Tampilkan postingan dengan label @ProyekJK03. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekJK03. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 September 2019

DISIPLIN MEMBAWA KEBAHAGIAAN


Disiplin
Oleh: Tio Rizky Putra (P07-TIO)
Abstrak
Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggung jawabnya.
Pendisiplinan adalah usaha usaha untuk menanamkan nilai ataupun pemaksaan agar subjek memiliki kemampuan untuk menaati sebuah peraturan. Pendisiplinan bisa jadi menjadi istilah pengganti untuk hukuman ataupun instrumen hukuman di mana hal ini bisa dilakukan pada diri sendiri ataupun pada orang lain.
I. Pendahuluan
Disiplin diri merujuk pada pelatihan yang didapatkan seseorang untuk memenuhi tugas tertentu atau untuk mengadopsi pola perilaku tertentu, walaupun orang tersebut lebih senang melakukan hal yang lain. Sebagai contoh, seseorang mungkin saja tidak melakukan sesuatu yang menurutnya memuaskan dan menyenangkan dengan membelanjakan uangnya untuk sesuatu yang ia inginkan dan menyumbangkan uang tersebut kepada organisasi amal dengan pikiran bahwa hal tersebut lebih penting. Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa Latin “disibel” yang berarti Pengikut. Seiring dengan perkembangan zaman, kata tersebut mengalami perubahan menjadi “disipline” yang artinya kepatuhan atau yang menyangkut tata tertib. Disiplin memerlukan integritas emosi dalam mewujudkan keadaan. Disiplin diri berawal dari hal-hal kecil, seperti misalnya bagi pelajar yang mampu membagi waktu untuk belajar, untuk bermain sehingga tak menimbulkan suatu pertabrakan kegiatan pada waktu yang sama. Disiplin diri juga bisa kita lihat dengan contoh sederhana yaitu dengan pelajar tersebut mengerjakan PR (pekerjaan rumah) dan dikumpulkan di sekolah tepat pada waktunya.
II. Permasalahan
Kata ‘disiplin’ sendiri berasal dari bahas Latin yaitu ‘discipline’ yang artinya latihan akan kesopanan dan kerohanian juga sebagai pengembangan kepribadian. Sikap disiplin dapat muncul sebagai bentuk usaha kita dalam memperbaiki diri sebagai individu yang taat akan aturan yang berlaku
III. Penyelesaian
Jika kita sudah mengetahui pengertian disiplin dan tujuannya, tentu kita sudah paham bukan, apa saja contoh disiplin itu. Disiplin pun perlu diterapka di mana saja. Di rumah, sekolah, jalan raya, tempat kerja, dan sebagainya. Berikut ini adalah beberapa contoh disiplin di antaranya sebagai berikut.

Disiplin di Rumah

  • Membantu orang tua
  • Belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah
  • Merapikan kamar
  • Merapika buku jika setelah belajar
  • Tidur dan Bangun Tepat Waktu
  • Dan sebaginya.

Disiplin di Jalan Raya

  • Berjalan menggunakan lajur kiri di Indonesia
  • Membawa surat-surat kendaraan dengan lengap, seperti STNK. SIM, KTP, dan sebagainya
  • Tidak ugal-ugalan
  • Mematuhi Rampu Laluintas
  • Menggunakan Helm SNI
  • Mengendarai Kendaraan yang masih layak pakai
  • Menyalakan Lampu Sen saat akan belok
  • Bersuaha Tidak Rem Mendadak
  • Dan sebagainya.

Disiplin di Sekolah

  • Mengerjakan jadwal piket;
  • Membuang sampah pada tempatnya;
  • Izin terlebih dahulu ketika keluar kelas seperti ke kamar mandi contohnya;
  • Tidak terlambat masuk kelas;
  • Mengenakan atribut sekolah lengkap;
  • Mengerjakan tugas;
  • Mengumpulkan tugas tepat waktu;
  • Rapi berpenampilan;
  • Ikut upacara;
  • Dan sebagainya.

