Tampilkan postingan dengan label @N04-ROMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @N04-ROMA. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Desember 2019

ADIL DALAM ISLAM


Pengertian Adil menurut bahasa artinya tidak berat sebelah dan tidak memihak. Adil menurut istilah adalah menetapkan hak dan kewajiban pada proporsinya dan seimbang, ditempatkan secara tepat dan objektif. Pengertian adil menurut syariat Islam adalah melaksanakan suatu perintah Allah atau amanah Allah, dengan menempatkan sesuatu pada kedudukan yang sebenarnya tanpa melebihi atau mengurangi.
 Supaya bisa bersifat adil dalam mempertahankan hak dan kewajiban secara seimbang, maka harus menekan hawa nafsu yang ingin menyimpang dari kebenaran. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat An Nisa ayat 135, berikut ini :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan.” (QS An Nisa :135)
Berperilaku adil tidak hanya kepada orang lain tetapi dianjurkan juga berperilaku adil kepada diri sendiri, keluarga dan kerabat. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat An Nahl ayat 90:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ
Artinya : “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan.” (QS An Nahl :90)

  • Berikut ini beberapa hikmah bersifat adil, diantaranya yaitu:

1. Orang yang bersifat adil berarti telah melaksanakan perintah Allah Swt, dan sifat adil akan mendekatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Allah Swt berfirman:
 اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ
Artinya : “Berlakulah adil, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS Al Maidah : 8)
2. Berperilaku adil dapat mencegah perpecahan dan perselisihan antara individu, kelompok dan masyarakat. Karena segala sesuatunya sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan-Nya.
3. Permohonannya kepada Allah tidak ditolak. Hal ini sesuai dengan hadits nabi yang menjelaskan bahwa pemimpin yang adil itu doanya akan dikabulkan.
4. Dapat meminimalisir kecemburuan sosial dan masyarakat karena telah menempatkan dirinya sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing.
  • Cara Menumbuhkan Sifat Adil

Menumbuhkan sifat adil dapat ditumbuhkan dengan cara berikut ini:
  1. meningkatkan keimanan kepada Allah Swt. Dengan demikian seseorang akan sadar bahwa hak itu harus dipenuhi dan kewajiban harus dilaksanakan.
  2. Melatih hawa nafsu agar tidak hanya mementingkan kepentingan diri sendiri, sehingga orang lain pun akan diberikan haknya.

Demikianlah mengenai pengertian adil dan hikmah berperilaku adil dalam Islam. Semoga bisa bermanfaat dan bisa membantu kita untuk bersifat adil kepada orang lain, keluarga dan terutama bersifat adil untuk diri sendiri.

DAFTAR PUSAKA

Hamalik, Oemar. Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara,2007) 
Haris, Jihad. Evaluasi Pembelajaran, (Yogyakarta:Multi Pressindo,2010) 
Hartono, Kamus Praktik Bahasa Indonesia, (Jakarta: Rineka Cipta, 1996) 

Senin, 09 Desember 2019

KERJASAMA


ROMA WIBERO (41619010031)

Kerja sama ialah bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama dan merupakan suatu proses yang paling dasar. Kerjasama merupakan sutau bentuk proses social dimana didalamnya terdapat aktifitas tertentu yang duitujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami terhadap aktifitas masing-masing.
Esensi kerjasama dalam perspektif komunikasi
Komunikasi bagi manusia tidak hanya mendalami makna dari segi kata-kata atau pembicaraan saja, namun juga mengarah kepada suatu tindakan. Keadaan ini kiranya amat penting dalam keberlangsungan suatu proses komunikasi. Bahkan asumsi ontologis komunikasi mengenai makna esensialnya, secara etimologi komunikasi berasal dari kata communis (communico) yang berarti berbagi atau membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih.
Dari membangun kebersamaan itulah terciptanya keberlangsungan komunikasi yang ideal. Makna ideal dalam hal ini mengarah pada suatu kerjasama yang terjalin serta semangat di dalamnya. Orang-orang yang berkumpul dan membentuk suatu kerjasama bagaikan sebuah tubuh. Jika salah satu organ tidak berfungsi, maka ruh dari tubuh tersebut juga lemah.
Kemauan dan semangat saat melakukan kerjasama perlu ditanamkan. Dari sini pondasi akan terbangun. Kemauan erat kaitannya dengan tindakan, bahkan ada yang mendefinisikan kemauan sebagai tindakan yang merupakan usaha seseorang untuk mencapai tujuan: 
(1) hasil keinginan untuk mencapai tujuan tertentu yang begitu kuat sehingga mendorong orang untuk mengorbankan nilai-nilai yang lain, yang tidak sesuai dengan pencapaian tujuan; 
(2) berdasarkan pengetahuan tentang, cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan; 
(3) dipengaruhi oleh kecerdasan dan energi yang diperlukan untuk mencapai tujuan; plus 
(4) pengeluaran energi yang sebenarnya dengan satu cara yang tepat untuk mencapai tujuan.
Dalam mengadakan suatu kerjasama harus memiliki prinsip yang kuat. Hubungan yang efektif perlu diusahakan agar dapat menciptakan suatu kerjasama yang efisien sehingga semua pekerjaan dapat terselesaikan. Patutnya disadari bahwa tujuan awal dibentuknya suatu kerjasama agar dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat.
Pengertian kerjasama menurut para ahli :
·       Menurut Zainudin (2009)
kerjasama merupakan kepedulian satu orang atau satu pihak dengan orang atau pihak lain yang tercermin dalam suatu kegiatan yang menguntungkan semua pihak dengan prinsip saling percaya, menghargai dan adanya norma yang mengatur, makna kerjasama dalam hal ini adalah kerjasama dalam konteks organisasi, yaitu kerja antar anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi (seluruh anggota).
·       Zainudin
Memandang kerjasama sebagai kepedulian satu orang atau satu pihak dengan orang atau pihak lain yang tercermin dalam suatu kegiatan yangmenguntungkan semua pihak dengan prinsip saling percaya, menghargai, dan adanyanorma yang mengatur.

