Tampilkan postingan dengan label @P05-WENING. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @P05-WENING. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Januari 2020

Proaktif

Proaktif terhadap Indonesia
Oleh : Wening Suciati (@P05-WENING)

ABSTRAK
Sikap proaktif sangat penting dalam berbisnis, karena seseorang mampu menangkap peluang yang ada, memiliki visi yang jelas ke depan, selalu aktif dan memikirkan apa yang dapat mereka lakukan untuk meningkatkan kualitas ke depannya. Mengapa kita memerlukan sikap proaktif? Karena tidak ada bisnis apapun yang tidak menghadapi kompetisi, selalu ada persaingan. Untuk memenangi persaingan itu dibutuhkan sikap proaktif. Artikel berikut akan membahas mengenai sikap proaktif.
KATA KUNCI: proaktif, reaktif

            Salah satu ciri orang yang sukses adalah orang yang punya sikap proaktif bukan reaktif atau pasif. Lalu apasih proaktif dan reaktif? Kata proaktif berarti lebih daripada sekedar mengambil inisiatif. Kata ini mengandung arti, bahwa sebagai manusia, kita bertanggung jawab atas hidup kita sendiri. Perilaku kita adalah fungsi dari keputusan kita, bukan kondisi kita. Orang yang sangat proaktif mengenali tanggung jawab. Mereka tidak menyalahkan keadaan, masa lalu, dan kondisi. Perilaku mereka adalah produk dari pilihan sadar mereka, yang berdasar nilai, dan bukan produk dari kondisi mereka yang berdasar perasaan dan masa lalu mereka. Sedangkan kebalikan dari sifat proaktif adalah reaktif, reaktif merupakan reaksi negatif seseorang terhadap lingkungan. Orang reaktif sering merasa menjadi korban. Mereka tidak bisa mengambil peluang yang ada, belum sepenuhnya sadar akan tanggung jawabnya, dan suka menyalahkan orang lain. Biasanya, orang reaktif menggunakan bahasa reaktif seperti “Saya tidak bisa..”, “Seandainya..”. Orang reaktif percaya bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas apa yang mereka katakan dan lakukan, karena mereka merasa tidak punya pilihan.
            Sikap proaktif telah disebutkan sebagai salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif dalam buku The 7 Habits Of Highly Effective Peopleoleh Stephen R. Covey, “Jadilah proaktif”. Proaktif berkaitan dengan mengambil tanggung jawab untuk hidup Anda. Anda tidak bisa terus menyalahkan segala sesuatu pada lingkungan atau orang lain. Orang proaktif sadar bahwa mereka mampu merespon sesuai keinginannya. Salah satu kata-kata mutiara Stephen R. Covey yang sangat bagus, tentang sikap proaktif adalah:
“ If you’re proactive, you don’t have to wait for circumstances or other people to create perspective expanding experiences. You can consciously create your own. “
Stephen R. Covey
Ciri-ciri sikap proaktif :
  • Tidak mudah tersinggung pada apa yang membuat pada sesuatu yang tidak sesuai
  • Bertanggung jawab terhadap tindakannya sendiri dan memilih berfikir sebelum bertindak.
  • Orang-orang proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain.
  • Fokus pada hal-hal yang bisa mereka ubah dan tidak mengkhawatirkan hal-hal yang tidak bisa mereka ubah.
  • Tidak menyalahkan keadaan ataupun kondisi lingkungan jika seandainya ada yang tidak sesuai dengan keinginannya.
  • Mampu mengambil keputusan yang tepat walaupun pada situasi yang sangat sulit.
  • Orang proaktif biasanya menggunakan bahasa proaktif, seperti: “Saya bisa”, “Saya akan”, karena mereka berpikir positif pada setiap keadaaan.
Orang-orang yang proaktif, adalah orang yang fokus pada Circle of Influence yang ada di dalam Circle of Concerns. Dengan kata lain, kita harus melakukan hal-hal yang dapat kita kerjakan daripada menunggu atau mengandalkan orang lain. Seseorang yang proaktif dapat memperbesar lingkaran pengaruhnya (Circle of Influence), contoh:
Seorang mahasiswa yang proaktif, bisa jadi mulai magang ketika semester 6. Tujuannya bukan hanya uang, tetapi juga pengalaman kerja, menambah kenalan (network) dan menjadi nilai tambah di curriculum vitae(CV).
Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk bersikap proaktif salah satunya adalah mengerjakan pekerjaan sebelum disuruh oleh atasan dampaknya atasan akan senang dengan kinerja kita dan kita berpeluang naik jabatan.
KESIMPULAN
Dalam artikel di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, sikap proaktif sangat disukai banyak orang berbeda dengan sifat reakitf. Selain itu manfaatnya pun bisa kita rasakan sendiri. Mulailah bersikap proaktif sedini mungkin di masa sekolah agar kita terbiasa untuk selalu bersikap proaktif saat di dunia kerja nanti.
DAFTAR PUSTAKA
v  Windasuri, Heria. 2018. “APA ITU PROAKTIF DAN REAKTIF” dalamhttps://www.studilmu.com/blogs/details/apa-itu-proaktif-dan-reaktif  ( diakses 14 Desember 2018)
v  Suryanti, HHS. 2015. “Widya Wacana: Jurnal Ilmiah” dalam e-jurnal
v  Pristiani, Ilawati. 2013. “Pentingnya Sikap Proaktif Dalam Berbisnis”dalam http://www.ilawati-apt.com/pentingnya-sikap-proaktif-dalam-berbisnis/ (diakse 14 Desember 2018)
v  Anonim. 2016. “pengertian proaktif dan contohnya”http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-proaktif-dan-contohnya/(diakses 14 Desember 2018)

