Tampilkan postingan dengan label @JK08. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @JK08. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 November 2019

Kemampuan Beradaptasi



Dalam menjalani kehidupan, kita mungkin pernah merasa tertindas, atau merasa tidak cocok dalam suatu lingkungan pertemanan, atau bahkan merasa tidak berada di zaman yang tepat. Perasaan seperti ini jika dibiarkan dan tidak diberi tindakan apa-apa akan membuat kita gagal dalam hidup. Gak cuma pada bidang pekerjaan, bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun kita akan mudah menyerah.
Sebenarnya, ada satu kunci utama yang membuat kita bisa bertahan dalam kehidupan yang keras ini. Kunci ini sudah digunakan jauh-jauh hari dari zaman pra-sejarah dan nenek moyang kita pada zaman dahulu. Ya, beradaptasi! 
Ketika menjalani keseharian, kita memang seringkali lupa untuk mengenali hal yang satu ini. Apalagi untuk mengaplikasikannya. Kita mungkin sudah tidak melakukannya lagi seiring berjalannya waktu.
Pengertian
Salah satu ciri yang membedakan makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup adalah kemampuan adaptasi. Kondisi lingkungan menentukan jenis makhluk hidup pada tempat tersebut,  misalnya burung yang memiliki sayap dapat dengan mudah terbang dan berpindah tempat, ikan yang hidup di air dapat bernafas karena adanya insang, kaktus dapat hidup dengan baik pada suhu ekstrem karena memiliki daun berbentuk jarum, dan sebagainya.
Menurut Rohadi et al. (2016) adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Adaptasi dapat berupa penyesuaian bentuk tubuh, penyesuaian tingkah laku, dan penyesuaian fungsi tubuh. Penyesuaian tersebut dapat dilakukan melalui genetik maupun dari habitat. Makhluk hidup dapat mencari habitat yang sesuai dengan cara hidup mereka maupun mengubah organ tubuh mereka.
Seorang ahli biologi Perancis, Lamarch (1744-1829), menjelaskan perubahan yang dilakukan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Ia menjelaskan tingkat perkembangan suatu organ sebanding dengan penggunaannya. Perubahan organ tersebut bersifat kekal dan dapat diturunkan bila terdapat perkawinan. Namun menurut ahli biologi Britania Raya, Wallace (1963), proses adaptasi yang sudah berlangsung turun temurun disebut dengan evolusi. Menurutnya semua proses evolusi tidak selalu sama dengan proses adaptasi.
Definisi adaptasi secara umum adalah kemampuan makhluk hidup untuk mengatasi tekanan dan faktor pembatas dari lingkungan untuk dapat bertahan hidup. Cara yang digunakan setiap makhluk hidup untuk beradaptasi berbeda-beda tergantung dari kemampuan individu tersebut. Misalnya tumbuhan beradaptasi dengan memodifikasi daun dan hewan beradaptasi dengan mengubah perilaku. Makhluk hidup yang sudah mengalami proses adaptasi pada suatu habitat akan sulit untuk tinggal pada habitat lain dengan kondisi yang berbeda.

