Senin, 07 November 2016
Minggu, 06 November 2016
Mengambil Resiko
Risiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang
dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang
akan datang. Dalam bidang asuransi, risiko dapat diartikan sebagai suatu
keadaan ketidakpastian, di mana jika terjadi suatu keadaan yang tidak
dikehendaki dapat menimbulkan suatu kerugian.
Jenis-jenis
risiko yang umum di kenal dalam usaha asuransi antara lain meliputi:
• Risiko murni atau pure risk adastian terjadinya
suatu kerugian atau dengan kata lain hanya ada suatu peluang merugi dan bukan
suatu peluang keuntungan. Risiko murni adalah suatu risiko yang bilamana
terjadi akan memberikan kerugian dan apabila tidak terjadi maka tidak
menimbulkan kerugan namun juga tidak menimbulkan keuntungan. Risiko ini
akibatnya hanya ada 2 macam: rugi atau break event, contohnya adalah pencurian,
kecelakaan atau kebakaran.
• Risiko spekulatif atau speculative risk adalah
risiko yang berkaitan dengan terjadinya dua kemungkinan, yaitu peluang
mengalami kerugian financial atau memperoleh keuntungan. Risiko ini akibatnya
ada 3 macam: rugi, untung atau break event, contohnya adalah investasi saham di
bursa efek, membeli undian dan sebagainya.
• Risiko individu atau individual risk adalah
kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada kehidupan sehari-hari. Misalnya
risiko yang akan tibul bila kita memiliki rumah, mobil, melakukan investasi
usaha, atau menyewa apartemen. Risiko ini di bagi ke dalam tiga macam risiko,
yaitu:
Risiko pribadi atau personal risk, adalah risiko
yang mempengaruhi kapasitas atau kemampuan seseorang dalam memperoleh
keuntungan, cotohnya adalah mati muda, uzur, cacat fisik, dan kehilangan
pekerjaan.
Risiko harta atau property risk adalah risiko
terjadinya kerugian keuangan apabila kita memiliki suatu benda atau harta.
Yaitu adanya peluang harta tersebut untuk hilang, di curi, atau rusak.
Kehilangan suatu harta dapat di bedakan menjadi dua jenis:
a)Kerugian langsung atau direct losses terjadi
apabila harta kita hilang atau rusak. Kerugian finansial terjadi karena kita
kehilangan nilai dari harta tersebut, uang yang kita investasikan di dalamnya
dan biaya yang di gunakan untuk menggantikannya.
b)Kerugian tidak langsung atau indirect losses
(consequential) adalah setiap kerugian yang terjadi akibat kerugian asal
(original losses). Contoh dari kerugian ini adalah kehancuran rumah karena
bencana alam sehingga kita harus mengeluarkan biaya untuk tempat tinggal
sementara dan renovasi rumah.
Risiko tanggung gugat atau liability risk adalah
risiko yang mungkin kita alami atau derita sebagai tanggung jawab akibat
kerugian atau lukanya pihak lain. Jika kita mennggung kerugian seseorang, maka
kita harus membayarnya, sehingga kerugian pihak lain menyebabkan kita mengalami
kerugian finansial. Contohnya adalah memberi ganti rugi kepada orang akibat
anda menabraknya.
Agar
berani mengambil risiko, paling tidak seseorang mesti memiliki beberapa hal:
Pertama, berbaik sangka kepada Allah
Meyakini adanya takdir buruk yang datang dari Allah
adalah bagian dari keimanan. Takdir buruk terjadi atas izin Allah dan ada yang
benar-benar menjadi cobaan maupun pelajaran bagi manusia. Namun, ada juga
takdir buruk yang justru terjadi karena keteledoran manusia.
Bagi siapapun yang ingin menggapai impiannya, jika
dia berani berikhtiar, maka dia mesti yakin bahwa ikhtiarnya benar-benar berada
dalam naungan Allah, berada dalam ridha Allah. Keberanian untuk menerima hasil
dengan segala macam risiko yang ditimbulkannya termasuk berbaik sangka kepada
Allah. Nah, jika apa yang dia dapatkan kelak adalah satu di antara takdir Allah
Yang Maha Kuasa di atas segalanya, lantas alasan apalagi yang membuatnya tidak
semangat?
Kedua, yakin bahwa kesuksesan punya proses
Hampir tak ada kejadian yang tidak melalui proses.
Orang hidup saja melalui proses. Dilahirkan dan begitu seterusnya. Begitu juga
orang mati, dia mesti melalui sakaratul maut. Dan begitu seterusnya. Dalam
konteks yang lain, hampir tak ada yang mendapatkan kesuksesan tanpa usaha serta
tantangan yang bergulat di dalamnya.
