Tampilkan postingan dengan label @D12-Arya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @D12-Arya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 September 2017

Pentingnya Disiplin








@D12-Arya,@ProyekB03
Oleh : Arya Fatahilah


Pengertian Kedisiplinan

Disiplin berasal dari bahasa latin Discere yang berarti belajar. Dari kata ini timbul kata Disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Dan sekarang kata disiplin mengalami perkembangan makna dalam beberapa pengertian. Pertama, disiplin diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Kedua disiplin sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib.

Macam – Macam Kedisiplinan
a. Disiplin dalam Menggunakan Waktu
Maksudnya bisa menggunakan dan membagi waktu dengan baik. Karena waktu amat berharga dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan bisa menggunakan waktu dengan baik

b. Disiplin dalam Beribadah
Maksudnya ialah senantiasa beribadah dengan peraturan-peratuaran yang terdapat didalamnya. Kedisiplinan dalam beribadah amat dibutuhkan, Allah SWT senantiasa menganjurkan manusia untuk Disiplin, sebagai contoh firman Allah SWT.

c. Disiplin dalam Masyarakat

d. Disiplin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Kedisiplinan merupakan hal yang amat menentukan dalam proses pencapaian tujuan pendidikan, sampai terjadi erosi disiplin maka pencapaian tujuan pendidikan akan terhambat, diantara faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah :

1) Faktor tuntutan materi lebih banyak sehingga bagaimana pun jalannya, banyak ditempuh untuk menutupi tuntutan hidup

2) Munculnya selera beberapa manusia yang ingin terlepas dari ikatan dan aturan serta ingin sebebas-bebasnya

3) Pola dan sistem pendidikan yang sering berubah

4) Motivasi belajar para peserta didik dan para pendidik menurun

5) Longgarnya peraturan yang ada

Pada dasarnya disiplin muncul dari kebiasaan hidup dan kehidupan belajar dan mengajar yang teratur serta mencintai dan menghargai pekerjaannya. Disiplin merupakan proses pendidikan dan pelatihan yang memadai, untuk itu guru memerlukan pemahaman tentang landasan Ilmu kependidikan akan keguruan sebab saat ini banyak terjadi erosi sopan santun dan erosi disiplin.
Macam-macam bentuk disiplin selain seperti yang disebutkan diatas, disiplin juga terbagi menjadi:
a. Disiplin Diri Pribadi
Apabila dianalisi maka disiplin menganung beberapa unsur yaitu adanya sesuatu yang harus ditaati atau ditinggalkan dan adanya proses sikap seseorang terhadap hal tersebut. Disiplin diri merupakan kunci bagi kedisiplinan pada lingkungan yang lebih luas lagi. Contoh disiplin diri pribadi yaitu tidak pernah meninggalkan Ibadan lepada Tuhan Yang Maha Kuasa
b. Disiplin Sosial
Pada hakekatnya disiplin sosial adalah Disiplin dari dalam kaitannya dengan masyarakat atau dalam hubunganya dengan. Contoh prilaku disiplin social hádala melaksanakan siskaling verja bakti. Senantiasa menjaga nama baik masyarakat dan sebagaiannya.

c. Disiplin Nasional
Berdasarkan hasil perumusan lembaga pertahanan nasional, yang diuraikan dalam disiplin nasional untuk mendukung pembangunan nasional. Disiplin nasional diartikan sebagai status mental bangsa yang tercemin dalam perbuatan berupa keputusan dan ketaatan. Baik secara sadar maupun melalui pembinaan terhadap norma-norma kehidupan yang berlaku.

Kesimpulan
  • Disiplin berawal dari diri sendiri,suatu pembelajaran dalam diri dan itu sangatlah wajib. Karena segala sesuatunya disiplin itu akan percuma jika tidak diawali dari diri sendiri. Kebanyakan orang pada umumnya hanya mampu mendisiplinkan dirinya sendiri, tapi ada juga yang minoritas mampu mendisiplinkan diri sendiri dan orang lain, dan juga hanya mampu mendisiplinkan orang lain saja.


Daftar Putaka
1.MAULZIBRAHIM,(9 OKTOBER 2012). “Pengertian disiplin dan meningkatkan kedisiplinan”.
2.Nihlatil llahiyah,(20 DESEMBER 2016). ”Pentingnya Disiplin bagi anak” http://nihlatu.blogspot.co.id/2016/12/pentingnya-disiplin-bagi-anak.html


Selasa, 12 September 2017

Arti dan Makna dari Jujur

                                                 





 @D12-Arya,@ProyekB02
    Oleh: Arya Fatahilah




    ARTI DAN MAKNA DARI JUJUR


Arti dari jujur?

jujur di adopsi dalam bahasa indonesia adalah lurus hati, tidak berbohong dalam permasalah berkata apa adanya, tidak curang dalam masalah permainan, ataupun ikut dalam aturan yang berlaku. Sedangkan kejujuran adalah sifat dari jujur, ketulusan dan kelurusan dari hati. kejujuran adalah lawan kata dari kedustaan. Kejujuran dalam bahasa arab adalah Ash-Shidqu, yaitu percaya, benar, berkata benar. Dengan demikian kejujuran adalah Sifat dari manusia yang timbul dari hati dan keluar apa adanya tanpa adanya kesalahan yang mendorong akan perbuatan yang tidak sia-sia.

