Tampilkan postingan dengan label @Proyek P01. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Proyek P01. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 September 2019

Mengenal Diri


OLEH : 
Muhammad Arifin ( N14-Arifin)

MENGENAL DIRI
   
Mengenal diri merupakan salah satu ciri khas manusia, sebagai makhluk istimewa, terutama karena memiliki akal budi dan kehendak bebas. Utamanya mengenal kepribadian, watak dan temperamen, bakat dan potensi, serta dapat memetakan diri sendiri perihal kekuatan dan kelemahan. Tapi banyak orang yang tidak mengenal dirinya karena di anggap tidak penting atau tidak tahu bagaimana caranya. Dalam hal ini kita harus memahami hal hal pokok dan penting tentang diri sendiri, dari segi psikis, yang meliputi :
-    -   Pengenalan ciri-ciri dasar fisik
-    -   Pengenalan kepribadian, watak, dan tempramen
-    -   Pengenalan bakat
-    -   Pengenalan kekuatan dan kelemahan diri
Jika kita ingin mengenali diri sendiri, kita harus berhenti mencari kesalahan-kesalahan pada diri kita sendiri. Mampu membenahi kesalahan diri sendiri adalah kebajikan yang luar biasa, tetapi jika kita mulai mencari kesalahan diri kita tanpa alasan apapun, itu sudah berlebihan. Mencari-cari kesalahan hanya akan membuat kita tidak percaya diri dan akhirnya akan menurunkan nilai diri kita.

Manfaat Mengenal Diri
Ternyata seseorang bisa salah menilai dirinya sendiri. Hal ini menandakan orang tersebut belum mengenali secara utuh tentang dirinya. Dengan mengenali diri sendiri akan membawa manfaat yang baik, beberapa manfaat tersebut antara lain:
      1.  Mengetahui potensi diri.
Dengan mengenal diri, maka kita akan mengetahui bagaimana potensi diri yang tepat. Setiap orang mempunyai potensi yang berbeda. Jika bisa mengenali potensi diri maka akan bisa mengambil langkah yang tepat dalam setiap keputusan.
 2.  Mengetahui kelebihan dan kekurangan diri.
Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan bukan untuk berbangga-banggaan namun semakin diasah agar terus bersinar penambah kualitas diri. Sementara kekurangan perlu diupgrade agar bisa sinergi dengan kelebihan kita.
3. Mengetahui karakter dan sifat diri sendiri.
       Karakter berarti sifat dasar atau pembawaan sejak lahir, karakter tidak sapat dirubah namun bisa terus diasah menjadi lebih baik. Sementara sifat adalah apa yang nampak dalam diri kita.
      4. Mengenal sang pencipta.
Allah berfirman, “Aku sesuai prasangka hambaku”. Jika kita berprasangka baik maka Allah akan berikan kebaikan terjadi mengelilingi kita begitupun sebaliknya. Dengan mengenal diri maka kita akan memahami sang pencipta.
5.Bekal bergaul dengan lingkungan sekitar.
Ada beragam karakter manusia. Dengan mengenali karakter diri maka kita tidak akan mudah terbawa arus lingkungan, apalagi jika arusnya kearah tidak baik.

Beberapa Pengertian Konsep Diri Menurut Para Ahli
-   - Menurut Kreitner dan Kinicki Konsep diri adalah konsep yang di miliki individu tentang dirinya sebagai makhluk fisik, social, spiritual, atau moral
-     -  Menurut Hurlock Konsep diri adalah gambaran yang di miliki orang tentag dirinya.
-    -  Menurut Wibowo Konsep diri adalah suatu keyakinan atau evaluasi diri individu tentang siapa dirinya dan bagaimana merasa dirinya sebagai makhluk fisik, social dan spiritual yang berbeda pada berbagai situasi
DAFTAR PUSTAKA
Azizah, I. 2012. Mengenal Diri Sendiri. https://iimazizah.wordpress.com/2012/10/22/mengenal-diri-sendiri/. ( akses 6 September)
Alfala, K. 2012. Definisi Mengenal Diri. https://kismaalfa.blogspot.com/2012/11/definisi-mengenal-diri_11.html. (akses 6 September)
Anonim. 2014. Mengenal diri Sendiri. https://darunnajah.com/mengenal-diri-sendiri/. ( 7 September 2019)
Anonim.2017. Manfaat Mengenal Diri. https://www.mracang.com/2017/12/5-manfaat-mengenal-diri.html. ( akses 7 September 2019)
Aris, S.2017. Mengenal Diri Sendiri. https://www.kompasiana.com/satyaaris/59c758f79002c17fe35e59c4/mengenal-diri-sendiri?page=all. ( akses 7 September 2019)



