Tampilkan postingan dengan label @A24-TANIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A24-TANIA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2016

Cara Menjadi Proaktif

Menjadi proaktif berarti berpikir dan bertindak lebih dulu untuk mengantisipasi kejadian yang akan datang. Selain menjadi cara yang bagus untuk menghindari menumpuknya pekerjaan, menjadi proaktif juga penting untuk mencegah kejadian buruk yang tidak diinginkan. Buatlah rencana dengan baik untuk persiapan ke depan, menjaga agar pekerjaan atau sekolah Anda tidak kacau, membuat hidup Anda di rumah lebih mudah dan nyaman, dan juga untuk membantu orang lain yang otomatis akan membuat Anda semakin dikenal atau populer karena banyak orang yang mendekati seorang yang proaktif yang seringkali berperan sebagai pemrakarsa dari sebuah tindakan dan pemikir kreatif dalam kelompok atau masyarakat. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjadi lebih proaktif.
Langkah – Langkahnya :
1.      Refeksi diri, dan tanyakan beberapa hal kepada diri sendiri:
  • Tugas seperti apa yang sering dan jarang Anda temui baik di kantor, rumah, atau sekolah?
  • Tugas seperti apa yang sering datang dalam jumlah banyak sekaligus?
  • Tugas seperti apa yang harus langsung dikerjakan ketika muncul?
2.      Cari tahu bagaimana cara Anda mengerjakan tugas tersebut secara efisien. Sebelum Anda dibuat sibuk dengan tugas-tugas tersebut dengan cara:
  • Buat sebuah rencana, prosedur, daftar pekerjaan, atau rutinitas untuk menyelesaikan tugas yang ada.
  • Kumpulkan informasi yang Anda perlukan untuk mengerjakan tugas tersebut, atau jika perlu cari informasi dari orang yang memberikan Anda tugas. Serap semua informasi dengan seksama, dan jika perlu catat.
  • Hapus langkah yang menurut Anda tidak perlu atau bisa dipersingkat pada proses pengerjaan sebuah tugas.
3.      Cegah masalah sebelum muncul. Ini berarti mencegah faktor kegagalan sebelum faktor tersebut muncul. Biasakan diri untuk melakukan pencegahan dan menyiapkan rencana cadangan.

4.      Kembangan pola pikir memecahkan masalah, bukan pola pikir mengeluh ketika ada masalah. Berikut caranya:
  • Identifikasi masalahnya (apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa?)
  • Tentukan apa yang harus terjadi atau dilakukan agar masalah itu teratasi, dan bagaimana cara Anda melakukannya.
  • Lakukanlah.
5.      Lakukan tugas yang sepele dan tidak mendesak jauh sebelum waktu Anda sibuk. Dengan begitu, tugas-tugas kecil itu tidak akan mengganggu atau mengkhawatirkan Anda ketika Anda sedang sangat sibuk dan punya tugas yang lebih penting. Selain itu, hal-hal sepele dan mudah dilakukan seperti mengecek kondisi mobil tiap pagi, membeli bahan makanan, atau menyisihkan uang untuk tabungan bisa mencegah munculnya masalah yang lebih besar nanti.
6.      Identifikasi tugas mana yang menjadi prioritas dan harus dikerjakan sekarang. Catat tugas harian Anda dan tentukan apa yang akan dan tidak akan Anda lakukan hari itu, dan bawa catatan tersebut agar Anda tahu apa yang harus Anda lakukan. Coret tugas yang sudah Anda kerjakan. Jika Anda kesulitan menyelesaikan beberapa tugas yang ada di sana, tinjau kembali dan tentukan apa yang harus Anda lakukan agar semua tugas tersebut selesai.
7.      Singkirkan tugas yang tidak penting. Ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu dilakukan, atau tidak harus dikerjakan oleh Anda. Jangan membuang waktu melakukan hal yang tidak perlu dan jangan merasa bersalah karena Anda merasa bertanggung jawab atas tugas itu. Jika tugasnya memang tidak penting, hasilnya tidak akan setimpal dengan tenaga yang Anda keluarkan untuk menyelesaikannya. Tegaslah dalam meninjau dan menentukan nilai atau tingkat kepentingan dari masing-masing tugas yang Anda miliki.

