Tampilkan postingan dengan label @P03-DICKY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @P03-DICKY. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Januari 2020

Komponen Kebiasaan Proaktif


Oleh : Dicky Abdillah Maulana (@P03-DICKY)

Menurut E.Koswara:1986, Proaktif adalah Suatu Keyakinan bahwa penyebab dan sumber tingkah laku berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. 

Pentingnya Bersikap Adil

Oleh : Dicky Abdillah Maulana
     (@P03-DICKY)



Oleh : Dicky

A.    Pengertian Adil
      Adil memiliki arti yaitu meletakkan sesuatu pada tempatnya. Maksudnya, adil itu adalah tidak memihak antara yang satu dengan yang lain nya.

Senin, 09 Desember 2019

KERJASAMA

  Oleh : Dicky Abdillah Maulana
           (@P03-DICKY)
Definisi Kerjasama
Kerjasama ialah sebuah pekerjaan yang dilakukan oleh dua orang atau juga lebih agar bisa mencapai tujuan ataupun target yang sebelumnya sudah direncanakan dan juga disepakati secara bersama. Atau juga kerjasama bisa diartikan sebagai sebuah tindakan-tindakan di dalam pekerjaan yang dilakukan oleh dua orang ataupun lebih agar bisa mencapai tujuan serta demi keuntungan bersama.
Biasanya di dalam sebuah perusahaan atau juga lembaga-lembaga kerjasama tim sudah menjadi sebuah kebutuhan agar dapat mewujudkan keberhasilan di dalam mencapai tujuan. Kerjasama sebuah tim yang akan menjadi sebuah dorongan sebagai energi ataupun motivasi bagi setiap individu yang juga tergabung di dalam sebuah tim kerja. Jika sebuah kerjasama tim bisa berjalan secara baik, maka sebuah kelancaran di dalam berkomunikasi ataupun rasa bertanggung jawab kepada setiap individu yang ada di dalam sebuah tim kerja akan dapat terbentuk.
Manfaat Kerjasama
Selain dari penjelasan yang sudah diberikan ada juga sebuah manfaat yang didapatkan dengan kerjasama, yaitu sebagai berikut :
  • Mampu mempererat ikatan kerjasama
  • Dalam pekerjaan dapat lebih cepat selesai
  • Dalam pekerjaan menjadi lebih ringan
Cara-Cara Untuk Membina Kerjasama
Sebuah kerjasama dapat dilakukan jika cara yang digunakan sudah tepat, untuk itu pembahasan yang selanjutnya ialah membahas tentang cara membuat kerjasama yang akan di bahas berikut ini.
  1. Menentukan Sebuah Tujuan
  2. Menyiapkan profil
  3. Membuat sebuah pesan yang positif
  4. Menghargai setiap pendapat dan juga kebiasaan rekan kerja
  5. Selalu fokus kepada kualitas
  6. Menawarkan bantuan
  7. Menunjukan antusiasme
Tips sukses membangun kerjasama
1.    Mulailah dengan membuat visi dan misi bersama
Dalam bisnis apapun, penting bagi Anda dan mitra bisnis Anda untuk menentukan visi dan misi usaha sebagai langkah pertama. Jika semua pikiran tidak mengarah ke arah yang sama dengan cara yang sama, masalah pasti akan timbul. Motif untuk masing-masing pasangan bisa berbeda, namun tujuan keseluruhan dan metode tentunya harus sama.
2.    Pastikan kebutuhan dan harapan diungkapkan secara jelas
Setiap orang tentu memiliki alasan sendiri mengapa ia memerlukan mitra bisnis dalam menjalankan bisnisnya. Ada yang melaksanakan kerjasama usaha untuk mendapatkan modal, terkadang untuk keahlian tertentu, atau juga memperluas koneksi. Mungkin ini tidak selalu diungkapkan, namun ini merupakan alasan penting yang mendasari kerjasama usaha tersebut. Jika tidak terpenuhi, hubungan bisa menjadi renggang. Karena setiap keahlian, motivasi, dan kepribadian orang berbeda-beda, maka penting untuk mendiskusikannya sebelum menjalankan komitmen dengan kontrak. Karena kebutuhan dan harapan individu dapat berubah dari waktu ke waktu, setiap perubahan rencana perlu untuk diungkapkan dan ditulis secara rinci juga.
3.    Identifikasi dan manfaatkan kekuatan dari mitra
Mitra bisnis Anda bergabung karena berbagai alasan dan dengan berbagai harapan, karena hal tersebut biasanya keahlian masing-masing individu malah terabaikan. Pastikan Anda tidak mengabaikan keahlian masing-masing individu karena bisa saja nantinya menimbulkan perbedaan besar perihal motivasi, komitmen bisnis bahkan kesuksesan bisnis tersebut nantinya.
4.    Melengkapi kekurangan mitra
Dalam upaya menghemat keuangan perusahaan, Anda dan mitra bisnis Anda tentunya harus memilah-milah hal yang perlu dan yang tidak diperlukan. Seiring waktu, hal-hal tersebut benar-benar dapat menenggelamkan bisnis Anda sehingga Anda harus segera mengetahui apa saja kekurangan Anda dan mitra Anda. Kekurangan tersebut bisa saja terdapat pada strategi, pengembangan produk/jasa, pemasaran dan penjualan,  manajemen tim, manajemen keuangan dan administrasi, serta operasional. Segera identifikasi kekurangan mitra bisnis Anda sehingga Anda bisa segera mengantisipasi dengan merekrut tim yang tepat.
5.    Tetapkan tujuan individu dan perusahaan
Cara ideal bagi para mitra bisnis Anda untuk menentukan tujuan perusahaan dapat dimulai dengan menentukan tujuan dari masing-masing individu yang tentunya nanti akan menunjang tujuan perusahaan. Pastikan tujuan yang disusun secara terstuktur dan mendukung ekspektasi terhadap bisnis tersebut.
6.    Segera tangani perselisihan, kekecewaan, dan frustasi
Di setiap kerjasama usaha,selisih paham dan perbedaan pendapat pasti terjadi. Penanganan perselisiahan dalam kemitraan dengan efektif adalah kunci untuk menjaga hubungan secara stabil dan menjaga kemitraan dengan baik. Jangan biarkan perasaan benci tumbuh antara satu sama lain dari waktu ke waktu. Buatlah aturan dimana masing-masing dapat melakukan pendekatan pada yang lainnya ketika ada sesuatu yang perlu ditangani.
Daftar Pustaka
Bobsusanto 2016. Pengertian Kerjasama Dan Manfaat Kerjasama Terlengkap. Spengatahuan.com. dalam http://www.spengetahuan.com/2016/10/pengertian-kerjasama-dan-manfaat-kerjasama-terlengkap.html. Diunduh 18 Oktober 2016.
Bitar 2016. Pengertian, Manfaat, Dan Bentuk Kerjasama Beserta Contohnya Lengkap. Gurupendidikan.co.id. dalam http://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-manfaat-dan-bentuk-kerjasama-beserta-contohnya-lengkap/. Diunduh 15 Desember 2016