Tak Kenal, Maka Tak Sayang

Tak Kenal, Maka Tak Sayang

Oleh : Wening Suciati (@P05-WENING)
Tak Kenal, Maka Tak Sayang
Abstrak
Setiap individu perlu mengenal diri dengan baik karena pengenalan diri merupakan pintu gerbang  kesuksesan. Dengan menggunakan berbagai cara untuk dapat mengenal diri, antara lain dengan psikotes dan tes kepribadian seorang individu dapat menemukan diri. Di samping itu, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari manusia lain. Melalui kebersamaan dengan orang lain dan mempraktikkan konsep Jendela Johari, seseorang dapat menemukan diri dan menuju kesempurnaan. Artikel disusun menggunakan metode observasi dan studi pustaka.
Kata kunci : mengenal diri, menemukan diri, Jendela Johari

I.    Pendahuluan
Mengenal diri merupakan pintu gerbang agar seorang individu dapat mengembangkan diri secara optimal. Jadi kunci proses pengembangan diri adalah mengenal diri sendiri. Ini tidak hanya berlaku bagi keberhasilan dibidang karir,melainkan juga di berbagai bidang kehidupan lainnya,termasuk keluarga,social masyarakat dan spiritual. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang menjadi tujudan hidupnya. Ia mennyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta tahu bagaimana menggunakannya demi mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya.
II.   Pembahasan
Dikatakan, bahwa untuk mengenal diri seorang individu perlu bantuan dari berbagai pihak antara lain orang tua dan guru. Jadi memang orang lain punya peranan dalam diri seseorang dalam menemukan dirinya, karena orang lain terutama dalam pertemanan dapat memberikan masukan-masukan tentang diri seseorang yang dalam banyak hal belum diketahui oleh orang tersebut. Oleh karena itu, pertama akan dibahas berbagai cara agar individu dapat mengenal diri, berikut yang akan dibahas di artikel ini adalah cara seseorang individu menemukan diri melalui kebersamaan dengan orang lain melalui konsep Jendela Johari.

A.  Pengungkapan Diri
Konsep pengungkapan diri pertama kali dipopulerkan oleh Sidney M. Jourard pada tahun 1971. Pengungkapan diri didefinisikan sebagai aktivitas yang mengungkapkan bagaimana kita sedang bereaksi pada suatu situasi yang terjadi pada saat itu dan memberikan informasi mengenai pengalaman masa lalu yang masih releven untuk memahami reaksi yang terjadi pada saat itu. Reaksi-reaksi pada orang atau peristiwa tidak sebanyak/sedalam fakta yang dirasakan. Menjadi orang yang mengungkapkan diri berarti membagi pada orang lain bagaimana merasakan peristiwa yang baru saja terjadi dan bukan mengungkapkan secara detail pengalaman hidup di masa lalu (Johnson,1993). Orang dapat mengetahui dan memahami orang lain, tidak perlu mengetahui pengalaman masa lalunya tetapi lebih pada bagaimana ia melakukan reaksi pada saat itu. Pengalaman masa lalu akan membantu sejauh memperjelas mengapa seseorang melakukan tindakan dengan suatu cara tertentu.
Permasalahannya, dalam situasi apa dan bagaimana orang dapat mengungkapkan diri?
Dikatakan oleh Johnson (1993), bahwa ketetapan dalam mengungkapkan diri akan muncul dalam beberapa peristiwa sebagai berikut :
a.    Hubungan yang sedang berjalan adalah hubungan yang masih berlangsung
b.    Hubungan yang bersifat timbal balik, artinya ketika orang mengungkapkan tentang dirinya pada orang lain, ia mempunyai harapan orang tersebut juga akan mengungkapkan dirinya, maka disarankan untuk membatasi dalam pengungkapan diri.
c.    Hubungan yang sifatnya bertahap sesuai dengan kedalaman hubungan social yang sedang berlangsung. Misalnya pada awal perkenalan, orang hanya menceritakan mengenai hal-hal yang umum saja seperti pekerjaan atau hobi, pada masa selanjutnya orang akan mengungkapkan mengenai hal-hal yang bersifat personal
d.    Hal-hal yang diungkapkan lebih mengenai sesuatu yang terjadi dalam dan antar orang dalam situasi saat ini
e.    Pengungkapan diri dilakukan apabila semakin mendorong menciptakan perbaikan kualitas hubungan.. pada orang-orang tertentu tidak suka jika diberi ungkapan diri orang lain sebab dapat menyebabkan distress

