Tampilkan postingan dengan label @P20-ADI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @P20-ADI. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2019

BERSIKAP ADIL MENURUT ISLAM.

Bersikap adil 

I. PENDAHULUAN

Pertama yang akan dibahas terlebih dulu adalah Adil secara UniversalSifat adil merupakan salah satu aspek yang mutlak untuk berada didalam sifat setiap manusia, serta sangat layak untuk diimplementasikan kedalam setiap segi kehidupan setiap makhluk sosial, khususnya dalam lingkungan bermasyarakat. Namun, masih banyak sebagian dari masyarakat Indonesia masih saja salah kaprah dalam mengartikan atau menggaris bawahi tentang definisi dari adil tersebut, sehingga menimbulkan kesenjangan sosial semata dalam kehidupan sekitar.
Lalu, apa yang dimaksud dengan kata ‘adil’ tersebut sehingga masih terus diperdebatkan oleh sebagian besar masyarakat? Pada dasarnya, adil merupakan salah satu hal atau sifat yang didasari oleh setiap manusia yang memiliki prinsip masing-masing dalam hidupnya, sehingga mereka tidak menerapkan atau bahkan tidak pernah mengutamakan sikap untuk memihak kepada setiap pihak, atau atau subjek tertentu yang tengah mengalami suatu perselisihan.

II. PERMASALAHAN

1, PENGRTIAN BERSIKAP ADIL 
2, CONTOH BERSIKAP ADIL,

III. PEMBAHASAN.

Pengertian Adil Secara Umum dan Contoh Dari Sifat Adil Dalam Kehidupan

Selain dengan sifatnya yang anti memihak kepada satu orang dengan lainnya, umumnya sikap adil adalah suatu cerminan yang dapat dijadikan sebagai inspirasi yang layak untuk diterapkan kedalam lingkungan masyarakat, khususnya didalam keluarga dan harus ditanamkan sejak dini. Karena, banyak sekali dampak yang akan dirasakan oleh anda yang selalu mengutamakan sikap ini sejak kecil dan manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang.
Karena, sikap adil yang anda tunjukkan kedalam lingkungan keluarga maupun sosial diluar aspek inti dapat memberikan dampak positif bagi siapapun yang terlibat dalam kehidupan anda. Pasalnya, beberapa dari mereka yang mendapatkan rasa keadilan akan secara otomatis merasakan kepada dirinya masing-masing dengan tidak mendapatkan sifat diskriminasi, atau yang disebut dengan perbedaan antara setiap golongan dalam kehidupan sosial dan juga dalam masyarakat.
Lantas, apakah sifat adil tersebut bisa atau memiliki contoh yang bersifat spesifik dalam kehidupan manusia? Tentunya, beberapa sikap adil tersebut sangat mudah untuk terlihat secara jelas dalam kehidupan manusia, sehingga tak banyak dari anak-anak kecil sudah banyak yang menerapkan salah satu karakter bangsa yang satu ini, dengan alih untuk bisa membuat kehidupan bangsa Indonesia menjadi jauh lebih makmur dan sejahtera.

Contoh Keadilan

1. Contoh pertama yang bisa dirasakan dari sikap adil berasal dari dalam keluarga. Hal yang paling menonjol didalam lingkungan tersebut adalah merupakan tolak ukur yang berasal dari orang tua. Bagaimana tidak, sikap adil yang dimiliki oleh ayah maupun ibu yang bertindak sebagai subjek utama didalam keluarga inti harus memberikan contoh bagi anak-anaknya, salah satunya adalah dengan tidak membedakan setiap buah hatinya.
2. Lalu, contoh kedua lainnya dan bisa diimplementasikan didalam lingkungan masyarakat adalah dengan berasal dari lingkungan sekolah. Ilustrasi sederhana yang sangat mudah untuk dirasakan dan dijadikan sebagai contoh bagi masyarakat sekolah berasal dari karakteristik seorang guru, dengan cara tidak membedakan setiap siswa antara satu dengan lainnya. Karena, mereka berhak mendapatkan pelayanan dan pendidikan yang
3. setara sebagai murid yang sedang meuntut ilmu.Berikutnya, contoh ketiga yang paling sering terjadi didalam kehidupan sosial dan bermasyarakat adalah dengan tidak menimbulkan sikap perseteruan antar sesama teman, dalam kata lain tidak meng-‘kambing hitam’ kan setiap teman yang tengah mengalami pertikaian. Anda yang menjadi rekan yang berada dalam satu lingkungan yang sama, tentunya dituntut untuk memberikan ketenangan dan tidak pernah membedakan teman, antara yang miskin dan kaya.

