Tampilkan postingan dengan label @jk10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @jk10. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Desember 2019

Pengendalian Diri



Pengertian
Mengendalikan diri adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan dirinya sendiri secara sadar agar menghasilkan perilaku yang tidak merugikan orang lain, sehingga sesuai dengan norma sosial dan dapat diterima oleh lingkungannya. Mengendalikan diri  juga didefinisikan sebagai kapasitas manusia untuk mengendalikan respon terutama dalam fungsinya untuk beradaptasi dengan norma ideal, moral, ekspektasi sosial, dan pencapaian jangka panjang. Mengendali kan diriberkairan erat dengan internal locus of control dan efikasi diri.           
Dalam keadaan tertentu kita kadang sulit untuk mengendalikan diri sendiri di mana banyak hal yang sangat membuat kita ingin marah dan berontak terhadap sesuatu hal yang membuat kita ingin marah. Kecerdasan emosional juga mencakup kesadaran diri sendiri dan mengendalikan dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan kecakapan sosial
Macam-macam Pengendalian diri
ini diantaranya adalah lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga terutama orangtua menentukan bagaimana kemampuan mengontrol diri seseorang. Bila orangtua menerapkan disiplin kepada anaknya sikap disiplin secara intens sejak dini, dan orangtua tetap konsisten terhadap semua konsekuensi yang dilakukan anak bila ia menyimpang dari yang sudah ditetapkan, maka sikap konsisten ini akan diinternalisasi oleh anak dan kemudian akan menjadi kontrol diri baginya.
  1. Objective Control
Objective control atau sering disebut actual control adalah kontrol diri yang dimunculkan oleh individu secara nyata dalam suatu situasi tertentu.
  1. Subjective Control
Subjective control atau sering disebut perceived control yaitu keyakinan yang dimiliki oleh individu bahwa individu tersebut memiliki kontrol diri.
  1. Experiences Control
Experiences control yaitu perasaan yang dimiliki oleh individu pada saat individu berinteraksi dengan lingkungannya, dan pada saat yang sama individu akan berusaha mencapai suatu hasil tertentu atau menghindari hasil yang tidak diinginkan.
Ciri-Ciri Pengendalian Diri
·         Kemampuan mengontrol perilaku;
·         Kemampuan mengontrol stimulus;
·         Kemampuan mengantisipasi peristiwa;
·         Kemampuan menafsirkan peristiwa;
·         Kemampuan mengambil keputusan

Kesimpulan
merupakan kemampuan individu untuk menghambat atau mencegah suatu impuls agar tidak muncul dalam bentuk tingkah laku yang melanggar atau bertentangan dengan standar moral. mendefinisikan kontrol diri sebagai suatu kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur, dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi positif.

Daftar Pustaka :



Senin, 02 Desember 2019

SEMANGAT

 

Oleh : @P03-DICKY









semangat berhubungan dengan perasaan dan tindakan. Semangat adalah keadaan pikiran ketika batin tergerak untuk melakukan satu atau banyak tindakan. Jadi, semangat itu memiliki fungsi sebagai penggerak batin untuk bertidak. Seseorang yang memiliki semangat bagus, sikap dan perilakunya biasanya terlihat dinamis.
Fungsi Semangat
Semangat itu memiliki fungsi sebagai penggerak batin untuk bertidak.


Semangat Memiliki Sifat Spiritual Yang Angin-anginan
Semangat itu sifatnya spiritual, adalah dimana batin tergerak untuk bertindak.

Semangat juga bersifat angin-anginan, dia terkadang ada dan tidak ada. semangat tidak hanya datang satu kali, bisa puluhan kali atau ratusan kali bahkan lebih. Semangat bisa datang dan pergi berulang kali tanpa bisa dihitung. Jika memang demikian, bagaimana mempertahankannya ?
Menambah Semangat
Bagaimana caranya untuk menambah semangat ?