B.  7 Manfaat Pentingnya Mengenali Diri Sendiri
Sebenarnya banyak sekali manfaat yang kita dapat jika kita mengenali diri kita sendiri. Simak beberapa keuntungannya berikut ini.
1.    Mampu Menentukan Jalan Hidup
Dalam menjalani kehidupan, kita dihadapkan pada banyak pilihan. Mulai dari pilihan dalam berkarir, asmara, tempat berlibur, dan lain sebagainya. Bila kita sudah mengenali diri sendiri, tentu kita jauh lebih mudah menentukan pilihan yang tepat. Ambil contoh kecilnya kita menyukai menulis, tentu kita dapat dengan mudah memilih berkarir di dunia tulis menulis.
2.    Mudah Mencari Solusi
Sebagai manusia biasa, tentu kita dihadapkan pada beberapa masalah entah itu masalah ringan maupun rumit. Kita akan lebih mudah mencari solusi tepat jika sudah mengenali diri sendiri. Ibarat orang sakit, obatnya beda-beda kan? Semisal dalam menyelesaikan masalah Anda butuh masukan orang lain, tentu Anda akan lebih mudah menyelesaikan masalah dengan meminta saran dari orang terdekat yang sudah menjadi pilihan Anda.
3.    Membantu Berkompromi dengan Diri Sendiri
Masih terkait dengan masalah.  Ketika kita dihadapkan pada sebuah masalah, dengan keberhasilan kita mengenali diri sendiri akan membantu kita untuk berkompromi dengan diri sendiri dan orang lain dalam berbagai situasi.
4.    Mampu Hidup Bermasayarakat
Dalam hidup bermasyarakat, tentu kita dihadapkan pada ragam kepribadian. Beda kepribadian, cara bersosialisasinya juga beda. Untuk memahami kepribadian orang lain, tentu kita juga harus bisa mengenali kepribadian kita dulu. Bagaimana bisa mengenal orang lain dengan baik kalau belum bisa mengenal diri sendiri?
5.    Mampu Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan
Masing-masing individu memiliki kelebihan dan kekurangan. Saat mencoba mengenali diri sendiri, kita akan mengetahui kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Kita bisa meningkatkan kelebihan dan memperbaiki kekurangan. Bukankah hal ini sangat bermanfaat untuk kita?
6.    Mampu Menerima Kondisi Diri
Ketika kita mulai mengerti kelebihan dan kekurangan yang kita punya, tentu kita turut terbantu pula untuk menerima ikhlas segala kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Begitu juga keikhlasan menerima dan bertoleransi terhadap kelebihan dan kelemahan orang lain. Supaya tidak ada perasaan iri maupun cemburu berlebih yang memberikan efek buruk.
7.    Mampu Mengetahui Potensi Diri
Saat mencoba mengenali diri, tentu kita mendapati beberapa potensi yang kita punya. Dengan mengetahui potensi-potensi yang ada pada diri, kita bisa mengoptimalkannya untuk kesuksesan dalam karir maupun kehidupan. Itulah beberapa hal yang sangat bermanfaat dalam pentingnya mengenali diri sendiri. Karena pada dasarnya jika kita mampu mengenali diri sendiri maka kita pun akan dapat mengenali orang lain. Jika kita mampu mengenali orang lain, maka apapun yang kita sampaikan dan perbuat, maka mudah sekali untuk mengendalikan orang lain. dan titik akhirnya dengan mengenali diri sendiri, maka anda akan memahami betapa sempurnanya ciptaan Allah
C.   Kepribadian, Watak, dan Temperamen
