Tampilkan postingan dengan label @E20-Naqi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @E20-Naqi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Januari 2018

Kerjasama

Manusia tentu memerlukan yang namanya suatu interaksi terhadap manusia yang lain. Manusia tidak akan bisa hidup tanpa orang lain, dikarenakan, manusia adalah makhluk sosial.
Seorang anak pasti membutuhkan orang tua untuk melindungi dan merawat dirinya. Siswa juga membutuhkan guru untuk membimbing dan memberi ilmu terhadap siswa tersebut. Bahkan, seorang penjual pun memerlukan atau membutuhkan pembeli, demikian juga yang sebaliknya.

Mengendalikan Diri

Mengendalikan diri itu penting atau tidak sih?”berfikir sambil menikmati secangkir wedang teh” assikk tenan hehe, dan kalau menurut saya pribadi sih penting. mengendalikan diri aktivitas pengendalian tingkah laku. Kita bisa mengontrol atau menimbang-nimbang susuatu sebelum kita bertindak dan dapat juga mereduksi sifat negatif.

Mengambil Resiko

Pengertian Risiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang. Dalam bidang asuransi, risiko dapat diartikan sebagai suatu keadaan ketidakpastian, di mana jika terjadi suatu keadaan yang tidak dikehendaki dapat menimbulkan suatu kerugian.

Mampu Beradaptasi

Pengertian Beradaptasi adalah menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Makhluk hidup mempu beradaptasi dengan lingkungannya, adaptasi adalah cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup dimana mereka tinggal.

menjadi pribadi yang menarik

@E20-Naqi, @ProyekA07
Oleh: Naqi Min Gil

 manusia adalah makhluk sosial yang akan membutuhkan orang lain dalam menjalani hidup dan kehidupannya.Ketika bersosialisasi, sungguh menyenangkan kalau bisa menjadi orang yang selalu disukai banyak orang. Namun, untuk bisa menjadi pribadi yang menarik bagi lingkungan tidaklah semudah membalik telapak tangan.Akan ada upaya dan konsistensi hingga akhirnya bisa menunjukkan bahwa Anda adalah sosok yang menyenangkan bagi orang lain (Dwi.2015)
         Kepribadian yang optimis, menghargai, dan menyenangkan dapat membuat seseorang tampak menarik bagi orang lain. Tidak semua orang dilahirkan dengan pesona yang sama, bahkan beberapa orang dikatakan memiliki kepribadian yang tidak menarik, tapi ini adalah sesuatu yang bisa diasah dan ditingkatkan melalui perjalanan hidup seseorang. Membuat perubahan kecil tertentu dalam sikap menjadi proses awal dalam pengembangan kepribadian.
        Kata kunci yang harus diperhatikan dalam berhubungan dengan orang lain adalah harga diri. Begitu pentingnya harga diri, sehingga tidak sedikit orang yang mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan harga dirinya. Untuk menjadi pribadi yang disukai, harus terus belajar memuaskan harga diri orang lain. Karena dengan harga diri yang terpuaskan, orang bisa menjadi lebih baik, lebih menyenangkan dan lebih bersahabat (Wijaya,2014)

Menurut Dwi(2015),Tips Membentuk Pribadi Yang Menarik adalah sebagai berikut :
1. Kenali dan Tata Ego Pribadi
Anda tidak akan bisa menjadi pribadi yang menarik jika belum mengenal secara utuh diri Anda sendiri. Untuk itu, Anda harus bisa mengenali ego yang muncul ketika berbicara dengan orang lain.Ketika sudah mulai mengenali karakter yang Anda miliki, langkah selanjutnya adalah menatanya. Anda harus bisa mengatur kapan ego dan emosi boleh dimunculkan, dan kapan harus ditahan. Jika sudah mampu menata diri sendiri, Anda sudah punya pondasi kuat untuk menjadi sosok yang disukai banyak orang.
2. Selalu Bersikap Ramah
Senyum termasuk sedekah. Di balik senyum yang ikhlas akan ada kebahagiaan yang dirasakan orang lain.Senyum yang ramah saat menyapa orang lain menjadi cara termudah untuk menjadi priwbadi yang baik.
3. Rendah Hati
Tidak ada orang yang senang bertemu dengan orang yang sombong alias tinggi hati. Kalaupun ada yang mau bergaul dengan orang sombong, biasanya mereka juga memang sama-sama sombong.Orang sombong cenderung akan dijauhi oleh lingkungannya. Karena itu, jangan pernah terpikir untuk merasa lebih baik dari orang lain.Justru orang yang rendah hati dan tak pernah mau mengakui kelebihan yang dimilikinya yang akan selalu disenangi orang.
4. Selalu Berempati
Bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain, itulah pengertian singkat empati. Selalu mengetahui kondisi hati dan perasaan orang lain atas peristiwa yang mereka alami.Ketika orang lain menilai Anda punya empati terhadap dirinya, rasa hormat akan segera muncul. Mereka akan menjadikan Anda sosok yang patut dijadikan teman bahkan menjadi sahabat dekat.

