Tampilkan postingan dengan label @A38-FARIDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A38-FARIDA. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2016

Menjadi Pribadi Yang Proaktif

Bersikap proaktif berarti bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri di masa lalu, di masa sekarang, maupun di masa mendatang, dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip sserta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Orang-orang proaktif adalah pelaku-pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain.

Bersikap proaktif itu banyak manfaatnya :

  • ·  Tidak mudah tersinggung
  • · Bertanggungjawab atas pilihan-pilihannya sendiri
  •    Berpikir sebelum bertindak
  •    Cepat pulih kalau terjadi sesuat
  •    Selalu mencari jalan untuk menjadikan segalanya terlaksana
·         Fokus pada hal-hal yang bisa mereka ubah, dan tidak menguatirkan hal-hal yang tidak bisa mereka ubah

Cara untuk memahami cara berpikir positif agar menjadi pribadi yang proaktif adalah:
1.      Mengubah kemunduran menjadi kemenangan
Setiap kali kita mengalami kemunduran, itu adalah peluang bagi kita untuk mengubahnya menjadi kemenangan. “Yang penting bukanlah apa yang terjadi padamu dalam hidup ini, melainkan bagaimana responmu terhadap kejadian itu”.

2.      Bangkit mengatasi pelecehan
Salah satu kemunduran terberat adalah pelecehan. Kalau kamu pernah dilecehkan, itu bukanlah salahmu. Dan kebenaran harus diungkapkan. Pelecehan akan mnjadi-jadi kalau didiamkan.

3.      Menjadi pelaku perubahan
Jika kamu proaktif, kamu bisa menghentikan  kebiasaan-kebiasaan buruk ini sehingga tidak diteruskan ke generasi berikutnya. Kamu bisa menjadi “pelaku perubahan”, dan meneruskan kebiasaan-kebiasaan baik kepada generasi-generai medatang.

4.      Mengembangkan otot-otot proaktifmu
Bertanggungjawab atas hidupmu dan menjauhkan diri dari lubang-lubang dengan melatih otot-otot proaktifmu. Ini adalah kebiasaan terobosan yang akan menyelamatkanmu lebih sering dari yang kamu bayangkan.

5.      Sikap aku bisa
Bersikap proaktif sesungguhnya berarti dua hal. Pertama tanggungjawab atas hidupmu sendiri. Kedua, kamu punya sikap “aku bisa”. Orang-orang dengan sikap “aku bisa” selalu mengambil inisiatif untuk menjadikan segalanya terlaksana, memikirkan solusi dan pilihan, serta bertindak. Sikap aku bisa itu berani, ulet, cerdik, kreatif, berani ambil resiko, dan sangat banyak akal.




DAFTAR PUSTAKA

Nuraeni, Nuri. The 7 Habits Of Highly Effective Teens. 2012. [Online]. Tersedia : http://characterbuiling1.blogspot.co.id/2012/10/kebiasaan-1-jadilah-proaktif.html?m=1. [diakses tanggal 18 Desember 2016].


Aditya. Reaktif Vs Proaktif. 2016. [Online]. Tersedia: https://richieshan.wordpress.com/2011/08/16/reaktif-vs-proaktif/. [diakses tanggal 18 Desember 2016]

Bersikap Adil itu Indah

Menurut istilah Adil adalah memperlakukan atau melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang, tidak memihak, tidak merugikan orang lain, memberikan hak setiap yang berhak secara lengkap, tidak melebihi dan mengurangi antara sesama yang berhak dalam keadaan yang sama, menghukum orang bersalah atau melanggar hukum sesuai dengan tingkat kesalahan dan pelanggarannya, dan memutuskan perkara sesuai dengan seharusnya, serta menerima hak tanpa lebih dan memberikan hak orang lain tanpa kurang. Sifat dan sikap adil merupakan sifat yang teguh, kukuh dan tidak menunjukkan keberpihakan kepada seseorang atau golongan dalam suatu perkara, termasuk jika seseorang itu anggota keluarganya.
Nilai-nilai keadilan, tidak hanya berlaku di dunia peradilan tetapi juga harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan bersama, bermasyarakat dan berbangsa, harus dipraktekkan dari hari ke hari. Nilai-nilai keadilan mengandung makna bahwa dalam suatu kehidupan bersama bukanlah permainan untuk saling meniadakan. Artinya dalam mencapai berbagai keberhasilan hidup di bidang sosial-ekonomi, politik, pendidikan, budaya dan sebagainya tidak dicapai dengan mengorbankan orang lain.

Bersikap adil dibagi menjadi empat yaitu :

1.      Adil terhadap Allah yaitu menempatkan Allah dalam hati kita sesuai tempatnya Allah itu. Maksudnya adalah, Allah Pencipta kita, Allah Tuhan kita, Pada Allah kita seharusnya menghamba, maka kita hendaknya meletakkan Allah dalam hati kita benar-benar bahwa Allah adalah Tuhan kita, dan menghamba pada Nya. Sehingga kita akan melakukan apa apa yang diperintahkan Allah seperti melakukan shalat wajib dan meninggalkan apa-apa yang dilarang Allah.