Semangat yang melemah bisa ditambah dengan beberapa hal dibawah ini, diantaranya adalah :
  • Merasa HARUS bertindak
  • Keinginan untuk melakukan sesuatu yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, kerabat dan orang banyak serta alam semesta
  • Perasaan bertanggung jawab
  • Merasa peduli terhadap sesama, dan lain-lain
Mempertahankan Semangat Yang Ada
Diperlukan tekad yang kuat untuk mempertahankan semangat. Jika sekarang anda merasa sedang memiliki semangat, anda pula seharusnya mengingat-ingat satu kondisi dan situasi dimana semangat itu sedang pergi atau dengan kata lain ketika anda sedang tidak bersemangat, maksudnya adalah agar anda bisa merasakan apa saja perbedaannya, lalu mempertahankan eksistensinya atau bahkan untuk menambah kekuatan dari semangat itu.
Mempertahankan kehadiran semangat bisa dilakukan dengan memiliki terlebih dahulu tekad yang hebat untuk mempertahankan semangat itu sendiri, lalu meng-arah-kannya agar bisa menghasilkan hal-hal yang produktif dan membuat anda senang. Mengapa demikian ?
Sebab jika semangat itu tidak menghasilkan sesuatu yang menyenangkan, nantinya cenderung biasa-biasa saja bagi anda dalam hal tekad mendapatkan sesuatu, yang seharusnya didukung oleh semangat yang kuat.
Ciri-ciri Individu yang Memiliki Semangat Kerja yang Tinggi
Carlaw, Deming dan Friedman menyebutkan ada 8 ciri individu yang memiliki semangat kerja yang tinggi, yaitu :
·         Tersenyum dan tertawa
Individu dalam melakukan pekerjaannya selalui diiringi dengan senyum dan tawa. Senyuman dan tawa mencerminkan kebahagiaan individu. Walaupun tersenyum dan tertawa tidak diungkapkan dalam bentuk perilaku, tetapi individu selalu diliputi perasaan tenang dan nyaman dalam pekerjaannya.
·           Memiliki inisiatif.
                Individu yang memiliki semangat kerja yang tinggi akan terus bergerak untuk mencapai hal baru. Individu cepat mengambil tindakan agar tugas cepat selesai, namun selalu mematuhi aturan yang berlaku.
·         Berpikir kreatif dan luas 
         Individu memiliki pemikiran yang kreatif, meneliti lingkungannya, dapat dengan leluasa dan tidak memiliki hambatan untuk menyalurkan ideidenya. Individu juga memiliki pandangan yang luas terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan dan lingkungan pekerjaannya
·         Menyenangi apa yang sedang dilakukan
                Individu lebih fokus terhadap pekerjaannya dan tertarik untuk mencari penyelesaian masalah yang berhubungan dengan pekerjaannya daripada merusak atau meninggalkan pekerjaannya.
·         Tertarik dengan pekerjaannya
                Individu ingin segera tiba di tempat kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya.
·         Bertanggung jawab 
           Individu yang memiliki semangat kerja yang tinggi selalu menghargai tugasnya, bersungguh-sungguh dan memiliki rasa tanggung jawab untuk memberikan hasil yang terbaik dalam bekerja.
·         Memiliki kemauan bekerja sama
                Individu yang memiliki semangat kerja selalu memiliki kesediaan untuk bekerjasama dengan pekerja yang lain untuk mempermudah atau mempertahankan kualitas kerja.
·         Berinteraksi secara informal dengan atasan 
         Individu selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan atasan terutama atasan yang langsung berhubungan dengannya sehari-hari. Hal ini sangat membantu individu untuk dapat bertukar pikiran, informasi dan belajar dari pengalaman atasannya. Interaksi dengan atasan juga terjadi di luar jam kerja dan dilakukan dengan nyaman tanpa ada rasa takut atau tertekan
Ruslani. 2016. Pengertian Tentang Semangat. www.ruslani.comhttp://www.ruslani.com/pengertian-tentang-semangat.html
Maysia. 2016. Ciri individu yang memiliki semangat kerja tinggi. www.bramap.blogspot.co.idhttp://bramap.blogspot.co.id

Senin, 25 November 2019

Mengendalikan Diri

Mengendalikan Diri


Oleh : Wening Suciati (@P05-WENING)

Pembahasan
            Mengendalikan diri adalah suatu metode untuk mengendalikan pikiran dan perasaan agar dapat tercapainya kontrol emosi dan pikiran. Menurut kamus psikologi (Chaplin, 2002), definisi kontrol diri atau self control adalah kemampuan individu untuk mengarahkan tingkah lakunya sendiri dan kemampuan untuk menekan atau menghambat dorongan yang ada. Goldfried dan Merbaum, mendefinisikan kontrol diri sebagai suatu kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu kearah konsekuensi positif.


