Tampilkan postingan dengan label @N07-OKY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @N07-OKY. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Januari 2020

Sikap Adil dan Implementasinya dalam Kehidupan

Oleh : Oky Maulana (@N07-OKY)


Sifat adil merupakan salah satu aspek yang mutlak untuk berada didalam sifat setiap manusia, serta sangat layak untuk diimplementasikan kedalam setiap segi kehidupan setiap makhluk sosial,

Senin, 09 Desember 2019

Mengenal Kerjasama


Oleh : Oky Maulana (@N07-OKY)



Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat dipisahkan dari komunitasnya dan setiap orang di dunia ini tidak ada yang dapat berdiri sendiri melakukan segala aktivitas untuk memenuhi kebutuhannya, tanpa bantuan orang lain. Secara alamiah, manusia melakukan interaksi dengan lingkungannya, baik sesama manusia maupun dengan makhluk hidup lainnya.

Pembahasan

Pengertian KerjaSama Menurut Ahli

Moh. Jafar Hafsah
Menyebut kerjasama ini dengan istilah kemitraan, yang artinya adalah suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prisip salingmembutuhkan dan saling membesarkan.
H. Kusnadi
Mengartikan kerjasama sebagai dua orang atau lebih untuk melakukanaktivitas bersama yang dilakukan secara terpadu yang diarahkan kepada suatu targetatau tujuan tertentu.
Zainudin
Memandang kerjasama sebagai kepedulian satu orang atau satu pihak dengan orang atau pihak lain yang tercermin dalam suatu kegiatan yangmenguntungkan semua pihak dengan prinsip saling percaya, menghargai, dan adanya norma yang mengatur.

Manfaat Kerjasama

kerjasama mempunyai beberapa manfaat, yaitu sebagai berikut:
  1. Kerjasama mendorong persaingan di dalam pencapaian tujuan dan peningkatan produktivitas.
  2. Kerjasama mendorong berbagai upaya individu agar dapat bekerja lebih produktif, efektif, dan efisien.
  3. Kerjasama mendorong terciptanya sinergi sehingga biaya operasionalisasi akan menjadi semakin rendah yang menyebabkan kemampuan bersaing meningkat.
  4. Kerjasama mendorong terciptanya hubungan yang harmonis antarpihak terkait serta meningkatkan rasa kesetiakawanan.
  5. Kerjasama menciptakan praktek yang sehat serta meningkatkan semangat kelompok.
  6. Kerjasama mendorong ikut serta memiliki situasi dan keadaan yang terjadi dilingkungannya, sehingga secara otomatis akan ikut menjaga dan melestarikan situasi dan kondisi yang telah baik.
Bentuk Kerjasama

Bentuk-bentuk dari kerjasama. yaitu sebagai berikut :
  • Koalisi (Coalition), yakni gabungan dari 2 lembaga organisasi atau juga lebih yang meimiliki tujuan yang sama, mereka bekerjasama agar mencapai tujuan mereka tersebut.
  • Tawar menawar (Bargaining), yakni membentuk kerjasama mengenai kesepakatan pertukaran produk atau juga jasa antara 2 orang atau lebih.
  • Bekerja sama (Joint Venture), yakni kerja sama dalam mengerjakan proyek-proyek tertentu agar dapat cepat terselesaikan dan juga tujuan cepat tercapai.
  • Atas dasar kerukunan, yakni kerjasama yang didasari karena kerukunan sesama manusia,  sebuah kerjasama yang didasari dengan kerukunan tidak diharapkan imbalan atau juga upah.
  • Cooptation, yakni sebuah proses kerjasama penerimaan dari berbagai unsur yang baru pada kepemimpinan suatu organisasi, hal ini menjadi sebuah upaya menghindari terjadinya sebuah kecurangan atau juga hal-hal yang tidak diinginkan yang bisa terjadi.
Cara Membina Kerjasama
  1. Menentukan atau mempunyai Sebuah Tujuan
  2. Membuat pesan yang positif
  3. Menghargai pendapat dan juga kebiasaan rekan kerja
  4. Menyiapkan profil
  5. Selalu fokus kepada kualitas
  6. Menawarkan dan memberikan bantuan
  7. Menunjukan antusiasme
Maksud dan Tujuan Kerjasama

Manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, yang berbeda antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Manusia tidak ada yang sempurna, sehingga manusia selalu membutuhkan kehadiran orang lain.
Seorang wiraswasta, dalam melakukan kegiatan usahanya memerlukan kerjasama usaha dengan pihak lain. Dalam memilih mitra kerjasama tersebut, tentu ia akan memilih mitra yang memiliki kelebihan atas kekurangan yang dimiliki diri sendiri dan memberi manfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun mitra kerjasamanya itu.
Dengan demikian, kerjasama tidak didorong oleh kepentingan sepihak saja, melainkan harus dilandasi oleh kesepakatan yang membawa kemaslahatan kedua pihak.