2.      Adil terhadap diri sendiri. Adil terhadap diri sendiri berarti menempatkan diri kita pada tempatnya. Seperti  menjaga diri kita untuk konsisten tetap berbuat baik sehingga tidak menyengsarakan dirinya sendiri. Misalnya menjaga diri dari berbuat dosa dan hal-hal yang menghapus amal ibadah sehingga kelak tidak akan membuat diri kita disiksa di hari pembalasan.  Adil terhadap diri sendiri juga termasuk memperhatikan dan menyayangi diri sendiri seperti memakan makana yang halalan thoyyiban. Juga menjaga hati sehingga hatinya tidak kotor dan gelap.

3.      Adil terhadap orang lain. Adil terhadap orang lain berarti menempatkan orang lain pada tempatnya. Misalnya memperlakukan orang tua kita selayaknya yang harus dilakukan oleh anak seperti kita. Memeperlakukan musuhpun juga harus dengan keadilan meskipun kita dilarang untuk bermusuhan.

4.      Adil terhadap makhluk lain. Hal ini seperti tumbuhan, hewan, dan termasuk lingkungan. Seperti contohnya tidak menebang pohon sembarangan, tidak membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya.

Banyak manfaat jika kita berlaku Adil di kehidupan sehari-hari :

A.    Terhadap kehidupan pribadi/diri sendiri
v  Hati terasa tenang
v  Hidup rukun dan aman
v  Di sukai banyak orang
v  Meningkatkan disiplin
v  Menimbulkan rasa sayang terhadap sesama
v  Memiliki sikap toleransi yang tinggi
v  Sopan dalam tutur kata

B.     Terhadap keluarga
v  Keluarga menjadi sejahtera dan harmonis
v  Jauh dari permusuhan sesama saudara
v  Tidak ada rasa iri hati dengan saudara
v  Disayangi keluarga dan saudara
v  Terjalinnya komunikasi dan hubungan dengan keluarga atau saudara

C.     Terhadap masyarakat
v  Disukai banyak orang
v  Terciptanyamasyarakat yang damai dan tentram
v  Tanggap terhadap masalah lingkungan
v  Terjalin hubungan baik dengan masyarakat
v  Jauh dari keributan dan pertengkaran
v  Memperbaiki hubungan dengan masyarakat


DAFTAR PUSTAKA


Qomsyatun, Gustini. Manfaat Sikap Perilaku Adil. 2015. [Online], tersedia: http://gustiniqomsyatun.blogspot.co.id/2015/11/manfaat-sikap-perilaku-adil.html?m=1. [diakses tanggal 18 Desember 2016].



Sabtu, 26 November 2016

Kerjasama dalam Tim

Kerjasama adalah suatu usaha antara orang perorangan atau kelompok manusia diantara kedua belah pihak untuk tujuan bersama sehingga mendapatkan hasil yang lebih cepat dan lebih baik.

Kerjasama dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau tujuan bersama. Keragaman dalam team mendorong munculnya pandangan dan inovasi baru. Tetapi keragaman membawa resiko pada kerjasama karena anggota team umumnya lebih dapat bekerja sama bila merasa memiliki sebuah kesamaan (pendidikan/budaya/latar belakang/SARA). Semakin tinggi tingkat keasingan pada sebuah team, semakin kecil kemungkinan anggota team mau berbagi pengetahuan atau bekerja sama. Hal yang sama berlaku juga untuk pendidikan, semakin tinggi pendidikan, semakin sering terjadi debat pendapat dalam team (dapat mengarah ke “analysis paralysis” – dimana tidak ada seorangpun yang mau mengalah).

Pengertian kerjasama tim di atas, mengandung makna penting yaitu:
·         Dua orang atau lebih, mengandung pengertian bahwa kerjasama akan terbentuk jika ada  minimal dua orang atau dua pihak yang melakukan kesepakatan
·         Aktivitas, bahwa kerjasama akan terjadi karena ada aktivitas atau usaha yang dikehendaki bersama, sebagai alat dalam mencapai tujuan yang membutuhkan strategi bisnis.
·         Tujuan atau target, merupakan aspek yang menjadi otoritas atau sasaran dari kerjasama tersebut. Keuntungan yang diterima atau dirasakan kedua pihak baik secara finansial ataupun nonfinansial.
·         Jangka waktu, kerjasama tim yang dibentuk kedua pihak dibatasi oleh waktu dengan maksud ada kesepakatan kedua belah pihak kapan kerjasama tesebut berakhir setelah tujuan yang dikehendaki tercapai.

Dari uraian pengertian diatas, dapat dipahami bahwa kerjasama terbentuk karena adanya kesadaran dan saling menguntungkan kedua belah pihak. Kerjasama dalam tim selain mempermudah meraih keuntungan bersama, juga memiliki manfaat lain yaitu:
o   Kerjasama dalam tim mendorong timbulnya persaingan dalam mencapai tujuan serta adanya peningkatan produktivitas. Produktivitas yang tinggi didapatkan bila terjadi pengurangan input, tetap diperoleh output yang semakin besar.
o   Kerjasama dalam tim memicu berbagai upaya individu agar dapat bekerja secara efektif, produktif, dan efisiensi yang diartikan pencapaian kerja yang hemat, tidak boros sehingga menimbulkan keadaan menguntungkan baik dari segi waktu, biaya, maupun tenaga.
o   Kerjasama dapat mendorong terciptanya sinergi sehingga menekan biaya operasional dan menyebabkan persaingan meningkat.
o   Tanggung jawab sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing.
o   Kerjasama menciptakan hubungan harmonis antara kedua belah pihak yang terlibat, serta dapat meningkatkan rasa kesetiakawanan.
o   Kerjasama tim menghasilkan praktek yang sehat serta meningkatkan motivasi anggota.
o   Mendorong partisipasi dalam menjaga dan melestarikan kondisi dan situasi di lingkungannya tempat kerjanya.