Dengan demikian, jika seseorang ingin meraih impian
atau menggapai kesuksesan, maka dia mesti melalui proses atau
langkah-langkahnya. Dia harus percaya bahwa menggapai kesuksesan itu pasti
melalui langkah-langkah. Selain itu, kesuksesan juga butuh waktu pencapaian.
Kesuksesan tidak didapatkan seketika saja, dia butuh waktu yang kadang tak
sedikit. Jika langkah-langkah yang sudah tersusun mengalami kendala pencapaian,
maka itu pertanda impian tersebut butuh langkah-langkah baru yang lebih kreatif
dan fleksibel.
Ketiga, percaya bahwa semuanya berisiko
Memiliki impian itu gratis, tapi menjadikannya
sebagai sesuatu yang nyata atau mewujudkannya butuh kerja keras dan berisiko
tinggi. Satu hal yang mesti dimiliki adalah berani mengambil sekaligus menerima
risiko. Mengapa? Karena tidak ada yang diperoleh dalam hidup ini yang tidak
berisiko. Risiko membangun bisnis adalah bangkrut atau rugi, risiko menjadi
penulis adalah ditolak penerbit, risiko menjadi aktivis literasi ditinggal
pembaca, risiko menjadi pemimpin adalah dihina, risiko menjadi pembalap adalah
tabrakan, risiko menjadi orang kaya adalah kemiskinan, risiko menjadi orang
jujur adalah pengasingan. Begitu seterusnya. Dengan adanya kesadaran bahwa
semuanya berisiko, seseorang akan matang secara psikologis. Di samping itu, dia
juga akan berusaha sejak dini untuk mencari solusi dari kemungkinan-kemungkinan
yang terjadi ke depan. Dengan adanya risiko, seseorang menjadi antisipatif
dalam melakoni kehidupannya.
Keempat, percaya diri atas hasil usaha
Orang sukses adalah dia yang siap menerima hasil
akhir dari usaha maksimalnya. Apapun impiannya, jika perwujudannya dilalui
dengan langkah-langkah terbaik dan dilalui dengan sungguh-sungguh, apapun
hasilnya, itu adalah keberhasilan. Dia sangat percaya bahwa apa yang sudah
dilaluinya adalah satu perjuangan yang tak sia-sia. Dia sangat yakin akan
mendapatkan hasil terbaik. Dia percaya bahwa apa yang diperolehnya adalah hasil
usaha dan pembuktian dari keringatnya sendiri. Dia bangga dengan hasil apapun
yang dia dapatkan dari usahanya.
Kelima, percaya akan peluang
Orang sukses selalu meyakini bahwa satu jalan tempuh
yang sudah dicoba dan menghasilkan sesuatu yang belum memuaskan bukanlah hasil
akhir yang sesungguhnya. Itu justru pertanda bahwa dia mesti menata kembali
langkah-langkah sebelumnya, atau jika tidak, dia mesti mencari jalan atau
langkah-langkah baru yang lebih jitu. Sebab dia yakin bahwa peluang itu selalu
terbukan bagi siapapun yang menginginkan kesuksesan. Bukankah Allah akan
memberi pertolongan kepada mereka yang bersungguh-sungguh?
Menanti hasil adalah aktivitas yang kadang
membutuhkan banyak tenaga. Kecemasan selalu menjadi selingan dominan di
dalamnya. Ya, itulah yang saya alami. Saya percaya Anda pernah mengalami apa
yang saya alami. Tapi dalam penantian yang dilapis kecemasan tersebut selalu
ada inspirasi yang hadir, termasuk untuk membuat tulisan sederhana sekalipun.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim.(2016). Risiko. [online]. Tersedia :
Kadir, syamsudin. (2012). Berani-mengambil-resiko. [online].
Tersedia :
Beradaptasi Dengan Lingkungan
Pengertian Beradaptasi adalah menyesuaikan diri
terhadap lingkungannya. Makhluk hidup mempu beradaptasi dengan lingkungannya. Adaptasi
ini diperlukan oleh makhluk hidup dibumi, karena setiap lingkungan dibumi
memiliki karakteristik sendiri. Misalkan dikutub suhunya sangat dingin serta
banyak terdapat air sedangkan sebaliknya di daerah gurun suhunya panas,
gersang, dan sulit untuk mendapatkan air.