Jenis-Jenis Adaptasi
Proses adaptasi makhluk hidup berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya. Perbedaan jenis juga memiliki proses adaptasi yang berbeda juga. Proses adaptasi dilihat dari perubahan bentuknya dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu adaptasi bentuk tubuh (morfologi), adaptasi proses metabolisme tubuh (fisiologi), dan adaptasi perilaku.
1. Adaptasi Morfologi
Proses adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh makhluk hidup terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Bagian-bagian yang biasa diubah seperti bentuk mulut, alat gerak, maupun bentuk tubuh keseluruhan. Adaptasi ini sangat mudah diidentifikasi karena dapat terlihat jelas dengan mata. Penyesuaian ini dilakukan agar dapat mendapat makanan serta bentuk tubuh yang sesuai dengan lingkungan. Contoh adaptasi morfologi antara lain bentuk paruh dan kaki burung yang berbeda-beda, tipe alat mulut serangga, bentuk daun tumbuhan, juga bentuk tubuh secara keseluruhan dari hewan maupun tumbuhan.
2. Adaptasi Fisiologi
Proses adaptasi fisiologi adalah penyesuaian proses metabolisme tubuh atau fungsi kerja organ makhluk hidup terhadap kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Adaptasi ini cukup sulit diidentifikasi karena berlangsung di dalam tubuh. Contoh adaptasi fisiologi antara lain meliputi organ sirkulasi darah, organ pernafasan, organ pencernaan, dan organ lainnya. Penyesuaian proses fisiologi pada makhluk hidup tidak hanya pada satu organ saja, namun berkaitan juga dengan organ lainnya.
3. Adaptasi Perilaku
Proses adaptasi perilaku adalah penyesuaian tingkah laku makhluk hidup terhadap kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Biasanya adaptasi perilaku selain untuk mendapatkan makanan, juga untuk melindungi diri dari musuh dan predator. Penyesuaian tingkah laku dilakukan paling banyak oleh hewan karena sebagai bentuk respon terhadap rangsangan dari luar. Contoh adaptasi perilaku adalah penyesuaian waktu makhluk hidup dalam berkegiatan, hibernasi, penyamaran warna tubuh, dan lainnya.
4. Adaptasi pada Hewan
Adaptasi pada hewan dapat mencakup ketiganya, antara morfologi, fisiologi, dan perilaku. Adaptasi morfologi pada hewan dapat dilihat pada alat mulut serangga yang berbeda dan bentuk paruh serta kaki burung yang berbeda. Lingkungan yang ekstrem memaksa hewan yang hidup di tempat tersebut melakukan adaptasi. Contohnya padang pasir memiliki suhu yang tinggi dan jarang ditemukannya sumber mata air. Unta yang hidup di padang pasir memiliki bentuk tubuh yang mampu menyimpan air. Punuk unta dapat berfungsi sebagai penyimpan lemak sehingga ia dapat bertahan lama tanpa meminum air.

Ciri-ciri
·        Kegigihan
Orang yang beradaptasi dengan baik jarang merasakan tekanan untuk berhenti. Setiap tantangan mengasyikkan, dan tetap berdedikasi untuk pekerjaan mereka berarti mendorong bahkan ketika segala sesuatunya menjadi sulit. Demikian juga, mereka dapat tetap positif dan mendorong anggota tim mereka untuk tetap fokus selama masa-masa sulit. Keterampilan yang merupakan simbol kegigihan meliputi:
·        Akal
Seringkali tujuannya jelas, tetapi jalan menuju ke sana tidak. Cara "tradisional" dalam menjalankan bisnis mungkin tidak mungkin atau tidak efektif, karena mungkin tidak ada cukup dana atau staf. Di situlah adaptabilitas dapat menjadi aset. Orang yang dapat beradaptasi akan dapat menemukan sumber daya dan teknik baru yang belum dipertimbangkan oleh rekan kerja yang kurang dapat beradaptasi. Orang yang mudah beradaptasi akan menunjukkan akal dengan menunjukkan:
·        Keingintahuan
Jika Anda tahu bagaimana beradaptasi dengan baik untuk berbagai keadaan, maka "berbeda" tidak membuat Anda takut seperti biasanya bagi orang lain. Apa pun yang menonjol membuat Anda penasaran. Dan ketika Anda penasaran, Anda ingin menyelidikinya. Anda tidak takut dengan ide, saran, atau kritik yang membangun. Anda sering menunjukkan.
·        Mengakui saat merasa terlalu nyaman
Kebanyakan orang merasa senang berada di zona nyaman. Maka, ketika Anda diminta pindah divisi atau mutasi, ada keinginan untuk berontak di dalam hati. Begitu pula saat terbersit keinginan untuk pindah perusahaan, maka Anda akan mengalami dilema berkepanjangan. Anda malah susah move on dan kembali ke zona nyaman lagi, menjalankan pekerjaan dan rutinitas seperti biasa. Masalahnya, zona nyaman akan membuat Anda kaku dan tidak fleksibel.
Namun, orang yang cerdas secara emosional tidak akan terpancing reaksi spontan ini. Mereka sadar dan akan melawan ketika ada keinginan untuk bertahan di zona nyaman. Mereka mencoba bergerak ke area yang belum pernah dibayangkan.
Jika Anda memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, maka akan menyadari ketika sudah merasa terlalu nyaman dan mencoba keluar. Kesediaan Anda untuk mencoba sesuatu yang baru menunjukkan keberanian.
·        Mengakui emosi negatif
Perubahan membawa perasaan dari kedua ujung spektrum emosional: kegembiraan dan kecemasan. Mungkin Anda juga mengalami perasaan takut menghadapi perubahan. Jangan mencoba untuk mengabaikan perasaan itu. Akui saja, bersyukurlah bahwa kehadiran emosi negatif, lalu kuatkan diri dan tetap teguh, sampai Anda bisa melewatinya.
·        Mempertimbangkan beberapa perspektif sebelum mengmbil keputusan
Alih-alih memaksakan kehendak sendiri, orang-orang yang cerdas secara emosional mengerti bahwa sudut pandang mereka belum tentu benar. Mereka tahu bahwa pengetahuan diri sendiri terbatas. Untuk bisa beradaptasi dengan perubahan, Anda memang harus punya pikiran yang terbuka. Daripada meningkatkan gesekan di tempat kerja, orang-orang yang mudah beradaptasi akan mengatasi situasi dengan cerdik dengan mempertimbangkan beberapa perspektif sebelum mengambil keputusan.
Daftar Pustaka


