Tampilkan postingan dengan label @PROYEK01. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @PROYEK01. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2019

"AYO KITA MENGENAL DIRI SENDIRI!!"

MENGENAL DIRI





Apa itu mengenal diri sendiri?

        Psikolog klinis, Ryan Howes Ph.D mengatakan, setiap orang memiliki cara yang unik dan berbeda untuk menghadapi dan menjalani hidupnya. Maka amat penting bagi kita semua untuk memahami perbedaan itu untuk meminimalisir kemungkinan munculnya tekanan yang timbul karena kita tak bisa memahami diri sendiri.
       Mengenal dan memahami diri sendiri adalah suatu hal dalam mengetahui siapa saya; apa yang saya suka; apa yang saya tidak suka; apa yang saya inginkan; apa yang saya percayai; apa kemampuanku; apa kekuranganku.
       Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Setiap orang juga memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda-beda.

Alasan mengenal diri sendiri itu penting
   1.       Mampu menentukan jalan hidup
   2.       Modal hidup bermasyarkat
Di masyarakat kita bertemu dengan banyak sekali kepribadian. Dengan kata lain, cara bersosialisasi dengan mereka pun akan berbeda – beda. Untuk bisa melakukan sosialisasi dengan baik, tentu kita perlu untuk mengenali diri dulu.
   3.       Menemukan solusi tepat
Solusi memang bisa di dapatkan dari mana saja, namun solusi yang paling tepat ialah bersumber dari diri sendiri
   4.       Mengetahui potensi diri
Dengan mengetahui potensi diri, anda bisa mengoptimalkan kesuksesan dalam karir maupun hidup. Untuk menemukan potensi, langkah awalnya ialah dengan menemukan dan mengenal diri sendiri lebih dalam.
   5.       Mencintai diri sendiri apa adanya
Hal ini penting, utamanya disaat kondisi seseorang sedang down / kurang percaya diri. Mengenali diri berarti anda menerima kekurangan dan kelebihan diri, dan terus berupaya melakukan yang terbaik.
Mengenal diri dengan baik juga menghindarkan kita dari pengaruh buruk di luar. Untuk itu, mari kita terus melakukan perbaikan diri dan menjadi diri sendiri.

Apa Manfaat yang Didapatkan Saya dengan Mengenal Diri Sendiri?
1. Mengetahui Tujuan Hidup

Mungkin beberapa dari kita masih belum menemukan tujuan kita hidup di duni sebaiknya berperan sebagai apa. Sebagian dari kita mungkin merasa biasa-biasa saja dalam menjalani hidup seperti orang-orang pada umumnya. Bahkan ada yang merasa hidup yang dijalani sepertinya hampa

Padahal Tuhan telah membekali setiap manusia dengan kelebihannya masing-masing. Manusia yang mampu memfokuskan dirinya terhadap kelebihan yang dia punya dapat memiliki hidup yang terarah, lebih terasa berarti, dan terasa menyenangkan. Dengan begitu seseorang tidak akan bingung dalam membuat keputusan hidup dan jarang mengalami keputusasaan dan kehampaan hidup.

2. Mengetahui Cara Memanfaatkan Kelebihan Diri dan Cara Mengatasi Kekurangan Diri

Banyak dari kita yang sudah mengetahui bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya diri sendiri. Biasanya dari pengalaman hiduplah yang membantu kita mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Dengan mengenali kedua hal tersebut, kita tahu apa yang baik bagi kita dan apa yang tidak baik bagi kita.

Anda menjadi lebih tau peran apa yang perlu Anda ambil dalam kehidupan karena sadar apa saja yang mampu Anda lakukan dan apa saja yang kurang mampu Anda lakukan. Anda juga dapat mengerti dalam mengatasi kekurangan Anda dan tahu apa yang harus Anda hindari dengan mengenal kekurangan Anda.

3. Membantu dalam Menangani Munculnya

Perasaan yang Tidak Menyenangkan dan Menghadapi Situasi yang Sulit. 
Setiap saat kita merasakan berbagai perasaan-perasaan yang muncul dari pengalaman yang kita alami.

Kira-kira apa yang sedang Anda rasakan saat ini? Pusing? Khawatir? Resah? Bersemangat?

Mengenal diri sendiri juga berarti menyadari serta memahami munculnya perasaan-perasaan yang Anda alami. Memahami perasaan yang Anda alami maksudnya Anda tahu penyebab mengapa perasaan itu muncul pada diri Anda.
Misal, mengapa Anda merasa marah, frustasi, takut, atau gelisah terhadap sesuatu. Dengan mengetahui penyebab munculnya perasaan tersebut muncul, Anda dapat mencoba menangani penyebab dari munculnya perasaan tersebut supaya Anda merasa lebih baik.

Banyak orang marah, frustasi, ketakutan, atau gelisah, dan mereka bahkan tidak mengetahui penyebabnya. Mereka terus merasakan tidak enak tanpa mengetahui alasannya dan tidak bisa berbuat banyak tentang hal itu.
Jika Anda mudah mengenali perasaan apa yang muncul dalam hati, akan lebih mudah mengenal perasaan-perasaan tidak enak. Dan tentu saja hal tersebut memudahkan kita untuk menangani emosi-emosi tersebut supaya dapat merasa lebih baik tanpa perlu melampiaskannya terhadap orang lain.