Daftar pusaka

Adistyasari, Ria. 2013. Meningkatkan Ketrampilan Sosial dan Kerjasama Anak Dalam Bermain Angin Puyuh.





Senin, 02 Desember 2019

SEMANGAT

ROMA WIBERO (@N04-ROMA)

Semangat adalah keadaan pikiran ketika batin tergerak untuk melakukan satu atau banyak tindakan. Jadi, semangat itu memiliki fungsi sebagai penggerak batin untuk bertidak. Seseorang yang memiliki semangat bagus, sikap dan perilakunya biasanya terlihat dinamis. Terkadang kita begitu bersemangat untuk merencanakan sesuatu.

SEMANGAT JADI MENINGKAT DENGAN :

Memaafkan kesalahan orang lain adalah salah satu cara untuk mendapatkan rasa bahagia dalam menjalani kehidupan. Seringkali, terlalu memikirkan kesalahan orang lain akan berakibat pada munculnya dendam. Jika dendam sudah muncul, maka kebahagiaan hidup pasti akan berkurang.

Ambil Kesempatan di Depan Mata. Hal lain yang juga bisa dijadikan cara meningkatkan semangat hidup agar selalu bahagia adalah mengambil kesempatan yang ada di depan mata. Cukup sering seseorang merasa kecewa karena melewatkan begitu saja kesempatan yang sudah ada di depan mata mereka. Nah, dalam hal ini, daripada Kamu menyesal, maka lebih baik ambil saja kesempatan yang telah Kamu miliki. Namun, tentu dengan catatan bahwa kesempatan tersebut memang penting untuk diambil dan tidak mengakibatkan masalah di kemudian hari.

Memiliki perencanaan mengenai apa saja yang Anda lakukan setiap hari bukanlah langkah terakhir untuk mendapatkan semangat. 
ada 4 hacks atau tips bagaimana meningkatkan semangat diri sendiri:
• Musik bisa menjadi cara tercepat untuk membuat pikiran Anda menjadi powerful state
• Di dalam ponsel Anda, Anda bisa membuat sebuah album dari hal-hal yang Anda inginkan dalam kehidupan
• Tempatkan tujuan-tujuan Anda berada tepat di samping kasur Anda
• Lihat beberapa materi motivational di dalam YouTube
Sebenarnya ada begitu banyak teknik yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan mental Anda setiap harinya, namun satu prinsip yang berlaku adalah persiapan mental yang dilakukan sebelum Anda memulai hari Anda adalah kunci untuk memenuhi kebutuhan motivasi dan semangat sepanjang hari .

Semangat yang turun bisa disebabkan karena kita merasa punya kelemahan. Misalnya kita ingin unjuk kemampuan berpidato dalam bahasa Inggris. Begitu melihat saingan yang kelihatan keren-keren, kita jadi enggak pede. Padahal aslinya kita jago banget soal ini. Lebih baik singkirin pikiran tentang kelemahan. Fokuskan perhatian pada kelebihan yang kita punyai. Pasti kita akan bersemangat lagi.