Tujuan Bekerja sama :
Ada sepuluh karakteristik yang diperlukan tim dan partisipasi dalam menghasilkan kinerja secara luar biasa dan cepat mencapai tujuan yang diharapkan.
§  Prinsip, Tujuan dan Sasaran
§  Keterbukaan dan Konfrontasi
§  Dukungan dan Kepercayaan
§  Kerjasama, Komunikasi dan Konflik
§  Prosedur kerja dan keputusan yang layak
§  Kepemimpinan yang layak
§  Review Kerja dan Program secara Reguler.
§  Pengembangan Individu.
§  Hubungan antar kelompok (sosial).
§  Ikatan hati secara sinergi.


Daftar Pustaka

Aprillyan, Vandy. 2013. Kerja Sama (Team Work). [Online]. Tersedia: http://vandyaprillyan.blogspot.co.id/2013/10/kerja-sama-team-work.html. [26 November 2016].

Anonim. 2014. Manfaat dan Pengertian Kerjasama Tim. [Online]. Tersedia: http://equity-worldf.com/manfaat-dan-pengertian-kerjasama-tim-equity-world-futures/. [26 ovember 2016].


Sn, Nuning. 2014. Pengaruh Kerjasama Tim Terhadap Kinerja. [Online]. Tersedia: http://sunbrighter.blogspot.co.id/2014/12/pengaruh-kerjasama-tim-terhadap-kinerja.html. [26 November 2016].

Jumat, 18 November 2016

Meningkatkan Semangat Hidup

Kehilangan motivasi untuk melakukan tugas sehari-hari adalah hal yang sudah biasa, terutama jika tugas harian tersebut adalah hal yang Anda lakukan secara berulang-ulang dan membosankan. Apa sih yang sebenarnya Anda cari dalam hidup ini ? Apakah Anda mencari kebahagiaan ? Atau mungkin Anda punya misi lain dalam menjalani kehidupan ? Sebenarnya tujuan hidup itu bukan menjadi masalah yang besar, asalkan tujuan Anda hidup adalah untuk kebaikan. Memang benar jika kita sedang dihadapkan dengan masalah akan merasa tertekan, lemah, dan ingin menyerah. Namun sebagai manusia yag memiliki Tuhan dan percaya bahwa masa depan kita bisa lebih baik. Berikut ini tips mengenai cara untuk membangkitkan semangat hidup bila memiliki masalah:

1.       Jika Anda memiliki masalah besar, bersabarlah. Sabar bukan berarti diam, melainkan juga terus berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selain sabar, Anda harus berserah diri pada Tuhan yang Anda yakini bisa membantu Anda keluar dari masalah. Beribadah, mendekatkan diri pada Tuhan dan senantiasa bersabar hingga masalah tersebu terlewati.

2.       Kemudian Anda harus bisa mencari sumber masalah yang ada. Mengapa masalah tersbeut bisa terjadi ? Bagaimana solusinya ? Lakukan evaluasi kecil yang bisa membantu Anda dalam memecahkan masalah sehingga Anda bisa lebih lega karena setiap masalah bisa diurai menjadi lebih kecil yang penanganannya lebih mudah.

3.       Dan yang terakhir adalah mulailah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selesaikan satu per satu dengan tujuan bahwa Anda benar-benar ingin menyelesaikan dengan penuh tanggung jawab apapun resikonya. Itu mengapa semangat hidup penting untuk kita miliki.

Dan beberapa hal yang dapat membangkitkan semangat hidup untuk hidup lebih baik dikemudian hari, antara lain:

1.       Tahu apa hakekat sebenarnya hidup ini.
Banyak orang yang tidak tahu apa sebenarnya hakekat hidup ini. Untuk apa kita hidup? Untuk apa kita ada di dunia ini? Memang butuh perenungan yang dalam untuk menemukan jawaban pertanyaan seperti itu. Jika Anda seorang muslim, pasti Anda pernah mendengar atau membaca firman Alla SWT dalam Al Qur’an surat Adz Dzariyaat ayat 56 yang artinya, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
Mengabdi/beribadah di sini memiliki arti yang sangat luas. Tidak ibadah yang kaitannya dengan urusan akhirat saja, namun semua ikhtiar dan kerja keras kita dalam hidup ini adalah ibadah. Selama apa yang kita lakukan tidak bertentangan dengan ajaran agama yang kita anut, itu pun bernilai ibadah. Kita berusaha membahagiakan dan mencukupi kebutuhan keluarga kita, itu juga ibadah. Yang penting dari awal kita niatkan apa pun usaha kita hanya untuk mencari keridhaan-Nya, dan kita pun harus seimbang dalam mengerjakan urusan dunia dan amalan akhirat. Jika kita menyadari hal ini, tentu kita akan memiliki semangat untuk mengerjakan semua pekerjaan dan urusan kita dengan cara yang terbaik. Satu hal yang penting dan tidak boleh dilupakan adalah niat, karena niat akan menentukan nilai amal/perbuatan kita.