Sribu 2014. 7 Tips Sukses Membangun Kerjasama Usaha dengan Orang Lain. Blog.sribu.com. dalam http://blog.sribu.com/7-tips-sukses-membangun-kerjasama-usaha-dengan-orang-lain/. Diunduh 17 Juli 2014

Senin, 02 Desember 2019

SEMANGAT

 

Oleh : @P03-DICKY









semangat berhubungan dengan perasaan dan tindakan. Semangat adalah keadaan pikiran ketika batin tergerak untuk melakukan satu atau banyak tindakan. Jadi, semangat itu memiliki fungsi sebagai penggerak batin untuk bertidak. Seseorang yang memiliki semangat bagus, sikap dan perilakunya biasanya terlihat dinamis.
Fungsi Semangat
Semangat itu memiliki fungsi sebagai penggerak batin untuk bertidak.


Semangat Memiliki Sifat Spiritual Yang Angin-anginan
Semangat itu sifatnya spiritual, adalah dimana batin tergerak untuk bertindak.

Semangat juga bersifat angin-anginan, dia terkadang ada dan tidak ada. semangat tidak hanya datang satu kali, bisa puluhan kali atau ratusan kali bahkan lebih. Semangat bisa datang dan pergi berulang kali tanpa bisa dihitung. Jika memang demikian, bagaimana mempertahankannya ?
Menambah Semangat
Bagaimana caranya untuk menambah semangat ?