v  Anonim. 2018. Bagaimana Cara Menjadi Pribadi Yang Proaktif? Dan Apa Untungnya Jadi Proaktif? Jangan Jadi yang Reaktif”dalam https://www.finansialku.com/proaktif-reaktif/ (diakses 14 Desember 2018)

Adil

Adil
Oleh :  Wening Suciati (@P05-WENING)

ABSTRAK
Sebagai pelajar/mahasiswa yang kelak akan merasakan dunia kerja pasti kita pernah berpikir untuk menjadi seorang pemimpin saat kerja nanti. Namun, ketika keinginan kita sudah terwujud bagaimana caranya agar kita disukai oleh bawahan kita? Salah satunya dengan bersikap adil. Apasih itu adil? Apakah hanya seorang pemimpin yang harus berlaku adi? Artikel berikut akan membahas secara singkat tentang adil.
KATA KUNCI: adil, pemimpin, sehari-hari

            Bukan hanya seorang pemimpin saja yang harus memiliki sifat adil. Tetapi, semua jenis pekerjaan ataupun kegiatan dibutuhkan orang yang memiliki sifat adil. Seperti firman Allah Swt dalam surat An-Nisa’ ayat 58:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan AMANAT kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan ADIL. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
            Salah satu tuntutan yang selalu diajukan, walau mungkin tidak selalu diucapkan, oleh orang yang dipimpin kepada pemimpinnya ialah ‘bersikap adillah’. Ukuran adil dalam suatu urusan memang tidak selalu dapat ditetapkan, namun kerap dirasakan oleh orang-orang yang dipimpin dan inilah yang menjadikan tidak mudah bagi seorang pemimpin untuk bersikap dan bertindak adil, terlebih lagi bila ia tidak pernah menjelaskan alasan yang melatari sikap dan tindakannya. Adil adalah memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya tanpa ada pengurangan, dan meletakkan segala urusan pada tempat yang sebenarnya tanpa ada aniaya, dan mengucapkan kalimat yang benar tanpa ada yang ditakuti kecuali terhadap Allah Subhanallahuwata’ala.
Pengertian adil adalah pemimpin yang adil kepada dirinya dan adil dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
1)    Adil kepada dirinya
Seorang pemimpin harus dekat kepada Tuhannya sehingga terhindar dari perbuatan dosa, memiliki sifat Wara’ (hati-hati) yang tidak terobsesi mengejar kepentingan dunia dan dapat dipercaya dalam memegang amanah (kepercayaan) kepemimpinan.
2)    Adil dalam aspek sosial
Berarti pembebasan kekayaan negara dari eksploitasi negara asing. Penerapan perekonomian Syariah, serta adil dalam pembagian kekayaan negara kepada semua lapisan masyarakat sesuai kadarnya.
3)    Adil dalam perbuatan, perkataan, dan dalam penetapan putusan hukum
Tidak memihak kepada kepentingan kelompok tertentu yang terkandang diikuti dengan janji tertentu dalam rangka memenuhi atau memuaskan kepentingan pribadi juga.
4)    Adil juga berarti bahwa seorang pemimpin harus mampu membina sekaligus menjadi pelindung umat dan agama, bukan malah sebaliknya menjadi ancaman baik kebijakannya yang tidak pro umat dan tidak pro agama yang diyakini masyarakatnya.