2.       Tahu cita-cita hidup kita yang tertinggi.
Semua orang memiliki impian atau cita-cita, namun hanya sedikit yang berani mengejar dan mewujudkannya menjadi sebuah realitas fisik. Banyak orang kehilangan semangat dalam hidupnya hanya karena mereka tidak tahu atau tidak mau tahu akan apa yang sebenarnya yang mereka mau. Apa yang sebenarnya yang mereka inginkan. Kebenyakan orang hanya menjalankan hidup ini sebagai sebuah rutinitas. Dengan sedikit kenyamanan yang mereka rasakan maka berhenti sampai di situlah impiannya. Mereka takut membuat sedikit perbedaan karena khawatir kenyamanan itu akan hilang.
Semua orang pasti memiliki potensi yang luar biasa, dan keluarbiasaan itu baru akan tergali secara maksimal jika kita sudah bisa keluar dari penjara mental kita. Jika kita sudah menemukan profesi yang paling tepat dengan panggilan jiwa kita maka kita akan lebih mudah mengaktualisasikan potensi diri kita yang sebenarnya. Dengan itu kita mendedikasikan hidup untuk kehidupan ini; mempersembahkan yang terbaik yang bisa kita berikan untuk peradaban manusia yang sedang kita jalani saat ini.
Banyak orang berbakat yang terjerat borgol emas. Mereka sebenarnya bisa melakukan hal yang lebih, tapi mereka tidak berani melakukan hal yang berbeda atau keluar dari zona nyaman. Banyak orang yang sebenarnya bakatnya di bidang A, namun kenyataannya ia bekerja di bidang C. Ia tidak berani keluar dari pofesinya yang sekarang karena tidak adanya jaminan penghasilan jika ia benar-benar keluar. Akhirnya ia merasa kehidupannya bagai di penjara, pekerjaannya mengurung ia seperti di sangkar emas. Tidak salah lagi, bukan potensi terdahsyat yang keluar dari dirinya, namun semua itu seakan menjadi rutinitas agar ada nasi yang bisa dimakan hari ini, besok dan seterusnya.
Jika Anda ingin kehidupan Anda penuh semangat dan bahagia maka temukan apa yang sebenarnya Anda inginkan dan kejarlah hal itu. Semua butuh perjuangan dan kerja keras, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi ada hal yang harus Anda tahu: tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dalam hidup ini selama kita mau mencoba dan berusaha. Kadang kita takut melakukan kesalahan atau lebih mendengar kata orang lain yang menyurutkan tekad kita. Jika memang kita sudah memiliki impian yang pantas diperjuangkan, teruslah berjuang untuk mewujudkannya, meskipun banyak proses dan ujian yang harus kita lewati.

3.       Bersyukur terhadap apa yang sekarang kita miliki dengan tulus.
Setiap orang mempunyai titik kepuasan sendiri-sendiri. Anda orang yang jika mempunyai rumah satu sudah puas, namun ada juga yang sudah memiliki rumah, hotel, vila atau real estate di berbagai penjuru kota masih belum puas. Ada orang yang punya tabungan 1 juta rupiah sudah merasa kaya, namun ada juga orang yang sudah punya tabungan, deposito, saham atau asset investasi lainnya masih merasa kurang. Pada umumnya untuk urusan harta benda duniawi orang selalu ingin lebih banyak lagi dan lagi. Jika diukur maka tidak ada batasnya. Kabar buruknya adalah hanya sedikit saja dari mereka yang terpenuhi keinginannya.
Orang yang pikirannya selalu merasa kurang, miskin, tidak beruntung, dan sikap negatif lainnya mana mungkin ia akan bahagia dan bersemangat dalam hidupnya. Jika yang dipikirkan hanya yang tidak dimiliki, mana mungkin kita akan bersyukur. Oleh karena itu, dengan mensyukuri semua yang ada pada kita saat ini, itulah sebenarnya sumber semangat kita. Kita akan sadar bahwa Tuhan sebenarnya sangat sayang kepada kita. Banyak sekali nikmat yang sudah kita rasakan, sementara lebih banyak lagi orang yang nasibnya tidak seberuntung kita. Ada pun sesuatu yang kita inginkan yang belum kita miliki, itu adalah kesempatan bagi kita untuk berikhtiar semampu kita untuk mendapatkannya. Jangan pernah kecewa, apalagi putus asa.