Wujud Dari Implementasi Sifat Adil Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia

Sifat adil tentunya memberikan banyak pengaruh besar dalam kehidupan sosial di Indonesia, mulai dari kalangan belia hingga lanjut usia sangat mutlak untuk mendapatkan sifat adil yang diberikan oleh sesama masyarakat, bahkan kalangan pemerintah yang menjadi penanggung jawab dalam kemajuan hidup bangsa sudah pasti harus memeratakan sikap adil tersebut, bukan hanya bagi masyarakat menengah atas saja, melainkan hingga kalangan bawah sekalipun.
Namun, tahukah anda? Jika wujud implementasi dari sikap adil tersebut berasal dari salah satu sila yang ada dalam pancasila, tepatnya sila ke-5 yang berbunyi ‘Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’. Dalam kata lain, semua masyarakat Indonesia dari berbagai suku, agama, ras dan golongan manapun harus menjunjung tinggi sikap keadilan dalam lingkungan masyarakat, dengan tujuan membuat Negara Indonesia menjadi lebih baik.

Keadilan Dalam Islam

1. Pengertian Adil Menurut Islam

Adil menurut bahasa Arab disebut dengan kata ‘adilun, yang berarti sama dengan seimbang. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, adalah diartikan tidak berat sebelah, tidak memihak, berpihak pada yang benar, berpegang pada kebenaran, sepatutnya, dan tidak sewenang-wenang. Dan menurut ilmu akhlak ialah meletakan sesuatu pada tempatnya, memberikan atau menerima sesuatu sesuai haknya, dan menghukum yang jahat sesuai haknya, dan menghukumyang jahat sesuai dan kesalahan dan pelanggaranya.
Secara Bahasa Adil Berasal dari bahasa arab yang berarti proporsional, tidak berat sebelah, jujur Secara Istilah ada beberapa makna antara lain: menempatkan sesuatu pada tempatnya.
  • Menurut Ibnu Miskawaih keadilan adalah Memberikan sesuatu yang semestinya kepada orang yang berhak terhadap sesuatu itu.
  • Menurut Al Ghozali adil adalah keseimbangan antara sesuatu yang lebih dan yang kurang
Adil itu menempatkan sesuatu pada tempatnya, Kata adil dilawankan dengan kata dzalim yaitu menempatkan sesuatu yang bukan pada tempatnya.
Adil adalah memberikan hak kepada orang yang berhak menerimanya tanpa ada pengurangan, dan meletakkan segala urusan pada tempat yang sebenarnya tanpa ada aniaya, dan mengucapkan kalimat yang benar tanpa ada yang ditakuti kecuali terhadap Allah Subhanallahuwata’ala.

2. Dalil Keadilan Dalam Islam

(An-Nisa’: 135)
Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.

(QS. Ar-Rahman:7-9)
7. Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan, 8. agar kamu jangan merusak keseimbangan itu, 9. dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.

(QS. Al-Hadidi:25)
Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan, hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa.

(QS. Al-An’âm : 152)
Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, sampai dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, bicaralah sejujurnya, sekalipun dia kerabat(mu) dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu ingat.”

(QS. Al-Mâ`idah : 8)
Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

(QS. Al-A’râf : 181)
Dan di antara orang-orang yang telah Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan (dasar) kebenaran, dan dengan itu (pula) mereka berlaku adil.

(QS. Asy-Syûrô: 15)
Karena itu, serulah (mereka beriman) dan tetaplah (beriman dan berdakwah) sebagaimana diperintahkan kepadamu (Muhammad) dan janganlah mengikuti keinginan mereka dan katakanlah, “Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan agar berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami perbuatan kami dan bagi kamu perbuatan kamu. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah (kita) kembali.”

Terjemahan Sahih : Quran.com

3. Pentingnya Keadilan

Islam sangat menekankan sikap adil dalam segala aspek kehidupan. Allah Subhanallahu wata’ala memerintahkan kepada umat manusia supaya berprilaku adil, baik kepada Allah Subhanallahu wata’ala, dirinya sendiri maupun orang lain. Al Qur’an memandang bahwa keadilan merupakan inti ajaran Islam yang mencakup semua aspek kehidupan. Prinsip keadilan yang dibawa Al Qur’an sangat kontekstual dan relevan untuk diterapkan kedalam kehidupan beragama, berkeluarga dan bermasyarakat.

