Tampilkan postingan dengan label @A16-SITI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A16-SITI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2016

Sikap Proaktif

Oleh: Siti Sarah Rizkiya

    A.       Pengertian Proaktivitas

Pengertian atau definisi proaktivitas adalah orang yang relatif tidak terpengaruh oleh kekuatan situasi di sekitarnya, bahkan orang tersebut mampu mempengaruhi timbulnya perubahan dalam lingkungannya. Orang dengan proaktivitas tinggi mampu mengidentifikasi kesempatan dan mengambil tindakan yang tepat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut, menampakkan inisiatif dan mempertahankannya sampai perubahan yang bermakna terjadi. Lawan dari proaktif adalah pasif atau reaktif, yaitu orang yang cenderung untuk beradaptasi atau berkompromi dengan keadaan, daripada berusaha merubah dirinya untuk memberikan pengaruh positif pada situasi disekitarnya.

Proaktivitas manusia selalu memiliki tujuan, bergerak maju, dan berorientasi ke masa depan, serta secara internal memunculkan perilakunya sendiri. Stimulus dari luar lebih tampak sebagai sesuatu yang menjadi kecenderungan aktualisasi dari dalam keluar daripada sesuatu yang menjadikan individu bereaksi terhadap stimulus lingkungan. Individu secara psikologis mencerna stimulus eksternal tersebut, dan bukan sekedar bereaksi terhadap stimulus. Hjelle dan Ziegler (1981) mengemukakan bahwa proaktivitas merupakan salah satu asumsi dasar sifat manusia. Lebih jauh dijelaskan bahwa proaktivitas adalah lawan dari reaktivitas. Proaktivitas merupakan keyakinan diri bahwa sumber segala perilaku adalah terletak pada diri manusia itu sendiri. Manusia melakukan aksi, bukan sekedar reaksi. Penyebab perilaku dapat ditemukan dalam diri manusia sendiri dan muncul secara internal.

Sedangkan Frankl (1962) mengemukakan proaktif sebagai perilaku paling utama dalam eksistensi hidup manusia, yaitu kemampuan individu untuk menemukan makna hidup dan berjuang untuk memenuhi makna hidupnya itu (Search and struggle for meaningful life) sebagai sebuah tanggung-jawab pribadi. Kehidupan manusia, secara permanen bersifat menantang dan dalam merespon tantangan hidup itu, tidak dapat dilakukan hanya dengan berbicara atau berkontemplasi saja, melainkan harus ditindaklanjuti dengan suatu tindakan proaktif, sehingga makna hidup yang telah ditemukan dapat direalisasikan.

Selanjutnya Maslow (dalam Mangkunegara, 2000), proaktivitas seseorang adalah terletak pada perilaku seseorang, bukan respon terhadap stimulus eksternal, artinya individu adalah beraksi, bukan bereaksi. Maslow menggambarkan manusia sebagai individu yang selalu berusaha memuaskan kebutuhan internal. Kebutuhan-kebutuhan inilah yang akan memunculkan perilaku. Konsep proaktivitas ini sangat nyata ada dalam konsep aktualisasi diri Maslow. Tidak ada stimulus eksternal dalam aktualisasi diri. Secara alami, aktualisasi diri adalah konsep proaktif. Individu dipandang sebagai organisme yang mampu melakukan antisipasi masa depan, kesadaran potensi diri dan usaha keras yang terus menerus untuk dapat hidup.

B. Ciri-ciri Individu Proaktif

Covey meringkas definisi dan pengertian tentang sifat proaktif dari para ahli diatas dengan menjelaskan tentang ciri-ciri individu proaktif (1995). ciri-ciri individu proaktif (dibandingkan dengan individu reaktif) setidaknya ada 5 (lima), yaitu :
1. Orang proaktif selalu bertanggung jawab. Mereka tidak menyalahkan keadaan, kondisi, atau pengkondisian untuk perilaku mereka. Perilaku adalah produk dari pilihan sadar, berdasarkan nilai, dan bukan produk dari suasana hati, conditioning, atau tekanan sosial yang diterima.
2. Orang proaktif menfokuskan upaya mereka pada lingkaran pengaruh (mencakup segala hal yang dapat dipengaruhi). Mereka mengerjakan hal-hal yang terhadapnya mereka dapat perbuat sesuatu. Sifat dari energi mereka adalah positif, memperluas dan memperbesar, yang menyebabkan lingkaran pengaruh mereka meningkat.
3. Berfokus pada lingkaran pengaruh, orang proaktif bekerja dari dalam ke luar (in side – out), yaitu berusaha memulai perubahan dengan mengubah dirinya lebih dahulu, bahkan dari yang paling dalam dari dirinya, yaitu dengan memeriksa kebenaran paradigma dan persepsi-persepsinya.
4. Orang proaktif hidup berpusat pada prinsip (principle centered) kemudian ia menerjemahkan prinsip-prinsip itu kedalam seperangkat nilai-nilai (values) yang telah dipilihnya dengan sadar. Berdasarkan nilai-nilai itulah ia mengarahkan pilihan sikap dan perilakunya.
5. Orang proaktif mengembangkan dan menggunakan “empat anugrah unik manusianya” secara optimal. Empat anugrah itu adalah seperti yang diyakini oleh pengikut madzhab psikologi humanistik sebagai sifat-sifat unik manusia yang membuatnya berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Covey menyebutkan “four unique himant gifts” itu adalah Self Awareness (kesadaran diri), Conscience (hati nurani), Creative Imagination (imajinasi kreatif) dan Independent Will (kebebasan kehendak).

