Dalam keadaan tertentu kita kadang sulit untuk mengendalikan diri sendiri
di mana banyak hal yang sangat membuat kita ingin marah dan berontak terhadap sesuatu hal
yang membuat kitaingin marah.
Tampilkan postingan dengan label @A41-RIKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A41-RIKI. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 Desember 2016
MENGENAL DIRI
Mengenal Diri
Mengenal diri merupakan
sikap yang sangat penting bagi manusia. Dengan kita mengenal diri kita, kita
jadi bisa lebih tau jadi apa kita nanti dan apa yang akan kita lakukan kelak.
Dan mengenal diri sendiri merupakan sebuah hal yang sederhana namun dapat
membantu untuk melakukan perubahan diri.
Mengapa mengetahui diri sendiri merupakan hal yang penting, yaitu karena jika kita tidak mengetahui diri sendiri maka bagaimana kita dapat melakukan perubahan diri, bagaimana tolak ukur mengenai diri sendiri, bagaimana mengetahui apa keinginan yang kuat atau passion diri sendiri, dan masih banyak lainnya.
Mengapa mengetahui diri sendiri merupakan hal yang penting, yaitu karena jika kita tidak mengetahui diri sendiri maka bagaimana kita dapat melakukan perubahan diri, bagaimana tolak ukur mengenai diri sendiri, bagaimana mengetahui apa keinginan yang kuat atau passion diri sendiri, dan masih banyak lainnya.
Kenali
Diri Sendiri Melalui Visualisasi dan Indra Penglihatan
Cara
paling mudah melalui metode visualisasi, perhatikan apa yang kita lihat dan
sering kita jumpai. Bila kita merasakan getaran/vibrasi yang cocok dan sesuai
dan kita cenderung merasa nyaman pasti disitulah kegemaran kita. Gambaran
melalui pandangan mata kita adalah alat paling canggih untuk mendeteksi
keinginan kita, bahkan lebih canggih dari alat manapun.
Sebagai
contoh, ketika kita melihat seseorang sedang memainkan alat musik gitar sambil
bernyanyi. Kita merasakan ikut dalam alunan musik serta lagunya, bahkan kita
sesekali ikut bernyanyi dan menikmati lagunya. Sesunggunya kondisi ini sedang
menunjukan kepada kita bahwa kita senang dengan musik dan cara untuk
mewujudkannya adalah mendengarkan musik.
Kenali
Diri Sendiri Melalui Perasaan
Alat
pendeteksi tercanggih yang telah diciptakan Tuhan untuk manusia adalah
perasaan. Perasaan yang kita miliki tidak dapat digantikan dengan alat
tercanggih sekalipun didunia ini, untuk alasan inilah manusia diciptakan dengan
memiliki perasaan. Perasaan inilah yang dapat menggambarkan diri kita, apakah
kita memiliki perasaan halus, sensitif atau justru sebaliknya.
Sebagai
contoh, bila kita melihat seseorang sedang bekerja keras untuk membangun bisnis
agar masa depannya tidak melarat. Melihatnya sukses membangun bisnis kita
cenderung ingin menjadi sepertinya, yaitu sukses membangun bisnis. Inspirasi
darinya yang menjadi pendorong bagi kita untuk lebih giat dan tekun. Disini
perasaan kita sedang bekerja, sehingga kita termotivasi.
Kenali
Diri Sendiri Melalui Pikiran
Pikiran
memiliki kekuatan dasyat yang dapat mengubah apapun. Untuk alasan inilah banyak
motivator mengatakan bahwa kunci dari kesuksesan adalah pikiran. The
Secret Power Of The Think, kira-kira seperti inilah gambaran kekuatan
pikiran kita yang penuh dengan rahasia dan misteri.
Cara
mendeteksinya adalah dengan pola pikir kita, pembentukan pola pikir (mindset)
melalui proses yang tidak instant dan cenderung memerlukan pengorbanan. Kenali
pikiran-pikiran Anda dengan cara melatihnya terus menerus, jangan biarkan ia
menjadi kerdil. Cara melatihnya adalah dengan mengisinya dengan informasi yang
baik dan bermanfaat.