Adaptasi
terdiri dari tiga macam, antara lain :
A. Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk tubuh
makhluk hidup atau alat-alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungan tempat
tinggalnya. Pada adaptasi ini biasanya bentuk penyesuaian bentuk tubuhnya
seperti pada bentuk paruh, bentuk kaki, maupun bentuk seluruh tubuh secara
keseluruhan.
Adaptasi pada bentuk tubuh ini berfungsi untuk
menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan cara ia mendapatkan makanan dan
menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan bagaimana ia tinggal di tempat tersebut.
B. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi Fisiologi adalah penyesuaian fungsi alat
tubuh suatu makhluk hidup terhadap keadaan lingkungannya. Adaptasi ini tidak
dapat dilihat langsung oleh mata. Karena pada adaptasi fisiologi menyangkut
tentang fungsi organ-organ bagian dalam tubuh makhluk hidup dengan
lingkungannya. Seperti fungsi jantung manusia untuk beradaptasi dengan daerah
tinggi.
C. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah cara makhluk hiduo
beradaptasi dengan lingkungannya dalam bentuk tingkah laku. Adaptasi tingkah
laku ini berhubungan dengan tindakan makhluk hidup untuk beradaptasi atau
melindungi diri dari pemangsa. Selain itu juga adaptasi tingkah laku
berhubungan dengan kebiasaan makhluk hidup untuk beradaptasi dan mempertahankan
hidupnya disuatu lingkungan.
Contoh adaptasi ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu
contoh adaptasi morfologi, contoh adaptasi fisiologi dan contoh adaptasi
tingkah laku.
A.
Contoh adaptasi morfologi
1) Tumbuhan xerofit seperti kaktus memiliki batang
yang tebal untuk menyimpan air, memiliki daun yang berduri yang berfungsi untuk
mengurangi penguapan, dan memiliki akar yang panjang dan menyebar agar lebih
mudah mencari air. Hal ini dilakukan karena habitatnya yang gersang dan tandus.
2) Kelinci gurun mempunya telinga yang besar untuk
mendinginkan tubuhnya. Karena pada saat darah kelinci tersebut mengalir
melewati telinga maka darah akan melepaskan panas keselilingnya.
3) Katak gurun memiliki kaki bertanduk yang berguna
untuk menggali lubang hingga 3 meter. Lubang ini digunakan untuk melindungi dirinya
dari panas terik gurun.
B.
Contoh adaptasi Fisiologi
1) Saat berada di daerah yang tinggi seperti
dipuncak gunung manusia memproduksi butir darah merah lebih banyak agar lebih
banyak mengikat oksigen. Sebab di dataran tinggi tekanan atmosfirnya lebih
kecil daripada didataran rendah sehingga hanya sedikit oksigen yang bisa masuk
ketubuh kita.
2) Ikan yang hidup di air asin lebih pekat
mengeluarkan urin daripada ika yang hidup di air tawar. Ikan yang hidup diair
asin mengeluarkan urin yang lebih pekat agar jumlah garam ditubuh ikan tersebut
tidak berlebihan.
C.
Contoh Adaptasi Tingkah Laku
1) Bunglon mengubah warna tubuhnya sesuai dengan
lingkungannya adar lebih mudah mendapatkan mangsanya.
2) Ikan paus dan lumba-lumba secara berkala muncul
kepermukaan air untuk bernafas. Karena Paus dan Lumba-lumba merupakan hewan
mamalia yang bernafas dengan paru-paru.
3) Rayap yang kulitnya mengelupas maka akan dimakan
kembali oleh rayap tersebut. Hal ini dilakukan karena didalam kulit rayap
tersebut ada usus rayap yang ikut mengelupas dan usus tersebut memiliki
flagelata yang menghasilkan enzim selulase yang dapat mencernakan kayu. Selain
itu juga, rayap muda menjilati dubur rayao dewasa dengan tujuan mendapatkan
enzim selulase untuk mencernakan kayu.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim.(2013).pengertian-beradaptasi.[online].
Tersedia :
Anonim.(2014).pengertian-macam-dan-contoh-adaptasi.[online].
Tersedia :
Sabtu, 05 November 2016
Adaptasi = Penyesuaian Diri
ADAPTASI
Manusia pada
hakikatnya merupakan makhuk sosial dimana selalu membutuhkan orang lain dalam
melaksanakan atau menjalankan kegiatan apapun. Maka dari itu diperlukan nya
adaptasi atau penyesuaian diri terhadap lingkungan disekitarnya. Secara umum,
adaptasi merupakan cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan
hidup dimana mereka tinggal. Sedangkan menurut beberapa ahli, adaptasi
merupakan suatu proses yang dinamik baik karena organisme maupun lingkungan
sendiri tidak ada yang bersifat konstan/tetap (Hardestry,45-46). Selanjutnya
adaptasi merupakan suatu kunci konsep dalam dua versi dari teori sistem,baik
secara bilogical,perilaku, dan sosial (Bennet, 249-250).
