Kamis, 22 Oktober 2026

Sabtu, 12 September 2026

DAFTAR PESERTA

SEMESTER GANJIL 2026 - 2027

NO

KODE 

NAMA

LINK BLOG PESERTA

1

A-01

FABIAN ERIK RASYID ISLAMI

 

2

A-02

FATHIR ABIZAR IRAWAN

 

3

A-03

AGUS FAHRIZAL KURNIAWAN

 

4

A-04

ILHAM MIFTAHALI MAHFUZH

 

5

B-05

AZKAR RINDRA MAULANA

Kamis, 08 Mei 2025

Divergent Thinking: Kekuatan di Balik Pikiran yang 'Liar' dan Kreatif

Pendahuluan

Tahukah Anda bahwa 98% anak usia 5 tahun memiliki tingkat kreativitas jenius (level "creative genius"), tetapi hanya 2% yang mempertahankannya sampai usia 25 tahun? Penelitian NASA ini mengungkap fakta mengejutkan: kita terlahir kreatif, tapi "belajar" menjadi tidak kreatif.

Divergent thinking (berpikir divergen) adalah kemampuan untuk menghasilkan banyak solusi unik dari satu masalah. Inilah yang membuat:

Critical Thinking: Seni Berpikir Jernih di Era Banjir Informasi

Pendahuluan

Di tahun 2023, setiap orang menerima rata-rata 74GB data setiap hari - setara dengan membaca 16 buku harian. Namun ironisnya, 60% berita viral ternyata mengandung misinformasi (Data: MIT, 2023). Di tengah banjir informasi ini, critical thinking (berpikir kritis) bukan lagi sekadar kemampuan akademis, melainkan keterampilan bertahan hidup di era digital.

Creative Thinking: Seni Melihat Masalah dengan Cara yang Tak Terduga

Pendahuluan

Pernahkah Anda mendapatkan ide brilian justru saat sedang tidak memikirkannya - misalnya saat mandi, berjalan-jalan, atau hampir tertidur? Fenomena ini bukan kebetulan. Menurut penelitian dari Universitas Stanford, 72% ide kreatif muncul justru ketika kita dalam keadaan rileks, bukan saat berusaha keras memecahkan masalah.

Convergent Thinking: Rahasia Menemukan Solusi Terbaik dengan Cepat

Pendahuluan

Bayangkan Anda sedang mengerjakan kuis yang menanyakan, "Apa ibukota Indonesia?" Hanya ada satu jawaban benar: Jakarta. Proses otak Anda menyaring informasi dan memilih jawaban paling tepat inilah yang disebut convergent thinking—kemampuan untuk mengarahkan semua pemikiran menuju satu solusi optimal.

Concrete Thinking: Cara Berpikir yang Membuat Hidup Lebih Praktis

Pendahuluan

Pernahkah Anda terjebak dalam overthinking, terus mempertanyakan "mengapa" dan "bagaimana" tanpa benar-benar mengambil tindakan? Atau mungkin Anda justru lebih suka langsung action tanpa banyak teori? Jika iya, Anda mungkin lebih cenderung pada concrete thinking—gaya berpikir yang berfokus pada hal-hal nyata, praktis, dan langsung dapat diterapkan.