Kepribadian (personality) menurut G. Allport adalah organisasi dinamis di dalam individu yang terdiri dari sistem-sistem psikofisik yang menentukan tingkah laku dan pikirannya secara karakteristik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Organisasi dinamis: kepribadian itu selalu berkembang dan berubah meskipun ada suatu sistem organisasi yang mengikat dan menghubungkan berbagai komponen dari kepribadian kita. Psikofisik: organisasi kepribadian melingkupi kerja tubuh dan jiwa (tak terpisahkan) dalam satu kesatuan. Menentukan: menunjukkan bahwa kepribadian mengandung kecenderungan-kecenderungan determinasi yang memainkan peranan aktif dalam tingkah laku individu karakteristik (khas/unik): menunjukkan sifat individualis; tidak ada dua orang yang benar-benar sama dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan, jadi tidak ada orang yang berkepribadian sama. Menyesuaikan diri terhadap lingkungan: kepribadian menghubungkan individu dengan lingkungan fisiologisnya (yang kadang-kadang menguasainya). Di sini kepribadian berfungsi adaptasi dan menentukan.
Ø  Kepribadian dalam terminologi Islam
Kepribadian = Shakhsiyyah yang menurut al-Ghazali dan Ibnu Maskawaih hampir mirip dengan term akhlak. Bedanyanya shakhsiyyah dalam psikologi berkaitan dengan tingkah laku yang didevaluasi (tidak dievaluasi), sedangkan akhlak berkaitan dengan tingkah laku yang dievaluasi, namun jika shakhsiyyah islamiyyah harus dipahami sebagai akhlak. Karenanya kepribadian Islam, selain mendiskripsikan tingkah laku seseorang, juga berusaha menilai baik buruknya.Kepribadian: integrasi sistem kalbu, akal, dan nafsu manusia yang menimbulkan akhlak yang mencerminkan keseluruhan perilaku keseharian kita, baik kepada Allah, diri sendiri, sesama manusia, dan alam sekitar. Semua perilaku akan dinilai oleh dirinya sendiri, orang lain, dan juga Allah.
Ø  Watak
Sering dipakai secara bertukar antara watak dan kepribadian, namun Allport membedakan keduanya: “character is personality evaluated and personality is character devaluated”. Kalau orang hendak mengadakan penilaian (jadi menggunakan norma), maka lebih tepat dipakai istilah watak, tapi kalau bermaksud menggambarkan bagaimana adanya (tidak menilai), maka itu kepribadian.
Ø  Temperamen
Allport: gejala karakteristik dari sifat emosi individu, termasuk mudah-tidaknya terkena rangsangan emosi, kekuatan serta kecepatannya bereaksi, kualitas kekuatan suasana hatinya, segala cara fluktuasi dan intensitas suasana hati. Gejala ini bergantung pada faktor konstitusional, dan karenanya terutama berasal dari keturunan.G. Ewald: konstitusi psikis yang berhubungan dengan konstitusi jasmani. Temperamen tetap seumur hidup/tak mengalami perkembangan karena bergantung pada konstelasi hormon, sedangkan konstelasi hormon itu tetap selama hidup.Bedanya dengan watak, walaupun pada dasarnya telah ada tetapi masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan karena watak sangat bergantung pada faktor-faktor eksogen (lingkungan pendidikan, pengalaman, dsb).
Ø  Hubungan antara kepribadian, watak, dan temperamen
Menggambarkan pribadi seseorang sebagaimana adanya, sifat dan pembawaannya yang khas kepribadian yang punya keunikan. Kepribadian berhadapan dengan lingkungannya yang turut membentukknya sampai taraf kematangan tertentu, kalau kita menilai pribadi seseorang, maka hal ini mengarah pada dirinya yang sudah terbentuk, yang dia sendiri ikut bertanggung jawab. Inilah watak. Kata watak dipakai baik dalam arti normatif maupun deskriptif. Normatif = watak, sedang deskriptif = kepribadian.
Ø  Temperamen: lebih banyak ditentukan oleh struktur fisik-biologis, sifatnya tetap, maka dapat dibuat perbedaan yang jelas antara satu dg lainnya; merupakan bagian dari kepribadian, di mana unsur bawaan lebih dominan. Bicara temperamen, juga berarti bicara kepribadian dengan temperamen tertentu, tapi kalau bicara perkembangan kepribadian, maka bukan mengenai temperamennya, melainkan mengenai pribadi yang sudah mengalami proses pembentukan, jadi lebih dimaksudkan sebagai “watak atau karakter”.