Dalam ilmu
psikologi, adaptasi seringkali dengan istilah penyesuaian diri dimana meliputi
adaptation and adjustmen. Artinya individu mampu menyesuaikan diri dengan baik,
secara normal dan idealnya mampu menggunakan kedua mekanisme tersebut secara
fleksibel tergantung suasan dan situasinya.
JENIS ADAPTASI
·
Adaptasi
Morfologi
Adapatasi
morfologi adalah suatu penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungannya
berkaitan dengan bentuk dan struktur organ tubuh yang tampak dari luar dan
mudah diamati, sehingga adaptasi tersebut paling mudah dikenal dan ditemukan.
·
Adaptasi
Fisiologi
Adapatasi
fisiologi adalah penyesuaian fungsi fisiologi alat-alat atau organ-organ tubuh
terhadap lingkungannya.
·
Adaptasi
Tingkah Laku
Adapatasi
tingkah laku adalah cara penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungannya
melalui tingkah laku.
DAFTAR PUSTAKA :
- Anonim.2015.Pengertian dan Contoh
Adaptasi Morfologi, Fisiologi, Tingkah Laku pada Makhluk Hidup. http://www.ilmupengetahuanalam.com/2015/11/pengertian-dan-contoh-adaptasi-morfologi-fisiologi-tingkah-laku-pada-manusia-hewan-tumbuhan.html
(Di akses pada 26-10-16)
Kita Harus Berani dalam Mengambil Resiko!
Pengertian Resiko Menurut Para Ahli
1. Menurut Arthur Wiliams dan Richard, M.H
Pengertian risiko usaha menurut mereka adalah suatu
variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu.
Mampu Beradaptasi
Assalamualaikum.
Saya akan membahas artikel tentang “Mampu
Beradaptasi”
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya.
Pribadi Yang Menarik
PRIBADI YANG MENARIK
Menjadi pribadi yang baik adalah
keinginan setiap orang, pribadi yang baik adalah pribadi yang bisa membawa
kebaikan bagi sekitarnya, bagi keluarga, saudara, teman, sahabat dan semua yang
ada di sekitar
Kita hidup dalam keharmonisan dengan
alam dan lingkungan, ada berbagai macam jenis orang dengan karakter
masing-masing. Sebagai manusia yang tinggal di Indonesia yang terkenal dengan
pluraalisme, kita lebih menghargai perbedaan dan selalu ramah kepada siapapun.
Salah satu pelajaran penting bahwa masyarakat Indonesia dikenal sebagai
masyarakat yang ramah. Hal ini pula yang menjadi ciri khas negara Indonesia
dimana selalu ada sikap toleransi dan peduli terhadap sesama manusia.
Ini
adalah tips agar kita dapat menjadi pribadi yang menarik :
1. JADILAH PENDENGAR
YANG BAIK
Pendengar yang baik adalah pribadi
yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang
lain untuk bicara, ajukan pertanyaan dan buat dia bergairah untuk terus bicara.
Dengarkanlah dengan antusias, dan jangan menilai atau menasehatinya bila tidak
diminta.
2. BERSIKAP RAMAH
Semua orang senang bila diperlakukan
dengan ramah. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai.
Keramahan membuat orang merasa betah berada di dekat Anda.
3. BERMURAH HATI
Anda tidak akan menjadi miskin karena
memberi dan tidak akan kekurangan karena berbagi. Seorang yang sangat bijak
pernah menulis, Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri.
Dengan demikian kemurahan hati disatu sisi baik buat Anda, dan disisi lain
berguna bagi orang lain.
4. MENEPATI JANJI
Orang akan senang dan menghargai kita
jika kita telah berjanji pada orang lain dan kita berusaha menepati janji yang
telah kita ucapkan.dan sebaliknya jika kita sering berjanji pada orang namun
banyak juga yang tidak di tepati, orang pun akan memberi penilaian sendiri
terhadap kita. Mungkin kita akan menjadi orang yang tidak akan di percaya lagi.
5. BERSIKAP ASERTIF
Orang
yang disukai bukanlah orang yang selalu berkata Ya, tetapi orang yang bisa
berkata Tidak bila diperlukan. Sewaktu-waktu bisa saja prinsip atau pendapat
Anda berseberangan dengan orang lain. Anda tidak harus menyesuaikan diri atau
memaksakan mereka menyesuaikan diri dengan Anda. Jangan takut untuk berbeda
dengan orang lain. Yang penting perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, tapi
menimbulkan sikap saling pengertian.