Apa makna kejujuran dalam ajaran islam?

Kejujuran secara istilah merupakan kesesuaian antara ucapan maupun perkataan, sesuai antara informasi dan kenyataan, kejujuran merupakan ketegasan dan kemantapan hati; dan sesuatu yang baik yang tidak dicampuri dengan kedustaan atau kebohongan.Kejujuran adalah perbuatan orang yang beriman, orang yang bertaqwa kepada Allah, Allah SWT menjanjikan segala kebaikan dari segala perbuatan dan mengampuni segala dosa-dosanya.
Kejujuran juga merupakan ajaran yang telah diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, Kejujuran adalah jalan untuk mendapatkan kemenangan ( Surga ).

Bagian-bagian dari sifat jujur?

Imam Ghozali R.A Membagi sifat jujur atau benar ( Shiddiq ) sebagai berikut :
1. Jujur dalam niat atau Berkehendak.
     Maksudnya adalah perbuatan yang tidak ada dorongan apapun melainkan dorongan perbuatan karena Allah SWT.
2. Jujur dalam Perkataan.
     Segala perkataan, informasi, berita harus sesuai dengan fakta yang ada. kabar yang diterima sesuai dengan kenyataan yang ada.  perkataan mempunyai kekuatan, motivasi, dan filsafat, dengan berkata jujur ia telah mengatakan yang baik, perkataan yang selalu dijaga demi kemaslahatan Agama.
3. Jujur dalam Perbuatan.
     Berbuat sesuatu dengan kesungguhan sehingga ia mendapatkan hasil yang diusahakannya, usaha yang tidak dengan kecurangan, yang menjadikan perbuatan batinnya (terbiasa) dan menjadi tabiat bagi dirinya.

Manfaat sikap jujur

1.     Timbul rasa percaya diri pada diri sendiri. Merasa optimis mampu melakukan sesuatunya tanpa ada rasa ragu dalam benak dengan dasar-dasar yang kuat walaupun hasil yang tidak memuaskan. Segala apapun, apabila dilakukan dengan rasa percaya diri akan terasa senang karena dapat sebagai ukuran kemampuaannya. Tentunya dimasa yang akan datang akan sangat mempengaruhi dalam kehidupan di dalam banyak hal, mulai dari pekerjaan, hubungan keluarga, hubungan masyarakat, hubungan pertemanan dan banyak lagi.
2.     Sikap jujur dalam keluarga tentunya membuat anggota keluarga tersebut menjadi nyaman, karena antar keluarga dapat berinteraksi tanpa beban dan saling membantu apabila ada maslah dalam satu pihak keluarga.
3.     Pada diri pribadi akan timbul sikap yang tidak selalu bergantung pada orang lain. Akan hidup mandiri.
4.     Dengan berkikap meupun bersifat jujur tentunya Allah SWT akan member balasan yang tak terkira oleh kita.

Kesimpulan

Kejujuran merupakan sifat yang tertanam pada diri manusia yang pada dasarnya kemauan pada diri manusia itu sendiri dengan membiasakan diri dan rasa kepercayaan diri yang kuat akan cenderung berdampak positif dari pada negative. Jika menerapkan sikap jujur, secara tidak langsung kita telah melatih kemampuan kita. Sampai dimana kemampuan kita? Itu pernyataan yang akan timbul dan terjawab sendiri dengan hasil yang di peroleh.

Saran
  •    Mulailah bersikap jujur dari sekarang.
  •    Selalu bersikap jujurlah walau itu pahit. Karena dengan tidak jujur,masalah tidak akan selesai. Justru akan mendapat masalah bagi kita
  • ·  Ingatlah bahwa Allah selalu tahu, walaupun itu tak tampak.