            Selain itu, kontrol diri memiliki makna sebagai suatu kecakapan individu dalam kepekaan membaca situasi diri dan lingkungannya serta kemampuan untuk mengontrol dan mengelola faktor-faktor perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam melakukan sosialisasi (Calhoun dan Acocela, 1990).
Mengapa mengendalikan diri atau self control itu penting?
1.     Self control berperan penting dalam hubungan seseorang dengan orang lain
Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri dan pasti membutuhkan bantuan orang lain. Seluruh kebutuhan hidup kita (fisiologis) terpenuhi dari bantuan orang lain, begitu pula kebutuhan psikologis dan sosial kita. Oleh karena itu agar kita dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidup ini dibutuhkan kerjasama dengan orang lain dan kerjasama dapat berlangsung dengan baik jika kita mampu mengendalikan diri.
2.     Self control memiliki peran dalam menunjukkan siapa diri kita
Seringkali seseorang memberikan penilaian dari apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari dan kontrol diri merupakan salah satu aspek penting dalam mengelola dan mengendalikan perilaku kita. Kontrol diri menjadi aspek yang penting dalam aktualisasi pola pikir, rasa dan perilaku kita dalam menghadapai setiap situasi. Tentunya seseorang yang dapat mengendalikan diri akan memperoleh penilaian yang positif dari orang lain.
3.     Self control berperan penting dalam pencapaian tujuan pribadi
Seseorang yang mampu mengedalikan diri dari perbuatan yang dapat merugikan diri atau orang lain akan lebih mudah focus terhadap tujuan-tujuan yang ingin dicapai, mampu memilih tindakan yang memberi manfaat, menunjukkan kematangan emosi dan tidak mudah terpengaruh terhadap kebutuhan atau perbuatan yang menimbulkan kesenangan sesaat. Oleh karena itu, pengendalian diri dipercaya akan sangat membantu seseorang mencapai tujuan hidupnya.

Tetapi pada dasarnya sumber tercapainya self control ada 2, yaitu :
1.     Internal (Dalam Diri)
Apabila seseorang dalam berperilaku cenderung mengatur perilakunya sendiri dan memiliki standar khusus terhadap perilaku yang dipilih, memberikan ganjaran bila dapat mencapai tujuan dan memberikan hukuman sendiri apabila melakukan kesalahan, maka hal ini menunjukan bahwa self controlnya bersumber dari diri sendiri (internal).
2.     Eksternal (Orang Lain atau Lingkungan)
Sedangkan apabila individu menjadikan orang lain atau lingkungan sebagai standart perilaku atau penyebab terjadinya perilaku dan ganjaran atau hukuman juga diterima dari orang lain (lingkungan), maka ini menunjukkan bahwa self control yang dimiliki bersumber dari luar diri (eksternal).


Kesimpulan
            Self control berperan penting dalam menjalin hubungan dengan orang lain dan berperan penting untuk tercapainya tujuan hidup.

Daftar Pustaka :
·       Anonim. 2013. Pengendalian Diri (Self control). Dalamhttp://garasikeabadian.blogspot.com/2013/03/pengendalian-diri-self-control.html (Diakses pada 17 Desember 2018)
·       Luthfiana, Ni’ma. 2016. Pentingnya Pengendalian Diri. Dalamhttps://www.kompasiana.com/luthfiana/56ca72eb349373640927acd2/pentingnya-pengendalian-diri (Diakses pada 17 Desember 2018)
·       Rosita, Ita. 2012. Softskill : Pengendalian Diri. Dalamhttp://rositaita93.blogspot.com/2012/11/softskill-pengendalian-diri.html(Diakses pada 17 Desember 2018)

Mengendalikan Diri (Self control)


Mengendalikan Diri (Self control)
Oleh : Rahmatika Chasania Meilani
(@P04-RAHMATIKA)