DAFTAR PUSTAKA :
1. Anonim.
2015. Menjadi Pribadi Yang Baik Dan Dicintai Banyak Orang. http://solusisupersukses.com/menjadi-pribadi-yang-baik-dan-dicintai-banyak-orang/
(diakses 22-10-2016)
2. Wijaya,
R. 2011. 10 Tips Membentuk Pribadi Yang Menarik. http://ronywijaya.com/10-tips-membentuk-pribadi-yang-menarik/ (diakses 22-10-2016)
Jumat, 04 November 2016
Ini Rahasianya Saat Mengambil Resiko
Jika anda ingin
hidup, itu berarti anda harus berani mengambil resiko, Sebab hidup adalah
sebuah tantangan yang penuh dengan resiko. Kehidupan adalah sebuah resiko, jika
anda ingin hidup yang lebih baik, maka anda harus berani mengambil resiko. Karena
hidup adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi, maka hadapilah dengan penuh
keberanian diri. Namun rasa takut mengambil
keputusan yang membuat banyak orang tidak berani mencoba dan akhirnya
kehilangan kesempatan besar yang mungkin akan membuat hidup mereka berubah,
tetapi rasa takut membuat mereka tidak berani mencoba. Rasa takut dan tidak
berani mencoba itulah yang merupakan kesalahan terbesar seorang manusia.
Agar berani mengambil resiko,
paling tidak seseorang mesti memiliki beberapa hal:
1.
Berbaik
sangka kepada Allah
Meyakini adanya takdir buruk yang datang dari Allah adalah bagian dari
keimanan. Takdir buruk terjadi atas izin Allah dan ada yang benar-benar menjadi
cobaan maupun pelajaran bagi manusia. Namun, ada juga takdir buruk yang justru
terjadi karena keteledoran manusia.
Bagi siapapun yang ingin menggapai impiannya, jika dia berani berikhtiar,
maka dia mesti yakin bahwa ikhtiarnya benar-benar berada dalam naungan Allah,
berada dalam ridha Allah. Keberanian untuk menerima hasil dengan segala macam
risiko yang ditimbulkannya termasuk berbaik sangka kepada Allah. Nah, jika apa
yang dia dapatkan kelak adalah satu di antara takdir Allah Yang Maha Kuasa di
atas segalanya, lantas alasan apalagi yang membuatnya tidak semangat?
2.
Yakin
bahwa kesuksesan punya proses
Hampir tak ada kejadian yang tidak melalui proses. Orang hidup saja
melalui proses. Dilahirkan dan begitu seterusnya. Begitu juga orang mati, dia
mesti melalui sakaratul maut. Dan begitu seterusnya. Dalam konteks yang lain,
hampir tak ada yang mendapatkan kesuksesan tanpa usaha serta tantangan yang
bergulat di dalamnya.
Dengan demikian, jika seseorang ingin meraih impian atau menggapai
kesuksesan, maka dia mesti melalui proses atau langkah-langkahnya. Dia harus
percaya bahwa menggapai kesuksesan itu pasti melalui langkah-langkah. Selain
itu, kesuksesan juga butuh waktu pencapaian. Kesuksesan tidak didapatkan
seketika saja, dia butuh waktu yang kadang tak sedikit. Jika langkah-langkah
yang sudah tersusun mengalami kendala pencapaian, maka itu pertanda impian
tersebut butuh langkah-langkah baru yang lebih kreatif dan fleksibel.
3.
Percaya
bahwa semuanya berisiko
Memiliki impian itu gratis, tapi menjadikannya sebagai sesuatu yang nyata
atau mewujudkannya butuh kerja keras dan berisiko tinggi. Satu hal yang mesti
dimiliki adalah berani mengambil sekaligus menerima risiko. Mengapa? Karena
tidak ada yang diperoleh dalam hidup ini yang tidak berisiko. Risiko membangun
bisnis adalah bangkrut atau rugi, risiko menjadi penulis adalah ditolak
penerbit, risiko menjadi aktivis literasi ditinggal pembaca, risiko menjadi
pemimpin adalah dihina, risiko menjadi pembalap adalah tabrakan, risiko menjadi
orang kaya adalah kemiskinan, risiko menjadi orang jujur adalah pengasingan.
Begitu seterusnya. Dengan adanya kesadaran bahwa semuanya berisiko, seseorang
akan matang secara psikologis. Di samping itu, dia juga akan berusaha sejak
dini untuk mencari solusi dari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi ke depan.