DAFTAR PUSAKA
Asnawi, 2012, Teori motivasi, Studio pres, Jakarta. Bukhori Zainun, 2007, Manajemen dan Motivasi, Bumi Aksara, Jakarta. Dessler, 2014, Human Resource Management. Edisi Sebelas, New Jersey



Senin, 25 November 2019

PENGENDALIAN DIRI

ROMA WIBERO (@N04-ROMA)
PENGENDALIAN DIRI
Pengendalian diri atau kontrol diri (Mujāhadah an-Nafs) adalah menahan diri dari segala perilaku yang dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain, seperti sifat serakah atau tamak. Dalam literatur Islam, pengendalian diri dikenal dengan istilah aś-śaum, atau puasa. Puasa adalah salah satu sarana mengendalikan diri. Hal tersebut berdasarkan hadis Rasulullah saw. yang artinya: “Wahai golongan pemuda! Barangsiapa dari antaramu mampu menikah, hendaklah dia nikah, kerana yang demikian itu amat menundukkan pemandangan dan amat memelihara kehormatan, tetapi barangsiapa tidak mampu, maka hendaklah dia puasa, kerana (puasa) itu menahan nafsu baginya.” (HR. Bukhari) Jadi, jelaslah bahwa pengendalian diri diperlukan oleh setiap manusia agar dirinya terjaga dari hal-hal yang dilarang oleh Allah Swt. 
Allah Swt Berfirman,“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi.
Perilaku yang Mencerminkan Sikap Pengendalian Diri (Mujāhadah an-Nafs) 
1. Bersabar dengan tidak membalas terhadap ejekan atau cemoohan teman yang tidak suka terhadap kamu. 
2. Memaafkan kesalahan teman dan orang lain yang berbuat “aniaya” kepada kita. 3. Ikhlas terhadap segala bentuk cobaan dan musibah yang menimpa, dengan terus berupaya memperbaiki diri dan lingkungan. 
4. Menjauhi sifat dengki atau iri hati kepada orang lain dengan tidak membalas kedengkian mereka kepada kita. 
5. Mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah Swt. kepada kita, dan tidak merusak nikmat tersebut; seperti menjaga lingkungan agar selalu bersih, menjaga tubuh dengan merawatnya, berolahraga, mengonsumsi makanan dan minuman yang halal, dan sebagainya. 
Bagi kaum sufi, pendalaman dan pengalaman batin adalah sesuatu yang paling utama dengan tanpa mengabaikan aspek lahiriah yang dimotivasikan untuk membersihkan jiwa. Kebersihan jiwa itu merupakan hasil usaha dan perjuangan (mujahadah) yang tidak henti-hentinya, sebagai cara perilaku perseorangan yang terbaik dalam mengontrol dirinya, setia dan senantiasa merasa dihadapan Allah Swt. Pencapaian kesempurnaan dan kesucian jiwa melalui proses pendidikan dan latihan mental (riyadhah) yang diformulasikan dalam bentuk pengaturan sikap mental yang benar dari pendisiplinan tingkah laku yang ketat.

DAFTAR PUSAKA

Alfarabi A. 2011. Hubungan Kontrol Diri dengan Disiplin Berlalu Lintas. Skripsi (Tidak diterbitkan). Surakarta : Fakultas Psikologi UMS.
 Arikunto, S. 1998. Prosedur Penelitian. Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Bina Aksara Averill, J.R., 1973. 
Personal Control Over Aversive Stimuli and It’s Relationship to Stress. Psychological Bulletin, No. 80. p. 286-303.
 Azwar, S. 2007. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Senin, 18 November 2019

RESIKO


ROMA WIBERO (@N04-ROMA)

      RESIKO
     Pengertian resiko
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Resiko adalah kemungkinan terjadinya peristiwa yang dapat merugikan perusahaan.
Vaugan (1978),  mengemukakan beberapa definisi resiko sebagaimana dapat kita lihat sebagai berikut :
Risk is the chance of loss ( Resiko adalah kerugian )
Chance of loss berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan kerugian. Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Sebagian penulis menolak definisi ini karena terdapat perbedaan antara tingkat risiko dengan tingkat kerugian. Dalam halchance of loss 100%, berarti kerugian adalah pasti sehingga risiko tidak ada.