C.  Menumbuhkan sikap Proaktif
Dalam hal ini Schwartz (1996), merumuskan cara untuk menumbuhkan kebiasaan bertindak atau proaktif:
1. Jadilah “aktivasionis“. Jadilah orang yang berbuat. Jadilah pelaksana, bukan sebaliknya.
2. Jangan menunggu hingga keadaannya sempurna karena itu tidak akan pernah terjadi.
3. Ingat, gagasan saja tidak akan memberikan keberhasilan. Gagasan mempunyai nilai hanya jika Anda melaksanakannya.
4. Gunakan tindakan untuk menghilangkan ketakutan dan mendapatkan kepercayaan diri. Kerjakan apa yang Anda takutkan dan ketakutan pun menghilang. Coba dan lihat hasilnya.
5. Mulai mesin mental Anda secara mekanis. Jangan menunggu hingga jiwa` Anda menggerakkan Anda. Ambil tindakan, galilah, dan Anda menggerakkan jiwa Anda.
6. Berpikirlah dalam pengertian sekarang. Besok, minggu depan, nanti dan kata-kata serupa kerap merupakan sinonim dari kata kegagalan tidak pernah.
7. Segeralah bertindak. Jangan membuang-buang waktu menyiapkan diri untuk bertindak. Mulailah bertindak.

8. Ambil inisiatif. Jadilah pelopor. Ambillah insiatif dan laksanakan. Jadilah sukarelawan. Perlihatkan bahwa Anda mempunyai kemampuan dan ambisi untuk berbuat.

Daftar Pustaka:

Anonim. Apa Itu Proaktif dan Apa Ciri-cirinya. 2016. http://www.psikoterapis.com/?en_apa-itu-proaktivitas-dan-apa-ciri-cirinya-,85. (diakses tgl 16 Desember 2016)

Hidayat, Atep Afia. Mengembangkan Sikap Proaktif. 2009. http://netsains.net/2009/11/mengembangkan-sikap-proaktif/. (diakses tgl 16 Desember 2016)

Adil

Oleh: Siti Sarah Rizkiya

A. Pengertian Adil - Perilaku Terpuji

Secara bahasa adil mempunyai arti meletakkan sesuatu pada tempatnya, tidak memihak ke salah satu pihak, bersikap prorporsional, dan memihak kepada yang benar. Kemudian secara istilah, pengertian dari perilaku terpuji adil yaitu menetakpkan suatu kebenaran terhadap dua masalah atau beberapa masalah untuk dipecahkan sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh agama. Dengan demikian perbuatan adil adalah suatu tindakan yang berdasar kepada kebenaran, bukan mengikuti kehendak hawa nafsu pribadi.

B. Macam-macam perilaku adil

1. Berlaku adil kepada Allah swt
Maksud dari berlaku adil kepada Allah adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Kita harus yakin bahwa nikmat yang kita terima selama hidup di dunia ini adalah pemberian dari Allah swt. Maka berbuat adil dalam arti berlaku proporsional kepada Allah adalah dengan memenuhi hak-Nya. Hak Allah swt adalah disembah, dan kewajiban kita adalah menyembahnya. Ini bisa dilakukan dengan menjalankan segala perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya.

2. Berlaku adil kepada diri sendiri
Maksud dari perilaku adil terhadap diri sendiri adalah meletakkan diri pribadi pada tempat yang bak dan juga tempat yang benar. Dimana kita harus memenuhi kebutuhan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan norma-norma syariat. Contoh berlaku adil terhadap diri sendiri, makan makanan yang halal dan baik. Istirahat yang cukup, tidak menyiksa diri sendiri seperti mentato, minum alkohol, narkoba, dan lain sebagainya.

3. Berlaku adil kepada orang lain
Maksud dari berlaku adil kepada orang lain artinya adalah meletakkan orang lain pada tempat yang seharusnya. Berperilaku adil kepada orang lain harus kita lakukan, dan itu kita lakukan kepada semuanya tidak terkecuali bahkan kepada musuh atau orang yang kita benci sesuai dengan Q.S. Al-Maidah ayat 8 yang sudah saya bahas di atas tadi. Contoh berlaku adil kepada orang lain yaitu, tidak menghukum orang lain dengan berlebihan (tidak sesuai dengan besar kesalahannya), tidak mengejek dan menghina karena kita pasti juga tidak mau bila di ejek atau dihina oleh orang lain.

4. Berlaku adil kepada makhluk hidup yang lain (hewan dan tumbuhan) serta lingkungan
Maksud dari berlaku adil yang ke empat ini adalah kita harus menyayangin dan merawat hewan atau tumbuhan serta lingkungan yang ada disekitar kita. Terlebih lagi apabila kita memelihara hewan seperti burung, kelinci, kucing atau yang lainnya maka kita harus berbuat adil, diantaranya dengan merawatnya dengan sebaik-baiknya, memberikan makan dan minum setiap hari, tidak menyiksanya dan lain sebagainya.