Dengan adanya risiko, seseorang menjadi antisipatif dalam melakoni
kehidupannya.
4.
Percaya
diri atas hasil usaha
Orang sukses adalah dia yang siap menerima hasil akhir dari usaha
maksimalnya. Apapun impiannya, jika perwujudannya dilalui dengan
langkah-langkah terbaik dan dilalui dengan sungguh-sungguh, apapun hasilnya,
itu adalah keberhasilan. Dia sangat percaya bahwa apa yang sudah dilaluinya
adalah satu perjuangan yang tak sia-sia. Dia sangat yakin akan mendapatkan
hasil terbaik. Dia percaya bahwa apa yang diperolehnya adalah hasil usaha dan
pembuktian dari keringatnya sendiri. Dia bangga dengan hasil apapun yang dia
dapatkan dari usahanya.
5.
Percaya
akan peluang
Orang sukses selalu meyakini bahwa satu jalan tempuh yang sudah dicoba
dan menghasilkan sesuatu yang belum memuaskan bukanlah hasil akhir yang
sesungguhnya. Itu justru pertanda bahwa dia mesti menata kembali
langkah-langkah sebelumnya, atau jika tidak, dia mesti mencari jalan atau langkah-langkah
baru yang lebih jitu. Sebab dia yakin bahwa peluang itu selalu terbukan bagi
siapapun yang menginginkan kesuksesan. Bukankah Allah akan memberi pertolongan
kepada mereka yang bersungguh-sungguh?
DAFTAR PUSTAKA
Watung, Abraham. 2012. Keberanian Mengambil Resiko.
[Online]. Tersedia: http://situs-motivasi.blogspot.co.id/2011/12/keberanian-mengambil-resiko.html.
[5 November 2016].
Kadir, Syamsudin. 2012. Berani Mengambil Resiko. [Online].
Tersedia: https://akarsejarah.wordpress.com/2012/07/30/berani-mengambil-risiko/. [5 November 2016].
Label:
@A38-FARIDA,
Tugas Karakter 09
Beradaptasi Mudah, Jika Mengetahui Ini!
Karakteristik Adaptasi
Berikut
ini akan ditinjau karakteristik penyesuaian diri yang positif dan penyesuaian
diri yang salah menurut Hartinah (2010:186-187) adalah sebagai berikut.
1.
Adaptasi secara positif
Mereka yang tergolong mampu melakukan penyesuaian diri secara
positif ditandai hal - hal sebagai berikut:
·
Tidak menunjukkan adanya ketegangan emosional.
·
Tidak menunjukkan adanya mekanisme-mekanisme
psikologis.
·
Tidak menunjukkan adanya frustrasi
pribadi.
·
Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan
diri.
·
Mampu dalam belajar
·
Menghargai pengalaman.
·
Bersikap realistic dan objektif.
Dalam melakukan
penyesuaian dini secara positif, individu akan melakukannya dalam berbagai
bentuk, antara lain:
a) Penyesuaian dengan mengahadapi masalah
secara langsung
Pada situasi ini individu secara langsung menghadapi
masalahnya dengan segala akibat-akibatnya. Ia melakukan segala tindakan sesuai
dengan masalah yang dihadapinya. Misalnya seorang siswa yang terlambat dalam
menyerahkan tugas karena sakit, maka Ia menghadapinya secara langsung, ia
mengemukakan segala masalahnya kepada gurunya.
b) Penyesuaian dengan melakukan eksplorasi
(penjelajahan)
Pada situasi ini individu mencari berbagai bahan pengalaman
untuk dapat menghadapi dan memecahkan
masalahnya. Misalnya: seorang siswa yang merasa kurang mampu dalam mengerjakan
tugas, ía akan mencari bahan dalam upaya menyelesaikan tugas tersebut, dengan
membaca buku, konsultasi, diskusi dan sebagainya.
c) Penyesuaian dengan trial and error atau
coba-coba
Dengan cara ini individu melakukan suatu tindakan coba-coba,
dalam arti kalau menguntungkan diteruskan dan kalau gagal tidak diteruskan.