Macam-macam Resiko
Menurut sifatnya dibedakan ke dalam :
1.      Risiko murni, risiko yang terjadi pasti akan menimbulkan kerugian dan terjadinya tanpa sengaja. Misal : kebakaran, bencana alam, pencurian, penggelapan, dan sebagainya.
2.      Risiko spekulatif, risiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan agar memberikan keuntungan bagi pihak tertentu. Misal: utang piutang, perdagangan berjangka, dan sebagainya.
3.      Risiko fundamental, risiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang dan yang menderita cukup banyak. Misal : banjir, angin topan, dan sebagainya. Risiko khusus, risiko yang bersumber pada peristiwa yang mandiri dan umumnya mudah diketahui penyebabnya, seperti kapal kAndas, pesawat jatuh, dan sebagainya. Risiko dinamis, risiko yang timbul karena perkembangan dan kemajuan masyarakat di bidang ekonomi, ilmu, dan teknologi, seperti risiko penerbangan luar angkasa.
Menurut sumber/penyebab timbulnya :
1.      Risiko intern, risiko yang berasal dari dalam perusahaan itu sendiri, seperti kerusakan aktiva karena kesalahan karyawan, kecelakaan kerja.
2.      Risiko ekstern, risiko yang berasal dari luar perusahaan, seperti pencurian, persaingan dalam bisnis, fluktuasi harga, dan sebagainya.
Upaya Penanggulangan Resiko
Upaya penanggulangan risiko berdasar pada sifat dan objek yang terkena risiko ada beberapa cara untuk menanggulangi atau meminimumkan risiko, sebagai berikut:
1.      Mengadakan pencegahan dan penanggulangan terhadap kemungkinan terjadinya peristiwa yang menimbulkan kerugian
2.      Melakukan retensi artinya mentolerir terjadinya kerugian, dengan membiarkan terjadinya kerugian dan untuk mencegah terganggunya operasi dengan menyediakan dana untuk penanggulangannya.
3.      Melakukan pengendalian terhadap  risiko, seperti melakukan perdagangan berjangka
4.      Mengalihkan/memindahkan risiko kepada pihak lain, yaitu dengan cara mengadakan kontrak pertangguhan (asuransi) dengan perusahaan asuransi terhadap risiko tertentu.
  Konsep Resiko
Konsep dasar semua risiko mengandung ketidak-pastian. Sebagian dari risiko tersebut dapat dialihkan kepada asuransi, namun tidak semua risiko dapat diasuransikan.
Ketidak-pastian yang terdapat dalam setiap risiko mencakup dua hal, yaitu ketidak-pastian mengenai :
1.      Terjadi atau tidak terjadinya peristiwa yang menimbulkan kerugian.
2.      Besar kecilnya kemungkinan kerugian jika terjadi peristiwa yang menimbulkan kerugian tersebut.
Pada umumnya masyarakat mempersamakan pengertian resiko, hazard, peril dan losser. Padahal ketiga hal tersebut berbeda. Maka dari itu hal ini harus dibedakan secara jelas dan tegas.
  Kesimpulan
Risiko berkaitan dengan kondisi terjadinya deviasi yang menyebabkan kerugian. Dalam dunia usaha, kondisi ini senantiasa ada dan menuntut perhatian manajemen untuk mengelolanya dengan tepat. Inti pembahasan Manajemen risiko meliputi identifikasi atas risiko yang ada, mengukur beratnya risiko, dan menanganinya dengan pendekatan / strategi tertentu.
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaianrisiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.
Manajemen risiko bukanlah sesuatu yang berjalan begitu saja, melainkan suatu upaya yang sistematik dan terstruktur serta terus menerus.

DAFTAR PUSAKA

K. Lubis, Suhrawardi, Hukum Ekonomi Islam, Jakarta: Sinar Grafika. 2001 Karim, Adiwarman aswar. Ekonomi Islam Suatu Kajian Kontemporer, Jakarta: Gema Insani Press. 2001. Lexy, J. Moleong. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.2006. M. Echols, John dan hasan syadily, Kamus Inggris –Indonesia, Jakarta : Gramedia, 1990 Muhammad. Lembaga-lembaga Keuangan Umat Kontemporer. Yogyakarta: UII Press. 2002




Senin, 11 November 2019

MAMPU BERADAPTASI


ROMA WIBERO (@N04-ROMA)
MAMPU BERADAPTASI
pengertian adaptasi adalah cara bagaimana suatu organisme menyesuaikan diri dalam mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya agar bisa bertahan hidup.
Pendapat lain menyebutkan pengertian adaptasi adalah suatu kemampuan yang dimiliki mahluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar dapat bertahan hidup. Setiap makhluk hidup harus memiliki kemampuan adaptasi pada lingkungannya karena bagi mereka yang tidak dapat beradaptasi maka akan mengalami kepunahan.
Misalnya adaptasi untuk memperoleh air, udara dan nutrisi, mengatasi kondisi fisik lingkungan (cahaya, temperatur dan panas), mempertahankan hidup dari kompetisi dan musuh, beradaptasi kepada lingkungan reproduksi, serta merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Tujuan Adaptasi
Organisme yang dapat beradaptasi terhadap lingkungannya tidak akan mengalami kelangkaan jenis atau kepunahan. Mengacu pada penjelasan tentang pengertian adaptasi di atas, adapun beberapa tujuan adaptasi adalah sebagai berikut:
·       Untuk melindungi diri dari serangan musuh atau pemangsa
·       Untuk memperoleh makanan
·       Untuk berkembang biak dan melestarikan jenisnya
·       Untuk bertahan hidup
Proses adaptasi tersebut sebenarnya tidak hanya dilakukan oelh manusia dan hewan saja, tumbuh-tumbuhan juga melakukannya Misalnya pada tumbuhan berklorofil yang akan tumbuh ke arah cahaya matahari, atau pada tumbuhan berair seperti eceng gondok yang akan menumbuhkan akarnya ke bawah untuk menjaga keseimbangan.