5. Senang Membantu Sesama
Senang menolong merupakan cara untuk menjadi pribadi yang menarik. Apalagi jika sering berinisiatif memberikan pertolongan sebelum diminta. Inisiatif yang dilakukan akan membuat kepribadian orang tersebut semakin menarik.
6. Jadi Pendengar yang Baik
Teman atau sahabat adalah tempat untuk menumpahkan isi hati. Karena itu, untuk menjadi pribadi yang menarik jadilah pendengar yang baik bagi sahabat atau teman Anda.Relakan diri untuk menjadi “tempat sampah” atas kegalauan hati sahabat Anda.Tampunglah semua keluh kesah sahabat. Berikan masukan jika memang diminta. Karena status Anda di sini adalah hanya pendengar bukan penasihat.
7. Bersikap sopan
pribadi yang sopan akan lebih menarik hati orang lain dibanding mereka yang tak tahu aturan. Baik dalam bertutur kata dan sopan dalam bertindak bakal membuat Anda disenangi oleh banyak orang.Orang yang sopan pun akan jauh dari gosip murahan. Karena praktis tidak ada banyak kesalahan yang bisa dijadikan bahan celaan. Jadilah orang yang bisa menjaga kesopanan sehingga orang lain akan merasa segan.
8. Jadilah Sosok Humoris
Teman yang bisa bikin Anda ketawa dan bahagia adalah sosok yang selalu dicari setiap orang. Teman seperti ini akan selalu dibutuhkan untuk mengubah suasana muram menjadi riang gembira.
9. Bisa Dipercaya
Jadilah orang yang selalu bisa dipercaya. Apa pun amanah yang Anda emban, laksanakan dengan baik. Karena menjadi orang yang bisa dipercaya adalah kunci untuk menjadi sosok yang disukai banyak orang.
10. Selalu Menghargai Orang Lain
Jika Anda ingin dihargai, maka hargailah orang lain lebih dulu. Jangan minta dihargai tapi Anda sendiri tidak bisa menghargai orang lain.Begitu pula jika Anda menebar keburukan, maka yang dipanen pun keburukan juga.Menjadi pribadi yang bisa menghargai orang lain adalah sosok yang bakal banyak dicari untuk dijadikan teman. Sangat menyenangkan punya teman yang selalu bisa menghargai orang lain.

Pribadi yang menarik selalu dekat dengan kebaikan. Untuk menjadi pribadi yang menarik, selalu berbuat kebaikan dalam segala kondisi dan situasi.

Daftar pustaka
Dwi.A. 2015. 10 Cara Menjadi Pribadi yang Menarik dan Disukai Banyak Orang dalam http://www.tipspengembangandiri.com/cara-menjadi-pribadi-yang-menarik/
Wijaya, R. 2014. 10 Tips Membentuk Pribadi Yang Menarik dalam http://ronywijaya.com/10-tips-membentuk-pribadi-yang-menarik/

Selasa, 10 Oktober 2017

DISIPLIN

@E20-Naqi, @Proyek-A03
Oleh: Naqi Min Gil
Lebih Hebat dengan Disiplin


Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata ini timbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. 
Dan sekarang kata disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. Pertama, disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran (hukum) atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Kedua disiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib. Sedangkan guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik dan mengevaluasi peserta didik, pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Sementara pegawai dunia pendidikan merupakan bagian dari tenaga kependidikan, yaitu anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Dalam informasi tentang wawasan Wiyatamandala, kedisiplinan guru diartikan sebagai sikap mental yang mengandung kerelaan mematuhi semua ketentuan, peraturan dan norma yang berlaku dalam menunaikan tugas dan taggung jawab.

Dari definisi diatas dapat disimpulkan. Kedisiplinan guru dan pegawai adalah sikap penuh kerelaan dalam mematuhi semua aturan dan norma yang ada dalam menjalankan tugasnya sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap pendidikan anak didiknya. Karena bagaimana pun seorang guru atau tenaga kependidikan (pegawai), merupakan cermin bagi anak didiknya dalam sikap atau teladan, dan sikap disiplin guru dan tenaga kependidikan (pegawai) akan memberikan warna terhadap hasil pendidikan yang jauh lebih baik.

Macam – Macam Kedisiplinan
a. Disiplin dalam Menggunakan Waktu
Maksudnya bisa menggunakan dan membagi waktu dengan baik. Karena waktu amat berharga dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan bisa menggunakan waktu dengan baik

b. Disiplin dalam Beribada
Maksudnya ialah senantiasa beribadah dengan peraturan-peratuaran yang terdapat didalamnya. Kedisiplinan dalam beribadah amat dibutuhkan, Allah SWT senantiasa menganjurkan manusia untuk Disiplin, sebagai contoh firman Allah SWT.

c. Disiplin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Kedisiplinan merupakan hal yang amat menentukan dalam proses pencapaian tujuan pendidikan, sampai terjadi erosi disiplin maka pencapaian tujuan pendidikan akan terhambat, diantara faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah :
1) Faktor tuntutan materi lebih banyak sehingga bagaimana pun jalannya, banyak ditempuh untuk menutupi tuntutan hidup
2) Munculnya selera beberapa manusia yang ingin terlepas dari ikatan dan aturan serta ingin sebebas-bebasnya
3) Pola dan sistem pendidikan yang sering berubah
4) Motivasi belajar para peserta didik dan para pendidik menurun
5) Longgarnya peraturan yang ada
Pada dasarnya disiplin muncul dari kebiasaan hidup dan kehidupan belajar dan mengajar yang teratur serta mencintai dan menghargai pekerjaannya. Disiplin merupakan proses pendidikan dan pelatihan yang memadai, untuk itu guru memerlukan pemahaman tentang landasan Ilmu kependidikan akan keguruan sebab saat ini banyak terjadi erosi sopan santun dan erosi disiplin.