Taraf pemikiran kurang begitu berperan dibandingkan dengan cara eksplorasi.
d) Penyesuaian dengan substitusi (mencari
pengganti)
Jika individu
merasa gagal dalam menghadapi masalah, maka ja dapat memperoleh
penyesuaian dengan jalan mencari pengganti. Misalnya gagal nonton film di
gedung bioskop, dia pindah nonton TV.
e) Penyesuaian diri dengan menggali kemampuan
diri
Dalam hal ini individu mencoba menggali kemampuan-kemampuan
khusus dalam dirinya, dan kemudian dikembangkan sehingga dapat membantu
penyesuaian diri. Misalnya seorang siswa yang mempunyai kesulitan dalam
keuangan, berusaha mengembangkan kemampuannya
dalam menulis (mengarang). Dan usaha mengarang ía dapat membantu
mengatasi kesulitan dalam keuangan.
f) Penyesuaian dengan belajar
Dengan belajar, individu akan banyak mempenoleh pengetahuan
dan keterampilan yang dapat membantu menyesuaikan diri. Misalnya seorang guru akan
lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak belajar tentang berbagai
pengetahuan keguruan.
g) Penyesuaian dengan inhibisi dan pengendalian
diri
Penyesuaian diri akan lebih berhasil jika disertai dengan
kemampuan memilih tindakan yang tepat dan pengendalian diri secara tepat pula.
Dalam situasi ini individu berusaha memilih tindakan mana yang harus dilakukan,
dan tindakan mana yang tidak penlu dilakukan. Cara inilah yang disebut
inhibisi. Di samping itu, individu harus mampu mengendalikan dirinya dalam
melakukan tindakannya.
h) Penyesuaian dengan perencanaan yang cermat
Pada situasi ini tindakan yang dilakukan merupakan keputusan
yang diambil berdasarkan perencanaan yang cermat. Keputusan diambil setelah
dipertimbang kan dan berbagai segi, antara lain segi untung dan
ruginya.
2.
Adaptasi Secara Negatif
Kegagalan dalam melakukan penyesuaian diri secara positif,
dapat mengakibatkan individu melakukan penyesuaian yang salah. Penyesuaian diri
yang salah ditandai dengan berbagai bentuk tingkah laku yang serba salah, tidak
terarah, emosional, sikap yang tidak realistik, agnesif dan sebagainya. Ada
tiga bentuk reaksi dalam penyesuaian yang salah yaitu : (1) reaksi bertahan,
(2) reaksi menyerang, dan (3) reaksi melarikan diri.
Cara Agar Mudah Beradaptasi di Lingkungan
Baru
1) Menata Persepsi Tentang Lingkungan Baru
Untuk menghindari persepsi yang salah, sebelumnya kita
harus membekali diri dengan informasi yang benar dan terpercaya tentang
lingkungan baru tersebut. Dengan demikian, sedikit banyak kita tahu dan
mempunyai gambaran dengan lingkungan baru. Bagaimanapun, akan lebih nyaman
berada di lingkungan baru yang kita sudah tahu daripada sibuk menerka dan
menjadikan lingkungan baru tersebut sebagai misteri.
Lalu bagaimana jika informasi yang kita dapatkan tidak
sesuai dengan keinginan kita? Misal kita akan pindah ke suatu kota dan ternyata
kita mendapati bahwa kota tersebut masih sangat kolot, sehingga tabu bagi
wanita keluar malam. Mungkin cara terbaik yang bisa kita lakukan adalah
berusaha memahami alasan budaya itu. Dengan memahami, maka kita tidak akan
menolak mentah-mentah dan membenci lingkungan baru, meskipun beberapa hal di
dalamnya kita tidak suka.
2) Menata Diri
Persiapkan diri menghadapi lingkungan baru tersebut.
Secara fisik, jika lingkungan baru kita membutuhkan persiapan ekstra, maka
persiapkan fisik kita. Jika lingkungan baru kita sangat menghargai
intelektualitas, persiapkan juga itu. Atau jika lingkungan baru kita sangat
religius, maka ada baiknya kita memilah kembali baju yang akan kita kenakan di
sana, agar lebih sesuai.
3) Persiapkan Mental
Intinya adalah kita menanamkan kepada diri bahwa kita
adalah orang baru yang harus berlaku baik agar diterima. Janganlah segan
menyapa. Jangan pula takut bertanya. Jangan merasa rendah diri, ingatlah jika
kita memiliki kelebihan yg tidak dimiliki orang lain, begitpula orang lain
memiliki kekurangan yg tidak kita ketahui, jadi bisa saja rasa memiliki kekurangan
juga dirasakan oleh orang – orang yang akan kita kenali tsb.
4) Mulailah Beradaptasi
Sebagus apapun persiapan yang kita lakukan, tetaplah
kita harus beradaptasi dengan lingkungan. Bahkan ketika kita sudah masuk ke
dalam lingkungan tersebut, adaptasi mutlak tetap dilakukan. Jangan lupa,
lingkungan terus berubah, maka ikutlah berubah agar tidak terkena seleksi alam.