4.       Yakin bahwa apa pun yang kita lakukan akan mendapat balasan, baik di dunia maupun kelak di akhirat.
Setiap perbuatan kita pasti akan ada efeknya. Kita tersenyum kepada orang lain maka orang lain pun akan tersenyum kepada kita. Kita tidak sengaja menginjak kaki orang, mungkin bisa saja orang itu akan marah. Kita memberi sedekah (100 ribu misalnya) pada seorang pengemis, pasti si pengemis akan gembira luar biasa seakan itu sebuah mimpi, dan untaian kalimat doa pun keluar dari mulutnya untuk kebaikan kita. Kita marah, orang di sekitar kita pasti menjauh. Di tempat ramai tiba-tiba kita tertawa sendiri tanpa sebab yang masuk akal, mungkin kita akan disangka gila. Jadi, semua perbuatan (aksi) yang kita lakukan akan menimbulkan efek atau reaksi. Dan efek atau reaksi yang muncul sesuai dengan hukum tabur-tuai. Seperti jika kita menanam padi, bisa dipastikan yang akan tumbuh juga padi. Namun jika kita menanam rumput maka yang akan tumbuh juga rumput. Kalau kita mengharap padi yang akan tumbuh maka kita harus segera bangun dari mimpi buruk.
Setelah kita tahu bahwa apa pun yang kita lakukan akan menimbulkan akibat, baik langsung maupun tidak langsung terhadap diri kita, maka kita harus memilih hanya untuk berbuat yang baik, positif, bermanfaat dan bernilai saja. Dengan demikian, bisa dipastikan efek yang akan kembali kepada kita juga hal-hal yang baik. Tidak ada yang sia-sia dalam hidup ini jika kita tahu benar apa yang kita lakukan. Sekecil apa pun yang kita lakukan akan dinilai oleh malaikat pencatat amal. Balasannya tidak saja di dunia, tetapi juga kelak di akhirat. Jika kita ingin rekapan catatan amal tersebut isinya bagus maka kita pun harus selalu menjaga agar setiap perbuatan yang kita lakukan adalah perbuatan terbaik. Waktu kita adalah aset terpenting setelah nafas/oksigen maka kita harus mengisinya dengan gerak/aksi/perbuatan yang jelas manfaatnya. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Jadi semuanya pantang sia-sia.
Dengan menyadari empat hal tersebut maka akan sulit bagi kita untuk tidak bersemangat. Mungkin keadaan Anda saat ini sedang tidak menyenangkan, tapi bukankah kita bisa merubahnya menjadi sebaliknya dengan aksi kita selanjutnya; dengan respon kita terhadap keadaan tersebut. Jika kekasih meninggalkan kita, bukankah kita bisa cari yang lain lagi. Jika kita di PHK, bukankah kita bisa cari pekerjaan lain yang lebih baik atau membuka usaha sendiri. Jika orang lain tidak menghargai kita, bukankah masih banyak orang yang jauh lebih baik yang bisa menjadi sahabat sejati kita. Demikian seterusnya; selalu ada solusi untuk tiap masalah. Kita hanya perlu tetap bersemangat, optimis dan menjernihkan pikiran agar respon dan aksi kita benar-benar efektif dan efisien.

DAFTAR PUSTAKA
Riayanto, Agus . 2009. Membangkitkan Semangat Hidup. [Online]. Tersedia : https://agusriyanto.wordpress.com/2009/05/11/membangkitkan-semangat-hidup/. [18 November 2016]





Rabu, 16 November 2016

Bagaimana Cara Mengendalikan Diri Sendiri?

Dalam keadaan tertentu kita kadang sulit untuk mengendalikan diri sendiri di mana banyak hal yang sangat membuat kita ingin marah dan berontak terhadap sesuatu hal yang membuat kita ingin marah.

Jumat, 04 November 2016

Ini Rahasianya Saat Mengambil Resiko

Jika anda ingin hidup, itu berarti anda harus berani mengambil resiko, Sebab hidup adalah sebuah tantangan yang penuh dengan resiko. Kehidupan adalah sebuah resiko, jika anda ingin hidup yang lebih baik, maka anda harus berani mengambil resiko. Karena hidup adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi, maka hadapilah dengan penuh keberanian diri. Namun rasa takut mengambil  keputusan yang membuat banyak orang tidak berani mencoba dan akhirnya kehilangan kesempatan besar yang mungkin akan membuat hidup mereka berubah, tetapi rasa takut membuat mereka tidak berani mencoba. Rasa takut dan tidak berani mencoba itulah yang merupakan kesalahan terbesar seorang manusia.

Agar berani mengambil resiko, paling tidak seseorang mesti memiliki beberapa hal:

1.       Berbaik sangka kepada Allah

Meyakini adanya takdir buruk yang datang dari Allah adalah bagian dari keimanan. Takdir buruk terjadi atas izin Allah dan ada yang benar-benar menjadi cobaan maupun pelajaran bagi manusia. Namun, ada juga takdir buruk yang justru terjadi karena keteledoran manusia.
Bagi siapapun yang ingin menggapai impiannya, jika dia berani berikhtiar, maka dia mesti yakin bahwa ikhtiarnya benar-benar berada dalam naungan Allah, berada dalam ridha Allah. Keberanian untuk menerima hasil dengan segala macam risiko yang ditimbulkannya termasuk berbaik sangka kepada Allah. Nah, jika apa yang dia dapatkan kelak adalah satu di antara takdir Allah Yang Maha Kuasa di atas segalanya, lantas alasan apalagi yang membuatnya tidak semangat?