Penting
bagi kita untuk mengenal diri kita sendiri karena itu merupakan pondasi terkuat
untuk Pengembangan Diri. Kenali pula diri kita dari kelemahan maupun
kekuatan agar kita dapat memaksimalkan potensi yang kita miliki dan dapat
mengelola kelamahan menjadi kekuatan.
Apabila kita berhasil mengenali diri sendiri maka besar kemungkinan kita akan mampu menguasai serta mengendalikan diri. Ingatlah selalu bahwa Orang yang Menghalangi Kita Adalah Diri Kita Sendiri, jadi kalahkan musuh terbesar dalam diri kita untuk mencapai sukses.
Apabila kita berhasil mengenali diri sendiri maka besar kemungkinan kita akan mampu menguasai serta mengendalikan diri. Ingatlah selalu bahwa Orang yang Menghalangi Kita Adalah Diri Kita Sendiri, jadi kalahkan musuh terbesar dalam diri kita untuk mencapai sukses.
Nama saya Galih Bagas
Patih Mberu. Saya anak bungsu dari keluarga bapak Gadir dan ibu Yuliawati. Saya
lahir di Jakarta 7 Juli 1997. Saya tinggal bersama keluarga saya di jalan
kutilang raya RT 11/05 komplek pondok bahar permai Karang Tengah. Hobi
saya sejak kecil bermain sepakbola namun di samping itu, saya juga selalu
menekunin tugas utama saya yaitu belajar dengan giat dan membantu pekerjaan
orang tua saya. Saya sebagai anak laki-aki harus bertanggung jawab dalam hal
apapun itu. Menurut orang tua saya, saya anaknya terkadang rajin dan malas,
terkadang di rumah saya sering berantem sama abang saya dalam masalah kecil.
Orang tua saya pernah bilang kepada saya ketika kamu menghargai dirimu sendiri
, orang lain juga senantiasa peduli terhadapmu. Saya selalu di ingatkan dengan
orang tua jangan pernah melakukan hal-hal yang negatif. Saya ingin sekali agar
kelak nanti dapat membanggakan orang tua saya yang telah membimbing saya dan
mengerjakan hal yang baik terhadapan saya.
MENGAMBIL RESIKO
Mengambil Resiko
Risiko adalah
sesuatu yang selalu dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya sesuatu yang
merugikan yang tidak terduga dan tidak diharapkan.
Hasil yang dicapai dari suatu kegiatan jarang sekali dapat diramalkan dengan hasil yang sempurna. Pada umumnya terjadi penyimpangan, biarpun kecil. Risiko selalu terjadi bila keputusan yang diambil menggunakan criteria peluang (decision under risk) atau criteria ketidakpastian (decision under uncertainly). Pada umumnya untuk risiko menghitung dipakai nilai yang diperkirakan (expected value) atau angka penyimpangan (variance).
Bagi seorang wirausaha, menghadapi risiko adalah tantangan karena mengambil risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi karyawan.
Pengambilan risiko adalah hal yang hakiki dan wajar dalam merealisasi potensi diri sebagai wirausaha. Pengambilan risiko dalam hidup melibatkan suatu kesadaran akan peristiwa-peristiwa yang terjadi, perhatian untuk masa depan dan keinginan hidup di masa sekarang. Sebagai seorang wirausaha harus sadar bahwa pertumbuhan usaha di masa yang akan datang merupakan hasil keuntungan peluang usaha masa sekarang dan dalam pengambilan risiko untuk mencapai tujuan usaha atau bisnis.
Hasil yang dicapai dari suatu kegiatan jarang sekali dapat diramalkan dengan hasil yang sempurna. Pada umumnya terjadi penyimpangan, biarpun kecil. Risiko selalu terjadi bila keputusan yang diambil menggunakan criteria peluang (decision under risk) atau criteria ketidakpastian (decision under uncertainly). Pada umumnya untuk risiko menghitung dipakai nilai yang diperkirakan (expected value) atau angka penyimpangan (variance).
Bagi seorang wirausaha, menghadapi risiko adalah tantangan karena mengambil risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi karyawan.