Janganlah takut ditolak karena tantangan akan selalu ada di setiap lingkungan
yang akan kita masuki. So, masuk lingkungan baru, siapa takut?
5) Rajin-rajinlah Memulai Pembicaraan
Rajin - rajinlah menyapa atau mengobrol dengan teman2
baru kita. Dengan membuka pembicaraan terlebih dahulu berarti kita sedang
menunjukkan bahwa adalah pribadi yg hangat & terbuka terhadap lingkungan
baru. Yang pasti kita harus jadi orang yg murah senyum & senang menyapa
orang-orang di sekitar lingkungan baru kita.
6) Hargailah Budaya & Aturan di Lingkungan
Baru
Percayalah, jika kita memasuki suatu lingkungan,
pastilah kita berhadapan dengan peraturan. Sebebas-bebasnya suatu lingkungan,
pastilah ada aturannya. Peraturan ini mutlak diperlukan agar kehidupan dalam
lingkungan tersebut berjalan teratur. Oleh karena itu, kita harus bisa
mengikuti peraturan yang ada di lingkungan baru tersebut. Baik peraturan yang
sifatnya tertulis, maupun peraturan tidak tertulis tapi bersifat mengikat. Pada
awalnya mungkin kita akan merasa canggung. Namun begitu, kita harus tetap
mengikuti budaya dan aturan yang diterapkan di lingkungan yang baru itu.
7) Open Mind
Ingat, kita ini orang baru. Kita masih sangat banyak
membutuhkan bantuan dan belajar dari para senior di lingkungan baru. Misalnya,
kita dapatkan pekerjaan sesuai dengan disiplin ilmu yang kita tempuh di kampus,
bukan berarti kita lantas bersikap “sok jagoan”. Pengalaman dari para senior
akan sangat bermanfaat untuk kita dalam lingkungan baru itu. Janganlah menutup
diri. Terimalah kritikan orang lain. Jika kita bekerja sebagai tim, cobalah
untuk meraih kepercayaan di dalam tim. Dan akan lebih baik lagi bila kita
langsung mendapat kepercayaan untuk bertanggung jawab terhadap tugas tim. Kita
akan banyak belajar.
8) Jangan Malu Bertanya
Segeralah bertanya bila ada sesuatu yang sekiranya kita
rasa masih kurang jelas. Bertanya tidak harus pada orang yang lebih tua. Kita
bisa bertanya kepada orang - orang yang sudah cukup berpengalaman di sekitar
kita. Setidaknya, untuk urusan teknis orang itu lebih berpengalaman daripada
kita. Selain itu, jika lingkungan baru kita adalah lingkungan kerja, kita bisa
juga bertanya kepada atasan langsung atau rekan satu level.
9) Keingintahuan
Kuriositas akan membuat kita bersemangat dalam bekerja.
Bila dari awal saja kita sudah tidak memiliki rasa ingin tahu terhadap bidang
pekerjaan, bukan tidak mungkin kita pun akan malas untuk mengerjakan apa pun.
Kuriositas akan memotivasi kita untuk mengeksplorasi kemampuan kita lebih
dalam.
10) Mintalah Penilaian dari Orang-orang di
Sekitar Kita
Cobalah minta penilaian terhadap apa yang sudah kita
lakukan. Baik dan buruknya mesti kita terima, sehingga kita bisa meningkatkan
kualitas diri kita di lingungan baru. Tapi sikap dan cara demikian bukanlah
jaminan bahwa kita akan begitu saja lolos beradaptasi di lingkungan baru kita.
Bila ada kesalahan dalam cara beradaptasi kita, diskusikanlah dengan orang lain
untuk mendapatkan solusinya.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Dzainal. 2011. Kemampuan
Menyesuaikan Diri. [Online]. Tersedia : http://shifa-idha-salsabila.blogspot.co.id/2011/12/kemampuan-menyesuaikan-diri.html.
[30 Oktober 2016]
Ardiyanti, Leni. 2014. Kemampuan
Beradaptasi. [Online]. Tersedia : http://leniardiyanti.blogspot.co.id/2014/11/kemampuan-adaptasi_17.html.
[30 Oktober 2016]
Eko, Ardian. 2012. Cara Agar Mudah
Beradaptasi di Lingkungan Baru. [Online]. Tersedia : http://leniardiyanti.blogspot.co.id/2014/11/kemampuan-adaptasi_17.html.
[30 Oktober 2016]
Label:
@A38-FARIDA,
Tugas Karakter 08
Langganan:
Postingan (Atom)