Senin, 11 November 2019



Disusun oleh : Andi Muhamad Iskandar

Pengertian adaptasi

Adaptasi ialah kemampuan dari makhluk hidup untuk dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya, dengan sebuah tujuan untuk bertahan hidup. Ada juga pengertian dari adaptasi yang lainnya yakni ialah sebuah cara yang dilakukan organisme (makhluk hidup) agar dapat mengatasi tekanan dari lingkungannya dengan sebuah tujuan agar mempertahankan hidup.

Kebiasaan sederhana untuk beradaptasi di lingkungan baru

1. Memyapa

Poin ini paling sederhana tapi mungkin agak susah dilakukan olehmu karena memiliki sikap cuek. Beberapa generasi sebelumnya berasumsi bahwa generasi muda sudah jarang menyapa baik itu dengan teman maupun dengan senior di kantor. Kamu pun juga punya anggapan bahwa orang yang nggak mau menyapa duluan pasti sombong, iya kan? Maka dari itu, nggak ada salahnya kamu mulai melakukan sapaan terhadap orang lain. Cukup dengan mengucapkan selamat pagi dan tersenyum itu sudah bagus kok. Kalau kamu sudah mengenal lama jangan ragu untuk sekedar menanyakan kabar.

2. Melakukan rutinitas baru

Secara nggak langsung kamu telah berubah mengikuti ritme lingkungan sekitar yang baru. kalau kamu membuat rutinitas baru maka yang timbul adalah kebiasaan yang baru juga. Usahakan selalu melakukan hal yang positif agar karaktermu semakin terbentuk. Setelah kamu bisa menemukan ritme keseharianmu baru poin selanjutnya akan kamu lakukan. Memang membutuhkan waktu lama apalagi kalau kamu mengalami culture shock. Jadikan ini sebagai target awal kamu memasuki lingkungan baru.

3. Menyiapkan mental

Pada saat kita menemukan lingkungan baru, tentu saja kita akan sangat canggung sekali dalam pertemuan. Itu yang biasa saya rasakan. Bekerja di tempat baru, belum mengenal teman kerja dan orang asing dengan Lingkungannya. Untuk menerima kita perlu mempersiapkan mental dalam menghadapinya. Namun jangan khawatir, karena kita selalu bisa memikirkan banyak hal dalam diam.

4. Menghargai setiap perbedaan

Saat kita dihadapkan pada hal - hal baru, tentu saja kita akan menemukan banyak sekali perbedaan. Semua keuntungan bagi pribadi pendiam adalah mereka tidak akan lebih banyak berkomentar dengan semua perbedaan itu. Tapi perlu diingat teman, kita tidak akan berdiam diri tanpa perbedaan perbedaan.
Akan lebih baik lagi jika kita suka perbedaan dan berusaha menerimanya jika itu baik. Diharapkan kita akan lebih mudah diterima di Lingkungan yang baru tersebut.

5. Berani bertanya dan meminta bantuan

Langkah ini sedikit sulit untuk para pribadi pendiam. Tapi bukan berarti tidak bisa kita lakukan. Bayangkan saja kita berada di tempat baru.
Bukan tidak mungkin kita akan menemukan kesulitan baik dalam pekerjaan maupun dalam interaksi. Hal ini akan menuntut kita menjadi lebih menantang untuk meminta dan meminta bantuan dalam kesulitan tersebut.

6. Menjadi diri sendiri

Terakhir dan yang paling penting adalah kita harus menjadi diri kita sendiri. Tidak mudah disetujui. Tapi tetap harus menerima segala masukan yang bisa membuat kita lebih baik.
Bagaimana kompasianer? Apakah ada di antara kalian yang sama dengan saya? Saya juga pribadi yang pendiam. Tapi seperti yang saya jelaskan tadi, kita selalu bisa memperbaiki dengan Lingkungan baru.