Disiplin di Tempat Kerja (Pegawai)

  • Datang Tepat Waktu
  • Menggunakan Sragam yang Seharusnya
  • Menyampaikan Izin jika tidak bisa hadir
  • Menggunakan peralatan kerja sesuai dengan ketentuan
  • Bekerja sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan
  • Menjaga Kebersihan
IV. Kesimpulan dan Saran
Kita sebagai generasi penerus bangsa harus mempunyai sifat displin karen semua orang sukses memiliki sifat di siplin, ole karena itu kita dari kecil di biasakan untuk di siplin agar semua orang menyukai kerja kita karen adi siplin merupakan karakter unggul yg sangat bermanfaat
V. Daftar Pustaka
https://jagad.id/pengertian-disiplin/

KEDISIPLINAN


PENGERTIAN DISIPLIN
suatu sifat atau kemampuan yang dimiliki seseorang untuk taat dan bisa mengendalikan diri, agar tetap mematuhi aturan yang telah dibuat atau disepakati. Disiplin merupakan suatu sikap atau perlaku yang tentunya diharapkan oleh banyak orang, khususnya orang berpendidikan. Tentunya disiplin sangat dibutuhkan karena dapat membantu suatu kegiatan agar dapat berjalan dengan lancer sesuai yang diharapkan. Tentu disiplin tidak lepas dari aturan, norma, prosedur, organisasi, kerja sama, hukuman, dan lain sebagainya

• JENIS-JENIS DISIPLIN
Disiplin Dalam Menggunakan Waktu
Merupakan dapat menggunakan dan juga membagi waktu dengan baik. Karena waktu itu sangat berharga dan juga salah satu kunci kesuksesan itu ialah dengan bisa menggunakan waktu dengan sebaik mungkin.
Disiplin Dalam Beribadah
Ialah senantiasa beribadah dengan aturan-aturan yang terkandung didalamnya. Kedisiplinan tersebut disini sangat diperlukan, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menganjurkan hamba-Nya untuk disiplin.
Disiplin Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara
Kedisiplinan ini merupakan suatu hal yang sangat menentukan dalam proses pencapaian tujuan pendidikan, Apabila terjadi erosi disiplin itu maka pencapaian pendidikan akan terhambat,dan cita-cita tidak tercapai.

UNSUR-UNSUR DISIPLIN

Menurut Elizabeth B. Hurlock (1970:74) mengemukakan unsur-unsur disiplin yang diharapkan mampu mendidik anak untuk berperilaku sesuai dengan standar yang ditetapkan kelompok sosial mereka. Ia harus mempunyai empat unsur pokok, yaitu:



a. Peraturan
Peraturan adalah pola yang ditetapkan untuk tingkah laku. Tujuannya adalah membekali anak dengan pedoman perilaku yang disetujui dalam situasi-situasi tertentu.

b. Hukuman 
Hukuman mempunyai peran antara lain menghalangi pengulangan tindakan yang tidak diinginkan oleh masyarakat, mendidik anak membedakan mana yang benar dan mana yang salah, serta memberi motivasi untuk menghindari perilaku yang tidak diterima masyarakat.

c. Penghargaan 
Penghargaan mempunyai nilai mendidik, sebagai motivasi untuk mengulang perilaku yang disetujui secara sosial, memperkuat perilaku yang disetujui secara sosial.

d. Konsistensi 
Konsistensi berarti tingkat keseragaman atau stabilitas. Harus ada konsistensi dalam peraturan yang digunakan sebagai pedoman perilaku, konsistensi dalam  cara peraturan ini diajarkan dan  dipaksakan, dalam hukuman yang diberikan pada mereka yang tidak menyesuaikan pada standar dan dalam penghargaan bagi mereka yang menyesuaikan.