Abstak
Self control atau kontrol diri merupakan salah satu kompetensi pribadi yang perlu dimiliki oleh setiap individu. Perilaku yang baik, konstruktif, serta keharmonisan dengan orang lain dipengaruhi oleh kemampuan individu untuk mengendalikan dirinya. Self control yang berkembang dengan baik pada diri individu akan membantu individu untuk menahan perilaku yang bertentangan dengan norma sosial. Tangney, dkk (2004,) menyatakan bahwa “Central to our concept of self control is the ability to override or change one’s inner responses, as well as to interrupt undesired behavioral tendencies and refrain from acting on them”. Pusat dari konsep pengendalian diri adalah kemampuan untuk mengesampingkan atau mengubah tanggapan batin, serta untuk menekan kecenderungan perilaku yang tidak diinginkan dan menahan diri dari tindakan menyimpang.
Tingkah laku individu ditentukan oleh dua variabel yakni variabel internal dan variabel eksternal. Sekuat apapun stimulus dan penguat eksternal, perilaku individu masih bisa dirubah melalui proses kontrol diri (Skinner dalam Alwisol, 2009). Artinya meskipun kondisi eksternal sangat mempengaruhi, dengan kemampuan kontrol diri individu dapat memilih perilaku mana yang akan ditampilkan.

Kata Kunci : self-control, Pengendalian Diri

       I.            Pendahuluan
Chalhoun dan Acocella (1990) mendefinisikan pengendalian diri (self-control) sebagai pengaturan proses-proses fisik, psikologis, dan perilaku seseorang, dengan kata lain serangkaian proses yang membentuk dirinya sendiri.
Golfried dan Merbaum, mendefinisikan pengendalian diri sebagai suatu kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu ke arah konsukuensi positif. Selain itu, pengendalian diri juga menggambarkan keputusan individu yang melalui pertimbangan kognitif untuk menyatukan perilaku yang telah disusun untuk meningkatkan hasil dan tujuan tertentu seperti yang diinginkan (Nur Gufron & Rini Risnawati, 2011:22)
Menurut Mahoney & Thoresen, pengendalian diri merupakan jalinan yang secara utuh (intergrative) yang dilakukam individu terhadap lingkungannya. Individu dengan kontrol diri tinggi sangat memerhatikan cara-cara yang tepat untuk berperilaku dalam situasi yang bervariasi.

    II.            Permasalahan
Individu cenderung akan mengubah perilakunya sesuai dengan permintaan situasi sosial yang kemudian dapat petunjuk situasional, lebih fleksibel, berusaha untuk memperlancar interaksi sosial, bersifat hangat, dan terbuka 
Berdasarkan konsep Averill, terdapat 3 jenis kemampuan mengendalikan diri yang meliputi 3 aspek. Averill menyebut pengendalian diri dengan sebutan kontrol personal, yaitu kontrol perilaku (behavioral control), kontrol kognitif (cognitive control), dan mengontrol kepuasan (decisional control) (Nur Gufron & Rini Risnawati, 2011: 29-31)
Menurut Gilliom et al (dalam Singgih D. Gunarsa, 2009), ada beberapa sub-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan pengendalian diri ( self-control ) dalam diri individu. Keseluruhan sub-faktor tersebut termasuk dalam faktor emotion regulation (terdiri dari active distraction , passive waiting , information gathering , comfort seeking , focus on delay object/task , serta peak anger ).

 III.            Pembahasan
Berdasarkan dari beberapa pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa kontrol diri (self control) adalah kemampuan seseorang untuk membimbing tingkah lakunya sendiri, mampu mengendalikan emosi serta dorongan-dorongan dalam dirinya yang berhubungan dengan orang lain, lingkungan, pengalaman yang bersifat fisik maupun psikologis untuk memperoleh tujuan di masa depan dan dinilai secara sosial.

Macam-macam Kontrol Diri
Menurut Skinner (dalam Hassassana, 2015), berdasarkan konstruknya, kontrol diri dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
1.      Objective Control
Objective control atau sering disebut actual control adalah kontrol diri yang dimunculkan oleh individu secara nyata dalam suatu situasi tertentu.
2.      Subjective Control
Subjective control atau sering disebut perceived control yaitu keyakinan yang dimiliki oleh individu bahwa individu tersebut memiliki kontrol diri.
3.      Experiences Control
Experiences control yaitu perasaan yang dimiliki oleh individu pada saat individu berinteraksi dengan lingkungannya, dan pada saat yang sama individu akan berusaha mencapai suatu hasil tertentu atau menghindari hasil yang tidak diinginkan.