2.       Yakin bahwa kesuksesan punya proses

Hampir tak ada kejadian yang tidak melalui proses. Orang hidup saja melalui proses. Dilahirkan dan begitu seterusnya. Begitu juga orang mati, dia mesti melalui sakaratul maut. Dan begitu seterusnya. Dalam konteks yang lain, hampir tak ada yang mendapatkan kesuksesan tanpa usaha serta tantangan yang bergulat di dalamnya.
Dengan demikian, jika seseorang ingin meraih impian atau menggapai kesuksesan, maka dia mesti melalui proses atau langkah-langkahnya. Dia harus percaya bahwa menggapai kesuksesan itu pasti melalui langkah-langkah. Selain itu, kesuksesan juga butuh waktu pencapaian. Kesuksesan tidak didapatkan seketika saja, dia butuh waktu yang kadang tak sedikit. Jika langkah-langkah yang sudah tersusun mengalami kendala pencapaian, maka itu pertanda impian tersebut butuh langkah-langkah baru yang lebih kreatif dan fleksibel.

3.       Percaya bahwa semuanya berisiko

Memiliki impian itu gratis, tapi menjadikannya sebagai sesuatu yang nyata atau mewujudkannya butuh kerja keras dan berisiko tinggi. Satu hal yang mesti dimiliki adalah berani mengambil sekaligus menerima risiko. Mengapa? Karena tidak ada yang diperoleh dalam hidup ini yang tidak berisiko. Risiko membangun bisnis adalah bangkrut atau rugi, risiko menjadi penulis adalah ditolak penerbit, risiko menjadi aktivis literasi ditinggal pembaca, risiko menjadi pemimpin adalah dihina, risiko menjadi pembalap adalah tabrakan, risiko menjadi orang kaya adalah kemiskinan, risiko menjadi orang jujur adalah pengasingan. Begitu seterusnya. Dengan adanya kesadaran bahwa semuanya berisiko, seseorang akan matang secara psikologis. Di samping itu, dia juga akan berusaha sejak dini untuk mencari solusi dari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi ke depan. Dengan adanya risiko, seseorang menjadi antisipatif dalam melakoni kehidupannya.

4.       Percaya diri atas hasil usaha

Orang sukses adalah dia yang siap menerima hasil akhir dari usaha maksimalnya. Apapun impiannya, jika perwujudannya dilalui dengan langkah-langkah terbaik dan dilalui dengan sungguh-sungguh, apapun hasilnya, itu adalah keberhasilan. Dia sangat percaya bahwa apa yang sudah dilaluinya adalah satu perjuangan yang tak sia-sia. Dia sangat yakin akan mendapatkan hasil terbaik. Dia percaya bahwa apa yang diperolehnya adalah hasil usaha dan pembuktian dari keringatnya sendiri. Dia bangga dengan hasil apapun yang dia dapatkan dari usahanya.

5.       Percaya akan peluang

Orang sukses selalu meyakini bahwa satu jalan tempuh yang sudah dicoba dan menghasilkan sesuatu yang belum memuaskan bukanlah hasil akhir yang sesungguhnya. Itu justru pertanda bahwa dia mesti menata kembali langkah-langkah sebelumnya, atau jika tidak, dia mesti mencari jalan atau langkah-langkah baru yang lebih jitu. Sebab dia yakin bahwa peluang itu selalu terbukan bagi siapapun yang menginginkan kesuksesan. Bukankah Allah akan memberi pertolongan kepada mereka yang bersungguh-sungguh?



DAFTAR PUSTAKA
Watung, Abraham. 2012. Keberanian Mengambil Resiko. [Online]. Tersedia: http://situs-motivasi.blogspot.co.id/2011/12/keberanian-mengambil-resiko.html. [5 November 2016].

Kadir, Syamsudin. 2012. Berani Mengambil Resiko. [Online]. Tersedia: https://akarsejarah.wordpress.com/2012/07/30/berani-mengambil-risiko/. [5 November 2016].

Beradaptasi Mudah, Jika Mengetahui Ini!

Adaptasi adalah cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup dimana mereka tinggal. Adaptasi ini diperlukan oleh makhluk hidup dibumi, karena setiap lingkungan dibumi memiliki karakteristik sendiri.  Kemampuan beradaptasi merupakan suatu perilaku yang sangat kompleks karena didalamnya melibatkan sejumlah fungsi dan intelektual. Kecerdasan atau intelegensi manusia maka seseorang tersebut akan lebih cepat dan efektif didalam menentukan strategi beradaptasi dengan perubahan tugas dan lingkungan yang baru begitu pula sebaliknya. Dimana didalam lingkungan baru harus dapat beradaptasi dengan lingkungan itu dengan peraturan-peraturan yang berlaku dan harus bisa menyikapi masalah-masalah sosial yang terjadi.  Setiap kehidupan di dunia ini tergantung pada kemampuan beradaptasi terhadap lingkungannya dalam arti luas.


Karakteristik Adaptasi

Berikut ini akan ditinjau karakteristik penyesuaian diri yang positif dan penyesuaian diri yang salah menurut Hartinah (2010:186-187) adalah sebagai berikut.