Macam-macam bentuk disiplin selain seperti yang disebutkan diatas, disiplin juga terbagi menjadi:
a. Disiplin Diri Pribadi
Apabila dianalisi maka disiplin menganung beberapa unsur yaitu adanya sesuatu yang harus ditaati atau ditinggalkan dan adanya proses sikap seseorang terhadap hal tersebut. Disiplin diri merupakan kunci bagi kedisiplinan pada lingkungan yang lebih luas lagi. Contoh disiplin diri pribadi yaitu tidak pernah meninggalkan Ibadan lepada Tuhan Yang Maha Kuasa
b. Disiplin Sosial
Pada hakekatnya disiplin sosial adalah Disiplin dari dalam kaitannya dengan masyarakat atau dalam hubunganya dengan. Contoh prilaku disiplin social hádala melaksanakan siskaling kerja bakti. Senantiasa menjaga nama baik masyarakat dan sebagaiannya.
c. Disiplin Nasional
Berdasarkan hasil perumusan lembaga pertahanan nasional, yang diuraikan dalam disiplin nasional untuk mendukung pembangunan nasional. Disiplin nasional diartikan sebagai status mental bangsa yang tercemin dalam perbuatan berupa keputusan dan ketaatan. Baik secara sadar maupun melalui pembinaan terhadap norma-norma kehidupan yang berlaku.

Tujuan kedisiplinan Menurut Para Ahli
Setiap manusia mempunyai tujuan tertentu dalam melaksanakan sikap dan perbuatannya. Sedangkan tujuan dari disiplin menurut Ellen G White adalah:

Tujuan kedisiplinan Menurut Para Ahli
a. Pemerintahan atas diri;
b. Menaklukkan kuasa kemauan;
c. Perbaiki kebiasaan-kebiasaan;
d. Hancurkan benteng syetan;
e. Ajar menghormati orang tua dan ilahi; dan
f. Penurutan atas dasar prinsip, bukan paksaan.

Sementara Emile Durkheim mengatakan bahwa disiplin mempunyai tujuan ganda yaitu mengembangkan suatu keteraturan dalam tindak tanduk manusia dan memberinya suatu sasaran tertentu yang sekaligus membatasi cakrawalanya.

Kalau dilihat dari sisi tujuan, pelaksanaan pembinaan kedisiplinan mempunyai dua tujuan, yaitu tujuan jangka dekat dan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka dekat pembinaan kedisiplinan adalah untuk membuat anak- anak terlatih dan terkontrol, dengan mengajarkan mereka bentuk-bentuk tingkah laku yang pantas atau yang masih asing bagi mereka. Sedangkan tujuan jangka panjang pembinaan kedisiplinan adalah perkembangan dari pengendalian diri (self control) dan pengarahan diri sendiri (self direction), dimana anak dapat mengarahkan diri sendiri tanpa pengaruh dari luar.

Pengendalian diri berarti menguasai tingkah laku diri sendiri dengan berpedoman norma-norma yang jelas, standar-standar, dan aturan-aturan yang sudah menjadi milik diri sendiri. Dengan demikian, tujuan pembinaan secara umum adalah untuk menanamkan kesadaran pada anak supaya bertingkah laku berdasarkan nilai- nilai agama, nilai budaya, aturan-aturan pergaulan, pandangan hidup, dan sikap hidup yang bermakna bagi anak sehingga memiliki kepribadian baik dan disiplin diri.