Ciri-Ciri Kontrol Diri
Menurut Ghufron & Risnawati (dalam Wulandari, 2015) mengatakan ciri-ciri kontrol diri diantaranya yaitu;
·         Kemampuan mengontrol perilaku;
·         Kemampuan mengontrol stimulus;
·         Kemampuan mengantisipasi peristiwa;
·         Kemampuan menafsirkan peristiwa;
·         Kemampuan mengambil keputusan

Faktor-faktor yang mempengaruhi kontrol diri
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kontrol diri yaitu :
1. Orientasi Religius
Bergin (dalam Dewi, 2014), orientasi religius dapat memiliki beberapa konsekuensi positif, termasuk variabel kepribadian seperti kecemasan, kontrol diri, keyakinan irasional, depresi dan sifat kepribadian lain. Orientasi religius berkorelasi positif dengan kontrol diri, disamping itu ada hubungan antara religius dan kepribadian positif.
2. Pola Asuh Orang Tua
Disiplin yang diterapkan orangtua merupakan hal yang penting dalam kehidupan, karena dapat mengembangkan self control dan self direction, sehingga seseorang bisa mempertanggungjawabkan dengan baik segala tindakan yang dilakukannya. Hurlock (dalam Hassassana, 2015).
3. Faktor Kognitif
Menurut Mischee, dkk (dalam Dewi, 2014), kemampuan individu untuk mengendalikan diri dipengaruhi oleh perencanaan yang baik dalam bertindak. Individu dapat melakukan berbagai usaha untuk mengendalikan dirinya dengan cara berusaha untuk tidak melihat stimulus melainkan kegiatan yang dapat mengalihkan perhatian stimulus. Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi kontrol diri adalah orientasi religius, pengaruh pola asuh orang tua, dan faktor kognitif.

 IV.            Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan paparan para ahli, dapat disimpulkan self control merupakan kemampuan individu yang bermanfaat untuk mencegah, mengatur, dan mengelola dorongan dalam diri agar tidak melanggar standar moral yang berlaku untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar. Self control dapat membuat individu menampilkan perilaku yang sesuai dengan tuntutan lingkungannya sehingga tidak akan menimbulkan keresahan dalam berhubungan dengan dirinya sendiri dan orang lain.

Daftar Pustaka
Pradana, Ksatria; Sasalarasati; Fahmaromansyah; Putra, Billy. 2017. Apa Yang Dimaksud Dengan Pengendalian Diri atau Self-Control - Dicitia. https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-pengendalian-diri-atau-self-control/8224 (Diakses 25 November 2019)

Mengendalikan Diri

Oleh : Rachmatika Anantia Agustin
 (@P18-ANANTIA, @JK10


TEORI
Menurut Goldfried dan Merbaum (1973) kontrol diri merupakan suatu kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi positif.
Menurut Chaplin (2011) Kontrol diri adalah kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri dalam artian kemampuan seseorang untuk menekan atau merintangi impuls-impuls atau tingkah laku impuls. Kontrol diri ini menyangkut seberapa kuat seseorang memegang nilai dan kepercayaan untuk dijadikan acuan ketika bertidak atau mengambil suatu keputusan.

PEMBAHASAN
Mengendalikan diri adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan dirinya sendiri secara sadar  dengan cara menahan, menekan dan mengatur ke inginan agar menghasilkan perilaku yang tidak merugikan orang lain. Sehingga sesuai dengan norma dan dan dapat di terima oleh orang lain. Semakin tinggi tingkat kontrol seseorang, maka semakin kuat pengendalian tingkah laku yang bertentangan dengan norma sosial sehingga membawa seseorang ke perilaku yang positif.
Dalam melakukan pengendalian diri awalnya yang harus dilakukan adalah mengendalikan hati kita, karena hati sangat berkuasa atas pikiran dan tindakan seseorang. Tujuan utama pengendalian diri adalah untuk memperoleh keberhaislan, kemajuan dan kebahagiaan.
Aspek dan dimensi mengendalikan diri menurut Calhoun dan Acocella (1990), yaitu :
1. Kontrol Perilaku, kemampuan seseorang untuk memodifikasi suatu keadaan yang tidak menyenangkan.
2.      Kontrol Kognitif, kemampuan untuk mengelola informasi yang tidak di inginkan.
3.      Kontrol dalam mengambil keputusan, kemampuan untuk memilih suatu tindakan berdasarkan sesuatu yang diyakini atau disetujui.

Ciri-ciri seseorang mengendalikan diri menurut Thompson, yaitu :
1. Kemampuan untuk mengontrol perilaku atau tingkah laku yang ditandai dengan kemampuan menghadapi stimulus yang tidak di inginkan.
2.  Kemampuan menunda kepuasan dengan segera untuk keberhasilan mengatur perilaku dakam mencapai sesuatu yang lebih berharga.
3.      Kemampuan mengantisipasi peristiwa, yaitu melalui berbagai pertimbangan secara obyektif.