1.       Adaptasi secara positif
Mereka yang tergolong mampu melakukan penyesuaian diri secara positif ditandai hal - hal sebagai berikut: 
·         Tidak menunjukkan adanya ketegangan emosional.
·         Tidak menunjukkan adanya mekanisme-mekanisme psikologis.
·         Tidak menunjukkan adanya frustrasi pribadi. 
·         Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri.
·         Mampu dalam belajar 
·         Menghargai pengalaman.
·         Bersikap realistic dan objektif. 
Dalam melakukan penyesuaian dini secara positif, individu akan melakukannya dalam berbagai bentuk, antara lain:
a)      Penyesuaian dengan mengahadapi masalah secara langsung 
Pada situasi ini individu secara langsung menghadapi masalahnya dengan segala akibat-akibatnya. Ia melakukan segala tindakan sesuai dengan masalah yang dihadapinya. Misalnya seorang siswa yang terlambat dalam menyerahkan tugas karena sakit, maka Ia menghadapinya secara langsung, ia mengemukakan segala masalahnya kepada gurunya.

b)      Penyesuaian dengan melakukan eksplorasi (penjelajahan) 
Pada situasi ini individu mencari berbagai bahan pengalaman untuk dapat menghadapi  dan memecahkan masalahnya. Misalnya: seorang siswa yang merasa kurang mampu dalam mengerjakan tugas, ía akan mencari bahan dalam upaya menyelesaikan tugas tersebut, dengan membaca buku, konsultasi, diskusi dan sebagainya.

c)       Penyesuaian dengan trial and error atau coba-coba 
Dengan cara ini individu melakukan suatu tindakan coba-coba, dalam arti kalau menguntungkan diteruskan dan kalau gagal tidak diteruskan. Taraf pemikiran kurang begitu berperan dibandingkan dengan cara eksplorasi.

d)      Penyesuaian dengan substitusi (mencari pengganti) 
Jika individu merasa gagal dalam menghadapi masalah, maka ja dapat memperoleh penyesuaian dengan jalan mencari pengganti. Misalnya gagal nonton film di gedung bioskop, dia pindah nonton TV. 

e)      Penyesuaian diri dengan menggali kemampuan diri
Dalam hal ini individu mencoba menggali kemampuan-kemampuan khusus dalam dirinya, dan kemudian dikembangkan sehingga dapat membantu penyesuaian diri. Misalnya seorang siswa yang mempunyai kesulitan dalam keuangan, berusaha mengembangkan kemampuannya dalam menulis (mengarang). Dan usaha mengarang ía dapat membantu mengatasi kesulitan dalam keuangan. 

f)       Penyesuaian dengan belajar 
Dengan belajar, individu akan banyak mempenoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat membantu menyesuaikan diri. Misalnya seorang guru akan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak belajar tentang berbagai pengetahuan keguruan.

g)      Penyesuaian dengan inhibisi dan pengendalian diri
Penyesuaian diri akan lebih berhasil jika disertai dengan kemampuan memilih tindakan yang tepat dan pengendalian diri secara tepat pula. Dalam situasi ini individu berusaha memilih tindakan mana yang harus dilakukan, dan tindakan mana yang tidak penlu dilakukan. Cara inilah yang disebut inhibisi. Di samping itu, individu harus mampu mengendalikan dirinya dalam melakukan tindakannya. 

h)      Penyesuaian dengan perencanaan yang cermat
Pada situasi ini tindakan yang dilakukan merupakan keputusan yang diambil berdasarkan perencanaan yang cermat. Keputusan diambil setelah dipertimbang kan dan berbagai segi, antara lain segi untung dan ruginya. 

2.       Adaptasi Secara Negatif
Kegagalan dalam melakukan penyesuaian diri secara positif, dapat mengakibatkan individu melakukan penyesuaian yang salah. Penyesuaian diri yang salah ditandai dengan berbagai bentuk tingkah laku yang serba salah, tidak terarah, emosional, sikap yang tidak realistik, agnesif dan sebagainya. Ada tiga bentuk reaksi dalam penyesuaian yang salah yaitu : (1) reaksi bertahan, (2) reaksi menyerang, dan (3) reaksi melarikan diri. 

Cara Agar Mudah Beradaptasi di Lingkungan Baru 

1)      Menata Persepsi Tentang Lingkungan Baru
Untuk menghindari persepsi yang salah, sebelumnya kita harus membekali diri dengan informasi yang benar dan terpercaya tentang lingkungan baru tersebut. Dengan demikian, sedikit banyak kita tahu dan mempunyai gambaran dengan lingkungan baru. Bagaimanapun, akan lebih nyaman berada di lingkungan baru yang kita sudah tahu daripada sibuk menerka dan menjadikan lingkungan baru tersebut sebagai misteri.
Lalu bagaimana jika informasi yang kita dapatkan tidak sesuai dengan keinginan kita? Misal kita akan pindah ke suatu kota dan ternyata kita mendapati bahwa kota tersebut masih sangat kolot, sehingga tabu bagi wanita keluar malam. Mungkin cara terbaik yang bisa kita lakukan adalah berusaha memahami alasan budaya itu. Dengan memahami, maka kita tidak akan menolak mentah-mentah dan membenci lingkungan baru, meskipun beberapa hal di dalamnya kita tidak suka.

2)      Menata Diri
Persiapkan diri menghadapi lingkungan baru tersebut. Secara fisik, jika lingkungan baru kita membutuhkan persiapan ekstra, maka persiapkan fisik kita. Jika lingkungan baru kita sangat menghargai intelektualitas, persiapkan juga itu. Atau jika lingkungan baru kita sangat religius, maka ada baiknya kita memilah kembali baju yang akan kita kenakan di sana, agar lebih sesuai.