Pengambilan risiko adalah hal yang hakiki dan wajar dalam merealisasi potensi diri sebagai wirausaha. Pengambilan risiko dalam hidup melibatkan suatu kesadaran akan peristiwa-peristiwa yang terjadi, perhatian untuk masa depan dan keinginan hidup di masa sekarang. Sebagai seorang wirausaha harus sadar bahwa pertumbuhan usaha di masa yang akan datang merupakan hasil keuntungan peluang usaha masa sekarang dan dalam pengambilan risiko untuk mencapai tujuan usaha atau bisnis.
situasi berisiko terjadi jika anda diminta membuat pilihan antara
dua alternati"
atau lebih, yang bakal hasilnya tidak diketahui dan harus dinilai secaraobyekti". !ituasi ini mengandung potensi
kegagalanb dan potensi sukses. !emakinbesar
kemungkinan kerugian, semakin besar risikonya.!ebagai pengambil risiko anda harus emngambil keputusan dalam situasi penuh ketidakpastian, sambil menimbang kemungkinan
sukses dan ruginya
MAMPU BERADAPTASI
Mampu Beradaptadi terhadap
Lingkungan yang Baru
Adaptasi
adalah cara bagaimana kita mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bisa
bertahan hidup, atau Adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap hal baru.
Cara untuk beradaptasi
terhadap lingkungan yang baru
1. Bersikap Ramah dan
Murah Senyum Orang akan sangat respek terhadap kita apabila kita murah senyum
dan ramah. Mereka melihat kita ini adalah sesorang yang rendah hati, mudah
bergaul dan bisa membuat orang lain nyaman.
2. Bersikap Natural / Apa
Adanya Terkadang banyak sekali orang-orang yang berlebihan berbicara ataupun
bersikap kepada orang yang baru dikenal, hal ini akan menyebabkan orang lain
ilfil terhadap kita. Sebisa mungkin bersikap senatural mungkin, apabila anda
cerewet usahakan diminimalisir kecerewetan itu.
3. Jangan
Menceritakan Hal-Hal Yang Tidak Penting Banyak kita jumpai orang disekeliling
kita, baru kenal saja sudah menceritakan soal pacarnya, istrinya, suaminya,
anaknya, tetangganya, sodara tetangganya, bahkan kucing tetangganya yang
kelaparanpun diceritakan. Apalagi terlalu menceritakan harta yang kita miliki
hal ini akan membuat orang yang mendengarnya merasa aneh dan menilai kita orang
yang terlalu terbuka dan sombong. Dengan melakukan hal itu orang disekeliling
akan dengan mudah menilai karakter buruk kita.
4. Disiplin Rekan
kerja, teman sekolah, kuliah dan lain sebagainya akan sangat menghormati dan
menghargai kita jika kita disiplin. Dengan kedisiplinan itu, orang lain juga
akan percaya bahwa kita mampu untuk melakukan sebuah pekerjaan secara baik dan
terjadwal rapi.
5. Hindari Membicarakan Keburukan Orang Lain Hal ini banyak
dilakukan oleh wanita, meskipun pria pun juga tak sedikit yang melakukan
perbuatan seperti ini. Dengan membicarakan keburukan teman sekelas, sekantor,
seinstansi malah akan merugikan diri sendiri. Orang tidak akan percaya dengan
kita, karena menilai dirikita sebagai orang bermulut besar yang tak berisi.
Selain itu untuk menghindari terjadinya adu domba antar teman.
http://www.kompasiana.com/syarahnikenasmara/agar-cepat-beradaptasi-dengan-lingkungan-baru_552a4c73f17e61b872d62456
JUJUR
- Pengertian
Jujur
Jujur atau kejujuran mengacu pada aspek karakter, moral dan
berkonotasi atribut positif dan berbudi luhur seperti integritas, kejujuran,
dan keterusterangan, termasuk keterusterangan pada perilaku, dan beriringan
dengan tidak adanya kebohongan, penipuan, perselingkuhan, dll Selain itu,
kejujuran berarti dapat dipercaya, setia, adil, dan tulus. Kejujuran dihargai
di banyak budaya etnis dan agama "Kejujuran adalah kebijakan terbaik"
adalah pepatah dari Benjamin Franklin.; Namun, kutipan "Kejujuran adalah
bab pertama dalam buku kebijaksanaan" tersebut diberikan untuk Thomas
Jefferson, seperti yang digunakan dalam sebuah surat kepada Nathaniel Macon.