Maka dari itu orang yang mengenal dirinya sendiri tahu cara menghadapi emosi-emosi yang muncul dari dalam dirinya sendiri. Caranya adalah dengan mengetahui hal-hal yang dapat membuat perasaannya menjadi lebih enak.
Anda perlu mengetahui hal-hal apa yang membuat Anda bahagia. Misalnya mensyukuri sesuatu yang telah Anda capai dalam hidup dan yang telah Anda miliki. Melakukan hobi seperti berkebun, menulis, menyanyi juga dapat membuat perasaan Anda teralihkan menjadi lebih baik. Yang penting apa saja yang dapat membuat Anda nyaman dan lebih baik.

 

Bagaimana Cara untuk Mengenal Diri Sendiri?

1. Cobalah tanyakan dan renungkan pada diri Anda sendiri, "siapakah saya?"
Sebutkan apa yang anda suka dan apa yang anda tidak sukai, hobi-hobimu, dan apapun yang muncul di pikiran Anda. Tulislah sebanyak mungkin dan sedetail mungkin dan sesering mungkin.

2. Cobalah hal-hal baru yang belum atau jarang anda lakukan
Seperti yang saya tulis di atas, pengalaman membantu seseorang mengetahui tentang dirinya sendiri. Melakukan hal-hal baru dapat membantu Anda mengenali diri anda sendiri melalui pengalaman yang belum atau jarang Anda lakukan

Tujuannya, siapa tau Anda menemukan suatu hal yang sebenarnya kelebihan yang Anda tidak sadari. Mungkin Anda merasa takut atau canggung saat melakukan hal yang belum pernah Anda lakukan karena mungkin muncul perasaan takut gagal dan sejenisnya
Hal tersebut tidak apa-apa, Anda tidak perlu memaksakan diri Anda sendiri, lakukan saja saat Anda merasa lebih baik. Anda coba fokuskan dan tanamkan perasaan Anda bahwa wajar jika Anda tidak selalu berhasil dan Anda juga tidak selalu gagal. Dan wajar juga saat melakukan hal yang baru sering menemui kendala, semua orang banyak yang begitu awalnya. Jadi urusan mau gagal atau berhasil tidak usah terlalu Anda pikirkan, enjoy saja.

3. Mengikuti Psikotes
Kadang beberapa dari kita menganggap psikotes hanya berguna untuk orang-orang yang bermasalah pikirannya. Sebenarnya psikotes dapat membantu kita dalam memahami diri sendiri melalui uji tes keadaan psikis kita.
Psikotes dapat menjelaskan sifat-sifat diri Anda sendiri, menjelaskan apa yang baik dan buruk berdasarkan kepribadian Anda, cara untuk mencapai target-target hidup Anda berdasarkan kelebihan dan kekurangan yang Anda miliki, menjelaskan bakat dan tujuan hidup yang sebaiknya Anda jalani, membantu Anda dalam menjelaskan dan menghadapi perasaan-perasaan serta situasi yang menyulitkan Anda, dan juga menjelaskan orang-orang yang seperti apa yang perlu Anda dekati untuk menjadi sahabat Anda yang sefrekuensi

Psikotes dapat menjelaskan data-data tersebut dengan rinci dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah keakuratannya. Pilihlah lembaga psikologi yang memang kredibel dalam menyajikan hasil psikotes.

4. Cobalah Anda sering-sering membaca buku atau bacaan tentang pengembangan diri. Dengan membaca pemikiran dari orang lain, siapa tahu Anda menemukan sesuatu hal yang cocok pas untuk Anda dan menjadikannya bagian dari diri Anda sendiri. Maksudnya, seperti Anda membaca quotes dari Bapak Mario Teguh yang cocok dengan keadaan Anda, Anda dapat menjadikan pemikiran quotes Mario Teguh tersebut menjadi bagian pembentuk diri Anda sendiri

5. Syukuri kesuksesan apa yang telah Anda capai selama hidup Anda dan syukuri pada masalah-masalah yang telah kamu lewati sejauh ini. Dengan bersyukur Anda akan merasa lebih baik dengan diri Anda sendiri dan lebih mengingat apa saja yang telah Anda lalui sampai sejauh ini

6. Sering- seringlah berinstropeksi terhadap diri Anda sendiri. Merenungi dan menyelami ke dalam diri Anda sendiri. Berbicaralah dengan diri Anda sendiri. Percakapan antara "Aku" dan "Saya" dalam diri Anda dapat membantu Anda mengenali diri Anda sendiri

7. Pererat hubungan Anda dengan Tuhan. Apapun keyakinan yang Anda yakini, Anda pasti sadar segala sesuatu berasal dari Tuhan dan kembali kepada Nya. Anda juga berasal dari Nya dan diciptakan Nya tidak secara asal-asalan.