MANFAAT DISIPLIN
1.Menumbuhkan kepekaan
Anak tumbuh menjadi pribadi yang peka/berperasaan halus dan percaya pada orang lain. Sikap ini memudahkan dirinya mengungkapkan perasaannya kepada orang lain, termasuk orang tuanya. Jadinya, anak akan mudah menyelami perasaan orang lain juga.
2.Menumbuhkan kepedulian
Anak jadi peduli pada kebutuhan dan kepentingan orang lain.Disiplin membuat anak memiliki integritas, selain dapat memikul tanggung jawab, mampu memecahkan masalah dengan baik ,cepat dan mudah.
3.Mengajarkan keteraturan
Anak jadi mempunyai pola hidup yang teratur dan mampu mengelola waktunya dengan baik
4.Menumbuhkan ketenangan
Menurut penelitian menunjukkan bayi yang tenang/jarang menangis ternyata lebih mampu memperhatikan lingkungan sekitarnya dengan baik. Di tahap selanjutnya bahkan ia bisa cepat berinteraksi dengan orang lain.
5.Menumbuhkan percaya diri
Sikap ini tumbuh berkembang pada saat anak diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang mampu ia kerjakan dengan sendiri.
6.Menumbuhkan kemandirian
Dengan kemandirian anak dapat diandalkan untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Anak juga dapat mengeksplorasi lingkungan dengan baik.Disiplin merupakan bimbingan yang tepat pada anak untuk sanggup menentukan pilihan yang bijak.
7.Menumbuhkan keakraban
Anak menjadi cepat akrab dan ramah terhadap orang lain karena kemampuannya beradaptasi lebih terasah.
8.Membantu perkembangan otak
Pada usia 3 tahun pertama, pertumbuhan otak anak sangat pesat, disini ia menjadi peniru perilaku yang piawai. ia mampu mencontoh dengan sempurna tingkah laku orang tua yang disiplin dengan sendirinya akan membentuk kebiasaan dan sikap yang positif.
9.Membantu anak yang “sulit”
Kadang-kadang kita lupa pada anak yang berkebutuhan khusus yang memerlukan penangan khusus, melalui disiplin yang menekankan keteraturan anak berkebutuhan khusus bisa hidup lebih baik.
10 Menumbuhkan kepatuhan
Hasilnya anak akan menuruti aturan yang ditetapkan orangtua atas kemauan sendiri.


Daftar Pustaka ;
Setiawan Dimas, 2016. Definisi dan Macam-macam kedisipinan.


TANGGUNG JAWAB

@E20-Naqi, @Proyek-A04
Oleh: Naqi Min Gil
Tanggung Jawab


Definisi
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab,mananggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. 

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.

Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain.

Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan mengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Macam-Macam Tanggung Jawab
Sesuai dengan eksistensi manusia sebagai makhluk Tuhan, makhluk individual dan makhluk sosial, maka tanggung jawab dapat dibedakan sebagai berikut :

1.      Tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa mengalami periode lahir, hidup, kemudian mati. Agar manusia dalam hidupnya mempunya “harga”, sebagai pengisi fase kehidupannya itu maka manusia tersebut atas namanya sendiri harus dibebani tanggung jawab. Sebab apabila tidak ada tanggung jawab terhadap dirinya sendiri maka tindakannya tidak akan terkontrol lagi, yang artinya tidak ada artinya hidup ini.

Pada hakekatnya manusia dilahirkan di dunia dalam keadaan suci bersih tanpa dosa; dalam hidupnya manusia akan dibentuk apakah menjadi manusia yang jahat dan sebagainya tergantung dari tindakannya selama di dunia. Itu semua dituntut adanya tanggung jawab dari masing-masing individu. Yang intinya adalah sebagai pengisi atas keberadaan manusia itu selama hidupnya dan agar dapat melangsungkan hidupnya sebagai makhluk tuhan.
Contoh :
Manusia mencari makan, tidak lain adalah karena adanya tanggung jawab terhadap dirinya sendiri agar dapat melangsungkan hidupnya.

2.      Tanggung jawab terhadap keluarga.
Seperti halnya makhluk tuhan yang lain, maka manusia secara naluri juga mengembangkan keturunannya agar sejarah hidupnya tidak terputus. Untuk melangsungkan/mengembangkan keturunannya tersebut manusia dibebani tanggung jawab agar anggota keluarganya tidak menderita atau dapat hidup sesuai dengan keberadaannya. Manusia yang sudah mempunyai anak/keluarga harus berani bertanggung jawab mengantarkan keturunannya lagi secara layak ke tingkat hidup yang lebih tinggi bagi generasi berikutnya, agar keluarga tersebut mempunyai “harga” baik secara individual, terhadap masyarakat maupun terhadap Tuhan sebagai Penciptanya. Untuk memenuhi tentunya tanggung jawab dalam keluarga tersebut kadang-kadang manusia memerlukan pengorbanan.
Contoh :
Seseorang ibu telah dikaruniai tiga anak, kemudian oleh sesuatu sebab suaminya meninggal dunia, karena ia tidak mempunyai pekerjaan pada
Waktu suaminya masih hidup maka demi rasa tanggung jawabnya terhadap keluarga ia melacurkan diri. Ditinjau dari segi moral hal ini tidak bisa diterima karena tindakan melacurkan diri termasuk tindakan yang dikutuk, tetapi dari segi tanggung jawab ia termasuk orang yang dipuji, karena demi rasa tanggung jawabnya terhadap keluarga ia rela berkorban menjadi manusia hina dan dikutuk.

3.      Tanggung jawab terhadap masyarakat.
Pada hakekatnya manusia adalah tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia yang lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan bantuan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut, sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab sepeti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut dalam masyarakat tersebut sebagai makhluk sosial.
Contoh :
Seseorang yang menyediakan rumahnya sebagai tempat pelacuran pada lingkungan masyarakat yang baik-baik, apapun alasannya tindakan ini termasuk tidak bertanggung jawab terhadap masyarakat, karena secara moral psikologis aka merusak masa depan generasi penerusnya di lingkungan masyarakat tersebut.