Semangat yang melemah bisa ditambah dengan beberapa hal dibawah ini, diantaranya adalah :
  • Merasa HARUS bertindak
  • Keinginan untuk melakukan sesuatu yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, kerabat dan orang banyak serta alam semesta
  • Perasaan bertanggung jawab
  • Merasa peduli terhadap sesama, dan lain-lain
Mempertahankan Semangat Yang Ada
Diperlukan tekad yang kuat untuk mempertahankan semangat. Jika sekarang anda merasa sedang memiliki semangat, anda pula seharusnya mengingat-ingat satu kondisi dan situasi dimana semangat itu sedang pergi atau dengan kata lain ketika anda sedang tidak bersemangat, maksudnya adalah agar anda bisa merasakan apa saja perbedaannya, lalu mempertahankan eksistensinya atau bahkan untuk menambah kekuatan dari semangat itu.
Mempertahankan kehadiran semangat bisa dilakukan dengan memiliki terlebih dahulu tekad yang hebat untuk mempertahankan semangat itu sendiri, lalu meng-arah-kannya agar bisa menghasilkan hal-hal yang produktif dan membuat anda senang. Mengapa demikian ?
Sebab jika semangat itu tidak menghasilkan sesuatu yang menyenangkan, nantinya cenderung biasa-biasa saja bagi anda dalam hal tekad mendapatkan sesuatu, yang seharusnya didukung oleh semangat yang kuat.
Ciri-ciri Individu yang Memiliki Semangat Kerja yang Tinggi
Carlaw, Deming dan Friedman menyebutkan ada 8 ciri individu yang memiliki semangat kerja yang tinggi, yaitu :
·         Tersenyum dan tertawa
Individu dalam melakukan pekerjaannya selalui diiringi dengan senyum dan tawa. Senyuman dan tawa mencerminkan kebahagiaan individu. Walaupun tersenyum dan tertawa tidak diungkapkan dalam bentuk perilaku, tetapi individu selalu diliputi perasaan tenang dan nyaman dalam pekerjaannya.
·           Memiliki inisiatif.
                Individu yang memiliki semangat kerja yang tinggi akan terus bergerak untuk mencapai hal baru. Individu cepat mengambil tindakan agar tugas cepat selesai, namun selalu mematuhi aturan yang berlaku.
·         Berpikir kreatif dan luas 
         Individu memiliki pemikiran yang kreatif, meneliti lingkungannya, dapat dengan leluasa dan tidak memiliki hambatan untuk menyalurkan ideidenya. Individu juga memiliki pandangan yang luas terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan dan lingkungan pekerjaannya
·         Menyenangi apa yang sedang dilakukan
                Individu lebih fokus terhadap pekerjaannya dan tertarik untuk mencari penyelesaian masalah yang berhubungan dengan pekerjaannya daripada merusak atau meninggalkan pekerjaannya.
·         Tertarik dengan pekerjaannya
                Individu ingin segera tiba di tempat kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya.
·         Bertanggung jawab 
           Individu yang memiliki semangat kerja yang tinggi selalu menghargai tugasnya, bersungguh-sungguh dan memiliki rasa tanggung jawab untuk memberikan hasil yang terbaik dalam bekerja.
·         Memiliki kemauan bekerja sama
                Individu yang memiliki semangat kerja selalu memiliki kesediaan untuk bekerjasama dengan pekerja yang lain untuk mempermudah atau mempertahankan kualitas kerja.
·         Berinteraksi secara informal dengan atasan 
         Individu selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan atasan terutama atasan yang langsung berhubungan dengannya sehari-hari. Hal ini sangat membantu individu untuk dapat bertukar pikiran, informasi dan belajar dari pengalaman atasannya. Interaksi dengan atasan juga terjadi di luar jam kerja dan dilakukan dengan nyaman tanpa ada rasa takut atau tertekan
Ruslani. 2016. Pengertian Tentang Semangat. www.ruslani.com. http://www.ruslani.com/pengertian-tentang-semangat.html
Maysia. 2016. Ciri individu yang memiliki semangat kerja tinggi. www.bramap.blogspot.co.id. http://bramap.blogspot.co.id