Cara menjadi adil:
1)    Berlaku adil sebagai atasan
a.    Beri kesetaraan kepada seluruh karyawan
b.    Jadikan diri anda sebagai contoh
c.    Buatlah aturan yang jelas untuk karyawan
d.    Beri karyawan anda hak suara
e.    Minta maaf jika anda berbuat kesalahan
2)    Berlaku adil sebagai pengajar
a.    Beri kesempatan kepada semuanya untuk berbicara
b.    Ketahui cara menyanjung seseorang di depan orang lain
c.    Memberi nilai adil
d.    Hidari menjadikan salah satu murid sebagai kesayangan anda
3)    Berlaku adil sebagai orang tua
a.    Menjadi pengertian
b.    Dengarkan apa yang dibutuhkan anak
c.    Berikan apa yang dibutuhkan anak
d.    Hidarkan berkata “hidup itu tidak adil” kepada anak
e.    Buatlah aturan rumah dengan jelas
Beberapa manfaat dari memiliki sifat adil:
1)    Disukai banyak orang
2)    Tanggap terhadap masalah lingkungan
3)    Jauh dari keributan
4)    Sopan dalam tutur kata
5)    Hidup rukun dan aman
6)    Tidak ada rasa iri hati dll
KESIMPULAN
Dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa bersikap adil bukan hanya untuk seorang pemimpin saja tetapi setiap pekerjaan dan kegiatan pun harus dilakukan secara adil. Adil mendatangkan banyak manfaat dan disukai oleh Allah Swt. Sebagai pelajar/mahasiswa penting untuk menanamkan sikap adil sejak dini contohnya dengan tekun dalam belajar.
DAFTAR PUSTAKA
v  Basuki, Dian. 2018. “adil, karakter kepemimpinan yang kian menipis” dalamhttps://indonesiana.tempo.co/read/122302/2018/02/03/desibelkoe/adil-karakter-kepemimpinan-yang-kian-menipis (diakses 15 Desember 2018)
v  Ardhi, Dhiayudin Rijal. 2012. “menumbuhkan sikap adil dan bijaksana” dalamhttps://ultimatesammy.wordpress.com/2012/08/17/menumbuhkan-sikap-adil-dan-bijaksana/ (diakses 15 Desember 2018)
v  Anonim. 2017. “menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana” dalamhttps://www.hidayatullah.com/kajian/gaya-hidup-muslim/read/2017/01/04/109128/109128.html (diakses 15 Desember 2018)
v  Klopotelu. 2013. “pemimpin yang adil” dalamhttps://klopotelu.wordpress.com/2013/01/30/pemimpin-yang-adil/(diakses 15 Desember 2018)

Senin, 09 Desember 2019

kerja sama

Bekerjasama menumbuhkan semangat persatuan
Oleh : Wening Suciati (@P05-WENING)
Pembahasan
            Menurut Doddy Pamudji, kerjasama adalah pekerjaan yang dilakukan dua orang atau lebih dengan melibatkan interaksi antarindividu bekerja bersama sama sampai terwujud tujuan yang dinamis. Lebih lanjut ia berpendapat bahwa unsur utama kerjasama ada tiga yakni adanya individu individu, adanya interaksi dan adanya tujuan yang sama. Kerjasama dapat berlangsung manakala individu-individu yang bersangkutan memiliki kepentingan yang sama dan memiliki kesadaran untuk bekerjasama guna mencapai kepentingan mereka tersebut.