Daftar pustaka

https://www.seputarpengetahuan.co.id/2016/10/pengertian-adaptasi-jenis-adaptasi-dan-tujuan-adaptasi-lengkap.html
https://www.popbela.com/career/inspiration/amp/titaflorita/mulailah-dengan-5-kebiasaan-sederhana-ini-agar-lebih-mudah-beradaptasi-di-lingkungan-baru
https://www.kompasiana.com/amp/yunibintsaniro/5d48e1dd0d82300a06218082/4-langkah-beradaptadi-dengan-lingkungan-baru-bagi-pribadi-pendiam



KUNCI SUKSES?? MAMPU BERADAPTASI


KUNCI SUKSES?? MAMPU BERADAPTASI
Oleh : Rahmatika Chasania Meilani
(@P04-RAHMATIKA)



Abstrak
Mampu  beradaptasi merupakan kemampuan untuk kenyamanan  melihat lingkungan. Dalam kehidupan kita harus bisa beradaptasi denganbegitu banyak karakter dan perilaku kita. Dan adaptasi itu sendiri artinya kemampuan makhluk hidup/seseorang bisa menyesuaikan dirinya dilingkungan manapun dan dimana pun secara positif. Dimana didalam lingkungan baru harus dapat beradaptasi dengan lingkungan itu dengan peraturan-peraturan yang berlaku dan harus bisa menyikapi masalah persoalan yang terjadi. Setiap kehidupan didunia ini tergantung pada kemampuan diri kita sendiri beradaptasi lingkungannya dalam arti luas.  

Kata Kunci : Adaptasi, Lingkungan

       I.            Pendahuluan
Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi akan bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau kelangkaan jenis. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk:
1.      memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
2.      mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
3.      mempertahankan hidup dari musuh alaminya.
4.      bereproduksi.
5.      merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.

    II.            Permasalahan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhadjir Effendy menilai bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah bukan sekadar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,  namun  juga kemampuan beradaptasi untuk menguasai situasi yang terus berubah dan situasi yang terus berkembang. “Pesan saya kepada wisudawan dan wisudawati agar memiliki kemampuan tingkat adapatasi itu, jangan sampai terdistrupsi karena gagal dalam beradaptasi,” ujarnya pada wisuda ke-93 Periode III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Hall Dome UMM, Sabtu (31/8/2019).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menyebut, kunci kemajuan setiap bangsa sesungguhnya terletak pada kebudayaannya.
“Percuma saja kita menggunakan teknologi yang maju. Akan tetapi, ketika kebudayaannya tidak maju, tidak ada gunanya kita menggunakan  smartphone tercanggih tapi masih percaya kepada hoax. Ini adalah salah satu problem kebudayaan,” katanya.
Menurut dia, persoalan seperti ini dalam kehidupan sehari-hari banyak terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Banyak fasilitas publik yang dirusak, karena kemungkinan besar penggunanya dan tidak mempunyai informasi yang cukup untuk orang meng-upgrade pengetahuannya.

 III.            Pembahasan
Bagi manusia, adaptasi itu sendiri lebih ke bagaimana agar dia bisa diterima di suatu lingkungan baru tersebut. Kadang, saat proses adaptasi itu tersebut, tidak jarang seseorang itu mengalami hambatan. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya. Misalkan saja ada seseorang yang memiliki sifat pendiam dan pemalu, akan sulit untuk beradaptasi di lingkungan barunya karena mungkin dia tertutup dan sulit untuk memulai komunikasi sehingga proses adaptasinya terhambat. Bisa juga jika ada seseorang yang 'minderan'.
Dia merasa minder karena mungkin kekurangan yang dimilikinya sehingga dia sulit untuk bergaul dengan orang-orang baru maupun lingkungan baru. Sebaliknya, seseorang yang cerewet biasanya lebih mudah untuk beradaptasi karena biasanya mereka “SKSD” dengan orang-orang yang baru dikenalnya, tapi justru dialah yang memiliki kemampuan beradaptasi yang baik. Daya adaptasi memerlukan proses belajar seumur hidup. Daya adaptasi muncul dan berkembang sejak masa anak-anak namun tidak banyak orang yang  memiliki kemampuan adaptasi yang bagus.

