Tampilkan postingan dengan label @Proyek A01. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Proyek A01. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 September 2017

pentingnya tanggu jawab

E@13-Fajar
Disusun oleh Fajar pambudi

PENGERTIAN

Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab,mananggung segala sesuatunya, atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya. 
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain.
Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan mengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. JENIS-JENIS TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya.
 Atas dasar ini, lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :

A. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiapp orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusian mengenai dirinya sendiri. Contohnya: Rudi membaca sambil berjalan. Meskipun sebentar-bentar ia melihat ke jalan tetap juga ia lengah dan terperosok ke sebuah lubang. Ia harus beristirahat diruma beberapa hari. Konsekuensi tinggal dirumah beberapa hari merupakan tanggung jawab ia sendiri akan kelengahannya.

B. Tanggung Jawab kepada Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Contohnya: Dalam sebuah keluarga biasanya memiliki peraturan-peraturan sendiri yang bersifat mendidik, suatu hal peraturan tersebut dilanggar oleh salah satu anggota keluarga. Sebagai kepala keluarga (Ayah) berhak menegur atau bahkan memberi hukuman. Hukuman tersebut merupakan tanggung jawab terhadap perbuatannya. 

C. Tanggung Jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi denhan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia di sini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab tersebut. Wajarlah apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat. Contohnya: Safi’i terlalu congkak dan sombong, ia mengejek dan menghina orang lain yang mungkin lebih sederhana dari pada dia. Karena ia termasuk dalam orang yang keya dikampungnya. Ia harus bertanggung jawab atas kelakuannya tersebut. Sebagai konsekuensi dari kelakuannya tersebut, Safi’i dijauhi oleh masyarakat sekitar. 

D. Tanggung Jawab Terhadap Bangsa dan Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa setiiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berfikir, berbuat, bertindak, bertinggah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara. Contohnya: Dalam novel “Jalan Tak Ada Ujung” karya Muchtar Lubis, Guru Isa yang terkenal sebagai guru yang baik, terpaksa mencuri barang-barang milik sekolah demi rumah tangganya. Perbuatan guru Isa ini harus pula dipertanggungjawabkan kepada pemerintah, kali perbuatan itu diketahui ia harus berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.

E. Tanggung Jawab Terhadap Allah Swt
Allah SWT menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya, manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap perintah Allah SWT. Sehingga tindakan atau perbuatan manusia tidak bisa lepas dari pengawasan Allah SWT yang dituangkan dalam kitab suci AlQur'an melalui agama islam. Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingati oleh Allah dan jika dengan peringatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraukannya maka Allah akan melakukan kutukan. Contohnya: Seorang muslim yang taat kepada agamanya maka ia bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan kepada Allah. Karena ia menghindarihukuman yang akan ia terima jika tidak taat pada ajaran agama. kedua yang harus dilakukan seorang muslim kepada Allah SWT, adalah memiliki rasa tanggung jawab atas amanah yang diberikan padanya. Karena pada hakekatnya,kehidupan inipun merupakan amanah dari Allah SWT.


C.Contoh

Tanggung jawab negara merupakan salah satu isu penting yang selalu dibahas dalam hukum internasional. Hal ini dikarenakan negara merupakan subyek hukum utama dalam hukum internasional. Atas alasan itulah mengapa komisi hukum internasional (international law commission/ILC) mencoba melakukan studi dan kodifikasi perihal tanggung jawab negara. Upaya tersebut pada akhirnya hanya berbuah sebuah draft konvensi yaitu draft Articles on the Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts, yang diadopsi pada tahun 2001.


Dalam hukum internasional, tanggung jawab negara diartikan sebagai kewajiban yang harus dilakukan oleh negara kepada negara lain berdasarkan perintah hukum internasional.[1] Sederhananya, apabila suatu negara tidak memenuhi kewajiban yang dibebabkan kepadanya berdasarkan hukum internasional maka ia dapat dimintakan tanggung jawab




sumber:






Senin, 04 September 2017

MEMAHAMI DIRI SENDIRI

MEMAHAMI DIRI SENDIRI
Mengenal diri sendiri melalui introspeksi.
Introspeksi adalah proses individu melihat ke dalam dirinya dan menguji pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, dan motif-motifnya sendiri. Meskipun ini sangat bermanfaat, ternyata jarang dilakukan.
Menurut Johari Window,ada 4 kepribadian yang perlu dimengerti.
1. Daerah Aktivitas Bebas Mengenal Diri
Di sini, seseorang mengenal diri sendiri dan dikenal orang lain. Berarti, kita sangat tahu tentang diri kita, tahu persis apa yang diri kita rasakan sendiri, bahkan mengusai diri sendiri karena kita sudah bisa menguasai diri kita sendiri. Disamping itu, orang lain pun mengetaui kita. Ini karena kita orangnya terbuka jadi bisa dikenal orang lain.
2. Daerah Buta Mengenal Diri
Disini, kita tidak mengenal diri sendiri tapi dikenal orang lain. Karena kita terbuka, jadi dikenal orang lain. Tapi disisi lain kita tidak mengenal diri sendiri. Mungkin saja karena bingung akan sendiri dan susah ada penyesuaian dengan diri sehingga tidak mengenal. Atau kita belum bisa menguasai diri karena belum terbiasa dengan keadaan yang berubah-ubah dan cenderung membuat diri merasa lelah sehingga lebih banyak berkeluh pada orang lain dan menyebabkan orang lain mengenal kita tapi kita tidak mengenal diri sendiri.

3. Daerah Menghindari Diri
Disini, kita mengenal diri sendiri tapi tidak dikenal orang lain. Bisa jadi kita terlalu tertutup dan cenderung menyembunyikan sehinggaa orang lain tidak mengenal kita. However, kita dapat menguasai diri kita dan sangat memahami diri sendiri. Bisa saja karena sudah bisa mengontrol diri, jadi merasa belum butuh orang lain untuk membantu kita. Mungkin saja juga karena kita terlaku menjaga diri kita sehingga menutup diri dari orang lain.
4. Daerah Aktivitas yang Tidak Diketahui
Disini, kita tidak mengenal diri sendiri dan orang lain pun tidak mengenal kita. Ini akan menjadi sulit karena tidak ada yang mengenal kita. Mungkin saja karena kehilangan arah sehingga hal ini terjadi.
Ada beberapa cara untuk mengenali diri sendiri.

Berikut ini adalah 3 cara yang dapat Anda lakukan untuk mengenali diri sendiri, diantaranya:
1.    
      Kenali Diri Sendiri Melalui Visualisasi dan Indra Penglihatan
Cara paling mudah melalui metode visualisasi, perhatikan apa yang kita lihat dan
sering kita jumpai.Bila kita merasakan getaran/vibrasi yang cocok dan sesuai
dan kita cenderung merasa nyaman pasti disitulah kegemaran kita.Gambaran
melalui pandangan mata kita adalah alat paling canggih untuk mendeteksi
keinginan kita, bahkan lebih canggih dari alat manapun.
Sebagai contoh, ketika kita melihat seseorang sedang memainkan alat musik gitar sambil
bernyanyi.Kita merasakan ikut dalam alunan musik serta lagunya, bahkan kita
sesekali ikut bernyanyi dan menikmati lagunya.Sesunggunya kondisi ini sedang
menunjukan kepada kita bahwa kita senang dengan musik dan cara untuk
mewujudkannya adalah mendengarkan musik.

Kenali Diri Sendiri Melalui Perasaan
Alat pendeteksi tercanggih yang telah diciptakan Tuhan untuk manusia adalah
perasaan.Perasaan yang kita miliki tidak dapat digantikan dengan alat
tercanggih sekalipun didunia ini, untuk alasan inilah manusia diciptakan dengan
memiliki perasaan.Perasaan inilah yang dapat menggambarkan diri kita, apakah
kita memiliki perasaan halus, sensitif atau justru sebaliknya.
Sebagai contoh, bila kita melihat seseorang sedang bekerja keras untuk membangun bisnis
agar masa depannya tidak melarat.Melihatnya sukses membangun bisnis kita
cenderung ingin menjadi sepertinya, yaitu sukses membangun bisnis.Inspirasi
darinya yang menjadi pendorong bagi kita untuk lebih giat dan tekun. Disini
perasaan kita sedang bekerja, sehingga kita termotivasi.
3.    Kenali Diri Sendiri Melalui Pikiran
Pikiran memiliki kekuatan dasyat yang dapat mengubah apapun. Untuk alasan inilah banyak
motivator mengatakan bahwa kunci dari kesuksesan adalah pikiran.
Daftar Pustaka