8.      Selagi mengerjakan tugas, evaluasi efektivitas pengerjaan Anda. Langkah dan cara apa yang bekerja dengan baik, dan apa yang tidak? Catat semua hal itu agar Anda bisa mengerjakan tugas yang sama atau mirip dengan lebih baik nantinya. Jika ada langkah atau cara yang tidak berhasil, cari tahu apakah langkah tersebut perlu sedikit diubah atau dibuang.
  • Coba antisipasi kebutuhan Anda. Apakah masa sibuk Anda muncul pada periode tertentu? Apakah ada kegiatan atau tugas khusus yang muncul hanya di waktu tertentu? Apakah Anda bisa menyiapkan rencana sebelum tugas tersebut muncul? Berpikirlah ke depan sehingga Anda tidak takut dan terkejut jika terjadi sesuatu yang berada di luar rutinitas. Sebagian stabilitas di masa depan bisa diperoleh dengan membuat rencana dan siap menyambutnya.
  • Antisipasi hal yang perlu Anda tahu. Apakah Anda bisa mempelajari sebuah keahlian sebelum benar-benar dibutuhkan? Apakah Anda bisa mengimplementasikan keahlian yang Anda miliki dengan cara baru? Perhatikan tren di sekitar Anda; terus perbaharui pengetahuan Anda dengan rajin membaca dan terus belajar. Seorang yang proaktif bisa menjadi sukses karena memahami pelajaran di masa lalu.
9.      Cari cara untuk mengotomisasi tugas yang rutin. Komputer bisa memanipulasi data untuk berbagai keperluan. Jika ada tugas yang sering Anda lakukan tiap hari, siapkanlah kerangka dasar yang pasti digunakan agar Anda tidak harus mengulangi hal yang sama tiap harinya. Jika Anda bekerja secara tim, mendelegasikan tugas juga termasuk bentuk otomisasi karena dengan mendelegasikan tugas ke orang yang sudah ahli, berarti tugas tersebut secara otomatis akan selesai dengan hasil maksimal dan cepat sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Karena itu, siapkanlah sistem yang bisa mengerjakan tugas secara otomatis secara optimal.
10.  Pelajarilah sesuatu dengan niat belajar dan mengembangkan minat. Jika Anda ternyata suka, berarti Anda akan punya hobi baru. Jika tidak, paling tidak Anda belajar sesuatu.

Tips

  • Meluangkan waktu untuk membuat rencana terkesan seperti membuang waktu yang bisa digunakan untuk bekerja. Tetapi dengan membuat rencana Anda sebenarnya akan menghemat lebih banyak waktu. Jangan meremehkan pembuatan rencana atau Anda akan menyesal karena menghabiskan banyak waktu mengerjakan tugas secara tidak efektif dan efisien.
  • Lawan dari proaktif adalah reaktif, yang berarti Anda merespon segala sesuatu hanya ketika hal tersebut muncul, dan itu kurang baik karena bisa membuat Anda sering panik dan tidak tenang, serta hasil dari tugas yang Anda kerjakan bisa saja tidak maksimal.

Peringatan

  • Ada hal yang memang tidak bisa diantisipasi, jadi tetaplah bersiap untuk merespon hal yang tidak terduga. Menjadi proaktif juga memerlukan fleksibilitas. Dan ingat, menjadi proaktif bukan berarti bisa memprediksi masa depan, tetapi bisa mengantisipasi dan siap menyambutnya.
Jangan memaksakan diri membuat rencana yang terlalu detail dan sempurna. Inti dari rencana adalah agar Anda memiliki petunjuk dan motivasi dalam menjalankan hari dan tugas Anda. Memaksakan diri untuk membuat rencana yang terlalu detail, apalagi untuk tugas yang masih asing bagi Anda, hanya akan membuang waktu karena Anda akan sering ragu dan tidak yakin apakah rencana yang Anda buat benar atau tidak.

Daftar Pustaka

Anonim. 2016. Cara Menjadi Proaktif http://id.wikihow.com/Menjadi-Proaktif

Adil


Adil artinya meletakkan sesuatu pada tempatnya. Maksudnya ialah tidak memihak antara yang satu dengan yang lain. Menurut istilah, adil adalah menetapkan suatu kebenaran terhadap dua masalah atau bebepara masalah untuk dipecahkan sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh agama. Dengan demikian keadilan berarti bertindak atas dasar kebenaran, bukan mengikuti kehendak hawa nafsu


Seperti yang dijelaskan Al Qur’an dalam surah Ar Rahman/55:7-9
“ Dan Allah telah meninggikan langit-langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) suapaya kamu jangan melampaui batas neraca itu. Dan tegakkanlah timbangan itu dengan dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu”
Kata adil sering disinonimkan dengan kata al musawah (persamaan) dan al qisth (moderat/seimbang) dan kata adil dilawankan dengan kata dzalim.