    Secara umum, terdapat beberapa bentuk kerjasama yang ada di dalam masyarakat, antara lain:
1.   Tawar Menawar
Tawar Menawar adalah perjanjian mengenai pertukaran barang-barang dan jasa antarindividu maupun antar kelompok. Tawar Menawar dilakukan supaya proses kerjasama dapat memberi keuntungan secara adil bagi kedua belah pihak.
2.   Kooptasi
Kooptasi adalah suatu proses kerjasama penerimaan dari berbagai unsur yang baru pada kepemimpinan sebuah organisasi, hal ini dapat dijadikan sebuah cara supaya menghindari terjadinya sebuah kecurangan atau juga hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa terjadi.
3.   Koalisi
Koalisi adalah suatu  gabungan dari dua lembaga organisasi atau juga lebih yang mempunyai tujuan yang sama, mereka bekerjasama supaya mencapai tujuan tersebut. Dengan terbentuknya koalisi, diharapkan proses pencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya dapat menjadi lebih mudah dan terstruktur.
4.   Joint Venture
Joint Venture adalah kerjasama diantara dua orang atau lebih dalam jangka waktu tertentu. Kerjasama berakhir apabila kedua belah pihak telah mencapai suatu tujuan yang sudah disepakati bersama
Manfaat dari dilakukannya suatu kerjasama adalah antara lain:
1.   Mempererat ikatan kerjasama;
2.   Menumbuhkan semangat persatuan;
3.   Menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efisien;
4.   Meringankan pekerjaan;
5.   Menghindari kesalahan pekerjaan;
6.   Meningkatkan rasa persatuan dan kerukunan;

Terdapat empat jenis kerjasama yang dilihat dari hubungan manusia dengan aktivitasnya, yaitu:
1.   Kerjasama ekonomi
Kerjasama ekonomi adalah kerjasama yang dilakukan untuk memperoleh keuntungan dalam bidang ekonomi.
2.   Kerjasama politik
Kerjasama politik adalah kerjasama yang dipicu oleh adanya kepentingan politik dan perbedaan dari pihak-pihak yang bekerjasama.
3.   Kerjasama sosial
Kerjasama sosial adalah kerjasama yang disebabkan oleh persamaan dan perbedaan kepentingan sosial partai yang bekerjasama.
4.   Kerjasama antaragama
Kerjasama antaragama merupakan salah satu bentuk kolaborasi antar umat beragama dalam melaksakan suatu tujuan kerukunan bersama.

Daftar Pustaka
·       Bitar. Pengertian, Manfaat, dan Bentuk Kerjasama. Diakses pada 17 Desember 2018. (https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-manfaat-dan-bentuk-kerjasama-beserta-contohnya-lengkap/).
·       Gigih. Pengertian Kerjasama. Diakses pada 17 Desember 2018. (https://satujam.com/pengertian-kerjasama/).
·       Hamdani, Muhammad. Joint Venture. Diakses pada 17 Desember 2018. (http://hamdaniphd.blogspot.com/2015/10/definisi-joint-venture.html).
·       Jonathan. Pengertian Kerjasama. Diakses pada 17 Desember 2018. (https://www.maxmanroe.com/pengertian-kerjasama.html).

Senin, 02 Desember 2019

Bersemangat Dalam Menjalani Hidup

Bersemangat Dalam Menjalani Hidup
Oleh : Wening Suciati (@P05-WENING)
Abstrak
Semangat adalah keadaan pikiran ketika batin tergerak untuk melakukan satu atau banyak tindakan. Jadi, semangat itu memiliki fungsi sebagai penggerak batin untuk bertidak. Seseorang yang memiliki semangat bagus, sikap dan perilakunya biasanya terlihat dinamis
 Hidup yang kita jalani harus dilakukan dengan penuh semangat agar apapun yang kita lakukan dapat berjalan sesuai dengan harapan.Semangat adalah suatu dorongan yang kuat untuk melakukan sesuatu atau mencapai sesuatu. Jadi untuk dapat bersemangat kita harus mempunyai sesuatu yang ingin dicapai, biasanya disebut tujuan atau bisa juga target. (Sawali.M 2011)
Memiliki sifat semangat mungkin sangatlah menarik dan terlihat menyenangkan, namun segala sesuatu tidaklah dicapai dengan mudah, pasti banyak sekali rintangan yang dihadapi sebelum memiliki sifat semangat dalam hidup seseorang.