Daftar Pustaka
Helmi,A.F tentang mengungkapkan diri
Tirtawinata,C.M tentang mengenal diri melalui kebersamaan dengan orang lain
Rakhma,Ade tentang manfaat mengenal diri
Suyadjid,L.E (2010) tentang mencari jati diri
Iimazizah (2013) tentang kepribadian,watak dan temperament





MENGENAL DIRI SENDIRI


Oleh : AULIYAH PERTIWI (@P02-AULIYAH)



Mengenal diri sendiri adalah permulaan dari semua kemenangan hidup. Mengenal diri sendiri memang sangat penting namun terkadang juga sulit dilakukan, dan satu-satunya orang yang bisa mengenali diri kita tentu hanya diri kita sendiri. Semua orang sukses pasti mengerti siapa diri mereka, Bill Gates pernah berkata:

“ The only thing I understand deeply, because in my teens I was thingking about it, and every year of my life, is software. So, I’ll never be hands-on on anything except software.”

Terjemahan : " Satu-satunya hal yang saya pahami secara mendalam, karena di usia remaja saya berpikir tentang hal itu, dan setiap tahun dalam hidup saya, adalah perangkat lunak. Jadi, saya tidak akan pernah bisa melakukan apa pun kecuali perangkat lunak."
Apakah hidup anda dipenuhi dengan rasa pesimis? Penuh dengan kekecewaan? Tdak percaya diri? Dan depresi karena dihantui oleh perasaan dari masa lalu ? sudahi saja perasaan-perasaan negative itu dan mulailah mengenal diri kita sendiri .

Cara Mengenal Diri Sendiri

  1. Bersikaplah jujur kepada diri sendiri. Mengenal diri sendiri berarti menerima berbagai aspek yang membentuk identitas, kepribadian, dan keberadaan Anda. Langkah ini membantu Anda mengetahui semua aspek kepribadian yang Anda miliki, bukan untuk mengkritik diri sendiri. Bersiaplah mengetahui hal-hal baru tentang Anda.
Saat mengevaluasi diri sendiri, amati hal-hal yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Perasaan ini bisa menjadi petunjuk bahwa Anda sedang menghindari sesuatu. Apakah Anda memiliki sifat yang perlu diperbaiki? Jika ada, apa yang perlu dilakukan untuk mengubahnya?
Sebagai contoh, jika Anda tidak menyukai diri sendiri saat bercermin, cari tahu penyebabnya. Apakah karena penampilan atau usia Anda? Tentukan apakah pemicunya bisa diatasi.