Dalam Al Qur’an kata adil dan anak katanya diulang sekitar 30 (tiga puluh) kali. Al Qur’an mengungkapkannya sebagai salah satu dari asma’ al husna Allah dan perintah kepada Rasulullah untuk berbuat adil dalam menyikapi semua umat yang muslim maupun yang kafir. Begitu juga perintah untuk berbuat adil ditujukan kepada kaum mukminin dalam segala urusan.

B. PRINSIP KEADILAN DALAM ALAM RAYA
Jika kita perhatikan alam raya sekitar kita, maka akan kita dapatkan prinsip adil/keseimbangan itu menjadi ciri utama keberlangsungan dunia. Malam dan siang, gelap dan terang, panas dan dingin, basah dan kering, bahkan udara tersusun dalam susunan keseimbangan yang masing-masing fihak tidak ada yang mengambil/mengurangi hak sisi lain.
Tata surya kita, matahari, bumi bulan dan planet lainnya berada dalam jalur/garis edar obyektif yang tidak ada satupun dari tata surya itu merampas jalur fihak lain, jika perampasan fihak lain itu terjadi bisa kita bayangkan bagaimana jadinya alam ini, pasti akan terjadi benturan-benturan yang berarti kebinasaan dan kehancuran. (QS. Al Qamar: 49, Al Mulk: 3, Yasin: 40, Ar Rahaman:5-7)
Kelangsungan hidup manusia sangat ditentukan oleh keseimbangan pernafasannya antara menghirup dan membuang. Jika tarikan dan pembuangan tidak seimbang maka manusia akan mengalami kesulitan bernafas dan biasanya kehidupan akan segera berhenti. Begitu juga susunan fisik manusia, memiliki komposisi seimbang antara cairan, udara, dan benda padat (tulang dan otot), jika keseimbangan ini terganggu maka kehidupanpun akan terganggu. Demikian pula susunan materi dan ruhiyah, antara fisik, akal dan rasa. Jika ada satu fihak yang mengambil hak sisi lain dapat dipatikan akan terjadi ketimpangan hidup. Dst.

C. KEISTIMEWAAN SIKAP ADIL/MODERAT
Sikap adil/moderat akan menjamin kelangsungan sebuah konsep. Sebab sikap berlebihan yang meskipun dibutuhkan suatu saat ia tidak akan tahan lama. Misal; berlari akan mempercepat daya tempuh tetapi tidak semua orang tahan lama berlari, berbeda dengan berjalan, meskipun ia lebih lambat, namun ia lebih tahan lama.
Sikap moderat/adil lebih menjamin keadaan istiqamah (lurus) dan terhindar dari penyimpangan. As Shirat al Mustaqim (QS 1:6) banyak dijelaskan oleh para mufassir sebagai sebuah jalan yang berada di tengah-tengah antara dua jalan yang menyimpang kiri maupun kanan.
Sikap adil/moderat menunjukkan nilai khairiyyah (kebaikan). Aristotles mengatakan: “Kebaikan itu berada di antara dua sikap kehinaan” Islam menyebut shalat wustha sebagai sebaik-baik shalat. Orang Arab mengatakan : “Khairul umuri ausathuha (Sebaik-baik urusan adalah yang paling moderat)
Posisi adil/moderat adalah posisi yang paling aman, jauh dari bahaya dibandingkan dengan sikap tatharruf (marginal/pinggiran) yang memang lebih awal terkena jika bahaya datang.
Sikap adil/moderat adalah simbol kekuatan. Kita perhatikan dalam rentang usia manusia, usia yang paling dibanggakan adalah rentang usia tengah antara masa kanak-kanak dan masa tua renta.
Posisi adil/moderat adalah pusat persatuan dan kesatuan. Berapapun sisi yang dimiliki oleh sebuah bidang, maka titik sentral akan mempersatukan semua sisi itu. Perhatikan sebuah roda yang memiliki banyak jeruji, bagaimana jika tidak ada titik tengahnya, di mana mereka bisa bersatu?

D. SISI MODERAT/KEADILAN DALAM AJARAN ISLAM
Sikap adil dalam syariah Islam dapat kita lihat dalam setiap sendi ajarannya, baik secara teoritis maupun aplikatif, tarbawiy (pendidikan) maupun tasyri’iy (peraturan). Islam sangat moderat dalam bidang akidah, pemahaman, ibadah, ritual, akhlaq, adab, hukum dan peraturan.