- Macam-macam
Kejujuran
A.
Kejujuran dalam hal berbicara
Kejujuran
dalam berbicara, yaitu hendaknya pembicaraan dan perkataan kita sesuai dengan
hati nurani dan dimanifestasikan (diwujudkan) dalam kenyataan. Hal semacam ini
membuat kita menjadi mantap dalam berbicara. Hendaknya kita berbicara dengan
dasar pengetahuan. Kalau kita berbicara tentang hal yang sudah lewat, maka
berbicaralah yang benar, yang jujur sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Jika
kita berbicara sesuatu yang diniati, hendaknya niat menepati jaji itu diikuti
dengan pelaksanaannya. Kalau kira-kira tidak akan melaksanakan tentang sesuatu
‘azam (niat), maka seyogyanya niat itu tidak usah diucapkan dengan orang lain,
kecuali kalau mendekati kenyataan.
B. Kejujuran dalam perbuatan
Jujur dalam hal lhwal perbuatan, ialah
hendaknya perbuatan yang dapat dilihat, benar-benar sesuai dengan bentuk
perencanaannya dalam jiwa, yaitu ikhlas karena Allah, hanya untuk mendapatkan
kemashlahatan tanpa berselubung dengan sifat munafiq dan riya. Juga tidak untuk
tujuan yang rendah dan kecil. Misalnya orang yang berkunjung ke orang besar
dengan menampakkan ketaatan dan simpati kepadanya, sedangkan dibalik itu ada
terkandung maksud untuk mendapatkan kemanfaatan pribadi.
Rasulullah Saw telah menjelaskan bahwa kejujuran itu
menunjukkan kepada yang baik, dan beliau menunjukkan bahwa kejujuran itu ibarat
tempat tumbuhnya segala keutamaan., dan keutamaan itu sebagai akar yang
meguatkan pohon itu tegak. Orang yang jujur itu tentu sejalan dengan semua
kebaikan dan sebagai penegak segala kebagusan, sedangkan kebaikan itu adalah
jalan menuju ke syurga, bahkan kebajikan itu sebagai kunci masuk syurga.
Sedangkan kunci yang lain tidak untuk membuka syurga, sebagaimana firman Allah
:
Artinya : “ Sungguh
orang-orang yang baik itu di syurga Na’im, di atas dipan yang indah mereka sama
memperhatikan. Kamu ketahui di wajah-wajah mereka segar dari sebab kenikmatan
(yang diperoleh). Mereka diberi minum dengan arak dicap stempel. Cap stempelnya
adalah Kasturi dan didalam hal itu, maka hendaklah orang-orang yang berminat
sama berlomba”. (QS. Al- Muthoffifiin : 22 – 26 ).
Jujur
Kalau membahas tentang kejujuran emang gak
ada habisnya untuk dibahas, rasa kejujuran wajib kita miliki pada setiap orang
karena tanpa adanya orang jujur mungkin suatu organisme/negara akan rusak dan
hancur, contohnya sudah banyak kasus seperti kasus korupsi di Indonesia, memang
awal tak berasa tetapi lama kelamaan negara kita akan merugi dan bangkrut
karena hal itu. Sifat yang harus dimiliki didalam hidup ini yaitu jujur,apabila
didalam hidup ini tidak ada yang namannya sifat untuk jujur, maka mungkin
orang akan merugikan diri kita sendiri, maka
dari itu kita tanamkan sifat jujur itu didalam diri kia.
Karena
kita dari kecil di ajarkan untuk selalu jujur kepada siapapun, tidak pandang
dia kaya ataupun miskin. Dikehidupan saya sendiri, saya mencoba menerapkan
sifat jujur. Yaitu jujur terhadap diri sendiri dan orangtua saya. Berhubung
saya jauh dari orangtua, saya selalu jujur kepada orangtua saya mengenai
keuangan, aktifitas saya sehari hari ketika berada dikampus atau
dikosan. Bagi saya Pribadi Jujur itu mengacu pada arti penuh kebenaran,
dapat dipercaya dalam segala hal, bertindak dengan adil, dan tulus. Kejujuran
tidak hanya membawa kebaikan untuk orang lain, melainkan juga untuk diri
sendiri. Dengan menjadi jujur, kita merasa damai, tenteram, dan bahagia.