  1. Dengarkan baik-baik suara hati Anda. Suara hati mengekspresikan perasaan dan keyakinan Anda. Suara hati akan berbicara saat terjadi sesuatu yang menjengkelkan atau menyenangkan. Belajarlah mendengarkan suara hati. Apa yang ingin disampaikan kepada Anda? Apa pesannya tentang orang lain di sekeliling Anda?.
Berdirilah di depan cermin sambil mendeskripsikan diri sendiri. Anda boleh mengucapkannya secara verbal atau di dalam hati. Apakah Anda mengatakan hal-hal positif atau negatif tentang diri sendiri? Apakah Anda terfokus pada penampilan atau tindakan? Apakah Anda memikirkan kesuksesan atau kegagalan?
Saat muncul pikiran negatif, jangan diteruskan. Alih-alih, tanyakan kepada diri sendiri mengapa Anda berpikir seperti itu? Mencela atau mengkritik diri sendiri menunjukkan bahwa Anda sedang mempertahankan diri dari pikiran yang tidak menyenangkan.
Pikiran positif atau negatif menunjukkan seperti apa Anda memersepsikan diri sendiri. Jika citra diri tersebut tidak sesuai dengan yang diinginkan, berusahalah memperbaiki diri atau belajar berperilaku positif.

  1.  perhatian pada diri sendiri dan kehidupan yang sedang Anda jalani. Sisihkan waktu untuk menenangkan pikiran dan mengamati sensasi yang dialami oleh kelima indra. Apa yang Anda sentuh, kecap, dengar, lihat, dan cium?
Jangan menyantapi makanan sambil menatap layar komputer atau teve. Alokasikan waktu khusus untuk makan sambil menikmati rasa makanan, teksturnya, suhu udara di ruang makan, dan sensasi yang muncul setiap kali Anda mengunyah makanan.
Sisihkan waktu beberapa menit sehari hanya untuk beristirahat dan mengamati suasana di sekeliling Anda. Berusahalah memperhatikan sebanyak mungkin sensasi yang muncul. Apa yang Anda dengar, rasakan, kecap, dan cium?
Saat muncul respons emosional, tanyakan kepada diri sendiri mengapa Anda mengalaminya dan apa pemicunya.

Jati Diri Manusia

Sebelum mengenal dirinya dengan baik seorang manusia khususnya muslim perlu mengetahu unsur-unsur yang menyusun dirinya, dari apakah ia dibentuk dan apa saja yang ada pada dirinya. Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan dua jenis unsur yakni unsur fisik atau jasmani dan unsur ruhani yakni jiwa atau ruh.

Jasmani atau Fisik

Unsur Jasmani atau fisik adalah tubuh dimana jiwa seorang manusia hidup. Dengan fisiknyalah manusia melakukan segala aktifitasnya di dunia dan ia dikenali juga dari bentuk fisik dan rupanya. Allah SWT sendiri telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk dan lebih baik dibandingkan dengan makhluk lainnya sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini.
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS At Tin : 4)

Allah menciptakan manusia lengkap dengan jasadnya agar seorang manusia bisa dikatakan sebagai manusia karena tubuh atau raga tersebut adalah tempat dimana jiwa akan tinggal. Sementara setelah seseorang mati dan jiwanya meninggalkan tubuh maka jasadnya tidak lagi berguna bagi dirinya.

Ruhani atau Jiwa

Manusia tidak disebut manusia jika ia tidak memiliki jiwa sehingga raga tanpa jiwa tidaklah berarti. Dengan demikian jiwa seorang manusia adalah sesuatu yang diciptakan Allah SWT untuk mendiami raga dan jiwalah yang mengendalikan hati dan pikiran seseorang (baca penyakit hati dalam islam dan obat hati dalam islam).  Allah SWT meniupkan ruh saat seorang manusia masih berada dalam kandungan ibunya sebagaimana disebutkan dalam firman berikut ini
فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (QS Al Hijr : 29).