C. Membiasakan sikap adil dalam kehidupan sehari-hari

 

Perilaku adil adalah perilaku yang terpuji, kita dapat membiasakan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang sederhana berikut ini :
1.    Menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa saja yang telah di larang oleh Allah swt
2.      Memberikan rasa keadilan kepada orang lain, dari mulai keluarga, teman, tetangga dan lain sebagainya.
3.      Selalu mengargai dan menghormati orang lain, tanpa adanya sikap diskriminasi (membeda-bedakan)
4.      Memberikan hak-hak orang lain, misal : tidak merokok di samping orang yang tidak merokok
5.      Menghormati orang yang sedang berbicara dengan cara mendengarkannya
6.      Tidak menyakiti diri sendiri, tidak merokok, mabuk-mabukan, narkoba dan lain sebagainya
7.      Tidak suka menyiksa hewan, tidak mengadu hewan, dll
8.      Selalu merawat hewan dan tumbuhan dengan sebaik-baiknya, juga tidak merusak lingkungan sekitar.

D. Hikmah berperilaku adil

Berperilaku adil pasti ada hikmahnya, dan berikut ini beberapa hikmah yang akan kita dapatkan apabila kita berbuat adil yaitu :
1.    Menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt, karena adil lebih dekat dengan taqwa
2.      Menjadi pemimpin dan teladan sekaligus pengayom bagi orang lain
3.      Disegani dan dipercaya oleh masyarakat sekitar
4.      Menumbuhkan rasa kepuasan, aman dan nyaman bagi orang lain
5.      Menciptakan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat
6.      Mempererat tali persaudaraan dan pesatuan
7.      Doanya cepat dikabulkan oleh Allah swt, dan juga mendapatkan perlindungan/pertolongan (naungan) dari Allah swt ketika di akhirat nanti, jika kita menjadi pemimpin yang adil. 

E. Ciri-ciri adil


Adapun ciri-ciri tentang nilai keadilan :
1.Tidak memihak
2.Sama hak
3.Sah menurut hukum
4.Layak dan wajar 
5.Benar secara moral

Daftar Pustaka:

Hidayat, Rahmat. Pengertian, Macam, dah Hikmah Perilaku Adil. 2015. http://www.kitapunya.net/2015/07/pengertian-macam-dah-hikmah-perilaku.html. (diakses tgl 16 Desember 2016)

Handriani, Hayeu. Ciri-Ciri Adil. 2012.

Senin, 28 November 2016

Increase Your Cooperation.

Oleh: Siti Sarah Rizkiya

Pengertian kerja sama adalah sebuah sistem pekerjaan yang kerjakan oleh dua orang atau lebih untuk mendapatkan tujuan yang direncanakan bersama. Kerja sama dalam tim kerja menjadi sebuah kebutuhan dalam mewujudkan keberhasilan kinerja dan prestasi kerja. Kerja sama dalam tim kerja akan menjadi suatu daya dorong yang memiliki energi dan sinergisitas bagi individu-individu yang tergabung dalam kerja tim. Komunikasi akan berjalan baik dengan dilandasi kesadaran tanggung jawab tiap anggota.

Sebagaimana yang dinyatakan Tracy (2006) bahwa, Kerja sama dapat meningkatkan komunikasi dalam kerja tim di dalam dan di antara bagian-bagian perusahaan. Kerja sama mengumpulkan bakat, berbagi tugas dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama dilakukan oleh sebuah tim lebih efektif daripada kerja secara individual. Menurut West (2002), Telah banyak riset membuktikan bahwa kerja sama secara berkelompok mengarah pada efisiensi dan efektivitas yang lebih baik. Hal ini sangat berbeda dengan kerja yang dilaksanakan oleh perorangan.

Kerjasama dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau tujuan bersama (Soekanto, 1990). Kerjasama (cooperation) adalah suatu usaha atau bekerja untuk mencapai suatu hasil (Baron & Byane, 2000). Kerjasama adalah adanya keterlibatan secara pribadi diantara kedua belah pihak dami tercapainya penyelesaian masalah yang dihadapi secara optimal (Sunarto, 2000).

Berdasarkan uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kerjasama adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok diantara kedua belah pihak manusia untuk tujuan bersama dan mendapatkan hasil yang lebih cepat dan lebih baik. Jika tujuan yang ingin di capai berbeda maka kerjasama tidak akan tercapai.

Beberapa cara membangun hubungan kerjasama dengan pihak lain :

1.Tentukan tujuan
Tentukan dengan jelas mengapa Anda harus bekerjasama. Apa yang Anda dapatkan? Apa yang bisa Anda berikan? Saat Anda bisa menjawab pertanyaan ini Anda bisa mencari pihak yang tepat untuk diajak kerjasama. Hal ini akan membuat Anda lebih efeketif dan focus pada tujuan Anda.
2.Siapkan profil
Siapkan beberapa materi tentang Anda. gali latar belakang Anda buat menjadi sebuah cerita tentanga Anda (atau organisasi Anda). temukan hal-hal menarik. Orang biasanya menyukai cerita. Hal ini cukup menarik ketika Anda mulai menceritakan “Anda itu siapa”.
3.Buat kesan positif
“Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda” begitu kiranya sebuah tagline sebuah brand terkenal. Kesan pertama memang sangat penting. Banyak orang tidak punya banyak waktu.
4.Fokus pada kualitas bukan kuantitas
Anda bileh membuat sebanyak mungkin jaringan kerjasama.
5.Hargai pendapat dan kebiasaan mereka
Setiap orang (atau organisasi) mempunyai kebiasaan dan budaya sendiri. Hargai pendapat atau kebiasaan mereka.
6.Tunjukan antusiasme
Tunjukan bahwa anda sangat senang bisa mengenal orang atau organisasi tersebut. Lakukan dengan tulus.
7.Tawarkan bantuan
Jangan ragu untuk menawarkan bantuan. Jika Anda memang merasa sanggup untuk membantu