I.     Pendahuluan
Fungsi dari semangat itu sendiri adalah sebagai penggerak batin untuk bertindak (Ruslani, 2015). Semangat itu sifatnya spiritual dimana batin tergerak untuk bertindak melakukan sesuatu.
 Mungkin secara tidak sadar kita memiliki sifat semangat disetiap hal yang kita lakukan setiap harinya. Darimana kita bisa tahu bahwa kita memiliki sifat semangat saat melakukan sesuatu, semua itu ditandai dengan kita senang melakukan hal itu tanpa ada rasa paksaan atau terpaksa saat melakukan aktivitas tersebut.

II.  Pembahasan
Bagaimana caranya untuk menambah semangat ? Semangat yang melemah bisa ditambah dengan beberapa hal dibawah ini, diantaranya adalah :
·                     Merasa HARUS bertindak
·                     Keinginan untuk melakukan sesuatu yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, kerabat dan orang banyak serta alam semesta
·                     Perasaan bertanggung jawab
·                     Merasa peduli terhadap sesama, dan lain-lain
Namun ada kalanya juga semangat yang kita miliki turun atau menghilang. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor yang bisa kita temui, misalnya masalah dalam kehidupan pribadi, bagi pelajar tugas menumpuk yang tak kunjung selesai atau bagi anak kos yang kehabisan uang sebelum berganti bulan. Faktor keseharian seperti itu bisa menurunkan semangat yang kita miliki.

Namun jangan lah khawatir jika kamu mulai merasa kehilangan semangat, ada beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mengembalikan rasa semangatmu berikut tipsnya :

a)      Menceritakan masalah kepada orang lain.
Seperti hal pada umumnya, kita manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa melakukan segala hal selalu sendiri, terkadang kita memelukan orang lain untuk menyelesaikan masalah. Ceritakan masalahmu kepada orangtua, sahabat, atau pacar. Dengan meringankan masalah, anda bisa focus kembali dan bersemangat.

b)      Mencari hobby.
Jika kamu jenuh terhadap kegiatan sehari-hari, kamu bisa mulai mencari hobby atau kegiatan yang bisa membuat harimu lebih senang, missal dengan olahraga, mendengarkan musik, memelihara hewan dan hal-hal lainnya yang dapat mengembalikan rasa semangatmu untuk hari esok.

c)      Memotivasi diri.
Orang yang kehilangan semangat berarti kehilangan mtivasinya juga. Tanamkan pada diri anda dengan motivasi yang kuat, tujuan yang jelas , dan cara atau strategi untuk mencapainya. Dengan konsep seperti itu anda bisa lebih memiliki rasa semangat.

            Dengan demikian kita sudah mengetahui manfaat dari sifat bersemangat itu sendiri. Kita bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan kita yang sebenarnya. Sifat bersemangat merupakan kunci dari kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup, jika kita bersemangat makan segala hal yang dilakukan akan terasa mudah untuk dijalani.

DAFTAR PUSTAKA

·         Efendi, Dafa. 2014. Mengatasi Kehilang Semangat Hidup. Dalamhttp://defaefendi.blogspot.com/2014/08/mengatasi-kehilangan-semangat-hidup.html , diakses pada 6 Desember 2018.
·         Ruslani. 2015. Pengertian Tentang Semangat. Dalamhttp://www.ruslani.com/pengertian-tentang-semangat.html , diakses pada 6 Desember 2018.
·         Arya. 2012. Menumbuhkan rasa optimisme. dalamhttp://aryablogr.blogspot.co.id/2012/02/13-cara-menumbuhkan-optimisme-dalam.html , diakses pada 6 Desember 2018.