4.      Tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa  tanggung jawab melainkan untuk mengisi kehidupannya, manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yan g dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukum-hukum tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan keras pun manusia masih juga tidak menghiraukan, maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah-perintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai Penciptanya, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya, mannusia perlu pengorbanan.
Contoh :
Raja Fir’aun mendapat kutukan dari Tuhan karena menentang Tuhan dengan tidak mengindahkan peringatan Tuhan melalui Nabi Musa, bahkan ia memusuhinya. Tindakan ini merupakan contoh dari manusia yang tidak bertanggung jawab terhadap Tuhan sebagai Penciptanya.

Manfaat tanggung jawab
Pada saat ini, jarang ada orang yang memiliki sikap untuk bertanggung jawab dengan baik. Baik dalam saat bekerja, berbicara, berbuat maupun sedang mendapatkan amanah. Memiliki sikap untuk berani bertanggung jawab atas kesalahan yang Anda lakukan, serta merubah tindakan Anda dengan tindakan yang lebih baik, akan memudahkan Anda untuk selalu mendapatkan kepercayaan dan juga memudahkan Anda untuk meraih sebuah kesuksesan. Apabila, dibandingkan dengan melempar kesalahan pada orang lain.

Anda akan lebih dihargai dan akan dipandang orang sebagai orang yang baik saat Anda memiliki sikap betanggung jawab. Selain itu, Anda pula akan mendapatkan banyak manfaat ketika Anda mampu memiliki sikap tanggung jawab yang baik. Berikut manfaatnya:
1.      Anda akan lebih dihargai dan dihormati
2.      Tidak memudahkan Anda untuk berbuat kesalahan
3.      Anda akan mendapatkan banyak kepercayaan, baik diorganisasi, masyarakat maupun tempat Anda bekerja
4.      Anda akan lebih berhati-hati dalam bertindak
5.      Anda akan lebih fokus pada solusi dan juga pengembangan diri Anda
6.      Anda akan memegang kendali dalam setiap sisi
7.      Sikap bertanggung jawab yang Anda terapkan akan mendorong tercapai kesuksesan
8.      Anda akan lebih kuat dan tegar menghadapi permasalahan yang harus Anda selesaikan
9.      Anda tidak akan merasa capek dengan mencari alasan atas kebohingan Anda
10.  Orang lain merasa lebih tenang dan nyaman ketika berada disamping Anda

Daftar pustaka.
Alfarisi, zainudin.”Pengertian Tanggung Jawab”.  18 Desember 2016.http://zaysscremeemo.blogspot.co.id/2012/06/pengertian-tanggungjawab.html
Suef, Ma. “Islam Dan Tanggng Jawab”. 18 Desember 2016.http://suefmat.blogspot.co.id/2012/12/islam-dan-tanggungjawab.html
Anonym. “Menjadi Orang Yang Bertangung Jawab”. 18 Desember 2016. http://binauralbeats.co.id/menjadi_orang_yang_bertanggung_jawab.htm

RASA PEDULI

@E20-Naqi, @Proyek-A05
Oleh: Naqi Min Gil
Rasa Peduli



Peduli adalah suatu tindakan yang didasari pada keprihatinan terhadap masalah orang lain. Peduli bisa pula merujuk kepada Bangsa, lingkungan, diri sendiri, dan keluarga.

Rasa peduli yang dapat ditanamkan sejak dini meliputi:

1.    Peduli bangsa. Bangsa merupakan sebuah kata yang berarti luas. Mewakili sekelompok besar masyarakat, atau golongan. Mengapa bangsa perlu dipedulikan? Bagi individu yang hidup di sebuah bangsa, seharusnya ia turut memedulikan bangsanya. Peduli untu berpikir lebih dewasa, dan lebih mengerti lingkungan sekitarnya. Dengan sikap peduli bangsa inilah, setiap individu dalam sebuah bangsa dapat saling mengerti bangsa, memiliki satu tujuan, yakni untuk memajukan bangsa bersama – sama. 

Peduli bangsa juga meliputi segala sesuatu yang ada pada bangsa tersebut. Termasuk budaya serta sejarahnya. Peduli pada budaya yang dimiliki bangsa. Melestarikannya, memperlajarinya, dan mengambil pelajaran berharga dari hal baik tersebut. Peduli pada sejarah bangsa. Mengetahui dan memahami sejarah bangsa yang telah melahirkan kita. Menghargai sejarah tersebut serta meneladani nilai perjuangan pendahulu yang sangat berani dan gigih.

2.    Peduli lingkungan bermasyarakat. Memedulikan lingkungan sekitar, menelaah dan menjalin komunikasi baik. Memperhatikan suatu yang unik, dan sarat akan makrifat yang dapat kita jadikan sebagai pengalaman baru.

3.    Peduli sesama. Usia remaja, dengan kegiatan bersosialisasi antar teman juga sebagai cerminan perilaku peduli. Peduli sesama juga patut ditanamkan sejak dini. Agar seorang dapat menghargai sesama selayaknya. Memperbaiki hubungan antar individu, dan terus menjalin komunikasi yang baik.

4.    Peduli keluarga. Keluarga adalah dasar pendidikan seorang dalam hidupnya. Karena hanya keluarga yang mampu mendidik seorang anak menjadi individu yang cerdas, tangkas, peduli, berbudaya, dan berilmu dengan akhlak yang mulia. Faktor keluarga yang kurang mampu memberikan pendidikan dasar kepribadian pada anaknya, akan memperngaruhi kehidupan anak tersebut di kemudian hari.