Fungsi bekerjasama dalam sebuah organisasi merupakan perekat antar anggota organisasi dan untuk menyatukan arah kepada tujuan organisasi. Berikut ini adalah peranan kerjasama dalam organisasi:

1.  Kerjasama pada saat pembagian kerja (division of work). Pembagian kerja atau penempatan karyawan, secara normatif harus menggunakan prinsip the right man in the right place dan rasional/objektif. Pada prosesnya perlu menjalin kerjasama untuk saling berbagi tugas dalam menjalankan organisasi.
2.  Kerjasama dalam merumuskan wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility). Dalam tugas pekerjaannya, setiap staf dilengkapi oleh wewenang dalam melakukan pekerjaan tertentu dan setiap wewenang itu melekat suatu pertanggungjawaban. Agar staf dapat menjalankan kewenangan dan memenuhi tanggungjawabnya, perlu diberi peluang untuk saling bekerjasama antar sesama staf dan antara dirinya dengan manajer terkait.
3.   Kerjasama dalam pembinaan kesatuan perintah (unity of command) dan pengarahan (unity of direction). Dalam melakasanakan pekerjaan, karyawan yang benar akan memperhatikan prinsip kesatuan perintah pada bidangnya sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. Karyawan juga harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab. Perintah yang datang dari manajer bagian yang lain kepada seorang karyawan akan merusak jalannya wewenang, tanggung jawab, dan pembagian kerja. Untuk memastikan adanya kesatuan perintah, perlu dijalin komunikasi dan kerjasama. Dalam pelaksanaan kerja, bisa saja terjadi adanya dua perintah yang bertentangan. Untuk keserasian perintah, sekali lagi diperlukan komunikasi, konsensus, dan kerjasama.

4.      Kerjasama dibina untuk menjaga ketertiban (order) organisasi. Ketertiban dalam organisasi dapat terlaksana dengan aturan yang ketat atau dapat pula karena telah terciptanya budaya kerja yang sangat kuat. Ketertiban dalam suatu pekerjaan dapat terwujud apabila seluruh karyawan, baik atasan maupun bawahan mempunyai disiplin yang tinggi dari masing-masing anggota organisasi. Jika ada salah seorang anggota organisasi tidak disiplin, seringkali kita memintanya untuk meningkatkan kerjasamanya agar budaya organisasi dapat tertib kembali.

Daftar Pustaka:

Puriningtias,  Jenjit. 2014. Membangun Hubungan Kerjasama.  https://jenjitpuriningtias.wordpress.com/2014/02/01/membangun-hubungan-kerjasama/. (diakses tgl 28 November 2016)

Nur, Bismi Muhammad. 2013. Pentingnya Kerja Sama. http://bismimuhammadnur.blogspot.co.id/2013/03/pentingnya-bekerja-sama.html. (diakses tgl 28 November 2016)

Semangat Bekerja!

Oleh: Siti Sarah Rizkiya

Adalah berhubungan dengan perasaan dan tindakan. Semangat adalah keadaan pikiran ketika batin tergerak untuk melakukan satu atau banyak tindakan. Jadi, semangat itu memiliki fungsi sebagai penggerak batin untuk bertidak. Seseorang yang memiliki semangat bagus, sikap dan perilakunya biasanya terlihat dinamis.

Pentingnya Semangat Bekerja
Kebutuhan manusia bermacam-macam. Ada kebutuhan pokok. Misalnya pakaian, makanan, rumah. Kebutuhan pokok wajib dipenuhi. Selain itu ada juga kebutuhan sekunder. Kalian tentu dapat menyebutkannya. Manusia harus bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan. Bekerja dengan disiplin. Jujur dan bertanggung jawab.

Contoh Ciri-Ciri Semangat Bekerja

a. Suka Bekerja Keras
        Seseorang yang memiliki semangat bekerja, suka kerja keras. Dia pantang menyerah. Tidak mudah putus asa. Dia juga memiliki rasa tanggung jawab.
b. Disiplin
        Melakukan pekerjaan harus disiplin. Waktu itu sangat berharga. Kita harus disiplin menghargai waktu. Misalnya waktu belajar dimanfaatkan untuk belajar. Waktu istirahat dimanfaatkan untuk istirahat. Siswa yang disiplin akan mematuhi tata tertib di sekolah. Di rumah pun demikian.
c. Jujur
        Perilaku jujur wajib dimiliki. Seseorang dihargai karena kejujurannya. Kepercayaan berasal dari kejujuran. Oleh karena itu wajib berperilaku jujur. Kapan dan di manapun. Kalau ingin sukses dalam bekerja.