 IV.            Kesimpulan dan Saran
Adaptasi dalam dunia remaja jaman sekarang  ini sangat lah penting dimana telah banyak sekali remaja-remaja yang sudah  tidak sejalan dengan etika remaja. Dalam hali ini kita sebagai para remaja jaman  sekarang yang hidup didunia. Modern ini sudah semestinya untuk bisa beradaptasi sehingga kita masih bisa atau msuk kedunia remaja yang lebih positif. Sehingga kita tidak keluar  dari asas-asas etika. Sebagai contoh ketikakita bergaul dengan anak-anak yang mempunyai sifat kurang baik, dari yang minum-minuman keras hingga yang memakai obat-obatan terlarang. Kita sebagai remaja boleh-boleh saja bergaul tetapi tidak mencoba sesuatu yang sekiranya itu negative, sebagai remaja kita boleh bergaul dengan siapa pun tetapi selau ingat untuk menghindari sesuatu yang bersifat negaif dan merusak diri.

Daftar Pustaka

Anam, Choirul. 2019. Mendikbud: Mampu Beradaptasi, Kunci Sukses Hidup – surabaya.bisnis.com. https://surabaya.bisnis.com/read/20190901/531/1143126/mendikbud-mampu-beradaptasi-kunci-sukses-hidup (Diakses 11 November 2019)

Naibaho, D Y. 2017. Mampu Beradaptasi Dan Menempatkan Diri !!! – karakterbangkit123. http://karakterbangkit.blogspot.com/2017/11/mampu-beradaptasi-dan-menempatkan-diri.html (Diakses 11 November 2019)

Unknown. 2019. Adaptasi - Wikipedia Indnesia. https://id.wikipedia.org/wiki/Adaptasi (Diakses 11 November 2019)

Mampu Beradaptasi

Mampu Beradaptasi
Oleh : Wening Suciati (@P05-WENING)
Abstrak
Adaptasi adalah proses penyesuaian diri terhadap hal baru. Dan kita selaku manusia yang merupakan mahkluk sosial tentu sangat bergantung pada orang lain dan lingkungan kita, tak ada satu orang pun yang mampu hidup secara individual di muka bumi ini. Semua kebutuhan kita dapat terpenuhi karena berkat orang lain, begitupun semua orang saling terkait dan bergantung.
Setiap masa pasti punya cerita, setiap tempat baru yang kita injak pasti membutuhkan penyesuaian diri, entah terhadap sesama, lingkungan daerah maupun alam sendiri. Dalam interaksi itu pun kita sangat perlu membutuhkan strategi agar bisa dengan mudah beradaptasi. Karena dalam suatu komunitas, instansi, lembaga dan lain sebagainya terdapat bermacam-macam karakter yang akan kita jumpai. Hal itu menuntut kita keluar dari zona nyaman yang sebelumnya kita nikmati. 

   Cara agar dapat mudah beradaptasi
1. Bersikap Ramah.
Jangan terlalu berekspektasi bahwa lingkungan yang baru nanti akan welcome terhadap anda, tapi justru mulai dari diri untuk bisa bersikap welcome terhadap orang-orang baru disekitar lingkungan nanti, dengan mencoba ramah, senyum, saling sapa maka itu akan mencairkan suasana kaku yang akan di alami diawal-awal, dengan tujuan proses pengenalan diri dan memberikan efek senang pada orang sekitar akan kehadiran anda.

2. Kenali Adat dan Budaya.
Proses kedua yang sangat penting ialah pengenalan akan budaya dan adat yang pastinya akan baru, terutama kita hidup di Indonesia yang merupakan negara Multicultural, jangankan berbeda suku bangsa di dalam suku bangsa pun tiap daerahnya pasti memiliki kebiasaan atau adat yang berbeda, maka dari itu coba kenali dan sesuaikan diri anda pada adat dan budaya baru disekitar sana, seperti peribahasa "dimana langit dijunjung disitu bumi dipijak" jadi anda harus mengikuti adat istiadat dimana tempat anda berada,

3. Fleksibel.
Orang yang fleksibel sangatlah mudah untuk beradaptasi, maksud fleksibel adalah mampu menjadi peran yang tepat disaat dan tempat yang berbeda, biasakan dengan adanya perbedaan seperti lingkungan kantor yang lebih individual akan sangat berbeda dengan lingkungan
rumah yang masih sangat bertoleransi, maka  fleksibel-lah.

4.Rasa ingin tahu.
Coba terus ketahui hal baru dilingkungan anda, jangan pernah malu untuk bertanya jika memang anda masih awam terhadap sesuatu, jangan bersikap tertutup dan terus ketahui dan pelajari lingkungan sekitar anda.


5. .Bersikap Murah Senyum
Orang akan sangat respek terhadap kita apabila kita murah senyum dan ramah. Mereka melihat kita ini adalah sesorang yang rendah hati, mudah bergaul dan bisa membuat orang lain nyaman.