Daftar Pustaka


Senin, 02 Desember 2019

Prinsip Semangat Kerja


Oleh : Oky Maulana (@N07-OKY)


Abstrak
Semangat kerja adalah sikap mental dari individu atau kelompok yang menunjukkan kegairahan untuk melaksanakan pekerjaannya sehingga mendorong untuk mampu bekerja sama dan dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya dengan rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

Pembahasan

Semangat Kerja Menurut Ahli
Semangat kerja adalah keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal (Hasibuan,2008:152)
Semangat kerja adalah kemampuan sekelompok orang-orang untuk bekerja sama dengan giat dan konsekuen dalam mengerjar tujuan bersama. (Tohardi,2002:427)
Halsay (2003: 305) yang mengatakan bahwa: Semangat kerja adalah kesediaan perasaan yang memungkinkan seseorang pekerja untuk menghasilkan kerja yang lebih banyak dan lebih baik tanpa menambah keletihan.

Pentingnya Semangat Kerja
1. Dengan adanya semangat kerja yang tinggi dari karyawan maka pekerjaan yang diberikan kepadanya atau ditugaskan kepadanya akan dapat diselesaikan dengan waktu yang lebih singkat dan lebih cepat.
2. Dengan semangat kerja yang tinggi, tentunya dapat mengurangi angka absensi (bolos) atau tidak bekerja karena malas.
3. Dengan semangat kerja yang tinggi, pihak organisasi atau perusahaan memperoleh keuntungan dari sudut kecilnya angka kerusakan, karena seperti diketahui bahwa semakin tidak puas dalam bekerja, semakin tidak bersemangat dalam bekerja, maka semakin besar pula angka kerusakan.

indikasi-indikasi menurunnya semangat kerja
1.     Rendahnya produktivitas kerja
Menurutnnya produktivitas dapat terjadi karena kemalasan, menunda pekarjaan, dan sebagainya. Bila terjadi penurunan produktivitas, maka hal ini berarti indikasi dalam organisasi tersebut telah terjadi penurunan semangat kerja.
2.     Tingkat kerusakan yang meningkat
Meningkatnya tingkat kerusakan sebenarnya menunjukkan bahwa perhatian dalam pekerjaan berkurang. Selain itu dapat juga terjadi kecerobohan  dalam pekerjaan dan sebagainya. Dengan naiknya tingkat kerusakan merupakan indikasi yang cukup kuat
bahwa semangat kerja telah menurun.

Ciri ciri semangat kerja yang tinggi adalah sebagai berikut:
1. Tersenyum dan tertawa. Senyum dan tawa mencerminkan kebahagiaan individu dalam bekerja. Walaupun individu tidak memperlihatkan senyum dan tawanya, tetapi dalam dirinya individu merasa tenang dan nyaman bekerja serta menikmati tugas yang dilaksanakannya.
2. Memiliki inisiatif Individu yang memiliki semangat kerja yang tinggi akan memiliki kemauan diri untuk bekerja tanpa pengawasan dan tanpa perintah dari atasan.
3. Berfikir kreatif dan luas Individu mempunyai ide-ide baru, dan tidak mempunyai hambatan untuk menyalurkan ide-idenya dalam menyelesaikan tugas.
4. Menyenangi apa yang sedang dilakukan Individu lebih fokus pada pekerjaan dari pada memperlihatkan gangguan selama melakukan pekerjaan.
5. Tertarik dengan pekerjaannya Individu menaruh minat pada pekerjaan karena sesuai keahlian dan keinginannya.
6. Bertanggung jawab Individu bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaan.

Factor Semangat Kerja
1. Komunikasi
Merupakan aktivitas dasar manusia dan dengan berkomunikasi manusia dapat saling berhubungan satu sama lain, baik dalam kehidupan sehari-hari dan dimanapun manusia berada.
2. Motivasi
Suatu kemampuan seorang manajer dalam memotivasi, mempengaruhi, mengarahkan dan berkomunikasi dengan para bawahannya yang akan menentukan efektifitas manajer yaitu dengan cara bagaimana manajer dapat memotivasi para bawahannya agar pelaksanaan kegiatan dan kepuasan kerja mereka meningkat dan mencapai tujuan pada perusahaan yang bisa tercapai dengan baik.
3. Lingkungan kerja
Merupakan suatu lingkungan yang dapat mempengaruhi para karyawan untuk dapat bekerja dengan baik tanpa adanya hal hal yang mengakibatkan karyawan menjadi tidak bergairah dan tidak bersemangat dalam bekerja.

Daftar Pustaka