5.    Peduli diri sendiri. Dalam diri kita terdapat beberapa kepribadian terpendam. Sifat asli bawaan lahir seperti; akhlak, watak, dan perasaan. Sifat asli yang dikembangkan dengan kebaikan dan nilai positif kehidupan, dapat menghasilkan individu berkualitas. Mengapa diri sendiri perlu dipedulikan? Karena, sebelum orang lain peduli terhadap kita, sebaiknya kita memperlihatkan suatu kemampuan yang patut khalayak perhatikan, hargai dan nilai. Maka dari itu sikap peduli dan tanggap pada diri sendiri juga perlu untuk memotivasi diri menjadi lebih baik.

Tindakan kepedulian selayaknya telah ditanamkan sejak dini. Hal ini dapat memengaruhi sifat, dan kepribadian penerus bangsa. Rasa peduli akan membuat setiap individu menjadi peka, mudah mengerti, dan tanggap terhadap berbagai perubahan lingkungan. Sikap peduli juga dapat membuat orang di sekitar kita dapat memercayai kita, dan nyaman dengan keberadaan kita.

Dengan pendidikan dini mengenai kepedulian terhadap sesama, individu baru akan lahir dengan kualitas yang baik, berkompeten, dan dapat diandalkan. Maka dengan pendidikan peduli sejak dini dan berkarakter yang dibudi dayakan pada masyarakat akan berdampak baik bagi banyak kalangan. 

Dengan membudi dayakan pendidikan peduli sejak dini, maka kata peduli tidak hanya menjadi sebuah kata di dalam sebuah kamus. Namun, kata peduli dapat menjadi sebuah tradisi yang secara implisit dapat mengarahkan generasi penerus bangsa ini menjadi lebih baik, serta dapat memberi makna kehidupan tanpa sebuah kiasan. Tanpa harus mengubah banyak hal dalam sektor pendidikan, dengan menanamkan pendidikan dasar yang baik disertai akhlak mulia dapat dengan mudah menunjang pembelajaran di kemudian hari. Dengan konsep berpikir luas, menelaah, dan berperilaku sesuai norma yang berlaku, akan mengarahkan para pemuda tangguh pada masa depan cerah dan gemilang.

Sumber:

Apa Sih Prinsip Hidup?

@E20-Naqi, @Proyek-A06
Oleh: Naqi Min Gil

Apa Sih Prinsip Hidup?


Prinsip merupakan petunjuk arah layaknya kompas. Sebagai petunjuk arah, kita bisa berpegangan pada prinsip" yang telah kalian susun sendiri dalam menjalani hidup tanpa harus kebingunan arah karena prinsip bisa memberikan arah dan tujuan yang jelas pada setiap kehidupan kita.atau dengan kata lain Prinsip yaitu sebuah pendirian yang sangat penting dalam kehidupan. orang yang memiliki prinsip artinya memiliki sifat ketegasan sikap dalam hidup nya sebaliknya orang yang tidak punya prinsip dalam hidup artinya hidupnya tanpa pedoman, tanpa sikap, tanpa pendirian dan akan mudah terbawa oleh arus. 
PRINSIP HIDUP MENUJU KESUKSESAN Seseorang yang ingin sukses hal penting yang harus dilakukan adalah memiliki prinsip hidup yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

Seseorang yang tidak memiliki prinsip dalam hidup nya tidak akan pernah maju dan berkembang ke arah yang lebih baik ke depan nya ,maka mempunyai prinsip hidup sangat penting bagi semua orang apa lagi bagi orang dengan nama besar . karena dengan prinsip nya itu mereka bisa menggapai sesuatu yang mereka inginkan, contoh albert einstein seorang tokoh ilmuwan dunia bisa sukses dan karya nya dikenal orang seluruh dunia pun punya prinsip hidup

1.  Buatlah Kesalahan
Mungkin kita merasa aneh dengan prinsip hidup einstin yang satu ini tapi kalau kita mau berpikir lagi bahwa orang yang sukses adalah orang yang bisa bangkit dari kesalahan dan mau belajar dari pengalaman nya itu sehingga kesalahan akan membuat kita semakin cerdas dan kreatif dalam menghadapi masalah yang lebih besar.
2.  Ikutilah rasa keingintahuan mu
3.  Pengetahuan datang dari pengalaman maksudnya pengalaman adalah guru yang sangat berharga bagi kita.
4.  Ketekunan sangat lah berharga karena tak ada kesuksesan tanpa  ketekunan belajar.