6.Bersikap Natural/ Apa Adanya
Terkadang banyak sekali orang-orang yang berlebihan berbicara ataupun bersikap kepada orang yang baru dikenal, hal ini akan menyebabkan orang lain ilfil terhadap kita. Sebisa mungkin bersikap senatural mungkin, apabila anda cerewet usahakan diminimalisir kecerewetan itu.
Jadi dengan kita mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, kita akan memperoleh pengalaman hidup yang baru serta dapat memperoleh teman yang baru dan membuat orang lain nyaman kepada kita.

Daftar pustaka
Anonym. 2014. “Cara beradaptasi dengan lingkungan baru”. Dalam linkhttp://www.klikcara.com/2014/08/cara-beradaptasi-lingkungan-baru.html


Kemampuan Beradaptasi

Oleh : Rachmatika A.A, @P18-ANANTIA @JK08


I.               TEORI
Menurut Sobur (2009) adaptasi adalah interaksi yang kontinu dengan diri individu sendiri, dengan orang lain, dan dengan dunia. Menurut White (1974) adaptasi adalah sesuatu yang dilakukan oleh system kehidupan dimana seseorang melakukan sesuatu yang lebih dari mempertahankan diri, dengan memiliki keinginan terhadap penguasaan lingkungan dan keinginan mandiri atau menentukan nasib sendiri. Untuk menyesuaikan diri dengan suatu lingkungan, harus mengetahui karakter diri sendiri dahulu.

II.            PEMBAHASAN
Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya disebut adaptasi. Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan disekitarnya untuk bertahan hidup. Realitas social terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu dan karenanya setiap individu dituntut untuk mampu beradaptasi secara proaktif dan antisipatif.
Sebenarnya untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan bersikap tepat dalam berbagai situasi itu tidaklah sulit. Asal tau caranya dan jangan sampai salah menempatkan diri. Saat memasuki suatu lingkungan yang baru, perlu mengetahui hal-hal yang boleh dan tidak boleh di lakukan dalam lingkungan tersebut serta tata cara yang biasa dilakukan dalam lingkungan itu.
Individu dapat mengasah keterampilan social melalui pergaulan. Semakin luas pergaulan biasanya semakin luas wawasan pengetahuannya. Memiliki ragam teman tentu membuat anda mengetahui banyak hal dari setiap teman yang dimiliki. Dalam bergaul juga harus memilih lingkungan yang bias membawa dampak positif. Mengingat besarnya pengaruh pergaulan pada diri seseorang, pilihlah lingkungan yang dapat mengembangkan potensi yang andanmiliki.
Urutan elemen dalam suatu adaptasi
Menurut Suster Callista Roy (1969)
1.      Lingkungan
2.      Manusia
3.      Kesehatan
Cara Beradaptasi
1.      Kenali tuntutan yang ada di lingkungan tempat anda berada
2.      Kenali orang-orang yang ada di lingkungan tersebut beserta karakternya
3.      Kenali kelebihan dan kelemahan diri
Aspek penyesuaian diri
1.      Control terhadap emosi yang berlebihan
2.      Mekanisme pertahanan diri yang minimal
3.      Frustasi personal yang minimal
4.      Kemampuan mengarahkan diri
5.      Kemampuan untuk memanfaatkan pengalaman masa lalu
6.      Sikap realistic
Sikap yang diterima saat beradaptasi
1.      Ramah dan murah senyum
2.      Mau membuka diri saat berinteraksi
3.      Mau mendengarkan pendapat dan keluh kesah orang lain
4.      Cobalah untuk memperhatikan pembicaraan orang lain
5.      Menghargai orang lain
6.      Bersikap empati dan proaktif dalam memberikan perhatian kepada orang lain
7.      Mau mengakui kesalahan
Factor yang mempengaruhi adaptasi
1.      Kondisi fisik
2.      Kepribadian
3.      Lingkungan
4.      Agama dan budaya
5.      Usia
6.      Pengalaman
7.      Cara berfikir


III.        KESIMPULAN
Adaptasi adalah sebuah proses seorang individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Setiap individu memiliki kemampuan beradaptasi yang berbeda-beda, sehingga hal tersebut sangat berpengaruh terhadap motivasi dirinya. Individu yang mampu berinteraksi dengan baik akan dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya sehingga akan mudah dan cepat berinteraksi dengan kondisi disekitarnya. Saat beradaptasi jangan sampai salah menempatkan diri, maka dari itu harus mengenali orang-orang yang ada disekitar beserta karakternya. Jadi kita dapat menyesuaikan diri kita terhadap individu lainnya di lingkungan tersebut. Jangan sampai dianggap kurang sopan karena bersikap tidak sesuai dengan norma yang ada di lingkungan itu.