Menambah Semangat
Bagaimana caranya untuk menambah semangat ? Semangat yang melemah bisa ditambah dengan beberapa hal dibawah ini, diantaranya adalah :
1. Merasa HARUS bertindak
2.  Keinginan untuk melakukan sesuatu yang bermakna bagi diri sendiri, keluarga, kerabat dan orang banyak serta alam semesta
3. Perasaan bertanggung jawab
4.  Merasa peduli terhadap sesama, dan lain-lain

Mempertahankan Semangat Yang Ada
Diperlukan tekad yang kuat untuk mempertahankan semangat. Jika sekarang anda merasa sedang memiliki semangat, anda pula seharusnya mengingat-ingat satu kondisi dan situasi dimana semangat itu sedang pergi atau dengan kata lain ketika anda sedang tidak bersemangat, maksudnya adalah agar anda bisa merasakan apa saja perbedaannya, lalu mempertahankan eksistensinya atau bahkan untuk menambah kekuatan dari semangat itu.
Mempertahankan kehadiran semangat bisa dilakukan dengan memiliki terlebih dahulu tekad yang hebat untuk mempertahankan semangat itu sendiri, lalu meng-arah-kannya agar bisa menghasilkan hal-hal yang produktif dan membuat anda senang. Mengapa demikian ?
Sebab jika semangat itu tidak menghasilkan sesuatu yang menyenangkan, nantinya cenderung biasa-biasa saja bagi anda dalam hal tekad mendapatkan sesuatu, yang seharusnya didukung oleh semangat yang kuat.

Daftar Pustaka:

Ruslani. 2015. Pengertian Tentang Semangat. http://www.ruslani.com/pengertian-tentang-semangat.html. (diakses tgl 28 November 2016)

Ardi, Angelica. 2012. CIRI-CIRI ORANG YANG BEKERJA KERAS. http://angelicaardi97.blogspot.co.id/2012/09/ciri-ciri-orang-yang-bekerja-keras.html. (diakses tgl 28 November 2016)

Nurhikmah, Ulfah. 2013. Pentingnya Semangat Berkerja. http://ulfahhikmah.blogspot.co.id/2013/05/pentingnya-semangat-bekerja.html. (diakses tgl 28 November 2016)


Minggu, 13 November 2016

Kendalikan Dirimu

Di Post Oleh: Siti Sarah Rizkiya

Pengendalian diri atau disebut juga kendali diri dapat pula diartikan sebagai suatu aktivitas pengendalian tingkah laku. Pengendalian tingkah laku mengandung makna, yaitu melakukan pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu untuk bertindak. Dengan menggunakan berbagai pertimbangan sebelum bertindak, individu tersebut mencoba untuk mengarahkan diri mereka sesuai dengan yang mereka kehendaki. Dengan kata lain, semakin tinggi kendali diri yang dimiliki seseorang semakin intens pengendalian terhadap tingkah laku.

Pengendalian diri dapat digunakan untuk mereduksi efek psikologis yang negatif dan sebagai upaya pencegahan. Dengan memiliki pengendalian diri, individu mampu membuat perkiraan terhadap perilaku yang hendak dilakukan sehingga individu mampu mencegah sesuatu hal yang tidak menyenangkan yang akan diterimanya kelak. Hal tersebut diperkuat dengan definisi yang menjelaskan alasan individu menggunakan kendali diri.

Menurut Thoreson dan Mahoney menjelaskan bahwa ‟demi tujuan jangka panjang, dia sengaja menghindari melakukan perilaku yang biasa dikerjakan atau yang segera memuaskannya yang tersedia secara bebas baginya, tetapi malah menggantinya dengan perilaku yang kurang biasa atau menawarkan kesenangan dengan tidak segera‟.

Menurut Ronen (1993) menjabarkan bahwa “kendali diri merupakan proses yang terjadi ketika dalam situasi tanpa batasan dari lingkungan eksternal anak melakukan suatu jenis perilaku yang sebelumnya sedikit tidak mungkin muncul dibandingkan perilaku alternatif lainnya‟. Dapat pula diartikan sebagai proses yang dilakukan individu atas dasar kemauan dan pemikiran yang mereka miliki. Dengan kata lain, individu dapat  memunculkan  suatu  perilaku  positif  ketika  situasi  yang  ada memungkinkannya memunculkan perilaku yang negatif.

Pengendalian diri atau self control dapat pula diartikan sebagai ”perbuatan membina tekad untuk mendisiplinkan kemauan, memacu semangat, mengikis keseganan dan mengarahkan energi untuk benar-benar melaksanakan apa yang harus dikerjakan. Dengan memiliki pengendalian diri yang baik, individu dapat mengoptimalkan tindakan mereka dan menahan diri untuk berbuat yang tidak seharusnya mereka perbuat.

Pengendalian diri dijabarkan sebagai “kemampuan seseorang melakukan pertimbangan-pertimbangan terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu dengan mendisiplinkan kemauan atau dorongan-dorongan dalam diri seseorang, serta menahan diri dengan sadar untuk bertindak guna mencapai hasil dan tujuan sesuai yang diinginkan”. Cara mengendalikan diri, antaranya:

1. Kembali melihat situasi
Untuk mengontrol marah yang berlebihan, coba kembali melihat situasi yang membuat Anda marah. Pikirkan apa penyebabnya. Hal ini membantu seseorang dalam mengendalikan diri mereka.