Daftar Pustaka
1.              Lia fitriani,2016 “arti dan makna kejujuran”, http://lia-fitriani.blogspot.co.id/2015/05/arti-dan-makna-kejujuran-dalam-ajaran.html
2.              Gigih Setiawan,(3 oktober 2013). “sifat dari jujur”, http://gigihsetiawan45.blogspot.co.id/2013/10/sifat-jujur-pada-diri-sendiri-dan-orang.html



Senin, 04 September 2017

Mengenal Jati Diri

@D12-Arya, @ProyekB01
 Oleh :Arya Fatahilah

                         JATI DIRI

"Untuk menemukan diri sendiri, pertama-tama pelajari diri sendiri." Menemukan jati diri adalah pengalaman yang mencerahkan. Anda mulai mandiri dan melakukan hal-hal untuk diri sendiri, untuk pertama kalinya. Perasaan ini sulit dijelaskan dengan kata-kata, tetapi jika Anda tidak tahu siapa diri Anda sebenarnya, hal ini sulit untuk diabaikan. Menemukan jati diri tidaklah mudah, tetapi seperti kata pepatah, hasilnya akan setimpal. Berikut beberapa tips untuk memulai prosesnya.

Cara Menemukan Jati Diri

1.Ciptakan kerangka waktu Anda sendiri. Tuliskan tujuan-tujuan utama yang Anda rasa dapat dicapai dan ingin dicapai. Kemudian, tuliskan peristiwa-peristiwa dalam hidup Anda yang telah terjadi yang Anda yakini telah mempengaruhi Anda. Ketika hidup menerpa kita dengan masalah atau kemalangan, hal tersebut membentuk keyakinan kita dan membuat kita berpikir secara berbeda. Tetapi lebih baik lagi, hal ini membuat kita menjadi kita sendiri. Hal-hal yang Anda tulis ini secara organik adalah diri Anda, bukan sekadar cerminan masyarakat.


2
Bedakan pikiran-pikiran Anda dari pikiran-pikiran orang lain. Bagi sebagian besar orang (lebih umum dari yang Anda perkirakan), hidup cukup mudah dijalani saat berada dalam autopilot; kita praktis diberi peta panduan tentang bagaimana realita "bekerja." Pergi ke sekolah, mencari pekerjaan, menikah, memikirkan ini itu dan hal lain, dan bum – berharap Anda menikmati semuanya. Hal tersebut baik dan boleh-boleh saja – tentunya pekerjaan Anda terselesaikan – tetapi tidak menyisakan ruang untuk Anda. Jadi, renungkanlah tentang diri sendiri. Di ujung lini waktu, tuliskan sebagian keyakinan Anda yang tidak berdasar pada logika, tetapi berdasar pada apa yang diceritakan orang. Kita semua memilikinya.
3
Mulailah mengandalkan diri sendiri. Kepercayaan diri dan keyakinan adalah jantung dalam menemukan diri sendiri. Jika Anda tidak memiliki keyakinan diri yang kuat, Anda akan mendengarkan perkataan orang lain setiap saat dan dipengaruhi oleh desakan mereka akan apa yang benar, yang salah, dan yang sesuai. Belajarlah untuk yakin pada diri sendiri dan percaya pada perasaan Anda sendiri. Maka Anda akan memiliki struktur sebagai dasar keyakinan tersebut. Ingat, bersabarlah dengan diri sendiri dan percaya dirilah terhadap kemampuan Anda. Segala sesuatu akan datang pada waktunya.

4
Bersiaplah untuk memulai kembali dengan lembaran baru. Kembangkan perilaku moral Anda dan berlatihlah untuk mematuhinya. Hilangkan tabiat buruk dari hidup Anda (ini adalah tindakan atau kebiasaan yang mengikat jati diri Anda dan membiarkan Anda lepas saat harus berpikir tentang pertanyaan hidup yang sulit); tabiat ini pada akhirnya akan mengalihkan tujuan Anda dan kadang bahkan berbahaya.

Pengalaman saya terjadi pada saat duduk dibangku SMA yang dimana pada saat itu sedang pemilihan kegiatan ektrakulikuler dan saya tidak tahu apa yang saya minati /yang ingin saya ikuti,padahal eskul tersebut wajib untuk setiap perorangnya. Setelah itu saya mengobservasi satu per satu eskul bagaimana kegiatan itu dilakukan secara berlangsung. Lalu saya mengitropeksi diri dan berpikir bahwa eskul apa yang akan cocok dengan saya yang dapat membuat saya nyaman sehingga dapat mengubah pikiran bimbang saya. Dan akhirnya setelah mengitropeksi diri ternyata hanya satu yang saya handalkan yaitu mengikuti eskul futsal dimana dengan kegiatan  itu saya menunjukan jati diri saya sebagai pemain futsal yang handal.

Kesimpulan
Dari pengalaman ini saya jadi mengerti bagaimana cara kita menemukan jati diri dengan baik dan benar. Jadi tetaplah kembangkan potensi diri kita dengan baik agar bisa menemukan jati diri kita sebenarnya.