MANFAAT
  • Tumbuhnya Kepekaan
  • Tumbuhnya Kepedulian
  • Mengajarkan Keteraturan
  • Menumbuhkan Ketenangan
  • Tumbuhnya Rasa Percaya Diri.
  • Tumbuhnya Kemandirian
  • Tumbuhkan Keakraban
  • Membantu Perkembangan Otak
  • Membantu Anak Yang “Sulit”
  • Menumbuhkan Sikap Patuh.
Cara Menanamkan Disiplin
Elizabeth B. Hurlock (1997:93) mengemukakan bahwa cara-cara menanamkan disiplin dapat dibagi menjadi tiga cara, yaitu:

a. Mendisiplinkan dengan Otoriter 
Peraturan dan pengaturan yang keras untuk memaksakan perilaku yang diinginkan menandai semua jenis disiplin yang otoriter. Tekniknya mencakup hukuman yang berat bila terjadi kegagalan memenuhi standar dan sedikit, atau sama sekali tidak adanya persetujuan, pujian atau tanda-tanda penghargaan lainnya bila anak memenuhi  standar yang diharapkan.

b. Mendisiplinkan dengan Permisif 
Disiplin permisif sebenarnya berarti  sedikit disiplin atau tidak disiplin. Biasanya disiplin permisif tidak membimbing ke pola perilaku yang disetujui  secara sosial dan tidak menggunakan hukuman. Dalam hal ini tidak diberi batas-batas atau kendala yang mengatur apa saja yang boleh dilakukan, mereka diijinkan untuk mengambil keputusan sendiri dan berbuat sekehendak mereka sendiri.

c. Mendisiplinkan dengan Demokratis 
Metode demokratis menggunakan menggunakan penjelasan, diskusi dan penalaran untuk membantu anak mengerti mengapa perilaku tertentu diharapkan. Metode ini lebih menekankan aspek edukatif dari disiplin daripada aspek hukuman. Disiplin demokratis menggunkan hukuman dan penghargaan. Hukuman tidak pernah keras dan biasanya tidak berbentuk hukuman badan.

DAFTAR PUSTAKA:
azqiara, 2018, pengertian tujuan manfaat, sumber: https://www.idpengertian.com/pengertian-disiplin-tujuan-macam-manfaat/
Parta ibeng, 2019,pengertian, tujuan, manfaat, macam, sumber: https://pendidikan.co.id/disiplin-pengertiantujuan-manfaat-macam-dan-contohnya/
Zuliya, Zs. 2014. “Kajian Teori Kedisiplinan”. Sumber :http://etheses.uin-malang.ac.id/1591/6/11410124_Bab_2.pdf
Muchlisin riadi, 2013, pengertian, unsur, dan cara menanamkan disiplin sumber: https://www.kajianpustaka.com/2013/09/pengertian-unsur-cara-menanamkan-disiplin.html


Sabtu, 21 September 2019

KEDISIPLINAN

KEDISIPLINAN



NAMA : AHMAD HARYADI
KODE : P14-AHMAD
Pengertian Disiplin
Disiplin adalah rasa taat dan patuh terhadap nilai yang dipercata dan menjadi tanggung jawabnya. Dengan kata lain disiplin adalah patuh terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan dan pengendalian. Sedangkan pendisiplinan adalah sebuah usaha yang dilaksanakan untuk menanamkan nilai atau pemaksaan supaya subjek mentaati sebuah peraturan.
Disiplin merupakan sikap yang selalu tepat janji, sehingga orang lain percaya karena modal seseorang dalam wirausaha adalah mendapat kepercayaan dari orang lain.
Tujuan Disiplin
Menurut Ellen G White, disiplin mempunyai tujuan sebagai berikut:
• Perintah atas diri
• Menaklukan kuasa kemauan
• Memperbaiki kebiasaan-kebiasaan
• Mengajarkan menghormati orang tua dan Ilahi
• Penurutan atas dasar prinsip
• Menghancurkan benteng setanSedangkan menurut Emile Durkheim, tujuan disiplin adalah sebagai berikut:
• Untuk mengembangkan suatu keteraturan dalam tindakan manusia
• Untuk memberikan sasaran tertentu sekaligus membatasi cakrawala
Macam – Macam Kedisiplinan

a. Disiplin dalam Menggunakan Waktu
Maksudnya bisa menggunakan dan membagi waktu dengan baik. Karena waktu amat berharga dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan bisa menggunakan waktu dengan baik


b. Disiplin dalam Beribadah
Maksudnya ialah senantiasa beribadah dengan peraturan-peratuaran yang terdapat didalamnya. Kedisiplinan dalam beribadah amat dibutuhkan, Allah SWT senantiasa menganjurkan manusia untuk Disiplin, sebagai contoh firman Allah SWT.