2. Analisis Masalahnya
Tanyakan kepada diri sendiri mengapa Anda bisa merasakan marah yang begitu besar dan apa penyebabnya. Dengan mengetahui secara jelas masalah yang ada, Anda bisa memiliki kemampuan untuk mengontrol amarah yang meledak.

3. Selesaikan Masalah
Bagi sebagian orang, menonton film atau video lucu dapat membuat perasaan lebih tenang. Namun, hasilnya hanya bertahan beberapa waktu saja. "Karena Anda selalu berinteraksi dengan orang lain, terutama orang yang telah membuat Anda sangat marah, maka perasaan itu bisa kembali lagi suatu saat jika tidak diselesaikan.


Maka dapat disimpulkan bahwa, pengendalian diri adalah tindakan mengendalikan atau mengarahkan tingkah laku seseorang, sebagai upaya pencegahan (preventif), sebagai suatu tindakan penundaan pemuasan kebutuhan, sebagai suatu keterampilan, keahlian, potensi, perbuatan untuk pembinaan tekad. Berdasarkan pengertian yang telah diuraikan, maka pengendalian diri dalam penelitian ini memiliki maksud sebagai kemampuan yang dimiliki oleh individu untuk mengarahkan dirinya mendekati tujuan yang diharapkan dengan jalan mendisiplinkan diri dan melakukan penundaan terhadap perilaku yang dapat menghambat pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

Daftar Pustaka:

Rahayu, Srikandi. 2016. Pengertian Pengendalian diri

Nai, Yohakim Yordanus. 2012. BAGAIMANA CARA MENGENDALIKAN DIRI. http://yohakimn.blogspot.co.id/ . (diakses tgl 13 November 2016)

Berani Berubah, Berani Ambil Resiko

Di Post Oleh: Siti Sarah Rizkiya

Hidup manusia di dunia tidak lepas dari dua hal berikut: peluang dan resiko. Nasib setiap orang lebih banyak ditentukan oleh bagimana keduanya ditangkap dan dikelola daripada oleh yang lainnya. Peluang dan resiko ibarat dua sisi dari sekeping mata uang. Keduanya lekat tak terpisah. Menangkap peluang berarti sekaligus berani mengambil resikonya. Tidak ada peluang tanpa resiko. Sebaliknya, resiko adalah konsekuensi logis dari pilihan kita untuk menangkap setiap peluang. Memilih untuk menjadi pegawai, resikonya harus siap diperintah atasan. Sebaliknya, memilih untuk menjadi wirausahawan, resikonya penghasilan sering tidak menentu dan lain-lain.

Orang sering takut mengambil peluang karena takut resikonya. Pun setelah peluang diambil, banyak orang gagal karena tidak bisa mengatasi resiko. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberhasilan sejatinya adalah resultan dari usaha seseorang dalam menangkap peluang dan mengatasi resikonya. Orang yang ingin berhasil - dalam hal apapun, dengan demikian, harus punya keberanian untuk menangkap peluang dan mengambil resikonya sekaligus. Menangkap peluang berarti menjadi orang-orang pertama (pioner) yang take action atas sesuatu hal. Sementara mengambil resiko diartikan sebagai tidak takut pada resiko serta punya bekal ilmu dan rencana untuk mengatasi resiko tersebut. Keberaniaan terakhir akan kita jadikan ciri kesekian dari orang hebat. 
Keberaniaan mengambil resiko dalam pengertian di atas menjadikan orang tidak asal ambil resiko atau asal ambil peluang, tapi benar-benar keberaniaan yang didasarkan pada perhitungan yang memadai, bukan ke-nekad-an. Banyak orang gagal karena hal terakhir. Maunya dibilang berani, tapi sesungguhnya nekad. Banyak orang maunya berwirausaha, tapi malah jadi pengangguran. Banyak orang ingin rumah tangganya bahagia, tapi malah sebaliknya, dst. Apa yang dimaksud dengan perhitungan yang memadai sesungguhnya ada pada aspek perencanaan setiap orang. Sekali lagi, ini menegaskan betapa pentingnya perencanaan dan komitmen pelaksanaannya. Orang hebat punya itu. Punya rencana dan punya komitmen pelaksanaan. Sehingga ketika masanya tiba, peluang tak akan lari kemana, resiko tak harus jadi momok yang menakutkan. 