1. Aqidah
Dalam bidang akidah, Islam merupakan konsep moderat anatara kaum khurafat yang mempercayai semua kekuatan sebagai tuhan dan kaum mterealis yang tidak mempercayai kecuali yang tertangkap alat inderanya saja.
Pandangannya tentang manusia adalah pandangan moderat antara mereka yang mempertuhankan manusia (menganggap bisa melakukan apa saja, semaunya) dan mereka yang menganggap manusia sebagai wayang yang tidak berdaya apa-apa. Islam memandang manusia sebagi makhluk hamba Allah yang bertanggung jawab. Dsb.
2. Ibadah
Islam membuat keseimbangan ibadah bagi umatnya antara kebutuhan ukhrawiy dan kebutuhan duniawiy. Pemeluk Islam yang baik bukanlah yang menghabiskan waktunya hanya untuk ibadah ritual tanpa memperhatikan bagian duniawinya, begitu juga bukan pemeluk yang baik jika hanya memeperhatikan duniawi tanpa memberikan porsi ukhrawi. Contoh jelas dalam hal ini adalah, hari juma’t, ada perintah untuk shalat juma’h, larangan melakukan perdagangan pada waktu itu, tetapi kemudian disusul perintah mencari rizki begitu usai shalat jum’at. (QS. 62: 9-10)
3. Akhlaq
Pandangan normatif Islam terhadap manusia adalah pertengahan antara mereka yang idealis memandang manusia harus berada dalam kondisi prima, tidak boleh salah sebagaimana malaikat, dan mereka yang menganggap manusia sebagai makhluk hidup (hewan) yang bebas melakukan apa saja yang disukai, tanpa ada norma yang mengikatnya. Islam memandang manusia sebagai makhluk yang berpotensi salah sebagaimana ia berpotensi benar (QS. Asy Syams: 7-10).
Dalam memandang dunia, Islam memiliki sikap moderat antara yang menganggapnya segala-galanya (Dan mereka mengatakan: “Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan” QS. AL An’am/6:29), dengan mereka yang menganggap dunia sebagai keburukan yang harus dijauhi. Islam memandang dunia sebagai ladang akherat, Islam menuntun manusia pada kebaikan dunia dan akhirat.
4. Tasyri’
Dalam bidang halal-haram Islam adalah pertengahan antara Yahudi yang serba haram (QS. 4:160-164) dan Nasrani yang serba halal. Islam menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk (QS. 7:157)
Dalam urusan keluarga Islam adalah pertengahan antara mereka yang melarang nikah sama sekali (seperti dalam kerahiban nasrani) dan mereka yang memperbolehkan nikah tanpa batas (jahiliyyah), begitu juga dengan perceraian, antara mereka yang melarang cerai sama sekali (seperti nasrani), dan yang memperbolehkan perceraian tanpa batas.
Dalam kepemilikan, konsep Islam adalah pertengahan antara mereka yang menafikan milik pribadi (sosialis) dan yang menafikan milik sosial/memanjakan milik pribadi (kapitalis). Islam mengakui milik pribadi, tetapi mewajibkan adanya hak sosial dalam setiap kepemilikan pribadi. Dst.


Macam-macam perilaku adil Barlaku adil dapat diklasifikasikan kepadai 4 bagian yaitu :
1). Barlaku adil kepada Allah SWT, yakni menjadikan Allah satu-satunya Tuhan yang memiliki kesempurnaan, Kita sebagai makhluknya harus senantiasa tunduk dan patuh pada perintah-Nya dan menjuhi larangan-Nya
2). Berlaku adil terhadap diri sendiri, yakni menempatkan diri pribadi pada tempat yang baik dan benar. Diri kita harus terjaga dan terpelihara dalam kebaikan dan keselamatan, tidak menganiaya diri sendiri dengan menuruti hawa nafsu yang skibatnya dapat mencelakakan diri sendiri.
3). Berlaku adil terhadap orang lain, yakni menempatkan orang lain pada tempat dan perilaku yang sesuai, layak, benar memberikan hak orang lain dengan jujur dan benar serta tidak menyakiti dan merugikan orang lain.
4). Berlaku adil terhadap makhluq lain, yakni memberlakukan makhluq Allah SWT yang lain dengan layak dan sesuai dengan syariat Islam dan menjaga kelestarian dengan merawat dan menjaga kelangsungan dengan tidak merusaknya.


Daftar Pustaka

Anonim. 2016. Pengertian dan Macam-macam Adil http://www.bacaanmadani.com/2016/08/pengertian-dan-macam-macam-adil.html.

Senyum Ketiga. 2016. Artikel Tentang Berlaku Adil.http://senyumketiga.blogspot.co.id/2014/09/artikel-tentang-berlaku-adil.html