DAFTAR PUSTAKA
Aziz, A.H. 2019. Peranan Kemampuan Bersosialisasi dan Beradaptasi Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Gambar Bangunan SMKN 3 Yogyakarta. Dalam http://eprints.uny.ac.id/13156/1/12%20SKRIPSI_AULIA%20HABIBUL%20AZIZ_08505241021.pdf


PENTINGNYA BERADAPTASI

MAMPU BERADAPTASI


Disusun oleh : Widy Hartono
(@P21-WIDY, @Jk08)

Abstrak

Kehidupan merantau jauh berbeda dengan kehidupan yang dialami dirumah saat bersama orang tua, mereka dituntut untuk dapat mandiri dan dapat beradaptasi dengan baik di lingkungannya yang baru. Anak yang merantau harus dapat beradaptasi dengan kehidupan sosial dan lingkungan di tempat mereka menimba ilmu mulai dari bahasa dan kebiasaan hingga makanan dan budaya yang berbeda.

Dalam merantau, mahasiswa dan mahasiswi yang tinggal jauh dengan tempat tinggalnya dituntut untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya yang baru agar dapat menyelesaikan studinya dengan baik. Tidak semua mahasiswa dapat menjalani proses adaptasi dengan baik.

Kata kunci : kemampuan untuk beradaptasi

I.Pendahuluan

Merantau merupakan kegiatan perginya seseorang dari tempat tinggalnya ke daerah lain dengan tujuan tertentu. Banyak orang tua tidak  segan ataupun takut melepas putra dan putri kesayangannya untuk menimba ilmu walaupun harus dipisahkan oleh jarak. Oleh karena itu diperlukan beradaptasi guna untuk meningkatkan kualitas kehidupan social pada masing-masing individu agar dapat berinteraksi dengan individu lainnya.

II.Permasalahan

Para perantau memiliki proses adaptasi yang berbeda-beda dalam menghadapi culture shock dan rasa homesick. Ada dari perantau yang dapat dengan mudah menghadapi culture shock dan cenderung menyesuaikan diri dengan cepat dengan lingkungan yang baru, namun ada juga dari perantau yang mengalami proses adaptasi yang panjang bahkan hingga menghadapi masa-masa frustasi.

III.Pembahasan

A.Pengertian

Beradaptasi adalah mampunya orang untuk menempatkan diri terhadap lingkungan barunya, tujuannya adalah agar dapat melakukan interaksi antara satu dengan yang lainnya. Penyesuaian diri merupakan faktor yang penting dalam kehidupan manusia. Sehingga penyesuaian diri dalam hidup harus dilakukan supaya terjadi kesimbangan dan tidak ada tekanan yang dapat mengganggu suatu dimensi kehidupan.


B. Aspek-aspek beradaptasi

1. Penyesuaian pribadi

     Penyesuaian pribadi adalah kemampuan individu untuk menerima dirinya sendiri sehingga tercapainya hubungan yang harmonis antara dirinya dan lingkungan sekitarnya.

2. Penyesuaian social

     Didalam proses bermasyarakat saling mempengaruhi satu sama lain silih berganti. Dari proses tersebut mucul tingkah laku sesuai dengan aturan, hokum, adat dan nilai-nilai yang mereka patuhi. Demi untuk tercapainya penyeselaian bagi permasalahan  hidup sehari-hari.

C.  Bentuk-Bentuk Penyesuaian diri

1.Penyesuaian diri sebagai bentuk adaptasi (adaptation)

Pada mulanya penyesuaian diri diartikan sama dengan adaptasi padahal adaptasi ini umumnya lebih mengarah pada penyasuaian diri dalam arti fisik, fisiologis, atau biologis. Misalnya, seseorang yang pindah tempat dari daerah panas ke daerah dingin harus beradaptasi dengan iklim yang berlaku didaerah dingin tersebut.