3)      Persiapkan Mental
Intinya adalah kita menanamkan kepada diri bahwa kita adalah orang baru yang harus berlaku baik agar diterima. Janganlah segan menyapa. Jangan pula takut bertanya. Jangan merasa rendah diri, ingatlah jika kita memiliki kelebihan yg tidak dimiliki orang lain, begitpula orang lain memiliki kekurangan yg tidak kita ketahui, jadi bisa saja rasa memiliki kekurangan juga dirasakan oleh orang – orang yang akan kita kenali tsb.
4)      Mulailah Beradaptasi
Sebagus apapun persiapan yang kita lakukan, tetaplah kita harus beradaptasi dengan lingkungan. Bahkan ketika kita sudah masuk ke dalam lingkungan tersebut, adaptasi mutlak tetap dilakukan. Jangan lupa, lingkungan terus berubah, maka ikutlah berubah agar tidak terkena seleksi alam. Janganlah takut ditolak karena tantangan akan selalu ada di setiap lingkungan yang akan kita masuki. So, masuk lingkungan baru, siapa takut?

5)      Rajin-rajinlah Memulai Pembicaraan
Rajin - rajinlah menyapa atau mengobrol dengan teman2 baru kita. Dengan membuka pembicaraan terlebih dahulu berarti kita sedang menunjukkan bahwa adalah pribadi yg hangat & terbuka terhadap lingkungan baru. Yang pasti kita harus jadi orang yg murah senyum & senang menyapa orang-orang di sekitar lingkungan baru kita.

6)      Hargailah Budaya & Aturan di Lingkungan Baru
Percayalah, jika kita memasuki suatu lingkungan, pastilah kita berhadapan dengan peraturan. Sebebas-bebasnya suatu lingkungan, pastilah ada aturannya. Peraturan ini mutlak diperlukan agar kehidupan dalam lingkungan tersebut berjalan teratur. Oleh karena itu, kita harus bisa mengikuti peraturan yang ada di lingkungan baru tersebut. Baik peraturan yang sifatnya tertulis, maupun peraturan tidak tertulis tapi bersifat mengikat. Pada awalnya mungkin kita akan merasa canggung. Namun begitu, kita harus tetap mengikuti budaya dan aturan yang diterapkan di lingkungan yang baru itu.

7)      Open Mind
Ingat, kita ini orang baru. Kita masih sangat banyak membutuhkan bantuan dan belajar dari para senior di lingkungan baru. Misalnya, kita dapatkan pekerjaan sesuai dengan disiplin ilmu yang kita tempuh di kampus, bukan berarti kita lantas bersikap “sok jagoan”. Pengalaman dari para senior akan sangat bermanfaat untuk kita dalam lingkungan baru itu. Janganlah menutup diri. Terimalah kritikan orang lain. Jika kita bekerja sebagai tim, cobalah untuk meraih kepercayaan di dalam tim. Dan akan lebih baik lagi bila kita langsung mendapat kepercayaan untuk bertanggung jawab terhadap tugas tim. Kita akan banyak belajar.

8)      Jangan Malu Bertanya
Segeralah bertanya bila ada sesuatu yang sekiranya kita rasa masih kurang jelas. Bertanya tidak harus pada orang yang lebih tua. Kita bisa bertanya kepada orang - orang yang sudah cukup berpengalaman di sekitar kita. Setidaknya, untuk urusan teknis orang itu lebih berpengalaman daripada kita. Selain itu, jika lingkungan baru kita adalah lingkungan kerja, kita bisa juga bertanya kepada atasan langsung atau rekan satu level.

9)      Keingintahuan
Kuriositas akan membuat kita bersemangat dalam bekerja. Bila dari awal saja kita sudah tidak memiliki rasa ingin tahu terhadap bidang pekerjaan, bukan tidak mungkin kita pun akan malas untuk mengerjakan apa pun. Kuriositas akan memotivasi kita untuk mengeksplorasi kemampuan kita lebih dalam.

10)   Mintalah Penilaian dari Orang-orang di Sekitar Kita
Cobalah minta penilaian terhadap apa yang sudah kita lakukan. Baik dan buruknya mesti kita terima, sehingga kita bisa meningkatkan kualitas diri kita di lingungan baru. Tapi sikap dan cara demikian bukanlah jaminan bahwa kita akan begitu saja lolos beradaptasi di lingkungan baru kita. Bila ada kesalahan dalam cara beradaptasi kita, diskusikanlah dengan orang lain untuk mendapatkan solusinya.

DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Dzainal. 2011. Kemampuan Menyesuaikan Diri. [Online]. Tersedia : http://shifa-idha-salsabila.blogspot.co.id/2011/12/kemampuan-menyesuaikan-diri.html. [30 Oktober 2016]
Ardiyanti, Leni. 2014. Kemampuan Beradaptasi. [Online]. Tersedia : http://leniardiyanti.blogspot.co.id/2014/11/kemampuan-adaptasi_17.html. [30 Oktober 2016]
Eko, Ardian. 2012. Cara Agar Mudah Beradaptasi di Lingkungan Baru. [Online]. Tersedia : http://leniardiyanti.blogspot.co.id/2014/11/kemampuan-adaptasi_17.html. [30 Oktober 2016]