4. Karakteristik Sikap Adil

Islam mengajarkan bahwa semua orang mendapat perlakuan yang sama dan sederajat dalam hukum. Dalam Islam , tidak ada diskriminasi hukum karena perbedaan kulit, status social, ekonomi, atau politik .
Alqur’an secara spesifik menegaskan perilaku adil Yaitu ;
  • Keadilan dalam menetapkan hukum (QS An Nisa’ 58)
  • Keadilan memberikan hak kepada orang lain (QS An NAhl 90)
  • Keadilan dalam berbicara (QS Al an’ am 152)
  • Keadilan dalam kesaksian (QS An Nisa’ 135)
  • Keadilan dalam pencatatan utang (QS Al Baqarah 282)
  • Keadilan dalam mendamaikan perselisihan ( QS Al Hujurat 9)
  • Keadilan dalam menghadapi orang yang tidak disukai (QS Al Maidah 8)
  • Keadilan dalam memberikan balasan ( QS Al Maidah 95)

5. Manfaat dan Positif

Keadilan merupakan sesuatu yang bernilai tinggi, baik, dan mulia. Apabila keadilan diwujudkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, serta bangsa dan Negara, sudah tentu ketinggian, kebaikan, dan kemuliaan akan diraih. Jika seseorang mampu mewujudkn keadilan dalam dirinya sendiri, tentu akan meraih keberhasilan dalam hidupnya, memperoleh kegembiraan batin, disenangi banyak orang, dapat meningkatkan kualitas diri, dan memperoleh kesejahteraan hidup duniawi serta ukkhrawi (akhirat).
Jika keadilan dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, akan terwujud masyarakat yang aman,tentram , serta damai sejahtera lahir dan batin. Hal ini disebabkan masing-masing anggota masyarakat melaksanakan kewajiban terhadap orang lain dan akan memenuhi hak orang lain dengan seadil-adilnya .
Adapun nilai positif perbuatan adil antara lain :
  • Keadilan membawa ketentraman
  • Keadilan membawa kedamaian
  • Keadilan menimbulkan kepercayaan
  • Keadilan dapat meningkatkan kesejahteraan
  • Keadilan dapat meningkatkan prestasi belajar
  • Keadilan dapat menciptakan kemakmuran
  • Keadilan dapat mengurangi kecemburuan sosial
  • Keadilan dapat mempererat tali persaudaraan
  • Keadilan dapat menimbulkan kebaikan dan mencegah kejahatan
Sumber Artikel : Buku Akidah Ahlak & Nafi Ismawan Blog

6. Contoh Adil Dalam Islam

1. Jika seorang pasangan suami istri memiliki 2 anak yang mana anak pertama (1) sekolah jauh dan membutuhkan uang saku lebih daripada anak yang ke dua (2) karena faokto biaya perjalanan yang berbeda, tentunya uang saku tidak 50%:50% . Islam mengajarkan keadilan dengan cara menempatkan sesuatu pada tempatnya, dimana pada kondisi ini tentunya uang saku anak pertama (1) lebih besar karena memang biaya transportasinya lebih mahal daripada anak ke dua (2).
DAFTAR PUSTAKA

Senin, 09 Desember 2019

KERJASAMA DALAM ISLAM.

KERJA SAMA.



PENDAHULUAN.

KERJASAMA merupakan sebuah pekerjaan yang dilakukan orang lebih agar dapat mencapai tujuan ataupun sasaran telah direncanakan dan disepakati secara bersama. Selain itu kerjasama dapat diartikan sebagai suatu tindakan di dalam pekerjaan yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih untuk bisa mencapai tujuan demi keuntungan bersama.