Manfaat Pentingnya Mengenali Diri Sendiri

  1. Mampu Menentukan Jalan Hidup
  2.  Mudah Mencari Solusi
  3. Membantu Berkompromi dengan Diri Sendiri
  4.  Mampu Hidup Bermasayarakat
  5.  Mampu Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan
  6.  Mampu Menerima Kondisi Diri
  7.  Mampu Mengetahui Potensi Diri

ciri-ciri sudah mengenali diri sendiri

  1. Kamu sudah menerima dirimu apa adanya
  2. Percaya diri itu nomor satu
  3. Merawat diri sebaik mungkin
  4. Tidak menghidupi ekspektasi orang lain
  5. Berhasil mengontrol emosi terhadap keadaan
  6. Selalu berupaya untuk menjadi pribadi yang lebih baik
Jadi, kamu sudah punya tanda-tanda di atas belum?.

Referensi

  1. https://darunnajah.com/mengenal-diri-sendiri/
  1. https://id.wikihow.com/Mengenal-Diri-Sendiri
  2. https://dalamislam.com/info-islami/mengenal-diri-sendiri-dalam-islam
  3. http://www.psikoma.com/pentingnya-mengenali-diri-sendiri/
  4. https://www.idntimes.com/life/relationship/sukma-satiti/ini-6-tanda-kamu-sudah-mencintai-dirimu-sendiri-c1c2

Sabtu, 07 September 2019

Metode Mengenal Diri

Oleh : Sunu Dwi Prambudi ( @P11-SUNU )


Mengenal diri sendiri adalah permulaan dari semua kemenangan hidup. Mengenal diri sendiri memang sangat penting namun terkadang juga sulit dilakukan, dan satu-satunya orang yang bisa mengenali diri kita tentu hanya diri kita sendiri. Maka dari itu kita harus mengenal diri kita sendiri salah satu nya dengan cara menggunakan metode dibawah ini :



Memahami Diri Sendiri

1.       Ajukan pertanyaan bijak kepada diri sendiri. Cara ini membantu Anda menentukan apa yang membuat Anda merasa bahagia atau tertekan. Selain itu, Anda bisa memanfaatkan informasi yang diperoleh untuk mengisi waktu dengan melakukan aktivitas yang bermanfaat atau mencapai tujuan.

2.       Dengarkan baik-baik suara hati Anda. Suara hati mengekspresikan perasaan dan keyakinan Anda. Suara hati akan berbicara saat terjadi sesuatu yang menjengkelkan atau menyenangkan. Belajarlah mendengarkan suara hati. 

3.       Belajarlah memusatkan perhatian saat menjalani keseharian. Saat memusatkan perhatian, Anda mengalami sepenuhnya apa yang sedang terjadi sehingga mampu menyadari setiap pikiran yang muncul dan tindakan yang dilakukan.



Memperbaiki Kepribadian
·         Buatlah rencana dan tujuan yang pasti. Ketika ingin berubah menjadi pribadi yang lain, seseorang pasti akan merasa gamang bila dia tidak membuat rencana yang pasti tentang apa yang harus dilakukannya dan hendak menjadi pribadi yang bagaimana nantinya.
·         Mulailah berpikir terbuka. Pikiran yang terbuka akan memudahkan kita untuk merubah kepribadian ke arah yang lebih baik. Tanpa pikiran yang terbuka, kita akan sulit menemukan cara untuk berubah. Cobalah berpikir di luar kotak, jangan terkungkung oleh anggapan yang kaku. Karena dunia ini tidak hanya berwarna hitam dan putih, melainkan memiliki berbagai macam warna. 
·         Berhenti berpikir negatif. Sama dengan pikiran yang tertutup, selalu berpikir negatif akan menghalangi kita mengembangkan diri dengan lebih baik lagi. Jika kita berpikir bahwa kita bisa, maka kita akan bisa dan begitu pula sebaliknya. Kembangkan kemampuan untuk berpikir positif dan optimis. Dengan berpikiran positif, maka kita juga bisa membantu orang lain.
·         Jadilah Diri Sendiri
Tidak ada yang lebih nyaman dari menjadi diri sendiri. Jangan memaksakan diri meniru orang lain yang memang anda rasa tidak sesuai di hati.
·         Jadilah Pendengar yang Baik
Mendengarkan orang lain dengan baik akan membantu anda memahami orang tersebut dengan lebih baik pula. Seseorang akan memberikan respek positif terhadap orang yang mau mendengarkannya.