c. Disiplin dalam Masyarakat


d. Disiplin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Kedisiplinan merupakan hal yang amat menentukan dalam proses pencapaian tujuan pendidikan, sampai terjadi erosi disiplin maka pencapaian tujuan pendidikan akan terhambat, diantara faktor-faktor yang mempengaruhinya


Contoh Disiplin
Contoh perilaku disiplin adalah sebagai berikut:
1. Disiplin di Rumah
• Tidur dan bangun tepat waktu
• Membantu orang tua
• Merapikan mainan setelah bermain
• Belajar dan mengerjakan PR
• Makan dengan teratur
• Merapikan tempat tidur adn kamar
• Menjaga kebersihan rumah
• Merapikan buku setelah belajar
2. Disiplin di Jalan Raya
• Tidak menerobos lampu merah
• Berjalan disebelah kiri
• Taat pada rambu-rambu dijalan
• Membawa surat-surat kendaraan dengan lengkap
3. Disiplin di Sekolah
• Masuk sekolah dengan tepat waktu
• Melaksanakan jadwal piket
• Tidak membuang sampah sembarangan
• Duduk dengan rapi
• Izin terlebih dahulu ketika akan keluar kelas
• Tidak membuah gaduh di sekolah
4. Disiplin di Masyarakat
• Menjaga kebersihan lingkungan
• Menjaga keamanan tempat tinggal dan linkungan
• Membuang sampah pada tempatnya
• Tidak mengganggu tetangga

Kesimpulan
  Kita harus memiliki sifat disiplin agar mudah melakukan semua pekerjaan dan menjadi orang yang lebih bertanggung jawab,disiplin juga merupakn soft skill yang sangat membantu dalam pekerjaan.

Daftar Pustaka
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/08/pengertian-disiplin-tujuan-macam-manfaat-contoh-disiplin.html
http://etheses.uin-malang.ac.id/809/6/10410166%20Bab%202.pdf
 http://digilib.unila.ac.id/11160/16/BAB%20II.pdf
       https://jagad.id/pengertian-disiplin/
      https://id.wikipedia.org/wiki/Disiplin


KEDISIPLINAN

OLEH : @P17-GIMAWATI

1.    ABSTRAK
       Disiplin adalah rasa taat dan patuh terhadap nilai yang dipercata dan menjadi tanggung jawabnya. Dengan kata lain disiplin adalah patuh terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan dan pengendalian. Sedangkan pendisiplinan adalah sebuah usaha yang dilaksanakan untuk menanamkan nilai atau pemaksaan supaya subjek mentaati sebuah peraturan.
        Disiplin merupakan sikap yang selalu tepat janji, sehingga orang lain percaya karena modal seseorang dalam wirausaha adalah mendapat kepercayaan dari orang lain.
        Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang artinya belajar. Disiplin asalnya dari bahasa Inggris yaitu “disciple” yang artinya pengikut atau murid.

2.    PENDAHULUAN
       Disiplin adalah rasa taat dan patuh terhadap nilai yang dipercata dan menjadi tanggung jawabnya. Dengan kata lain disiplin adalah patuh terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan dan pengendalian. Sedangkan pendisiplinan adalah sebuah usaha yang dilaksanakan untuk menanamkan nilai atau pemaksaan supaya subjek mentaati sebuah peraturan.
        Disiplin merupakan sikap yang selalu tepat janji, sehingga orang lain percaya karena modal seseorang dalam wirausaha adalah mendapat kepercayaan dari orang lain.
Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang artinya belajar. Disiplin asalnya dari bahasa Inggris yaitu “disciple” yang artinya pengikut atau murid.
        Disiplin adalah rasa taat dan patuh terhadap nilai yang dipercata dan menjadi tanggung jawabnya. Dengan kata lain disiplin adalah patuh terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan dan pengendalian. Sedangkan pendisiplinan adalah sebuah usaha yang dilaksanakan untuk menanamkan nilai atau pemaksaan supaya subjek mentaati sebuah peraturan. Disiplin merupakan sikap yang selalu tepat janji, sehingga orang lain percaya karena modal seseorang dalam wirausaha adalah mendapat kepercayaan dari orang lain.
Disiplin berasal dari ahasa latin Discere yang artinya belajar. Disiplin asalnya dari ahasa Inggris yaitu “disciple” yang artinya pengikut atau murid.