Tentunya Tuhan lebih mengerti diri Anda sendiri daripada siapapun karena Ia sendiri lah yang menciptakan Anda. Dengan mempererat hubungan Anda dengan Tuhan, Anda akan lebih mengetahui diri Anda sendiri melalui komunikasi dan bimbingan Nya lewat pengalaman yang Anda alami.
Bisa dikatakan, Kecerdasan Memahami Diri Sendiri adalah persoalan pengenalan diri. Percaya atau tidak…, mengenal diri sendiri itu lebih penting dari kecerdasan apapun? Kenyataannya memang demikian, cerdas memahami diri sendiri adalah kunci.

Kalau kamu mengenal siapa dirimu dan masa depan seperti apa yang kamu inginkan, kamu akan lebih dapat melaksanakan hal-hal yang telah kamu tetapkan. Satu lagi, kalau kamu cerdas memahami diri sendiri, kamu akan lebih mudah membangun intelijensi-intelijensimu yang lain.


Tanda Seseorang Telah Mengenal Dirinya Sendiri
Orang yang memahami dirinya sendiri lebih dapat membuat keputusan keputusan yang tepat dalam kehidupannya sendiri karena ia tahu apa yang baik dan tidak baik bagi dirinya sendiri. Mereka lebih punya pendirian teguh dan tidak terpengaruh apa kata orang.
Karena mereka percaya hanya dirinya sendiri yang paling mengerti apa yang baik dan buruk bagi dirinya sendiri.

Orang yang telah memahami dirinya sendiri mengetahui peran sosial apa yang cocok bagi dirinya, karir apa yang menunjang dengan keadaan dirinya, tujuan hidupnya. Dengan mengetahui passion, minat, dan bakat dari diri sendiri, seseorang dapat membuat keputusan yang tepat untuk membuat hidupnya menjadi lebih berarti dan lebih menyenangkan.

Karena sesungguhnya jika seseorang melakukan hal yang disukai dan dibayar tentu adalah suatu kesenangan tersendiri yang tidak mudah ditemui dari kesenangan manapun
Tidak ada orang yang merasa stres saat melakukan suatu hal yang dia sukai, justru ia akan terus meningkatkan skill nya pada bidang pekerjaan yang ia sukai tersebut. Jika ia menemukan kesulitan dalam hal tersebut, ia akan menganggapnya sebagai tantangan bukan sebagai halangan yang dapat memicu stres.

Orang yang telah memahami dirinya sendiri tidak terlalu perlu pengakuan dari orang lain lagi. Karena ia telah menerima dirinya apa adanya, menerima segala kekurangan dan kelebihan dirinya sendiri. Mengakui dan menerima kekurangan diri sendiri, fokus dan mengasah kelebihan diri sendiri. Ia tidak terlalu kecewa jika ketika dia mengalami penolakan dan ejekan dari orang lain.

Orang yang telah memahami dirinya sendiri akan selalu berusaha mencari tahu kegagalan yang terjadi pada target hidupnya. Mereka tidak akan putus asa dalam menghadapi kegagalan. Tetapi mereka tidak akan bersikap terlalu keras pada dirinya sendiri, mereka akan mengambil waktu untuk merenungkan mengapa ia tidak merainya.

Merenung memikirkan strategi dalam mencapai targetnya dengan mengkaji lebih dalam potensi-potensi dalam dirinya yang ia punya.
Jika sudah mentok pun mereka sudah tidak terlalu kecewa, karena mereka dapat belajar dari kegagalan mereka untuk semakin mengenal diri mereka sendiri. Karena mereka sadar segalanya belum tentu berjalan seperti yang ia mau, tetapi ia selalu dapat mengambil pelajaran dari keberhasilan maupun kegagalan.

Orang yang telah memahami dirinya sendiri cenderung tidak terlalu terbawa larut dengan suasana yang dialaminya. Saat masa senang ia tidak terlalu larut dengan kesenangannya. Saat susah ia tidak terlalu mengambil pusing kesusahannya.
Bagi ia segala urusan yang dialami dalam hidup datang dan kembali dari Tuhannya. Tugas ia hanya menjalani hidup sebaik-baiknya. Sikap ikhlas dalam segala urusannya adalah sudah menjadi kebiasaannya sehari-hari.




DAFTAR PUSTAKA

Seperti Apa Saya ?

Satria Hotma Hizkia @N19-SATRIA












                                                   



                                                             Seperti Apa Saya?

                                                                   Abstrak
            Bertanya tentang diri sendiri pasti pernah dilakukan oleh setiap manusia dalam hati dan pikirannya. Seseorang sering mendapat jawaban tentang dirinya dari orang-orang terdekat seperti keluarga, guru dan sahabat. Pengenalan diri merupakan kemampuan seseorang untuk melihat kekuatan dan     kelemahan yang ada pada dirinya sehingga dapat melakukan respon yang tepat terhadap tuntuan yang muncul dari dalam maupun dari luar. Assessment adalah suatu penilaian yang komprehensif dan melibatkan anggota tim untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan. Pengenalan diri dan penilaian diri adalah dua hal harus dikaitkan jika seseorang ragu dalam menjalani hidupnya