PENGERTIAN KERJA SAMA DALAM ISLAM

Dalam Islam di perbolehkan syirkah atau bekerjasama. Pengertian syirkah adalah suatu akad antara dua pihak atau lebih, yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha/bisnis dengan tujuan memperoleh keuntungan.Rukun syirkah ada tiga: pihak-pihak yang bersirkah, obyek yang di sirkah (dikerjasamakan), dan shigat atau ijab qabul perjanjian syirkah. Sedangkan syirkah secara garis besar terbagi dua yaitu Syirkah amlak dan Syirkah akad. Bedanya jika amlak kerjasama tanpa ada unsur pengelolaan sedangkan syirkah akad ada unsur pengelolaan untuk tujuan memperoleh keuntunganDalam KERJA SAMA DALAM ISLAMdi bidang property yang biasa digunakan adalah syirkah akad. Dalam Syirkah akad ada 5 macam model kerjasama :1. Model Inan, yaitu kerjasama yang semua pihak ikut mengeluarkan modal dan mengelola.2. Model Abdan, yaitu kerjasama yang masing-masing pihak hanya mengelola tanpa mengeluarkanmodal3. Model Mudharabah, yakni kerjasama pihak yang satu hanya mengelola, dan yang satu hanya mengeluarkan model.4. Model wujud, yaitu kerjasama yang salah satu pihak kontribusinya karena ketenaranya atau ketokohannya Sehingga nama besarnya bisa jadi modal kerjasama5. Model Mufawadhah, yaitu kerjasama gabungan dari beberapa model syirkah diatas biasanya terjadi ketika dalam perjalanan kerjasama ada pihak yang keluar atau adanya kebutuhan baru sehingga model kerjasama atau syirkahnya berubahDiantara lima model syirkah diatas yang paling sering digunakan dalam kerjasama properti adalah syirkah inan dan mudharabah.


Manfaat Kerjasama.

Berikut  kerjasama ialah :

·         Mempererat persaudaraan
·         Menumbuhkan rasa motivasi
·         Pekerjaan lebih cepat selesai
·         Pekerjaan akan lebih ringan


Kesimpulan.

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Kerjasama sangat diperlukan di dalam kehidupan sehari-hari, terlebih lagi jika kita ingin mencari jalan untuk masalah yang terjadi dalam kelompok yang dimana tiap orang mempunyai pendapat yang bebeda-beda. Dilakukan kerjasama untuk saling menyuarakan pendapat yang nantinya akan diambil keputusan dengan persetujuan dari setiap orang di kelompok tersebut dan dapat menyelesaikan masalah yang terjadi. Nilai persaudaraan juga bertambah erat jika kita selalu menerapkan kerjasama dalam menyelesaikan masalah terlebih lagi dalam lingkungan bermasyarakat.


Daftar Pustaka.




Senin, 02 Desember 2019

S E M A N G A T

SEMANGAT



OLEH : ADI LESMANA (@P20-ADI.)


Pengertian.


Pengertian tentang semangat berhubungan dengan perasaan dan tindakan. Semangat adalah keadaan pikiran ketika batin tergerak untuk melakukan satu atau banyak tindakan. Jadi, semangat itu memiliki fungsi sebagai penggerak batin untuk bertidak.

Fungsi semangat untuk membakar atau menghangatkan semua yang dingin dan lesu. Bila hati kita beku dan dingin, tiada lagi semangat, maka kita pun menjadi ‘mati’, karena tidak ada lagi yang akan kita kerjakan; yang ada hanya perasaan malas dan statis. Jadi semangat itu adalah awal dari segala prestasi yang dapat kita raih, karena semangat merupakan sumber energi yang membuat kita tidak pernah kehabisan energi. Dengan semangat, kita dapat belajar dan berusaha semaksimal mungkin, tanpa mengenal lelah. Fisik yang sudah melemah akibat rasa lelah, seperti mendapatkan energi tambahan, pada saat semangat muncul membakar.


Tips menjadi pribadi yang bersemangat.


1.      Mengenal diri sendiri
Artinya kita harus tau bagian fisik, pikiran, dan jiwa. Saat kita mampu menatanya, kita memiliki semangat hidup yang baik
.

2.      Bersabarlah
Yakin bahwa semua yang kita rasakan dan kita lalui tidak akan sia-sia, melainkan itu akan membentuk diri kita menjadi lebih baik.

3.      Percaya diri
Berteman merupakan hal yang penting, sebab dengan berteman akan meningkatkan kepercayaan diri kita dan memudahkan kita dalam mencari solusi dengan masalah yang kita miliki
.

4.      Memiliki tujuan hidup
Saat kita menyukai sesuatu, pastinya kita akan berusaha untuk memilikinya walau banyak rintangan yang kita lewati. Begitupun saat kita memiliki tujuan hidup, pasti kita akan terus bersemangat walau banyak masalah yang menerpa hidup kita.


MANFAATNYA.

1.   Dapat Memotivasi Orang Lain

2.  Tidak Mudah Putus Asa
.
3.  Mencapai Hasil yang Terbaik


    KESIMPULAN.