Senin, 25 November 2019

MENGENDALIKAN DIRI

Oleh : Dicky Abdillah Mulana
@P03-DICKY



  Pendahuluan
Dalam bahasa umum Pengendalian diri adalah "Tindakan Menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang akan merugikan dirinya sendiri di masa kini maupun di masa yang akan datang. Kerugian itu bermacam macam seperti sakit badan, sakit hati, bangkrut, gagal dalam menggapai cita-cita.
Adapun dalam bahasa Agama pengendalian diri adalah upaya untuk menjaga diri dan perbuatan perbuatan yang di larang oleh agama. Allah memerintahkan kita untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka.
Dalam melakukan pengendalian diri awal yang harus kita lakukan adalah hendaknya kita mampu mengendalikan hati kita, karena hati sangat berkuasa atas wawasan, pikiran, tindakan, seseorang sebagi contoh; ketika kemarahan memuncak, suasana hati sering kali bergolak tak terkendali . tekanan yang kian menumpuk terus membengkak hingga mencapai titik batas, dan terus bertumpuk, emndekati titik kritis yang tak tertahankan. Akibatnya persoalan kecil yang biasanya tidak menimbulkan masalah apa-apa , akan berubah menjadi masalah serius yang sangat mengesalkan hati dan membuat kita sangat resah atau gusar dan Puasa adalah cara melatih diri untuk mengendalikan diri kita.
2.      Permasalahan
2.1  Bagaimana Cara Agar Dapat Mengendalikan Diri ?
2.2  Apa Pengertian Pengendalian Diri Menurut Para Ahli ?

3.      Pembahasan
3.1  Cara Untuk Mengedalikan Diri
-  Kenali pikiran impulsif yang muncul.
Anda bisa membangun pengendalian diri dengan mengetahui cara menolak pemicu pikiran impulsif yang muncul pada momen tertentu. Buatlah daftar perilaku yang ingin Anda kendalikan dan situasi yang memicu perilaku tersebut. Mengenali momen yang memicu tindakan impulsif membuat Anda mampu menciptakan jeda antara munculnya keinginan dan tindakan
-  Berikan waktu untuk memproses pikiran impulsif 
Dengan memberikan waktu kepada diri sendiri untuk berpikir, Anda bisa mengevaluasi tindakan yang akan Anda lakukan dari sudut pandang yang lebih rasional. Cara ini membantu Anda belajar menunda sehingga terhindar dari perilaku impulsif.
-  Temukan pengalih yang bermanfaat 
Anda akan kesulitan menolak keinginan impulsif jika hanya duduk diam dan menurutinya. Alih-alih, sadari apabila muncul keinginan dan alihkan dengan memperhatikan hal yang lain. Cara ini akan mengalihkan pikiran impulsif dan memberikan Anda kesempatan untuk memutuskan apakah Anda mau memenuhi keinginan tersebut.
-  Salurkan energi dengan berperilaku positif
Bentuklah perilaku baru untuk menggantikan perilaku yang ingin Anda kendalikan. Lakukan proses ini untuk mencari cara yang paling tepat. Jangan berputus asa jika cara yang Anda gunakan belum berhasil, carilah cara lain. Dengan memperhatikan diri sendiri, Anda menunjukkan kesungguhan bahwa Anda benar-benar ingin berubah dan lebih mampu mengendalikan diri
3.2  Pengendalian Diri Menurut Para Ahli
-  Goldfried dan Merbaum (1973)
Menurut Goldfried dan Merbaum, Kontrol diri adalah suatu kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi positif.
-  Carlson (1987)
Menurut Carlson, Kontrol diri adalah kemampuan seseorang dalam merespon sesuatu, selanjutnya juga dicontohkan, seorang anak dengan sadar menunggu reward yang lebih sadar dibandingkan jika dengan segera tetapi mendapat yang lebih kecil dianggap melebihi kemampuan kontrol diri.
-  Chalhoun dan Acocella (1990)
Menurut Chalhoun dan Acocella, Kontrol diri adalah pengaturan proses-proses fisik, psikologis, dan perilaku seseorang, dengan kata lain serangkaian proses yang membentuk dirinya sendiri.
-  Skiner (dalam Alwisol, 2009)
Menurut Skiner, Kontrol diri adalah tindakan diri dalam mengontrol variabel-variabel luar yang menentukan tingkah laku. Dan tingkah laku dapat dikontrol melalui berbagai cara yaitu menghindar, penjenuhan, stimuli yang tidak disukai, dan memperkuat diri.

Daftar Pustaka
 Luthfiana, Ni’ma. 2016. Pentingnya Pengendalian Diri.
Rube, Tasha. 2014. Cara Membangun Pengendalian Diri.