1.      Pendahuluan
            Bertanya tentang diri sendiri pasti pernah dilakukan oleh setiap manusia dalam hati dan pikirannya. Dari pertanyaan itu tentu ada jawaban yang mampu membuat diri semakin maju lewat evaluasi terhadap diri sendiri, namun tentu ada juga jawaban sebaliknya yang justru mengintimidasi diri sehingga sulit untuk maju karena terperangkap oleh jawaban itu serta menimbulkan penyesalan tanpa ada kemauan untuk berubah.
            Seseorang sering mendapat jawaban tentang dirinya dari orang-orang terdekat seperti keluarga, guru dan sahabat. Perkataan dan penilaian mereka sudah banyak membuat perubahan dan penyesalan pada diri seseorang karena selain dia sendiri yang mengenal tentang dirinya, ternyata mereka juga paham tentang sifat,karakter,dan bagaimana saya.
2.      Permasalahan
            2.1 Apakah dampaknya pengenalan diri bagi seseorang ?
            2.2 Apakah dampaknya penilaian diri bagi seseorang ?
            2.3 Apa implikasi penilaian diri terhadap pengenalan diri ?
3.      Pembahasan

3.1  Pengenalan Diri
                 Pengenalan diri merupakan kemampuan seseorang untuk melihat kekuatan dan       kelemahan yang ada pada dirinya sehingga dapat melakukan respon yang tepat terhadap     tuntuan yang muncul dari dalam maupun dari luar. Pengenalan diri dikatakan        Noesjirwan (Koentjoro,1989) merupakan langkah yang diperlukan orang untuk dapat          menjalankan kehidupan ini secara efektif.
                 Tentunya respon yang akan dilakukan ketika berada dalam lingkungan masyarakat akan berbeda ketika seseorang berada dalam lingkungan yang lain misalnya lingkungan keluarga, pertemanan, lingkungan studi, dan sebagainya.

3.2  Penilaian Diri
              Assessment adalah suatu penilaian yang komprehensif dan melibatkan anggota tim untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan yang mana hsil keputusannya dapat digunakan untuk layanan pendidikan yang dibutuhkan anak sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran. (Robert M Smith (2002)
     
      Penilaian diri saat di bangku sekolah bisa menjadi tolak ukur lanjutan bagi seseorang untuk dapat mengenal dirinya. Pada proses penilaian diri seseorang akan mengetahui sifat-sifat dan karakter dirinya sendiri, dari hasil itu akan ada kemungkinan bahwa setiap dari mereka yang melihat secara rinci akan merenenungkan tentang diri mereka sendiri.

3.3  Implikasi penilaian diri terhadap pengenalan diri
              Jika pada konsep pengenalan diri membuat sesorang paham akan bagaimana dia berlaku, maka pada konsep penilaian diri membuat seseorang paham akan bagaimana karakter dan sifat yang dia miliki. Dari dua pemahaman konsep ini, akan tercipta sinergi dan membuat seseorang lebih yakin dalam menjalani hidupnya.


4.      Pembahasan
              Pengenalan diri dan penilaian diri adalah dua hal harus dikaitkan jika seseorang ragu dalam menjalani hidupnya. Karena pemahaman pada dua konsep tersebut akan terimplementasikan dengan sendirinya pada kehidupan seseorang ketika sedang menjalani kehidupan sehari-harinya. Sehingga dia tidak akan bingung lagi bagaimana harus bersikap dan bertindak, bahkan dia akan paham mengenai dirinya tanpa harus mempertanyakan lagi “siapa saya?”

5.      Referensi
    Elihami. 2018. Konsep Pengenalan Diri.
                                                             












Mengenal diri

Mengenal diri sendiri merupakan aspek penting untuk menikmati hidup yang damai dan bahagia. Agar bisa mengenal diri sendiri sebaik mungkin, tentukan sifat yang menjadi keunikan Anda. Selain itu, melakukan refleksi dan meditasi setiap hari merupakan cara tepat mengenal indentitas Anda. Seiring waktu, Anda bisa memanfaatkan semua informasi yang diperoleh untuk menjalin hubungan yang akrab dan bermakna dengan diri sendiri. Bersikaplah jujur kepada diri sendiri. Mengenal diri sendiri berarti menerima berbagai aspek yang membentuk identitas, kepribadian, dan keberadaan Anda. Langkah ini membantu Anda mengetahui semua aspek kepribadian yang Anda miliki, bukan untuk mengkritik diri sendiri. Bersiaplah mengetahui hal-hal baru tentang Anda.
·        Saat mengevaluasi diri sendiri, amati hal-hal yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Perasaan ini bisa menjadi petunjuk bahwa Anda sedang menghindari sesuatu. Apakah Anda memiliki sifat yang perlu diperbaiki? Jika ada, apa yang perlu dilakukan untuk mengubahnya?
·        Sebagai contoh, jika Anda tidak menyukai diri sendiri saat bercermin, cari tahu penyebabnya. Apakah karena penampilan atau usia Anda? Tentukan apakah pemicunya bisa diatasi.
Ajukan pertanyaan bijak kepada diri sendiri. Cara ini membantu Anda menentukan apa yang membuat Anda merasa bahagia atau tertekan. Selain itu, Anda bisa memanfaatkan informasi yang diperoleh untuk mengisi waktu dengan melakukan aktivitas yang bermanfaat atau mencapai tujuan. Jawablah pertanyaan berikut.[1]
·        Apa hobi Anda?
·        Apa cita-cita atau tujuan hidup Anda?
·        Apa yang ingin Anda wariskan?
·        Apa yang paling tidak Anda sukai dari diri sendiri?
·        Apa kesalahan yang pernah Anda lakukan?
·        Apa persepsi orang lain tentang Anda? Apa persepsi yang Anda harapkan dari mereka?
·        Siapa tokoh panutan Anda?
Dengarkan baik-baik suara hati Anda. Suara hati mengekspresikan perasaan dan keyakinan Anda. Suara hati akan berbicara saat terjadi sesuatu yang menjengkelkan atau menyenangkan. Belajarlah mendengarkan suara hati. Apa yang ingin disampaikan kepada Anda? Apa pesannya tentang orang lain di sekeliling Anda?[2]
  • Berdirilah di depan cermin sambil mendeskripsikan diri sendiri. Anda boleh mengucapkannya secara verbal atau di dalam hati. Apakah Anda mengatakan hal-hal positif atau negatif tentang diri sendiri? Apakah Anda terfokus pada penampilan atau tindakan? Apakah Anda memikirkan kesuksesan atau kegagalan?
  • Saat muncul pikiran negatif, jangan diteruskan. Alih-alih, tanyakan kepada diri sendiri mengapa Anda berpikir seperti itu? Mencela atau mengkritik diri sendiri menunjukkan bahwa Anda sedang mempertahankan diri dari pikiran yang tidak menyenangkan.
  • Pikiran positif atau negatif menunjukkan seperti apa Anda memersepsikan diri sendiri. Jika citra diri tersebut tidak sesuai dengan yang diinginkan, berusahalah memperbaiki diri atau belajar berperilaku positif.
Tulislah jurnal setiap hari. Menulis jurnal membantu Anda mengetahui motivasi, emosi, dan keyakinan Anda. Dengan demikian, Anda mampu mengambil keputusan yang bijaksana. Sisihkan waktu beberapa menit sehari untuk menulis semua yang Anda lakukan, rasakan, dan pikiran sepanjang hari. Jika terjadi hal-hal negatif, catatlah mengapa pengalaman tersebut memengaruhi Anda. Jika Anda melakukan kesalahan, tentukan cara menjalani hidup dengan melakukan tindakan yang benar.[3]
  • Temukan pola tertentu melalui catatan harian. Setelah beberapa waktu, Anda akan menyadari adanya kebutuhan dan keinginan tertentu yang muncul berulang-ulang.
  • Tulislah semua yang terpikirkan. Tulisan tangan bisa mengungkapkan pikiran bawah sadar sehingga Anda mampu menentukan pikiran yang memicu masalah.
  • Selain itu, Anda bisa menggunakan pertanyaan sebagai panduan menulis jurnal, misalnya pertanyaan yang meminta Anda menjelaskan aspek tertentu dari kepribadian atau kebiasaan Anda.
Belajarlah memusatkan perhatian saat menjalani keseharian. Saat memusatkan perhatian, Anda mengalami sepenuhnya apa yang sedang terjadi sehingga mampu menyadari setiap pikiran yang muncul dan tindakan yang dilakukan. Selain bermeditasi rutin, Anda perlu berlatih agar mampu memusatkan perhatian. Hal terpenting dari latihan ini adalah kemampuan memusatkan perhatian pada diri sendiri dan kehidupan yang sedang Anda jalani.[4]
  • Sisihkan waktu untuk menenangkan pikiran dan mengamati sensasi yang dialami oleh kelima indra. Apa yang Anda sentuh, kecap, dengar, lihat, dan cium?
  • Jangan menyantapi makanan sambil menatap layar komputer atau teve. Alokasikan waktu khusus untuk makan sambil menikmati rasa makanan, teksturnya, suhu udara di ruang makan, dan sensasi yang muncul setiap kali Anda mengunyah makanan.
  • Sisihkan waktu beberapa menit sehari hanya untuk beristirahat dan mengamati suasana di sekeliling Anda. Berusahalah memperhatikan sebanyak mungkin sensasi yang muncul. Apa yang Anda dengar, rasakan, kecap, dan cium?
  • Saat muncul respons emosional, tanyakan kepada diri sendiri mengapa Anda mengalaminya dan apa pemicunya.
    •  
Deskripsikan penampilan Anda. Tulislah kata sifat yang menggambarkan penampilan Anda. Jika sudah selesai, baca lagi sambil menentukan apakah catatan Anda berisi hal-hal positif atau negatif. Jika Anda mendeskripsikan penampilan fisik dari aspek negatif, pikirkan cara menghargai tubuh Anda. Penghargaan pada tubuh membuat Anda mampu menghargai berbagai aspek lain dalam kehidupan sehari-hari.[5]
·        Ubahlah persepsi negatif tentang diri sendiri menjadi persepsi positif. Contohnya, jika tahi lalat di dagu membuat Anda merasa minder, anggaplah hal ini sebagai daya tarik. Ingatlah bahwa banyak aktris memiliki tahi lalat yang membuat mereka terlihat lebih menarik.
·        Berusahalah mengubah hal-hal tidak menyenangkan yang bisa diubah. Contohnya, jika Anda merasa tidak percaya diri karena berjerawat, berkonsultasilah dengan dokter kulit atau belajarlah merias wajah untuk menyamarkan jerawat.

Siapa sih sebenarnya saya ini ?




Oleh: Andi Muhamad Iskandar ( @P16-ANDI )


Mungkin banyak dari kita yang sampai saat ini masih mempertanyakan jati dirinya yang sebenarnya, atau juga mungkin banyak dari kita yang sampai saat ini masih belum memgenal siapa dirinya yang sebenarnya. Banyak orang berpikir dan selalu beranggapan bahwa mengenal lebih banyak orang akan memberikan peluang untuk membuka jaringan yang lebih luas. Namun terkadang lupa mengenali diri sendiri sehingga potensi maupun kelemahan tidak teridentifikasi dengan baik. Akhirnya apa yang menjadi kekuatan pun sulit di maksimalkan dan terkesan tertutupi.
Terkadang kita terlalu sibuk untuk bergaul dan mencari serta mengenal sebanyak-banyaknya orang disekitar kita. Kita pun disibukan dengan mencari-cari kelemahan orang lain akan tetapi lupa pada diri sendiri akhirnya yang terjadi justru tidak mengenali diri sendiri bahkah tidak menjadi diri sendiri. Belajar Mengakui Kelemahan tidak membuat kita menjadi lemah dihadapan orang lain, dan dari sinilah kemampuan kita akan semakin terasah.
Ada banyak sekali cara mengenal diri sendiri yang dapat kita lakukan dengan hal sederhana , serta dapat menjadi diri sendiri baik dari pemikiran, perasaan maupun tindakan. Banyak sekali keuntungan yang akan kita dapatkan bila kita menjadi diri sendiri, sedangkan bila kita selalu meniru orang lain yang mungkin lebih sukses, kita akan kehilangan jati diri serta memiliki kecendrungan untuk menjadi peniru/plagiat.
• Kenali Diri Sendiri
cara yang dapat dilakukan untuk mengenali diri sendiri
1. Kenali Diri Sendiri Melalui Visualisasi dan Indra Penglihatan
Cara paling mudah melalui metode visualisasi, perhatikan apa yang kita lihat dan sering kita jumpai. Bila kita merasakan getaran/vibrasi yang cocok dan sesuai dan kita cenderung merasa nyaman pasti disitulah kegemaran kita. Gambaran melalui pandangan mata kita adalah alat paling canggih untuk mendeteksi keinginan kita, bahkan lebih canggih dari alat manapun.
2. Kenali Diri Sendiri Melalui Perasaan
Alat pendeteksi tercanggih yang telah diciptakan Tuhan untuk manusia adalah perasaan. Perasaan yang kita miliki tidak dapat digantikan dengan alat tercanggih sekalipun didunia ini, untuk alasan inilah manusia diciptakan dengan memiliki perasaan. Perasaan inilah yang dapat menggambarkan diri kita, apakah kita memiliki perasaan halus, sensitif atau justru sebaliknya.
3. Kenali Diri Sendiri Melalui Pikiran
Pikiran memiliki kekuatan dasyat yang dapat mengubah apapun. Untuk alasan inilah banyak motivator mengatakan bahwa kunci dari kesuksesan adalah pikiran. TheSecret Power Of  The Think, kira-kira seperti inilah gambaran kekuatan pikiran kita yang penuh dengan rahasia dan misteri.

Manfaat dan tujuan mengenali diri sendiri
1. Mampu Menentukan Jalan Hidup.
2. Mudah Mencari Solusi.
3. Membantu Berkompromi dengan Diri Sendiri.
4. Mampu Hidup Bermasayarakat.
5. Mampu Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan.
6. Mampu Menerima Kondisi Diri.
7. Mampu Mengetahui Potensi Diri.

Kesimpulan
Penting bagi kita untuk mengenal diri kita sendiri karena itu merupakan pondasi terkuat untuk Pengembangan Diri. Kenali pula diri kita dari kelemahan maupun kekuatan agar kita dapat memaksimalkan potensi yang kita miliki dan dapat mengelola kelamahan menjadi kekuatan. Apabila kita berhasil mengenali diri sendiri maka besar kemungkinan kita akan mampu menguasai serta mengendalikan diri. Ingatlah selalu bahwa Orang yang Menghalangi Kita Adalah Diri Kita Sendiri, jadi kalahkan musuh terbesar dalam diri kita untuk mencapai sukses.


Daftar pustaka
https://bejanakehidupan.com/cara-mengenali-diri-sendiri/
https://www.google.com/amp/www.psikoma.com/pentingnya-mengenali-diri-sendiri/

YUK, KENALI POTENSI DIRI


Oleh : RAMA NUR HIDAYAT
(@N01-RAMA)


Menurut John Robert Powers (1977),  konsep diri adalah ‘kesadaran dan pemahaman terhadap dirinya sendiri yang meliputi ; siapa aku, apa kemampuanku, apa kekuranganku, apa kelebihanku, apa perananku, dan apa keinginanku’ Konsep diri menjadi dasar perilaku hidup sehari-hari yang disadari. Kesadaran dan pemahaman akan dirinya semakin mencerminkan prinsip hidup dan kehidupannya. Salah satu yang harus kita tahu adalah ‘apa kemampuanku?’ atau potensi diri kita. Pengertian potensi diri menurut para ahli adalah suatu bentuk keahlian, kepandaian, serta kekuatan seseorang baik itu yang terlihat atau yang tidak terlihat dan belum digunakan secara maksimal. Setiap orang pasti memiliki kemampuan potensi diri dalam dirinya. Entah itu yang nampak ataupun yang masih tersembunyi di dalam diri. Dengan kita mengetahui kemampuan potensi dalam diri kita sendiri, akan memberikan banyak manfaat dalam kehidupan. Seperti dalam pendidikan, mencari pekerjaan, dan apa yang kita ingin lakukan di masa depan. Kita bisa melihat contohnya ketika seorang calon mahasiswa ingin mendaftar kuliah, mereka pasti akan disuruh untuk mengambil sebuah jurusan. Kebanyakan para mahasiswa tidak mengenali potensi dalam dirinya sehingga salah dalam memilih jurusan, hal ini mengakibatkan kegiatan kuliah mereka terganggu. Untuk itulah mengapa pentingnya menggali potensi diri agar kita dapat menghindari kejadian yang seperti itu.

Pengalaman saya tentang pengenalan diri sendiri adalah saya terus mengasah kemampuan dalam berolahraga. Dan suatu ketika saya merasa saya mempunyai kelebihan di futsal dibandingkan olahraga lainnya. Lalu saya coba terus berlatih dan bertanding futsal bersama teman-teman saya, karena saya percaya bakat dan potensi yang saya miliki akan bagus bila terus diasah. Sekarang pun saya yakin akan kemampuan saya dalam bermain futsal. Maka dari itu saya mengikuti ukm futsal di kampus untuk terus mengasah bakat dan potensi saya dalam bermain futsal.

Cara Mengetahui Potensi Diri Sendiri
1. Sadari impian kita
Kita semua sebagai manusia pasti memiliki impian yang ingin diwujudkan. Terkadang potensi diri dapat berasal dari sebuah impian. Dengan menyadari impian akan membuat kita mengetahui potensi dalam diri Anda sendiri.
2. Ketahui hal yang kita suka
Setiap orang pasti memiliki beberapa hal yang mereka suka dan pasti orang tersebut akan melakukan segala hal untuk melakukan apa yang disukainya. Meskipun hal tersebut terjadi dalam keadaan yang sempit dan tidak memungkinkan. Biasanya di dalam hal-hal yang kita suka inilah terdapat potensi diri yang luar biasa kita miliki.
3. Ketahui hal yang membuat kita asyik dan nyaman
Pasti ada suatu hal yang terbiasa kita lakukan tanpa bosan. Kita merasa nyaman dan mampu untuk melakukannya selama mungkin. Ketika kita mengerjakannya begitu mengasyikan dan seperti tanpa beban dalam mengerjakannnya. Hal tersebut jika kita dalami bisa saja menjadi potensi diri yang kita cari.
4. Bertanya kepada orang lain
Apabila kita menilai diri kita sendiri, pasti penilaiannya akan kurang tepat. Itu karena setiap orang akan bersikap objektif terhadap dirinya sendiri. Mintalah bantuan kepada orang lain seperti keluarga, sahabat, orang di sekitar untuk mengetahui potensi diri sendiri. Jangan malu untuk melakukannya karena ini untuk kebaikan kita sendiri.

Kesimpulannya kita hidup janganlah seperti air yang hanya mengikuti kemanakah arah alirannya saja, tetapi kita harus mampu mengambil langkah yang sesuai dengan keinginan diri sendiri. Berusahalah untuk menjadi diri sendiri dan ketahuilah potensi Anda. Orang yang mampu mengetahui dan mengembangkan diri sendiri dalam dirinya akan mampu meraih kesuksesan dalam kehidupan.

Sumber 

Minggu, 08 September 2019

KENALILAH DIRIMU



Disusun oleh : Adetha Muhammad Dzulfaqar (@N11-Adetha)









         Socrates pernah berkata "kenalilah dirimu". Mengapa harus seperti itu? Bagaimana kita sampai tidak kenal dengan diri kita sendiri? Mungkin banyak orang menganggap mengenal diri mereka sendiri. Sehingga tidak membutuhkan apa kata orang lain. Tetapi, hal ini harus diuji. Kalau benar seseorang mengenal dirinya sendiri, maka ia tidak perlu hidup dari opini orang lain tentang dirinya. Sekalipun orang lain berkata sesuatu tentang dirinya, ia tidak akan terpengaruh. Namun, jika ia sampai terpengaruh dan sibuk memikirkan apa kata orang tentangnya, maka orang tersebut belumlah mengenal dirinya sendiri. Ia tidak lulus ujian. Apakah penting kita mengenal diri sendiri? Tentu sangat penting. Ini adalah langkah awal untuk mengenal dunia luar dan mengevaluasi diri secara terus-menerus. 

Pengertian konsep diri menurut para ahli
·         Konsep diri adalah konsep yang dimiliki individu tentang dirinya sebagai makhluk fisik, sosial, spiritual, atau moral (Kreitner dan Kinicki). Pengertian ini mengandung makna bahwa konsep diri merupakan cara seseorang memandang diri sendiri dari dalam maupun dari luar dirinya. Konsep diri memengaruhi seseorang mengambil keputusan moral, seperti memilih melakukan yang baik daripada yang jahat atau sebaliknya. Konsep diri juga memengaruhi seseorang berelasi dengan orang lain.
·         Konsep diri adalah gambaran yang dimiliki orang tentang dirinya (Hurlock). Konsep diri ini merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki orang tentang dirinya sendiri, yang berkaitan dengan karakter fisik, psikologis, sosial, emosional, aspirasi serta prestasi. Definisi ini lebih detail menjelaskan tentang konsep diri. Mulai memahami diri dari dalam hingga pencapaian diri.
·         Konsep diri adalah suatu keyakinan atau evaluasi diri individu tentang siapa dirinya dan bagaimana merasa dirinya sebagai makhluk fisik, sosial dan spritual yang berbeda pada berbagai situasi (Wibowo). Pandangan ini tidak jauh berbeda dengan pandangan sebelumnya tentang konsep diri.
            Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa konsep diri adalah pandangan diri tentang diri sendiri dalam segi fisik, psikologis, intelektual dan sosial. Konsep diri memerlukan usaha secara sadar. Orang yang mabuk karena minuman keras tidak mungkin mengenal dirinya sendiri. Orang mabuk tidak bisa mengontrol diri sendiri termasuk di depan publik. Jadi, orang yang mengenal diri adalah orang yang berusaha secara sadar. Kesadaran adalah syarat penting untuk mengenal diri. Jadi mengenal diri yaitu suatu keberhasilan memahami hal-hal yang penting tentang diri sendiri, yang membantu dalam usaha membangun sikap baik dan positif pada diri sendiri, mau menerima dan mengembangkan diri sendiri.
Manfaat dan Tujuan Mengenal Diri       

·         —Diharapkan mampu mengelola diri, menerima diri apa adanya, mengembangkan kekuatan dan mengatasi kelemahan dengan baik. Dengan demikian akan menjadi pribadi yang bermental tangguh-kuat-sehat, memiliki integritas diri, mandiri, kreatif, dan inovatif serta termotivasi dari dalam. Kondisi seperti ini memudahkan seseorang meraih sukses dan berkontribusi positif dalam kehidupan.
·         —Tujuan dan manfaat mengenal diri harus dikaitkan dengan tugas manusia mengembangkan dirinya dengan akhlak mulia. Ciri khas manusia adalah bereksistensi yang secara terus menerus berada dalam proses menjadi diri sendiri. Manusia adalah sesuatu yang “sudah” dan sekaligus “belum”, yang “faktual” dan yang “potensial”; suatu realitas yang masih harus dibentuk terus menerus melalui proses pembelajaran tanpa henti, tanpa akhir, selama eksistensi manusia itu masih ada.
·         —Usaha seseorang merealisir banyak kemungkinan (potensial) tentang dirinya harus didasarkan pada kenyataan faktual dirinya. Data faktual ini berfungsi sebagai pengarah; keberhasilannya mewujudkan apa yang potensial, tidak lain karena apa yang dia miliki sebelumnya, juga sebagai pembatas; tidak semua kemungkinan dapat diwujudkan.


            Cara Mengenal Diri, melalui:

  • ·         Sejarah perkembangan diri (evolusi perkembangan fisik, masa pranatal-4 tahun dengan menanyakan pada orang tua)
  • ·         Penelusuran bakat dan kepribadian (melalui tes; setiap orang, selain merupakan perpaduan dari berbagai tipe, juga memiliki sifat dominan dan khas)
  • ·         Pengalaman sehari-hari; sabar/tidak dalam antrian, kegigihan dalam mengejar cita, ketekunan dalam menjalankan tugas, kesetiaan menepati janji, kepekaan terhadap lingkungan, dll. Tinjau kembali pengalaman-pegalaman tersebut.
  • ·         Kebersamaan dengan orang lain; untuk membandingkan dengan orang lain, apa perbedaan-persamaan, dan di mana kekhususan kita; bagaimana diri kita (sikap, tutur kata, dll)
  • ·         Kaca mata orang lain; penilaian orang lain lebih obyektif
  • ·         Tes psikologi
  • ·         Refleksi pribadi; caranya dengan rekoleksi, tafakkur, tahajud, wirit, puasa dll


            Perpaduan dari berbagai cara mengenal diri, dapat memberi pemahaman yang semakin baik tentang diri. pemahaman yang semakin baik sangat membantu untuk menerima dan mengembangkan diri kita sendiri.



Daftar Pustaka :