2.Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity)

Penyesuaian diri dimaknai sebagai bentuk konformitas banyak membawa akibat lain. Dengan memaknai penyesuaian diri sebagai usaha konformitas, menyiratkan bahwa di sana individu seakan-akan mendapat tekanan kuat untuk harus selalu mampu mengindarkan diri dari penyimpangan perilaku, baik secara moral, sosial maupun emosional. Dalam sudut pandang ini, individu selalu diarahkan kepada tuntutan konformitas dan terancam akan tertolak dirinya manakala perilakunya tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

3.Penyesuaian diri sebagai bentuk usaha penguasaan (mastery)

Penyesuaian diri sebagai bentuk usaha penguasaan yaitu kemampuan untuk merencanakan dan mengorganisasikan respons dalam cara-cara tertentu sehingga konflik-konflik, kesulitan, dan frustasi tidak terjadi. Dengan kata lain, penyesuaian diri diartikan sebagai kemampuan penguasaan dalam mengembangkan diri sehingga dorongan, emosi, dan kebiasaan menjadi terkendali dan terarah. Hal itu juga berarti penguasaan dalam memiliki-kekuatan-kekuatan terhadap lingkungan, yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan realitas berdasarkan cara-cara yang baik, akurat, sehat, dan mampu bekerja sama dengan orang lain secara efektif dan efisien, serta mampu memanipulasi faktor-faktor lingkungan sehingga penyesuaian diri dapat berlangsung dengan baik.

D.    Kebutuhan Akan beradaptsi

Kebutuhan akan penyesuaian diri sangatlah penting dan perlu adanya penyesuaian diri yang sehat, yaitu meliputi : 1) kematangan emosional; 2) kematangan intelektual; 3) kematangan sosial; dan 4) tanggung jawab.

1.       Kematangan emosional mencakup aspek-apek:
a.       Kemantapan suasana kehidupan emosional.
b.      Kemantapan suasana kehidupan kebersamaan dengan orang lain.
c.       Kemantapan untuk santai, gembira, dan menyatakan kejengkelan.
d.      Sikap dan perasaan terhadap kemampuan dan kenyataan diri sendiri.

2.      Kematangan intelektual mencakup aspek-aspek:
a.       Kemampuan mencapai wawasan diri sendiri.
b.      Kemampuan memahami orang lain dan keragamannya.
c.       Kemampuan mengambil keputusan.
d.      Keterbukaan dalam mengenal lingkungan.

3.      Kematangan sosial mencakup aspek-aspek:
a.       Keterlibatan dalam partisipasi sosial.
            b.      Kesediaan kerja sama.  
c.       Kemampuan kepemimpinan.
d.      Sikap toleransi.
e.       Keakraban dalam pergaulan.

4.      Tanggung jawab mencakup aspek-aspek:
a.       Sikap produktif dalam mengembangkan diri.
b.      Melakukan perencanaan dan melaksanakan secara fleksibel.
c.       Sikap altruisme, empati, bersahabat dalam hubungan interpersonal.
d.      Kesadaran akan etika dan hidup jujur.
e.       Melihat perilaku dari segi konsekuensi atas dasar sistem nilai.
f.        Kemampuan bertindak independen

E.     Kesimpulan
Penyesuaian diri merupakan suatu konstruk psikologi yang luas dan kompleks, serta melibatkan semua reaksi individu terhadap tuntutan yang baik dari lingkungan luar maupun dari dalam individu itu sendiri.

Menurut Schneiders (1984) bentuk penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu :
 Penyesuaian diri sebagai bentuk adaptasi (adaptation).
 Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas (conformity).
 Penyesuaian diri sebagai bentuk usaha penguasaan (mastery)

Nilai terakhir bagi individu dari hasil-hasil pendidikannya terletak pada sampai sejauh manakah apa yang telah dipelajarinya atau proses yang telah dilaluinya. Sesuai bagi dirinya untuk penyesuaian yang wajar terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya sendiri dan terhadap tuntutan-tuntutan yang datang dari masyarakat.

Kebutuhan akan penyesuaian diri sangatlah penting dan perlu adanya penyesuaian diri yang sehat, yaitu meliputi : 1) kematangan emosional; 2) kematangan intelektual; 3) kematangan sosial; dan 4) tanggung jawab.

Daftar Pustaka

Aziz Habibul Aulia. Prapto pusoko.2015. Peranan Kemampuan Bersosialisasi Dan Beradaptasi Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Gambar Bangungan SMK Negeri 3 Yogyakarta. Universitas negeri Yogyakarta.

 

Lasantha. 2019. Makalah penyesuaian diri. http://filsafatafif.blogspot.com/2017/10/makalah-penyesuaian-diri-pengertian.html. Dikutip pada tanggal (11 November 2019)

Rismanmhmmd.2013. Kemampuan beradaptasi. https://rismanmhmmd.wordpress.com/2013/10/21/kemampuan-beradaptasi/. Dikutip pada tanggal (11 November 2019)