 Jenis-Jenis Adaptasi

Dalam ekosistem, adaptasi terbagi dalam beberapa jenis yaitu adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah laku. Adapun penjelasan dari jenis-jenis adaptasi adalah sebagai berikut:

1. Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi merupakan cara untuk menyesuaikan bentuk tubuh dan alat-alat yang terdapat pada tubuh organisme tersebut untuk menyesuaikan pada lingkungannya. Dimana biasanya bentuk dari adaptasi ini mudah kita amati dengan kasat mata.
Contoh adaptasi morfologi pada manusia yaitu perubahan warna rambut saat lanjut usia serta kulit manusia yang menghitam ketika berada di tempat yang panas. Sedangkan contoh adaptasi morfologi pada hewan misalnya pada bebek yang mempunyai selaput pada kakinya untuk bisa mencari makan di tempat berair, dan pada burung pelikan yang memiliki paruh berkantung agar bisa membawa makanan untuk anak-anaknya.

2. Adaptasi Fisiologi

Sesuai dengan namanya, adaptasi fisiologi merupakan bentuk penyesuaian diri berdasarkan fungsi kerja bagian organ-organ tubuh organisme tersebut terhadap lingkungannya. Sehingga untuk mengamati bentuk adaptasi ini tidaklah mudah karena menyangkut dengan fungsi-fungsi organ pada organisme tersebut.
Contoh dari adaptasi fisiologi pada manusia yaitu ditemukan pada ukuran jantung atlet yang rata-rata lebih besar daripada ukuran jantung orang pada umumnya. Atau misalnya ketika kita mengeluarkan keringat saat kepanasan maka tubuh akan dingin karena panas tubuh diambil dan menguap melalui keringat tersebut.
Sedangkan contoh adaptasi fisiologi pada hewan misalnya ditemukannya beberapa jenis hewan herbivora sebagai binatang pemakan tumbuhan atau karnivora sebagai binatang pemakan daging. Jenis makanan binatang tersebut akan mempengaruhi fungsi organ tubuhnya.Adaptasi fisiologi Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian diri makhluk hidup melalui fungsi kerja organ-organ tubuh supaya bisa bertahan hidup. Adaptasi ini berlangsung di dalam tubuh sehingga sulit untuk diamati.
DAFTAR PUSAKA
Graham, J. R., 1990. MMPI-2 Assessing Personality and Psychopathology. Press pp 23-25.Oxford University: New York Hawari, Dadang., 2011. Manajemen Stres, Cemas, dan Depresi. pp. 17-33. FKUI: Jakarta https://foresteract.com/adaptasi/



BERKEPRIBADIAN MENARIK

ROMA WIBERO (@N04-ROMA)


KEPRIBADIAN MENARIK DALAM ISLAM

Menjadi pribadi yang Islami merupakan suatu hal yang sangat diperhatikan dalam agama Islam. Hal ini karena Islam itu tidak hanya ajaran normatif yang hanya diyakini dan dipahami tanpa diwujudkan dalam kehidupan nyata, tapi Islam memadukan dua hal antara keyakinan dan aplikasi, antara norma dan perbuatan , antara keimanan dan amal saleh. Oleh sebab itulah ajaran yang diyakini dalam Islam harus tercermin dalam setiap tingkah laku, perbuatan dan sikap pribadi-pribadi muslim.
Memang, setiap jiwa yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Tapi bukan berarti kesucian dari lahir itu meniadakan upaya untuk membangun dan menjaganya, justru karena telah diawali dengan fitrah itulah, jiwa tersebut harus dijaga dan dirawat kesuciannya dan selanjutnya dibangun agar menjadi pribadi yang islami.

