapat terjadi
dan mengerahkan upaya mereka untuk menemukan cara mengatasinya sebelum mereka
berubah menjadi hambatan hambatan “beton”. Ketika kita tampil untuk
mengupayakan masalah yang dihadapi, tapi sebagian besar orang mungkin justru
mengatakan bahwa itu sulit untuk diatasi. Jangan biarkan diri Anda terpengaruh
dan terhanyut dengan perasaan ketidakberdayaan. Ketika tantangan datang lakukan
pendekatan, upayakan untuk segera memegang kendali dan hadapi sebelum
berkembang menjadi masalah besar.
3. Perencanaan
Jelas bahwa orang proaktif merencanakan masa depan. Jangan hanya
berpikir dalam konteks “sekarang” dan sebagai gantinya, melihat ke depan dan
mengantisipasi konsekuensi jangka panjang. Membawa masa depan ke masa kini, apa
yang dapat Anda lakukan hari ini untuk memastikan keberhasilan besok? Jangan
membuat keputusan dalam ruang hampa, setiap keputusan memiliki kaitan dalam
rantai peristiwa yang mengarah ke satu kesimpulan akhir. Dalam rangka membuat
keputusan yang terbaik, Anda harus tahu di mana Anda saat ini, dan di mana Anda
ingin berakhir.
4. Berpartisipasi
Orang proaktif tidak sebagai pengamat yang menganggur, mereka
adalah peserta aktif. Agar proaktif, Anda harus terlibat. Anda harus mengambil
inisiatif dan menjadi bagian dari solusi. Menyadari bahwa diri Anda adalah
sepotong bagian dari keseluruhan dan bahwa Anda mempengaruhi dan dipengaruhi oleh
tindakan orang lain. Jangan hanya bersikap reaktif terhadap mereka. Namun
terlibat bersama-sama dan gunakan pengaruh serta berikan kontribusi.
5. Bertindak
Menjadi proaktif berarti memanfaatkan waktu dengan melakukan
tindakan yang efektif. Anda perlu bersikap tegas dan bersedia untuk melakukan
pekerjaan SEKARANG. Penundaan bukanlah pilihan. Miliki ownership atas kinerja
Anda sendiri. Anda perlu bertanggung jawab dan berdiri di belakang keputusan
Anda sendiri. Menjadi proaktif berarti Anda telah mengambil langkah-langkah
yang hati-hati dan bijaksana. Sehingga Anda memilih jalan yang tepat. Anda
tidak perlu reaktif dengan lingkungan Anda.
DAFTAR
PUSTAKA
Langganan:
Postingan (Atom)