DISIPLIN
Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang
dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya.
1. Mulai Dengan Satu Kebiasaan
Kebanyakan disiplin diri gagal diakibatkan banyakanya hal yang
ingin dicapai sekaligus. Mereka tidak memahami, bahwa disiplin diri dibangun
melalui tindakan nyata. Hal tersebut membutukan waktu dan proses agar bisa
memiliki kebiasaan tersebut.
Ketidaksabaran menjadi penyebab utama seseorang tidak bisa
membangun disiplin diri, terutama atas apa yang mereka inginkan. Mereka
langsung ingin melihat hasil nyata dari usaha yang mereka lakukukan. Mereka
memiliki mental instan yang justru menghambat mereka mencapai sukses dalam
hidup mereka.
2. Komitmen Untuk Memulai
Memulai satu kebiasaan baru memang sangat sulit. Dibutuhkan waktu
untuk bisa membuat kebiasaan ini benar-benar lebih mudah dilakukan. Semua ini
tidak lain karena sifat pikiran. Sifat pikiran yang sulit untuk berubah.
Pikiran akan bertahan untuk melakukan apapun yang ia rasa baik
untuk kita. Hanya menurut pikiran bukan menurut kita secara sadar. Bahkan saat
hal itu tidak baik dalam kehidupan nyata. Itulah mengapa banyak orang sulit
keluar dari zona nyaman mereka, karena pikiran mempersepsikan sebagai ancaman
jika harus keluar dari zona nyaman tersebut.
Kemudahan pembentukan kebiasaan ini hanya berhasil jika komitmen
Anda diwujudkan dalam bentuk nyata tindakan. Untuk membentuk disiplin diri,
Anda harus mau memulai tindakan. Tidak masalah seberapa besar usaha yang Anda
berikan, mulailah untuk bertindak.
3. Bangun Konsistensi Dengan Bertindak
Kesamaan masalah orang banyak dalam membentuk kebiasaan baru
adalah, mereka tidak bisa konsisten dalam bertindak. Dengan bertindak secara
konsisten, perasaan yang tadi begitu berat akan memulai menjadi lebih ringan
saat membentuk disiplin diri.
Dengan bertindak, kita bisa mengukur seberapa jauh perjalanan yang
telah ditempuh. Dengan tindakan semua akan terlihat lebih jelas dan dengan
mudah bagi kita bisa menyusun rencana untuk melakukan tindakan dengan lebih
baik.
Kunci untuk bisa bertindak secara konsisten adalah dengan
mencintai dan menganggap penting apa yang kita lakukan. Ini akan membuat proses
pendisiplinan diri bisa dilakukan jauh lebih mudah dan menyenangkan.
Macam-Macam Disiplin Kerja
Mangkunegara (2001:129) mengutarakan macam-macam displin kerja
dalam organisasi, yaitu yang bersifat preventif dan bersifat korektif:
a. Disiplin Preventif
Pendekatan yang bersifat preventif adalah tindakan yang mendorong
para pegawai untuk taat kepada berbagai ketentuan yang berlaku dan memenuhi
standar yang ditetapkan. Artinya melalui kejelasan dan penjelasan tentang pola
sikap, tindakan dan perilaku yang diinginkan dari setiap anggota organisasi
diusahakan pencegahan jangan sampai para pegawai berprilaku negatif.
b. Disiplin Korektif
Disiplin korektif adalah suatu upaya menggerakan pegawai dalam
menyatukan suatu peraturan dan mengarahkan untuk tetap mematuhi peraturan
sesuai dengan pedoman yang berlaku pada organisasi. Pada disiplin korektif,
pegawai yang melanggar disiplin perlu diberikan sanksi yang sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
Tujuan pemberian sanksi adalah untuk memperbaiki pegawai
pelanggar, memelihara peraturan yang berlaku, dan memberikan pelajaran bagi
pelanggar.
Sumber:
Langganan:
Postingan (Atom)