Ruang Lingkung Kepribadian Islami
Sisi yang harus dibangun pada pribadi muslim adalah sebagai berikut:

Ruhiyah (Ma’nawiyah)
Aspek ruhiyah adalah aspek yang harus mendapatkan perhatian khusus oleh setiap muslim. Sebab ruhiyah menjadi motor utama sisi lainnya, hal ini bisa kita simak dalam firman Allah SWT di Surat Asy-Syams : 7-10
“Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Sungguh sangat beruntung orang yang mensucikannya dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya,” (QS. Asy Syams: 7-10).
Dan dalam surat Al Hadid ayat 16:
Belumkah datang waktunya untuk orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka berdzikir kepada Allah dan kepada kebenaran yang telah turun kepada mereka dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Alkitab di dalamnya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik ” QS. Al-Hadid:16).
Ayat-ayat di atas memberikan pelajaran kepada kita akan pentingnya untuk senantiasa menjaga ruhiyah, kerugian yang besar bagi orang yang mengotorinya dan peringatan keras agar kita meninggalkan amalan yang bisa mengeraskan hati. Bahkan tarbiyah ruhiyah adalah dasar dari seluruh bentuk tarbiyah, menjadi pendorong untuk beramal saleh dan dia juga memperkokoh jiwa manusia dalam menyikapi berbagai problematika kehidupan.
Fikriyah (‘Aqliyah)
Kepribadian Islami juga ditentukan oleh sejauh mana kokoh dan tidaknya aspek fikriyah. Kejernihan fikrah, kekuatan akal seseorang akan memunculkan amalan, kreativitas dan akan lebih dirasa daya manfaat seseorang untuk orang lain. Fikrah yang dimaksud meliputi:
a. Wawasan keislaman. Sebagai seorang muslim menjadi keniscayaan bagi dia untuk memperluas wawasan keislaman. Sebab dengan wawasan keislaman akan memperkokoh keyakinan keimanan dan daya manfaat diri untuk orang lain.
b. Pola pikir islami. Pola pikir islami juga harus dibangun dalam diri seorang muslim. Semua alur berpikir seorang muslim harus mengarah dan bersumber pada satu sumber yaitu kebenaran dari Allah swt. Islam sangat menghargai kerja pikir ummatnya. Di dalam al-Qur’an pun sering kita jumpai ayat ayat yang menganjurkan untuk berpikir: “afala ta’qiluun, afala tatafakkaruun, la’allakum ta’qiluun, la’allakum tadzakkaruun,”
c. Disiplin (tepat) dan tetap (tsabat) dalam berislam. Sungguh kehidupan ini tidak terlepas dari ujian, rintangan dan tantangan serta hambatan. Ujian tersebut tidak akan berakhir sebelum nafasnya berakhir. Oleh sebab itulah untuk menghadapinya perlu tsabat dalam berpegang pada syariat Allah swt.

Ada sedikitnya tiga alasan kenapa seorang harus beramal:
1. Kewajiban diri pribadi.
2.  Kewajiban terhadap keluarga.
3. Kewajiban terhadap dakwah.


DAFTAR PUSAKA
Alwisol.(2010). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press. Cloninger, S. (2009).Theories of Personality Understanding Persons. New Jersey: Pearson Prentice Hall. Desmita.(2008). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Desmita.(2011). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Dewanggi, M.,Hastuti, D.,Hernawati, N. (2012). Pengasuhan Orang Tua Dan Kemandirian Anak Usia 3-5 Tahun Berdasarkan Gender Di Kampung Adat Urug. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 5 No. 1.




Selasa, 15 Oktober 2019

PRINSIP HIDUP


ROMA WIBERO (@N04-ROMA)