    KITA HARUS MENJADI PRIBADI DALAM SEHARI-HARI. AGAR BISA MEMOTIVASI TEMAN DAN REKAN KERJA KITA YANG SAMA-SAMA MENCARI ILMU, MEMBARIKAN HASIL YANG BAIK DI DALAM PERKERJAAN.MENCINTAI PEKERJAAN YANG KITA TERIMA DAN SELALU SEMANGAT DALAM BEKERJA DAN MENUNTUT ILMU DUNIA DAN AKHIRAT. MENCINTAI KARNA DENGAN SEMANGAT TANPA TIDAK MENGENAL PUTUS ASA KITA PASTI BISA MENJADIKAN SESEORANG YANG SANGAT MENGINSPIRASI DALAM PEKERJAAN DAN BELAJAR.


Daftar Pustaka :
·        Asvi, Erlangga. 2015. Cara Membangkitkan Semangat Hidup, (http://solusisupersukses.com/cara-membangkitkan-semangat-hidup/)
·        Nariza, Rinta. 2018. 30 Kata-Kata Semangat Hidup untuk Memperbaiki Suasana Hatimu, (https://www.kepogaul.com/inspirasi/kata-kata-semangat-hidup/)
·        Esteriani Natalia. 2018. BERSEMANGAT DALAM MENJALANI HIDUP
·        Gurun Lintang. 2018. Ayo, Semangat!!!
·        Farazumar Denny. 2018. TETAPLAH BERSEMANGAT!!!


Senin, 25 November 2019

MENGENDALIKAN DIRI

MENGENDALIKAN DIRI



Pengertian

Mengendalikan berasal dari kata dasar kendali yang artinya hal yang diawasi, dikontrol, sedangkan mengendalikan sendiri mempunyai arti menguasai kendali, menguasai pimpinan. Jadi, bisa disimpulkan arti dari mengendalikan diri adalah mengambil kendali diri kita. Berarti semua yang ada dalam diri kita harus kita awasi, kontrol, hingga kendalikan. Pengendalian diri (self control) didefinisikan sebagai “pengaturan proses fisik, psikologis, dan perilaku seseorang, dengan kata lain serangkaian proses yang membentuk dirinya sendiri”. Pengendalian diri merupakan keseluruhan dari proses yang membentuk diri individu yang mencakup proses pengaturan fisik, psikologis dan perilaku. 

Manfaat Pengendalian Diri

1.      Akan meningkatkan sifat lebih sabar,tawakal,bersyukur.dll.dapat meningkatkan komunikasi positif dilingkungan masyarakat sehingga di peroleh suasana tenang.
2.      Akan lebih dapat menimbangkan pencukupan kebutuhan hidup  yang sesuai dengan kemampuan diri dan meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang di berikan pd tuhankepadanya.


Contoh Pengendalian Diri

1.      Contoh sikap pengendalian diri dalam keluarga adalah sebagai berikut :
a) mengatur kegiatan rumah tangga dengan tertib.
b) menghindari perkataan yang menyakitkan hati orang tua/anggota keluarga, dan
c) selalu mengingat kebutuhan anggota keluarga yang lain.

2.      Contoh sikap pengendalian diri di lingkungan sekolah adalah sebagai berikut.
a) tidak membuat gaduh ketika pelajaran berlangsung.
b) menghindari perkataan yang menyakiti hati guru atau teman.
c) menggunakan waktu istirahat untuk kegiatan yang positif.

3.      Contoh sikap pengendalian diri di lingkungan tempat tinggal kita adalah sebagai berikut.
a) menghindari penggunaan kata-kata yang menyakiti hati orang lain.
b) bergaul dengan tetangga dan masyarakat sekitar sesuai dengan norma lingkungan.
c) tidak membuat keonaran di kampung.

Daftar Pustaka :
·        Rima. 2017. Kompasiana. Bagaimana Cara Mengendalikan Diri https://www.kompasiana.com/rymekarimah/59f97056c252fa33792cc2c4/bagaimana-mengendalikan-diri
·        Ariani, Novi. 2014. Blogspot. Pengendalian Diri http://myblog-noviau.blogspot.co.id/2014/03/v-behaviorurldefaultvmlo_25.html
·        Debby Lucia. 2017. Dampak Tidak Mengendalikan Diri Terhadap Diri Sendiri
·        Nabilla. 2017. Pengendalian Diri

Senin, 18 November 2019

BERANI MENGAMBIL RESIKO YUU

BERANI MENGAMBIL RESIKO



OLEH : ADI LESMANA (@P20-ADI)

Pengertian

resiko adalah salah satu karakter dari sekian syarat untuk hidup yang lebih maju .
Meraih kesuksesan adalah impian semua orang. Bagi mereka yang benar-benar menginginkannya akan bersungguh-sungguh menjalani prosesnya. Mereka berani mengambil risiko, walaupun risiko tersebut sangat menantang kehidupannya. Tentu saja, risiko yang dimaksud bukanlah risiko ringan saja, tapi juga risiko berat.