Memenuhi Kebutuhan
  • Dengan memahami kebutuhan (need) pada diri kita maka dengan sendirinya kita dapat memahami apa dan bagaimana serta siapa diri kita sebenarnya.
  • Hal tersebut sangat membantu Anda untuk lebih mudah menyesuaikan diri dan sangat membantu Anda dengan mudah memahami orang lain dari berbagai lingkungan sosial.
  • Identitas diri sangat membantu mempertebal keyakinan serta rasa percaya diri Anda dalam pengembangan kepribadian.

DAFTAR PUSTAKA

http://belajarkepribadian.blogspot.com/2013/03/pengenalan-diri.html
https://olvista.com/bagaimana-cara-meningkatkan-kepribadian/
https://cintalia.com/kehidupan/cara-merubah-kepribadian
https://id.wikihow.com/Mengenal-Diri-Sendiri
MENGENAL DIRI

Penulis : MUHAMMAD FATHAN FADILAH (@N10-FATHAN)

Mengenal diri merupakan salah satu ciri khas manusia, namun masih banyak orang yang tidak mengenal dirinya sendiri karena menganggapnya tidak penting atau tidak tahu bagaimana caranya.

Menurut John Robert Powers pada tahun 1977 “Konsep diri adalah kesadaran dan pemahaman terhadap dirinya sendiri yang meliputi : siapa aku, apa kemampuanku, apa kekuranganku, apa kelebihanku, apa perananku, dan apa keinginanku“. Konsep diri menjadi perilaku hidup sehari-hari yang disadari. Kesadaran dan pemahaman akan dirinya semakin mencerminkan prinsip hidup dan kehidupannya.

Dari pengertian tersebut terkandung makna bahwa konsep diri merupakan cara seseorang mamandang diri sendiri dari dalam maupun dari luar dirinya. Konsep diri memengaruhi seseorang untuk mengambil keputusan, seperti memilih melakukan yang baik daripada yang jahat atau sebaliknya.

Konsep diri memiliki dua karakteristik. Pertama, identitas personal. Ciri ini yang membuat kita unik dan berbeda dari orang lain dalam kelompok sosial. Kedua, identitas sosial. Identitas social merupakan implikasi etika dalam identifikasi organisasi. Ciri ini yang menjadikan seseorang diterima dalam kelompok sosial.

Bagaimana cara mengenal diri kita sendiri ? Ada berbagai cara mengenal diri kita sendiri. Diantaranya :

1.      Bersikaplah jujur kepada diri sendiri.
2.      Ajukan pertanyaan bijak kepada diri sendiri.
3.      Dengarkan baik-baik suara hati sendiri
4.      Deskripsikan penampilan.
5.      Mengikuti tes kepribadian atau psikotes.
6.      Menanyakan kepribadian diri kepada orang terdekat.

Mengenal diri juga memiliki berbagai menfaat yang sangat penting bagi kehidupan seseorang tersebut. Diantaranya :

1.      Mampu menentukan jalan hidup.
2.      Mudah mencari solusi.
3.      Membantu berkompromi dengan diri sendiri.
4.      Mampu hidup bermasyarakat.
5.      Mampu mengetahui kelebihan dan kekurangan pada diri sendiri.
6.      Mampu menerima kondisi sendiri.
7.      Mampu mengatahui potensi diri.

       Dapat disimpulkan bahwa mengenal diri adalah pandangan diri tentang diri sendiri dalam segi fisik, psikologis, intelektual dan sosial. Menganal diri memerlukan usaha secara sadar. Orang yang mabuk karena minuman keras tidak mungkin menganal dirinya sendiri. Orang mabuk tidak bias mengontrol diri sendiri termasuk di depan public. Jadi, orang yang mengenal diri adalah orang yang berusaha sadar. Sadar adalah syarat penting untuk mengenal diri.

DAFTAR PUSTAKA :