Bukan hanya mereka yang punya prinsip hidup, kita juga harus mempunyai sebuah prinsip yang akan membawa kemana arah tujuan hidup kita, di bawah ini adalah beberapa prinsip hidup saya yang mungkin akan bermanfaat bagi saya pribadi atau orang lain :
Dengarkan Apa Kata Hatimu “ percayalah pada suara hati anda jangan mudah terpengaruh omongan orang lain “ Meniru orang lain sama dengan bunuh diri Kenapa? Karena setiap manusia itu terlahir unik dan berbeda, jadi ketika kita masih punya niatan meniru orang lain maka anda sama aja dengan bunuh diri. Apapun karya mu walaupun jelek usahakan otentik dan nggak meniru siapa2 “ Kamu sama sekali nggak pintar ketika merasa lebih pintar dari orang lain

Ya ampun hari ini masih ada yang merasa pintar atau bahkan merasa lebih pintar dari orang lain? Kita mungkin akan benar” pintar ketika orang lain yang menilai nya bukan diri kita sendiri . berawal dari pengalaman pribadi yang pernah merasa lebih pintar atau sombong lah bahasanya tetapi pada saat saya melakukan hal yang saya sombongi seakan akan ilmu yang sudah saya miliki lenyap seketika dan pada saat itu saya merasa menjadi orang paling goblok sedunia, maka janganlah merasa lebih pintar dari siapapun ingatt! karena di atas langit masih ada langit dan begitu pun seterusnya.
So prinsip hidup sangatlah penting bagi kelangsungan hidup kita agar kita lebih tertata dalam berbagai hal .dan bagi kalian yang saat ini masih belum punya prinsip hidup, luangkan lah sedikit waktu kalian untuk berpikir apa prinsip hidup yang pantas buat kalian sendiri.

PRINSIP itu tidak pernah gagal, karena hal itu merupakan fondasi untuk menjadi orang sukses. prinsip atau pendirian sangat penting dalam kehidupan. Orang yang memiliki prinsip artinya memiliki ketegasan sikap dalam hidupnya.
Sebaliknya, orang yang tidak memiliki prinsip artinya hidupnya tanpa pedoman, tanpa sikap, tanpa pendirian, akan mudah terbawa arus dan akhirnya kehidupannya pun dapat dipastikan tidak akan mengalami kemajuan. Di bawah ini uraian pentingnya memiliki prinsip dalam hidup dan manfaat yang akan dirasakannya.

1.Moto
Setiap produk, organisasi, lembaga atau gerakan selalu punya moto. Moto artinya slogan yaitu prinsip yang dipegang agar seseorang, komunitas atau lembaga berada dalam jalur yang tetap dan konsisten dalam prinsip dianut bersama.
Orang hidup harus punya moto, slogan atau prinsip. Hidup tanpa prinsip adalah hidup tak terarah, akan mudah terbawa arus, mudah terbawa pengaruh, terombang-ambing oleh gelombang yang tak menentu. Orang-orang yang sukses hidupnya umumnya mempunyai moto atau prinsip yang dipegangnya dan dipertahankannya bahkan hingga mati.

2.Mata
Mengapa moto penting? Agar mata terarah ke depan. Agar gerak dan arah hidup fokus pada tujuan tertentu, agar optimis menggapai masa depan. Mata kuda saja ditutupi agar fokus ke depan tidak melirik ke kiri dan kanan, apalagi manusia. Hidup manusia harus jelas arah dan tujuannya. Hidup ini untuk apa dan mau kemana. Al-Qur’an (At-Takwir: 26) mengatakan: “Fa ‘aina tadzhabÅ«n?” (Mau kemanakah engkau pergi?) Arah dan tujuan hidup bisa ditentukan bila seseorang, kelompok atau lembaga memiliki moto (prinsip).
Tanpa moto, mata dan gerak langkah akan sulit diarahkan fokus ke depan, pasti akan banyak tergoda oleh godaan kiri kanan. Tanpa prinsip, gerak dan langkah hidup seseorang akan susah ditegaskan dan akan sulit menolak dan menghindari godaan-godaan yang melencengkan arah dan tujuan hidupnya.

3.Mutu
Mengapa moto dan mata harus diselaraskan? Agar hidup ini bermutu. Orang yang hidupnya tidak bermutu adalah tidak berkualitas. Orang yang hidupnya tidak punya moto dan tidak matanya mudah tergoda oleh godaan adalah hidup yang tidak bermutu. Hanya hidup yang bermutulah yang akan memberikan jaminan sukses di masa depan. Hanya hidup yang berkualitaslah yang dapat diandalkan untuk menggapai keberhasilan di masa datang. Hidup yang bermutu adalah hidup yang bermoto dan bermata.

4.Metu
Dalam bahasa Sunda ada ungkapan “saciduh metu, saucap nyata!” (ucapannya selalu menjadi kenyataan). Metu adalah agar keberhasilan atau kesuksesan hidupnya di masa depan menjadi nyata. Hanya akan menjadi nyata bila moto, mata dan mutunya selaras.
Orang yang hidupnya memiliki prinsip, dijalani dengan konsisten dan hidupnya berkualitas pasti akan menggapai sukses dan keberhasilan. Orang-orang yang sukses dalam panggung sejarah dunia dikenal sebagai orang-orang yang memiliki prinsip yang tegas, konsisten menjalaninya dan kualitas hidupnya baik dan bermutu.