                                                                                                                                                                                                                                                 CARA MENGHADAPI KEBUTUHAN HIDUP

Pernah kah anda menyetir mobil atau motor, lalu menemui jalan buntu? Kira-kira dalam posisi seperti itu, apa yang akan anda lakukan? Tetap memandang pada jalanan buntu, atau melihat ke sekeliling untuk mencari jalan yang lain. Kalau pun tidak ada jalan lain, bukankah anda akan memutar arah?
Jika kita mundur selangkah dan melihat pada kehidupan kita, hampir sepanjang hari kita habiskan untuk melakukan atau mencapai ​​sesuatu yang akan memberi kita kebahagiaan, kepuasan atau kesenangan. Di sisi lain, keseharian kita bisa juga dihabiskan dalam mencoba untuk mengatasi masalah atau kesulitan tertentu.
Sebisa mungkin kita ingin mengejar aktifitas-aktifitas yang akan memicu timbulnya perasaan-perasaan menyenangkan, sebetulnya hal tersebut akan terlihat pada sebagian dari kita, bahwa permasalahan-permasalahan yang kita hadapi jauh lebih besar daripada kesenangan-kesenangan dalam kehidupan kita.
Permasalahan-permasalahan ini mengambil bentuk yang berbeda bagi setiap orang.
Untuk sebagian dari kita, permasalahannya keuangan.
Untuk yang lainnya, permasalahannya kehilangan seseorang yang dicintai.
Untuk sebagian, permasalahannya ketidakharmonisan dalam pernikahan.
Untuk sebagian lagi, permasalahannya ketidakmampuan untuk memiliki anak.
Sepanjang hari, kita dihujani dengan isu-isu dan permasalahan. Kadang-kadang kita dapat dipengaruhi oleh lebih dari satu dimensi dalam kehidupan kita. Sebagai contoh, kita mungkin menghadapi hambatan keuangan dan ketidakharmonisan dalam pernikahan keduanya pada waktu yang sama. Ketika banyak permasalahan hidup turun ke kita pada saat yang bersamaan, pada saat itulah hal tersebut benar-benar terasa berat bagi kita. Kadang-kadang kita bisa terdorong ke titik putus asa yang ekstrim dan sebagian dari kita bahkan bisa berpikir untuk bunuh diri.
Jalan Keluar Itu Ada, Maka Carilah!
Sesuatu, baik itu berbentuk benda atau pun solusi dari permasalahan, akan kita temukan jika kita mencarinya. Jika kita berdiam diri saja, maka kita selalu berpikir bahwa tidak ada jalan untuk menemukannya.
Padahal, jika kita berusaha mencari, maka kita akan menemukannya. Begitupula dengan masalah hidup. Jika setiap ada masalah kita mengurung diri di dalam kamar, maka yang akan kita temukan hanyalah kepengapan ruangan. Tapi akan berbeda jika kita membuka pintu dan jendela lalu melihat keluar. Anda pasti akan menemukan udara segar, serta melihat bahwa jalan masih terbentang luas untuk kamu lalui. Jadi kalau ada masalah, keluarlah untuk mencarinya.
Mungkin anda bisa mendapatkan solusinya saat bertemu teman atau bertemu dengan hal lainnya.
Selalu Berpikir Positif
Sesungguhnya, mencari jalan keluar itu tidak semudah seperti yang dituliskan di atas. Namun, yakinlah bahwa solusi itu memang selalu ada untuk setiap permasalahan. Jika saat ini anda belum menemukan jalan keluar, maka tetaplah berpikir positif. Dengan pikiran yang positif, otak kita lebih bisa memilah, mana solusi permasalahan yang terbaik. Dan mampu menghindari sebuah solusi yang akan memunculkan permasalahan di kemudian hari.
Pupuklah Harapan
Jika anda sedang banyak masalah dan merasa sangat buntu. Maka salah satu cara untuk tetap bersemangat adalah dengan memupuk harapan. Harapan bisa kita pupuk dengan menciptakan tujuan-tujuan baru, tentunya dengan menyelesaikan permasalahan sebelumnya.
Jika anda melakukan hal lain dan meninggalkan permasalahan sebelumnya, maka itu namanya lari dari masalah. Jadi, sebelum anda menciptakan target-target baru, selesaikanlah urusan sebelumnya.
Percaya Diri
Setiap kita menemukan masalah atau diuji dengan ujian tertentu, maka langkah yang perlu kita lakukan adalah menerima permasalahan tersebut sebagai ladang tempaan supaya kita semakin kuat.
Ketika kita bisa menerima permasalahan yang ada, maka tingkat kepercayaan kita terhadap diri pun semakin meningkat. Jika kita semakin percaya diri, maka permasalahan serumit apapun dapat dengan mudah kita atasi.
Bayangkan jika bertemu dengan masalah atau kendala, kita langsung pesimis terhadap diri, maka energi kita pun akan melemah, permasalahan kecil menjadi besar dan permasalahan besar menjadi monster mengerikan yang membuat kita lari tunggang-langgang.
Tetaplah Optimis
Satu kunci untuk keluar dari jalan buntu adalah optimis. Yakin kalau setiap duka akan berlalu, kalau setiap badai pasti akan ada ujungnya. Jangan pernah terjebak dalam keputusasaan. Karena, sekalinya kita putus asa, maka langkah-langkah sebelumnya pun mustahil untuk kita lakukan.
Perhatikan Firman Allah dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman,
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)

DAFTAR ISI
Kennedy, Leslie & Forde, David. 1990. Gaya Hidup yang Beresiko dan Hasil Berbahaya. Sebuah Jurnal Internasional Diakses pada tanggal 19 Agustus 2013 dari http://www.sociologyindex.com
Kuntjoro, H. Zainudin Sri. 2002. Dukungan Sosial pada Lansia. http://www.epsikologi.com/epsi/artikel_detail.asp?id=179 diakses pada tanggal 3 Maret 2014 Maramis, W.F. 2006. Ilmu Perilaku dalam Kesehatan. Surabaya. Airlangga University Press