Cara untuk mengendalikan diri
1.      Melakukan aktivitas yang disukai
2.      Menahan amarah
3.      Lebih bijak dalam bertindak
4.      Jangan terlalu membesarkan masalah
5.      Saling memaafkan

Manfaat mengendalikan diri
1.      Akan menjadi pribadi yang sabar dan tidak terpancing amarah dan emosi
2.      Akan lebih mudah bergaul
3.      Dapat terhindar dari pikiran negatif
4.      Menjadi orang yang menerima apa adanya

Kesimpulan
Mengendalikan diri adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan dirinya secara sadar. Cara mengendalikan diri adalah metode untuk mengendalikan pikiran agar tercapainya kontrol emosi. Hal ini bertujuan baik dan dapat menimbulkan nilai positif yang akan memberikan kebaikan kepada orang lain. Seperti belajar memafkan, walaupun terkadang sulit melakukannya dengan alasan karena sudah tersakiti, dibohongi ataupun di fitnah. Selain itu mengendalikan diri juga memiliki banyak manfaat.


DAFTAR PUSTAKA
Riadi, Muchlisin. 2018. Pengertian, Aspek, Jenis dan Ciri Kontrol Diri. Dalam https://www.kajianpustaka.com/2018/06/pengertian-aspek-jenis-dan-ciri-kontrol-diri.html?m=1


MENGENDALIKAN DIRI

MENGENDALIKAN DIRI



Pengertian

Mengendalikan berasal dari kata dasar kendali yang artinya hal yang diawasi, dikontrol, sedangkan mengendalikan sendiri mempunyai arti menguasai kendali, menguasai pimpinan. Jadi, bisa disimpulkan arti dari mengendalikan diri adalah mengambil kendali diri kita. Berarti semua yang ada dalam diri kita harus kita awasi, kontrol, hingga kendalikan. Pengendalian diri (self control) didefinisikan sebagai “pengaturan proses fisik, psikologis, dan perilaku seseorang, dengan kata lain serangkaian proses yang membentuk dirinya sendiri”. Pengendalian diri merupakan keseluruhan dari proses yang membentuk diri individu yang mencakup proses pengaturan fisik, psikologis dan perilaku. 

Manfaat Pengendalian Diri

1.      Akan meningkatkan sifat lebih sabar,tawakal,bersyukur.dll.dapat meningkatkan komunikasi positif dilingkungan masyarakat sehingga di peroleh suasana tenang.
2.      Akan lebih dapat menimbangkan pencukupan kebutuhan hidup  yang sesuai dengan kemampuan diri dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang di berikan pd tuhankepadanya.


Contoh Pengendalian Diri

1.      Contoh sikap pengendalian diri dalam keluarga adalah sebagai berikut :
a) mengatur kegiatan rumah tangga dengan tertib.
b) menghindari perkataan yang menyakitkan hati orang tua/anggota keluarga, dan
c) selalu mengingat kebutuhan anggota keluarga yang lain.

2.      Contoh sikap pengendalian diri di lingkungan sekolah adalah sebagai berikut.
a) tidak membuat gaduh ketika pelajaran berlangsung.
b) menghindari perkataan yang menyakiti hati guru atau teman.
c) menggunakan waktu istirahat untuk kegiatan yang positif.

3.      Contoh sikap pengendalian diri di lingkungan tempat tinggal kita adalah sebagai berikut.
a) menghindari penggunaan kata-kata yang menyakiti hati orang lain.
b) bergaul dengan tetangga dan masyarakat sekitar sesuai dengan norma lingkungan.
c) tidak membuat keonaran di kampung.

Daftar Pustaka :
·        Rima. 2017. Kompasiana. Bagaimana Cara Mengendalikan Diri https://www.kompasiana.com/rymekarimah/59f97056c252fa33792cc2c4/bagaimana-mengendalikan-diri
·        Ariani, Novi. 2014. Blogspot. Pengendalian Diri http://myblog-noviau.blogspot.co.id/2014/03/v-behaviorurldefaultvmlo_25.html
·        Debby Lucia. 2017. Dampak Tidak Mengendalikan Diri Terhadap Diri Sendiri
·        Nabilla. 2017. Pengendalian Diri