Mereka, orang-orang hebat, selalu berusaha menjadi pioner (assabiqunal awwalun) atas berbagai peluang di hadapan. Tetapi, mereka memilih menjadi pioner yang punya perhitungan yang memadai. Sehingga keberanian mereka bukan ke-nekad-an yang dipaksakan. Mereka tidak takut menghadapi resiko karena mereka punya ilmu, wawasan, dan keterampilan, lalu mereka susun rencana, dan mereka punya komitmen pelaksanaan atasnya. 
Dengan begitu, tidak ada istilah takut dalam kamus orang-orang hebat. Memang, adakalanya mereka harus hati-hati memutuskan. Ada masanya mereka harus memperhitungkan waktu, situasi, dan kondisi. Namun, ketika keputusan telah diambil, tak pantang menyerah pada masalah, tak pantang mundur apalagi kabur menghadapi masalah. Mereka selalu punya ruang yang luas untuk mengevaluasi, merencanakan kembali, dan memulai investasi lagi (baca: usaha perbaikan) atas pilihan peluang yang diambil. 
Orang hebat melihat dan menjalani proses sebagai pembelajaran. Sehingga, jika kegagalan sekalipun yang datang, difahaminya sebagai jalan panjangnya kesuksesan. Apa yang muncul kemudian adalah pikiran-pikiran positif dan solutif atas permasalahan. Di sanalah letak keberanian orang hebat. Berani mengambil resiko karena punya rencana. Berani mengambil resiko karena punya cara pandang pembelajar. Mereka tak pernah berhenti berproses (on becoming) menjadi lebih baik sebelum akhirya menjadi yang terbaik.
Kadangkala kita tidak berani berubah karena kita telah merasa aman dalam zona nyaman kita. Kita memiliki apapun yang kita perlukan dalam zona nyaman kita. Kita tidak ingin perubahan terjadi. Padahal jaman terus berubah, situasi semakin kompetitif. Jika kita tidak berani berubah dan mengambil resiko maka zona nyaman kita akan tergusur oleh keadaan. Tentu ini sangat tidak kita harapkan bukan? Pada dasarnya sesuatu yang kita inginkan tidaklah jauh. Sesuatu itu hanya berada sedikit diluar zona nyaman kita. Cobalah sedikit keluar dari zona nyaman dan temukan apa yang anda cari. 
Ada tiga langkah agar kita berani keluar dari zona nyaman.

1.    Ubah pikiran anda. Segala sesuatu diciptakan dua kali yaitu ciptaan mental dan ciptaan fisik. Sebelum diciptakan fisiknya seorang arsitek akan menciptakan dari bayangan dan imajinasinya, ini yang disebut ciptaan mental. Anda adalah apa yang anda pikirkan. Ubah pikiran masa lalu anda yang negatif menjadi pikiran masa depan anda yang positif.

2.    Ubah lingkungan anda. Diri kita tergantung pada lingkungan diri kita berada. Jika kita berada dalam label lingkungan yang berkualitas maka label kita adalah berkualitas. Begitu pula sebaliknya jika kita berada dalam lingkungan pemalasa maka label diri kita adalah pemalas. Maka mulai saat ini ubahlah lingkungan anda. Ubahlah menjadi lingkungan yang sesuai dengan perubahan yang anda inginkan. Jika anda ingin menjadi pengusaha sukses maka perbanyaklah berkumpul dengan lingkungan pengusaha yang sukses. Jalinlah relasi sebanyak-banyaknya dan lakukan perubahan dalam diri anda.


3.    Ubah tindakan anda. Jika anda ingin memperoleh hasil yang berbeda maka lakukan dengan cara yang berbeda. Jika selama ini anda gagal maka ubahlah tindakan anda untuk keberhasilan. Mengubah pikiran dan lingkungan jika tidak diikuti oleh perubahan tindakan maka hasilnya akan nihil. Maka ubahlah tindakan anda menjadi lebih positif dan produktif mulai sekarang. Selamat mencoba dan ambillah resiko perubahan untuk meraih kesuksesan anda.


Orang Hebat Berani Mengambil Resiko
Selalu ada satu saat di masa lalu ketika pintu terbuka, dan masa depan
masuk ke dalamnya dengan leluasa.
- Deepak Chopra -


Daftar Pustaka:

Anonim. 2016. ORANG HEBAT BERANI MENGAMBIL RESIKO.  http://bilbulsama.blogspot.co.id/2011/03/orang-hebat-berani-mengambil-resiko.html. (diakses tgl 13 November 2016)




Beradaptasi Di Lingkungan Baru

Di Post Oleh: Siti Sarah Rizkiya

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Ada beberapa cara penyesuaian diri yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara penyesuaian bentuk organ tubuh, penyesuaian kerja organ tubuh, dan tingkah laku dalam menanggapi perubahan lingkungan.
Kemampuan beradaptasi merupakan suatu perilaku yang sangat kompleks karena didalamnya melibatkan sejumlah fungsi dan intelektual. Misalnya: penalaran, ingatan kerja, dan belajar keterampilan makin tinggi. Kecerdasan atau intelegensi manusia maka seseorang tersebut akan lebiuh cepat dan efektif didalam menentukan strategi beradaptasi dengan perubahan tugas dan lingkungan yang baru begitu pula sebaliknya.dimana didalam lingkungan baru harus dapat beradaptasi dengan lingkungan itu dengan peraturan-peraturan yang berlaku dan harus bisa menyikapi masalah-masalah sosial yang terjadi. 

Penerapan dan Prosses Pembelajaran
Penerapannya kemampuan beradaptasi dan menyikapi masalah sosial terlebih dahulu dapat diterapkan didalam keluarga yaitu anak trlebih dahulu diberi tahu tentang aturan-atuaran apa saja yang perlu ditaati dalam keluarga setelah itu barulah anak diajari cara beradaptasi dengan keluarga. setelah anak bisa beradaptasi dengan keluarga barulah anak diajarkan cara beradaptasi dimasyarakat dan sekolahan. Proses pembelajarannya yaitu dapat dilaksanakan dikeluarga, masyarakat, sekolah dan dimana saja.dimana dikeluarga anak diajarkan cara beradaptasi dengan keluarga dan menyikapi measalah dalam keluarga sedangkan disekolahan anak bisa diajarkan cara beradaptasi dan menyikapi masalah dengan teman-teman sebayanya dimana anak sering salah paham dan bertengkar dengan temannya gara-gara masalah kecil nah itu bisa jadi acuan guru untuk menjelaskan bagaimana menyikapi masalah-masalah itu sebaliknya dimasyarakat anak dapat diajarakan beradaptasi dan menyikapi masalah dengan masyarakat sekitar bukan hanya dengan anak-anak seusia mereka tetapi dengan orang dewasa juga.

Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hari   
Maksud dari menerapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah agar kita bisa saling berinteraksi dalam bermasyarakat dimana mereka harus bisa mengerti bagaimana keadaan masyarakat tersebut serta aturan-aturan apa yang harus ditaati dalam masyarakat tersebut. Dalam hal ini  kina bisa mempelajari bagaiman seseorang bertahan dalam tekanan masyarakat, bertahan hidup, bagaimana seseorang mencari makan dan air di kehidupannya.

Pentingnya Adaptasi Dalam Pergaulan  Dunia Remaja  
Pentingnya adaptasi dalam dunia remaja jaman sekarang ini yang dimana telah banyak sekali remaja – remaja yang sudah tidak sejalan dengan etika remaja. Dalam hal ini kita sebagai para remaja jaman sekarang yang hidup di dunia modern ini sudah semestinya untuk bisa beradaptasi sehingga kita masih bisa atau masuk kedunia remaja yang lebih postif. Sehingga kita tidak keluar dari asas – asas etika. Sebagai contoh ketika kita bergaul dengan anak – anak yang mempunya sifat kurang baik, dari yang minum – minuman keras hingga yang memakai obat – obatan telarang. Kita sebagai remaja boleh – boleh saja bergaul tetapi ingat tidak boleh lah kita untuk mencoba hal – hal yang sekiranya itu negatif, sebagai remaja kita boleh bergaul dengan siapa pun, tapi selalu inget untuk menghindari hal – hal yang negatif walau pun mereka semua itu di sekeliling kita.
  
Manusia dan lingkungannya
Manusia adalah satu-satunya mahluk hidup di bumi yang memiliki akal budi dan pikiran yang dapat digunakan dalam berpikir di kehidupan sehari-hari. Karena akal pikiran itulah, Manusia juga akhirnya menjadi mahluk yang bersosial dan hidup menyebar di berbagai tempat di bumi dengan berbagai kondisi alam dan tantangan hidupnya masing-masing.Semua daerah tempat manusia hidup memiliki tantangan hidup masing-masing yang  menuntut kemampuan adaptasi manusia  untuk bertahan hidup.manusia menggunakan 4 hal dari diri mereka sendiri, yaitu:

1.                  Akal pikiran
2.                  Perasaan/emosi
3.                  Jasmani
4.                  Komunikasi

Nah bagaimana cara agar kita mudah beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru?

1.Bersikap Ramah dan Murah Senyum
Orang akan sangat respek terhadap kita apabila kita murah senyum dan ramah. Mereka melihat kita ini adalah sesorang yang rendah hati, mudah bergaul dan bisa membuat orang lain nyaman.

2.Bersikap Natural/ Apa Adanya
Terkadang banyak sekali orang-orang yang berlebihan berbicara ataupun bersikap kepada orang yang baru dikenal, hal ini akan menyebabkan orang lain ilfil terhadap kita. Sebisa mungkin bersikap senatural mungkin, apabila anda cerewet usahakan diminimalisir kecerewetan itu.

3.Jangan Menceritakan Hal-Hal Yang Tidak Penting
Banyak kita jumpai orang disekeliling kita, baru kenal saja sudah menceritakan soal pacarnya, istrinya, suaminya, anaknya, tetangganya, sodara tetangganya, bahkan kucing tetangganya yang kelaparanpun diceritakan. Apalagi terlalu menceritakan harta yang kita miliki hal ini akan membuat orang yang mendengarnya merasa aneh dan menilai kita orang yang terlalu terbuka dan sombong. Dengan melakukan hal itu orang disekeliling akan dengan mudah menilai karakter buruk kita.

4.Disiplin
Rekan kerja, teman sekolah, kuliah dan lain sebagainya akan sangat menghormati dan menghargai kita jika kita disiplin. Dengan kedisiplinan itu, orang lain juga akan percaya bahwa kita mampu untuk melakukan sebuah pekerjaan secara baik dan terjadwal rapi.

5.Hindari Membicarakan Keburukan Orang Lain
Hal ini banyak dilakukan oleh wanita, meskipun pria pun juga tak sedikit yang melakukan perbuatan seperti ini. Dengan membicarakan keburukan teman sekelas, sekantor, seinstansi malah akan merugikan diri sendiri. Orang tidak akan percaya dengan kita, karena menilai dirikita sebagai orang bermulut besar yang tak berisi. Selain itu untuk menghindari terjadinya adu domba antar teman.



Daftar Pustaka:

Komaladewi, Anita. 2014. KEMAMPUAN BERADAPTASI.



Asmara, Syarah Niken. 2015. Agar Cepat Beradaptasi Dengan Lingkungan Baru.
http://www.kompasiana.com/syarahnikenasmara/agar-cepat-beradaptasi-dengan-lingkungan-baru_552a4c73f17e61b872d62456. (diakses tgl 13 November 2016)