Minggu, 06 Oktober 2019

PEDULI



     
ROMA WIBERO (@N04-ROMA)
ABSTRAK
Kata peduli memiliki makna yang beragam. Banyak literatur yang menggolongkannya berdasarkan orang yang peduli, orang yang dipedulikan dan sebagainya. Oleh karena itu kepedulian menyangkut tugas, peran, dan hubungan. Kata peduli juga berhubungan dengan pribadi, emosi dan kebutuhan (tronto dalam phillips, 2007). Tronto (1993) mendefinisikan peduli sebagai pencapaian terhadap sesuatu diluar dari dirinya sendiri. Peduli juga sering dihubungkan dengan kehangatan, postif, penuh makna, dan hubungan (phillips, 2007).
Peduli merupakan sebuah nilai dasar dan sikap memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di sekitar kita. Peduli adalah sebuah sikap keberpihakan kita untuk melibatkan diri dalam persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi di sekitar kita.
Kata kunci : peduli lingkungan & sikap peduli
Pembahasan
Sikap peduli lingkungan yaitu tingkah laku yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah pencemaran lingkungan dan melestarikan lingkungan sekitar . Peduli lingkungan merupakan salah satu karakter yang perlu dimiliki oleh siswa karena apabila siswa memiliki karakter tersebut maka akan tercipta lingkungan yang bersih, rapi, dan sehat.                                                                   Pada istilah sikap peduli lingkungan terdapat tiga istilah, yaitu sikap, peduli, dan lingkungan. Oleh karena itu, pengertian sikap peduli lingkungan dapat ditinjau dari pengertian dasar sikap, peduli, dan lingkungan. Kata pertama adalah sikap. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sikap berarti perilaku, gerak-gerik, tingkah laku. Sedangkan menurut Ibung (2009:5), “sikap dapat diartikan sebagai pikiran dan perasaan yang mendorong kita bertingkah laku ketika kita menyukai atau tidak menyukai sesuatu”. Jadi sikap merupakan respon manusia terhadap stimulus yang diberikan oleh orang lain. Kata kedua adalah peduli. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, peduli berarti mengindahkan, memprihatinkan, menghiraukan, memperhatikan. Menurut Yaumi, (2014:77), peduli adalah merasakan kekhawatiran tentang orang lain atau sesuatu. Jadi orang yang peduli adalah orang yang memperhatikan suatu objek. Peduli bukan hanya pada kepada orang lain saja, tetapi bisa juga pada lingkungan sekitarnya Peduli lingkungan adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi”. Upaya-upaya tersebut seharusnya dimulai dari diri sendiri dan dilakukan dari hal-hal kecil, misalnya membuang sampah pada tempatnnya, menanam tumbuh-tumbuhan, menghemat listrik, dan lain sebagainya. Apabila hal-hal tersebut dilakukan oleh semua orang maka akan tercipta lingkungan yang bersih, indah dan sehat.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepedulian
Kepedulian merupakan fenomena universal, dimana sebuah perasaan yang secara alami menimbulkan pikiran tertentu dan mendorong perilaku tertentu di seluruh budaya di dunia. Bisa jadi semua orang mengalami perasaan yang mirip ketika peduli dengan orang lain. Bagaimanapun kepedulian itu dipikirkan dan diwujudkan dalam bentuk perilaku, kepedulian dipengaruhi oleh kondisi budaya dan variabel-variabel lainnya.



Kesimpulan
Dengan membangun kepedulian Anda bisa memiliki kemampuan untuk berempati kepada orang lain dan menjalani hidup berdasarkan rasa kasih sayang, cinta kasih, dan belas kasih kepada orang-orang di sekitar Anda. Selalu ada saja godaan untuk menjalani hidup yang hanya peduli pada kepentingan diri sendiri dan terfokus hanya pada apa yang menjadi tujuan dan keinginan Anda sendiri, tetapi hari-hari Anda akan menjadi jauh lebih berharga jika Anda memikirkan tentang apa yang orang-orang dalam kehidupan Anda pikirkan dan rasakan. Membangun kepedulian berarti bersedia mendengarkan, mengerti jika seseorang membutuhkan bantuan, dan memberikan dukungan bagi komunitas tanpa mengharapkan penghargaan.                                                                                                                                                    

Daftar pusaka
Kurniawan, Syamsul. 2013. Pendidikan Karakter. Pontianak: Ar-Ruzz Media http://repository.fkip.unja.ac.id/file?i=i6eZOM0_vk4MCTv6-B1oMKeqJq3zciQ2ZIiU2KloxO0
Nadjmuddin Ramly. 2005. Membangun Lingkungan Hidup yang Harmonis & Berperadaban. Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu.