Tampilkan postingan dengan label @P22-IVAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @P22-IVAN. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 September 2019

tanggung jawab


  1. OLEH: IVAN JATI PURNOMO @P22-IVAN

TANGGUNG JAWAB

Pengertian tanggung jawab secara umum adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban. tanggung jawab adalah sebuah perbuatan yang dilakukan oleh setiap individu yang berdasarkan atas kewajiban maupun panggilan hati seseorang. Yaitu sikap yang menunjukkan bahwa seseorang tersebut memiliki sifat kepedulian dan kejujuran yg sangat tinggi.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah merupakan bagian dati kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu.
Arti tanggung jawab juga dapat diartikan seperti ini. Tanggung Jawab adalah kesadaran diri manusia terhadap semua tingkah laku dan perbuatan yang disengaja atau pun tidak di sengaja. Tanggung jawab juga harus berasalah dari dalam hati dan kemauan diri sendiri atas kewajiban yang harus di tanggung jawabkan. Contohnya adalah seorang mahasiswa, seorang mahasiswa memiliki kewajiban untuk belajar agar mahasiswa itu sendiri dapat bertanggung  jawab atas hasil nya nanti apakah dia akan mendapat nilai A,B,C,D,atau E dan setelah lulus nanti mahasiswa harus bertanggung jawab atas kehidupannya sendiri. Tanggung jawab juga merupakan suatu kesadaran dari manusia akan perilaku ataupun perbuatan yang disengajai dan juga tidak disengajai mereka. Tanggung jawab memiliki sifat kodrati, yang mana berarti telah menjadi separuh dari bagian kehidupan manusia, karena setiap orang juga pasti memiliki beban akan tanggung jawabnya.
Dan jika ia tidak ingin bertanggung jawab, maka nantinya ada pihak lainnya yang akan memaksakan suatu tanggung jawab tersebut. Dengan begitu, tanggung jawab tersebut juga bisa dilihat melalui dua sisi, yakni dari pihak yang berbuat dan juga dari kepentingan pihak lain.
Suatu tanggung jawab juga merupakan suatu ciri dari manusia yang berbudaya dan juga beradab. Setiap manusia merasa memiliki tanggung jawab disebabkan ia sudah menyadari akibat yang baik ataupun buruk dari perbuatannya tersebut, dan juga sudah menyadari juga bahwasanya pihak lain yang sangat memerlukan, pengabdian ataupun pengorbanannya.
Agar dapat mendapatkan hasil atau meningkatkan suatu kesadaran dalam bertanggung jawab, maka sangat diperlukan untuk menempuh usaha yang melalui penyuluhan, pendidikan, dan juga ketakwaan terhadap Tuhan.
Untuk lebih memahami apa yang dimaksud dengan tanggung jawab, Anda dapat mengacu pada pendapat para ahli mengenai pengertian tanggung jawab dibawah ini. Berikut pengertian tanggung jawab menurut para ahli :
1. Menurut Friedrich August von Hayek
Friedrich August von Hayek berpendapat bahwasanya istilah dari tanggung jawab biasanya hanya digunakan untuk menutupi tanggung jawab tersebut. Tanggung jawab dan kebebasan adalah dua hal yang tak dapat dipisahkan.
Karena orang yang bisa bertanggung jawab akan tindakannya dan juga dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya itu cuma orang yang bisa mengambil keputusan dan juga mampu bertindak tanpa adanya tekanan dari pihak manapun ataupun secara bebas.
2. Menurut George Bernard Shaw
George Bernard Shaw berpendapat bahwasanya pengertian dari tanggung jawab adalah setiap orang yang mampu menerapkan segala pengetahuan dan juga energinya ke dalam be g efektif, serta dapat berguna apabila mereka sendiripun juga harus menanggung akubat dari apa yang dilakukannya. Baik dalam hal keuntungan dan juga kerugian.
3. Menurut Carl Horber
Carl Horber berpendapat bahwasanya pengertian dari tanggung jawab adalah setiap orang pasti memiliki kemungkinan di beberapa situasi pada kewajiban moral ataupun hukum untuk dapat bertanggung jawab kepada orang lain.

1.    Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggungjawab terhadap diri sendiri menentukan kesedaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia peribadi. Dengan demikian bisa memevahkan masalah-masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri menurut sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral, tetapi manusia juga pribadi. Karena merupakan seorang pribasi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, berangan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan itu manusia berbuat dan bertindak. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik yang sengaja mahupun yang tidak.
Menurut sifatnya manusia adalah makhluk bermoral. Akan tetapi manusia juga seorang pribadi, dan sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, angan-angan untuk berbuat ataupun bertindak, sudah barang tentu apabila perbuatan dan tindakan tersebut dihadapan orang banyak, bisa jadi mengundang kekeliruan dan juga kesalahan. Untuk itulah agar maanusia itu dalam mengisi kehidupannya memperoleh makna, maka atas diri manusia perlu diberi Tanggungjawab.

Contoh TanggungJawab Terhadap diri sendiri
Misalnya sebagai seorang pelajar kita haruslah mengerti dan menyadari posisi kita untuk senantiasa belajar dan mengerjakan segala pekerjaan rumah dengan penuh dedikasi, karena hal-hal seperti itulah yang akan mempengaruhi kesuksesan kita sendiri pada akhirnya. Hal-hal tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan orang lain, kerana yang menentukan jalan hidup kita, masa depan kita adalah diri sendiri.



2.    Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami, ister, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.
Misalnya seorang anak memiliki tanggung jawab kepada keluarganya untuk selalu menjaga dan melindungi nama baik keluarganya setiap saat dengan cara bertindak dan berperilaku dengan sopan dan santun sesuai dengan aturan yang ada dalam masyarakat dan tidak melanggar aturan-aturan tersebut

3.    Tanggung jawab terhadap Masyarakat
Pada hakikatnya manusia tidak biasa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Manusia sebagai mahkluk social tentunya tidak dapat hidup sendiri dan harus bermasyarakat dengan individu lainnya, oleh karena itu setiap anggota masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam masyarakat misalnya tanggung jawab untuk menjaga kebersihan, keamanan, dan ketentraman di lingkungan masyarakat tersebut.



4.    Tanggung jawab terhadap Tuhan YME
Sejak kita pertama kali dilahirkan kebumi kita sudah mempunyai tangung jawab terhadap Tuhan, dengan itu maka kita mempunyai kepercayaan yang disebut Agama. Berbagai macam Agama didunia ini pasti mengajarkan tentang kebaikan, tidak ada satupun agama yang menyuruh kita berbuat jahat. Bagi anda yang menemukan agama tersebut maka jauhi agama itu karena itu bukan agama atau kepercayaan.
Bicara tentang tanggung jawab terhadap Tuhan, apa saja tanggung jawab kita terhadap Tuhan ?. Disini saya akan menulis tentang Tanggung jawab saya Terhadap Allah SWT dan Agama saya Islam.
Mungkin pertama adalah Menyembah Tuhan, di islam cara untuk Menyembah Allah SWT dengan cara Sholat 5 waktu, Subuh Zuhur Ashar Maghrib dan Isya. Tidak mudah untuk menjalankannya, maka dari itu diwajibkan sejak saat kita kecil kita harus diajarkan sholat, bagaimanapun caranya. Dari gerakannya, bacaannya dari niat sampai akhir. Awalnya memang sangat sulit tapi jangan khawatir anda akan pasti bisa.












                 

              






DAFTAR PUSTAKA :

Senin, 09 September 2019


Mengenal diri

Mengenal diri sendiri merupakan aspek penting untuk menikmati hidup yang damai dan bahagia. Agar bisa mengenal diri sendiri sebaik mungkin, tentukan sifat yang menjadi keunikan Anda. Selain itu, melakukan refleksi dan meditasi setiap hari merupakan cara tepat mengenal indentitas Anda. Seiring waktu, Anda bisa memanfaatkan semua informasi yang diperoleh untuk menjalin hubungan yang akrab dan bermakna dengan diri sendiri. Bersikaplah jujur kepada diri sendiri. Mengenal diri sendiri berarti menerima berbagai aspek yang membentuk identitas, kepribadian, dan keberadaan Anda. Langkah ini membantu Anda mengetahui semua aspek kepribadian yang Anda miliki, bukan untuk mengkritik diri sendiri. Bersiaplah mengetahui hal-hal baru tentang Anda.
·        Saat mengevaluasi diri sendiri, amati hal-hal yang membuat Anda merasa tidak nyaman. Perasaan ini bisa menjadi petunjuk bahwa Anda sedang menghindari sesuatu. Apakah Anda memiliki sifat yang perlu diperbaiki? Jika ada, apa yang perlu dilakukan untuk mengubahnya?
·        Sebagai contoh, jika Anda tidak menyukai diri sendiri saat bercermin, cari tahu penyebabnya. Apakah karena penampilan atau usia Anda? Tentukan apakah pemicunya bisa diatasi.
Ajukan pertanyaan bijak kepada diri sendiri. Cara ini membantu Anda menentukan apa yang membuat Anda merasa bahagia atau tertekan. Selain itu, Anda bisa memanfaatkan informasi yang diperoleh untuk mengisi waktu dengan melakukan aktivitas yang bermanfaat atau mencapai tujuan. Jawablah pertanyaan berikut.[1]
·        Apa hobi Anda?
·        Apa cita-cita atau tujuan hidup Anda?
·        Apa yang ingin Anda wariskan?
·        Apa yang paling tidak Anda sukai dari diri sendiri?
·        Apa kesalahan yang pernah Anda lakukan?
·        Apa persepsi orang lain tentang Anda? Apa persepsi yang Anda harapkan dari mereka?
·        Siapa tokoh panutan Anda?
Dengarkan baik-baik suara hati Anda. Suara hati mengekspresikan perasaan dan keyakinan Anda. Suara hati akan berbicara saat terjadi sesuatu yang menjengkelkan atau menyenangkan. Belajarlah mendengarkan suara hati. Apa yang ingin disampaikan kepada Anda? Apa pesannya tentang orang lain di sekeliling Anda?[2]
  • Berdirilah di depan cermin sambil mendeskripsikan diri sendiri. Anda boleh mengucapkannya secara verbal atau di dalam hati. Apakah Anda mengatakan hal-hal positif atau negatif tentang diri sendiri? Apakah Anda terfokus pada penampilan atau tindakan? Apakah Anda memikirkan kesuksesan atau kegagalan?
  • Saat muncul pikiran negatif, jangan diteruskan. Alih-alih, tanyakan kepada diri sendiri mengapa Anda berpikir seperti itu? Mencela atau mengkritik diri sendiri menunjukkan bahwa Anda sedang mempertahankan diri dari pikiran yang tidak menyenangkan.
  • Pikiran positif atau negatif menunjukkan seperti apa Anda memersepsikan diri sendiri. Jika citra diri tersebut tidak sesuai dengan yang diinginkan, berusahalah memperbaiki diri atau belajar berperilaku positif.
Tulislah jurnal setiap hari. Menulis jurnal membantu Anda mengetahui motivasi, emosi, dan keyakinan Anda. Dengan demikian, Anda mampu mengambil keputusan yang bijaksana. Sisihkan waktu beberapa menit sehari untuk menulis semua yang Anda lakukan, rasakan, dan pikiran sepanjang hari. Jika terjadi hal-hal negatif, catatlah mengapa pengalaman tersebut memengaruhi Anda. Jika Anda melakukan kesalahan, tentukan cara menjalani hidup dengan melakukan tindakan yang benar.[3]
  • Temukan pola tertentu melalui catatan harian. Setelah beberapa waktu, Anda akan menyadari adanya kebutuhan dan keinginan tertentu yang muncul berulang-ulang.
  • Tulislah semua yang terpikirkan. Tulisan tangan bisa mengungkapkan pikiran bawah sadar sehingga Anda mampu menentukan pikiran yang memicu masalah.
  • Selain itu, Anda bisa menggunakan pertanyaan sebagai panduan menulis jurnal, misalnya pertanyaan yang meminta Anda menjelaskan aspek tertentu dari kepribadian atau kebiasaan Anda.
Belajarlah memusatkan perhatian saat menjalani keseharian. Saat memusatkan perhatian, Anda mengalami sepenuhnya apa yang sedang terjadi sehingga mampu menyadari setiap pikiran yang muncul dan tindakan yang dilakukan. Selain bermeditasi rutin, Anda perlu berlatih agar mampu memusatkan perhatian. Hal terpenting dari latihan ini adalah kemampuan memusatkan perhatian pada diri sendiri dan kehidupan yang sedang Anda jalani.[4]
  • Sisihkan waktu untuk menenangkan pikiran dan mengamati sensasi yang dialami oleh kelima indra. Apa yang Anda sentuh, kecap, dengar, lihat, dan cium?
  • Jangan menyantapi makanan sambil menatap layar komputer atau teve. Alokasikan waktu khusus untuk makan sambil menikmati rasa makanan, teksturnya, suhu udara di ruang makan, dan sensasi yang muncul setiap kali Anda mengunyah makanan.
  • Sisihkan waktu beberapa menit sehari hanya untuk beristirahat dan mengamati suasana di sekeliling Anda. Berusahalah memperhatikan sebanyak mungkin sensasi yang muncul. Apa yang Anda dengar, rasakan, kecap, dan cium?
  • Saat muncul respons emosional, tanyakan kepada diri sendiri mengapa Anda mengalaminya dan apa pemicunya.
    •  
Deskripsikan penampilan Anda. Tulislah kata sifat yang menggambarkan penampilan Anda. Jika sudah selesai, baca lagi sambil menentukan apakah catatan Anda berisi hal-hal positif atau negatif. Jika Anda mendeskripsikan penampilan fisik dari aspek negatif, pikirkan cara menghargai tubuh Anda. Penghargaan pada tubuh membuat Anda mampu menghargai berbagai aspek lain dalam kehidupan sehari-hari.[5]
·        Ubahlah persepsi negatif tentang diri sendiri menjadi persepsi positif. Contohnya, jika tahi lalat di dagu membuat Anda merasa minder, anggaplah hal ini sebagai daya tarik. Ingatlah bahwa banyak aktris memiliki tahi lalat yang membuat mereka terlihat lebih menarik.
·        Berusahalah mengubah hal-hal tidak menyenangkan yang bisa diubah. Contohnya, jika Anda merasa tidak percaya diri karena berjerawat, berkonsultasilah dengan dokter kulit atau belajarlah merias wajah untuk menyamarkan jerawat.