3.    PERSOALAN
         Untuk menjadi pribadi yang disiplin tentu tidak serta merta langsung tertanam dalam diri seseorang. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dan faktor-faktor yang menjadi pendorong seseorang untuk disiplin.
         Ketika faktor tersebut berhasil memberikan dampak yang baik, maka seseorang bias dikatakan disiplin melalui beberapa indikasi yang bias dilihat secara langsung.

4.    PEMBAHASAN
4.1 Aspek-aspek Kedisiplinan
        Menurut Prijodarminto, kedisiplinan memiliki tiga aspek. Ketiga aspek tersebut adalah:
a.     Sikap mental yang merupakan sikap taat dan tertib sebagai hasil atau pengembangan dari latihan pengendalian pikiran dan pengendalian watak.
b.     Pemahaman yang baik mengenai sistem peraturan perilaku, norma, dan kriteria sehingga menumbuhkan pemahaman yang dalam arti ketaatan pada peraturan
c.       Sikap yang menunjukkan kesungguhan hati untuk mentaati segala tata tertib

   4.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Disiplin
         Terbentuknya disiplin dari berbagai tingkah laku yang berpola dan teratur dipengaruhi oleh faktor berikut, antara lain.
a.     Faktor ekstern, yang dimaksud dalam hal ini adalah unsur-unsur yang berasal dari luar pribadi. Faktor-faktor tersebut yaitu:
1.     Keadaan Keluarga
Keluarga sebagai tempat pertama dan utama dalam pembinaan pribadi dan merupakan salah satu faktor yang sangat penting
2.     Keadaan Lingkungan Belajar
Pembinaan dan Pendidikan disiplin di lingkungan belajar ditentukan oleh keadaalh lingkungan tersebut
3.     Keadaan Masyarakat
Mayarakat sebagai suatu lingkungan yang lebih luas daripada keluarga dan sekolah yang juga turut menentukan berhasil tidaknya pembinaan disiplin
b.     Faktor intern, yaitu unsur-unsur yang berasal dari dalan diri individu.
1.     Keadaan Fisik
Individu yang sehat secara fisik atau biologis akan dapat menunaikan tugas-tugasnya dengan baik
2.     Keadaan Psikis
Keadaan ini sangat penting sebab secara mental hanya orang-orang normal yang menghayati nilai-nilai norma dalam suatu lingkungan.

4.3 Indikasi Perilaku Disiplin
         Indikasi perilaku kedisiplinan adalah suatu syarat yang harus dipenuhi seseorang untuk dapat dikategorikan menjadi orang yang disiplin. Indikasi tersebut antara lain yaitu
a.     Ketaatan terhadap peraturan
b.     Kepedulian terhadap lingkungan
c.      Partisipasi dalam proses belajar mengajar
d.     Kepatuhan menjauhi larangan

4.4 Cara Menanamkan Disiplin
1. Buatlah aturan yang jelas dan berlaku dengan tegas
2. Beri peringatan atau petunjuk apabila seseorang berbuat salah
3. Bentuklah perilaku yang positif
4. Didik dengan benar
5. Cergap ketika menghadapi masalah
6. Berikan sanksi yang sesuai apabila seseorang melanggar peraturan

5.    PENUTUP
        Kedisiplinan adalah suatu hal yang sangat menentukan dalam proses pencapaian tujuan pendidikan, jika terjadi erosi disiplin maka pencapaian pendidikan akan terhambat. Yang pada dasarnya disiplin muncul dari kebiasaan hidup dan kehidupan belajar dan mengajar yang teratur serta mencintai dan menghargai pekerjannya. Disiplin adalah proses pendidikan dan pelatihan yang memadai, untuk itu guru membutuhkan pemahaman tentang landsasan ilmu kependidikan dan keguruan sebab saat ini banyak terjadi menurunnya sopan santun dan menurunnya disiplin.

6.    DAFTAR PUSTAKA