Senin, 25 November 2019

Mengendalikan Diri

Mengendalikan Diri


Oleh : Wening Suciati (@P05-WENING)

Pembahasan
            Mengendalikan diri adalah suatu metode untuk mengendalikan pikiran dan perasaan agar dapat tercapainya kontrol emosi dan pikiran. Menurut kamus psikologi (Chaplin, 2002), definisi kontrol diri atau self control adalah kemampuan individu untuk mengarahkan tingkah lakunya sendiri dan kemampuan untuk menekan atau menghambat dorongan yang ada. Goldfried dan Merbaum, mendefinisikan kontrol diri sebagai suatu kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu kearah konsekuensi positif.


            Selain itu, kontrol diri memiliki makna sebagai suatu kecakapan individu dalam kepekaan membaca situasi diri dan lingkungannya serta kemampuan untuk mengontrol dan mengelola faktor-faktor perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam melakukan sosialisasi (Calhoun dan Acocela, 1990).
Mengapa mengendalikan diri atau self control itu penting?
1.     Self control berperan penting dalam hubungan seseorang dengan orang lain
Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri dan pasti membutuhkan bantuan orang lain. Seluruh kebutuhan hidup kita (fisiologis) terpenuhi dari bantuan orang lain, begitu pula kebutuhan psikologis dan sosial kita. Oleh karena itu agar kita dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidup ini dibutuhkan kerjasama dengan orang lain dan kerjasama dapat berlangsung dengan baik jika kita mampu mengendalikan diri.
2.     Self control memiliki peran dalam menunjukkan siapa diri kita
Seringkali seseorang memberikan penilaian dari apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari dan kontrol diri merupakan salah satu aspek penting dalam mengelola dan mengendalikan perilaku kita. Kontrol diri menjadi aspek yang penting dalam aktualisasi pola pikir, rasa dan perilaku kita dalam menghadapai setiap situasi. Tentunya seseorang yang dapat mengendalikan diri akan memperoleh penilaian yang positif dari orang lain.
3.     Self control berperan penting dalam pencapaian tujuan pribadi
Seseorang yang mampu mengedalikan diri dari perbuatan yang dapat merugikan diri atau orang lain akan lebih mudah focus terhadap tujuan-tujuan yang ingin dicapai, mampu memilih tindakan yang memberi manfaat, menunjukkan kematangan emosi dan tidak mudah terpengaruh terhadap kebutuhan atau perbuatan yang menimbulkan kesenangan sesaat. Oleh karena itu, pengendalian diri dipercaya akan sangat membantu seseorang mencapai tujuan hidupnya.

Tetapi pada dasarnya sumber tercapainya self control ada 2, yaitu :
1.     Internal (Dalam Diri)
Apabila seseorang dalam berperilaku cenderung mengatur perilakunya sendiri dan memiliki standar khusus terhadap perilaku yang dipilih, memberikan ganjaran bila dapat mencapai tujuan dan memberikan hukuman sendiri apabila melakukan kesalahan, maka hal ini menunjukan bahwa self controlnya bersumber dari diri sendiri (internal).
2.     Eksternal (Orang Lain atau Lingkungan)
Sedangkan apabila individu menjadikan orang lain atau lingkungan sebagai standart perilaku atau penyebab terjadinya perilaku dan ganjaran atau hukuman juga diterima dari orang lain (lingkungan), maka ini menunjukkan bahwa self control yang dimiliki bersumber dari luar diri (eksternal).


Kesimpulan
            Self control berperan penting dalam menjalin hubungan dengan orang lain dan berperan penting untuk tercapainya tujuan hidup.

Daftar Pustaka :
·       Anonim. 2013. Pengendalian Diri (Self control). Dalamhttp://garasikeabadian.blogspot.com/2013/03/pengendalian-diri-self-control.html (Diakses pada 17 Desember 2018)
·       Luthfiana, Ni’ma. 2016. Pentingnya Pengendalian Diri. Dalamhttps://www.kompasiana.com/luthfiana/56ca72eb349373640927acd2/pentingnya-pengendalian-diri (Diakses pada 17 Desember 2018)
·       Rosita, Ita. 2012. Softskill : Pengendalian Diri. Dalamhttp://rositaita93.blogspot.com/2012/11/softskill-pengendalian-diri.html(Diakses pada 17 Desember 2018)