Namun bagi mereka yang hanya menghayal, mereka menginginkan sesuatu tapi prosesnya mereka lalui dengan santai alias tanpa melakukan pekerjaan atau melalui langkah-langkah kecil sekalipun. Mereka terlalu cepat takut mengambil risiko bahkan tidak ingin menghadapi risiko apapun.


Jenis-Jenis.   

1.   Risiko Murni (Pure Risk)

Pengertian risiko murni adalah suatu risiko yang bila terjadi akan mengakibatkan kerugian dan bila tidak terjadi tidak mengakibatkan keuntungan. Ada dua hal yang dapat diakibatkan risiko ini, yaitu rugi atau break even. Contoh risiko murni; kecelakaan lalu lintas, kebakaran, pencurian, dan lain-lain


2.      Risiko Sperkulatif (Speculative Risk)
Pengertian risiko spekulatif adalah risiko yang dapat menimbulkan kerugian dan juga keuntungan. Ada tiga hal yang dapat diakibatkan risiko ini, yaitu rugi, untung, break even. Contoh risiko spekulasi; judi, bursa efek, membeli undian berhadiah.


3.      Risiko Partikular
Risiko partikular merupakan risiko yang sumbernya dari individu dan berdampak secara lokal. Contohnya kecelakaan kendaraan.


4.      Risiko Fundamental
Risiko fundamental merupakan risiko yang bersumber dari alam atau lingkungan dan berdampak besar. Contohnya tsunami, gempa bumi, banjir bandang, angin topan.Langkah – Langkah sukses mengambil risiko1)      Bersahabat dengan kegagalan
2)      Perhitungkan risiko dan konsekuensi
3)      Bersikap tidak emosional dan selalu tenang
4)      Kesempatan Terakhir
5)      Berusaha lebih jujur pada diri sendiri
Manfaat Mengambil Resiko dalam bekerja1)      Kesehatan Lebih baik
2)      Membawa perubahan yang variatif dalam kehidupan diri sendiri
3)      Meningkatkan Pengalaman
4)      Membuat kehidupan lebih berwarna
5)      Tempat Baru
6)      Passion Baru
7)      Meningkatkan Pertumbuhan


Sumber - Sumber

 
A.      Politik (Political), yaitu risiko yang berasal dari kebijakan politik. Contoh; kebijaksanaan pemerintah, pendapat publik, perubahan ideologi, peraturan, dan lain-lain.


B.      Lingkungan (Environmental), yaitu risiko yang berasal dari lingkungan sekitar. Contoh; pencemaran, perizinan, opini publik, kebijakan internal/ perusahaan, dampak lingkungan hidup, dan lain-lain.


C.      Perencanaan (Planning), yaitu risiko yang berasal dari proses perencanaan bisnis. Contoh; persyaratan perizinan, tata guna lahan, dampak sosial dan ekonomi, opini publik.


D.     Pemasaran (Marketing), yaitu risiko yang bersumber dari proses pemasaran. Contoh; permintaan (perkiraan), persaingan, kepuasan pelanggan, tren, dan lain-lain.


E.      Ekonomi (Economic), yaitu risiko yang bersumber dari kebijakan ekonomi. Contoh; kebijakan keuangan, perpajakan, inflasi, suku bunga, kurs mata uang.


F.       Keselamatan (Safety), yaitu risiko yang berhubungan dengan keselamatan kerja. Contoh; zat berbahaya, tabrakan, keruntuhan, kebanjiran, kebakaran dan ledakan.


G.     Manusia (Human), yaitu risiko yang sumbernya dari manusia. Contoh; kesalahan melakukan prosedur, tidak kompeten, kelalaian, kelelahan, budaya, dan lain-lain.


H.     Alami (natural), yaitu risiko yang bersumber dari alam. Contoh; kondisi tanah, cuaca, gempa, temuan situs arkeologi.


DAFTAR PUSTAKA