5.Mati
Orang yang sukses dan berhasil dalam hidupnya, tentulah matinya tidak sia-sia. Orang yang moto, mata, mutu dan metunya sudah dirasakan dan dinikmati, ketika mati akan dikenang sebagai orang besar, orang berjasa, pahlawan dan sebagainya. Misalnya, para tokoh sejarah yang baik, para penemu, para pemimpin kharismatik, para ulama, para ilmuwan dan sebagainya.
Kematiannya tetap dikenang oleh kemanusiaan, namanya tidak pupus dalam buku catatan sejarah. Mereka tetap hidup dalam kenangan dan ingatan generasi manusia setelahnya. Bagi para ulama dan mereka yang berjihad dijalan Allah, Al-Qur’an surat Al-Baqarah: 154 menggambarkannya dengan: (Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. 
Mengintip Prinsip Hidup Orang-orang Sukses

Sukses tidak akan dapat diraih hanya dengan berpangku tangan atau hanya dengan bermimpi. Kesuksesan Perlu kerja keras, terus berusaha dan berusaha meski kadang kegagalan mewarnai perjalanan anda. Dan yang paling utama adalah berdo’a.
Sebetulnya kesuksesan dapat diraih oleh siapapun, asalkan kita mau dan pasti kita bisa. Tak peduli apa pun yang menjadi profesi kerja Anda sekarang, apakah karyawan rendahan atau bos sekalipun, Anda bisa meraih sukses dengan mengembangkan dan meniru 50 kebiasaan sukses ini. Namun, ingat juga bahwa ukuran kesuksesan bukanlah uang, melainkan mental puas itu sendiri.

  


Berikut ini kebiasaan – kebiasaan Orang sukses :
1.Carilah dan temukan kesempatan di mana orang lain saat orang lain gagal menemukannya.
2.Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran an bukannya kesulitan belaka.
3.Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada.
4.Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada.
5.Orang sukses bisa merasa takut, namun mereka kemudian mengendalikan dan mengatasinya.
6.Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga menegaskan kualitas pikiran dan emosional yang positif.
7.Mereka jarang mengeluh.
8.Mereka tidak menyalahkan orang lain, namun mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.
9.Mereka selalu menemukan cara untuk mengembangkan potensi mereka dan menggunakannya dengan efektif.
10.Mereka sibuk, produktif, dan proaktif, bukan luntang-lantung.
11.Mereka mau menyesuaikan diri dengan sifat dan pemikiran orang lain.
12.Mereka memiliki ambisi atau semangat.
13.Tahu benar apa yang diinginkan.
14.Mereka inovatif dan bukan plagiat.
15.Mereka tidak menunda-nunda apa yang ada.
16.Mereka memiliki prinsip bahwa hidup adalah proses belajar yang tiada henti.
17.Mereka tidak menganggap diri sempurna sehingga sudi belajar dari orang lain.
18.Mereka melakukan apa yang seharusnya, bukan apa yang mereka mau lakukan.
19.Mereka mau mengambil resiko, tapi bukan nekat.
20.Mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan segera.
21.Mereka tidak menunggu datangnya keberuntungan, atau kesempatan. Merekalah yang menciptakannya.
22.Mereka bertindak bahkan sebelum disuruh/ diminta.
23.Mereka mampu mengendalikan emosi dan bersikap profesional.
24.Mereka adalah komunikator yang handal.
25.Mereka mempunyai rencana dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan.
26.Mereka menjadi luar biasa karena mereka memilih untuk itu.
27.Mereka berhasil melalui masa-masa berat yang biasanya membuat orang lain menyerah.
28.Mereka tahu apa yang penting bagi mereka dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa.
29.Mereka memiliki keseimbangan. Mereka tahu bahwa uang hanya alat, bukan segalanya.
30.Mereka paham betul pentingnya disiplin dan pengendalian diri.
31.Mereka merasa aman karena mereka tahu mereka berharga.
32.Mereka juga murah hati dan baik hati.
33.Mereka mau mengakui kesalahan dan tidak segan untuk minta maaf.
34.Mereka mau beradaptasi dengan perubahan.
35.Mereka menjaga kesehatan dan performa tubuh.
36.Mereka rajin.
37.Ulet
38.Mereka terbuka dan mau menerima masukan dari orang lain.
39.Mereka tetap bahagia saat menghadapi pasang surut kehidupan.
40.Mereka tidak bergaul dengan orang-orang yang salah/ merusak.
41.Mereka tidak membuang waktu dan energi emosional untuk sesuatu yang di luar kendali mereka.
42.Mereka nyaman bekerja di tempat yang ada.
43.Mereka memasang standar yang tinggi bagi diri sendiri.
44.Mereka tidak mempertanyakan mengapa mereka gagal namun memetik pelajaran dari itu semua.
45.Mereka tahu bagaimana harus rileks, menikmati apa yang ada, dan mampu bersenang-senang dalam kecerobohan sekalipun.
46.Karir mereka bukanlah siapa mereka, itu hanyalah pekerjaan.
47.Mereka lebih tertarik pada apa yang efektif ketimbang pada apa yang mudah.
48.Mereka menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.
49.Mereka menyadari bahwa mereka bukan hanya makhluk hidup belaka, namun juga makhluk rohani.
50..Mereka melakukan pada yang mereka katakan.

DAFTAR PUSTAKA:




1.                    
1. Posted by : mustajab el khoir
2. By: Saad Saefullah
3. Posted By: Tb’Wahyu