Cara Membangun Karakter Diri



 Cara Membangun Karakter Diri 


    @E03-Rayhan
Oleh Rayhan Ismed
 


Mungkin pernah anda alami, di mana suatu hari lewat begitu saja tanpa anda sadari. Anda bangun pagi-pagi lalu berangkat ke tempat kerja hingga sore hari, bahkan hingga larut malam. Demikian anda melakukannya setiap hari tanpa anda sadari. Mengenal diri sendiri sangat penting untuk mengetahui apa yang terbaik bagi kita saat ini dan di masa yang akan datang.
Setiap manusia dilahirkan dengan karakter masing-masing. Karakter tersebut biasa terbentuk sejak dalam kandungan dan berkembang seiring dengan tumbuh kembang seseorang. Membangun karakter menjadi lebih baik tidaklah sulit namun juga tidaklah mudah, untuk itu dalam artikel ini ada beberapa tips sederhana untuk bisa memiliki karakter yang baik.
1.      Perhatikan Kesehatan   
Hal utama dalam membangun karakter diri adalah memperhatikan kesehatan. Kesehatan adalah kunci utama seseorang dalam berpikir. Hidup sehat dengan memperhatikan pola makan yang teratur dan istirahat yang cukup, diiringi dengan olahraga yang teratur membuat seseorang dapat berpikiran positif. 
2.      Menerima kepribadiannya sendiri
Terkadang dalam proses mencari jati diri, seseorang akan mengingkari kepribadiannya. Hal ini disebabkan karena dia merasa dirinya tidak lebih baik dari orang lain. Untuk itu seseorang perlu untuk belajar memaafkan diri sendiri. Dengan memaafkan diri sendiri, seseorang berangsur-angsur akan menerima bahwa dirinya adalah pribadi yang luar biasa.
3.      Memaafkan
Memaafkan adalah hal tersulit dalam hidup, namun bukan berarti seseorang tidak bisa memaafkan kesalahan orang lain. Perlu diketahui bahwa memaafkan bukan berarti kalah dari orang lain. Memaafkan adalah salah satu bentuk seseorang melepaskan sakit dalam hati. Dengan memaafkan, hati akan terasa lebih ringan dan tenang. Dan yang lebih penting, maafkanlah diri anda sendiri
4.      Membuka diri

Banyak orang beranggapan bahwa lebih baik menyelesaikan segala sesuatu sendirian daripada bergantung dengan seseorang. Masih beranggapan bahwa orang lain tak akan mengerti. Semua anggapan itu salah. Cobalah untuk membuka diri, memang pada awalnya hal ini terasa sulit. Tapi perlu disadari bahwa dengan membuka diri, seseorang akan mengenal berbagai macam karakter dari orang lain. Keadaan ini diperlukan untuk pembentukan karakter diri.

5.      Keberanian
Menantang diri sendiri diperlukan, bukan untuk menyombongkan diri namun untuk mengukur seberapa jauh penguasaan diri. Dalam keberanian, seseorang akan belajar untuk berani menerima kekalahan agar seseorang lebih bisa menghargai makna kemenangan. Cobalah berani untuk mempunyai konsistensi, konsistensi dalam keyakinan, keyakinan bahwa kita bisa menjadi lebih baik, bahwa kita bisa memiliki karakter yang akan emnarik datangnya kesuksesan. Konsistensi juga dalam berlatih.

6.      Tantanglah diri sendiri

Banyak orang yang berdiam diri dengan berbagai alasan, padahal alasan tersebut digunakan hanya untuk bermalas-malasan. Menantang diri sendiri wajib dilakukan. Ambilah berbagai macam resiko positif seperti mengambil pekerjaan yang menantang, dimana pekerjaan tersebut berkaitan dengan hobi. Dalam mengambil tantangan ini, berarti seseorang telah belajar berkomitmen.

7.      Belajarlah untuk jadi pemimpin

Menjadi pemimpin bukan berarti seseorang bisa bertindak sesuka hati. Menjadi pemimpin berarti melatih diri untuk lebih bersabar, berkomitmen dan berempati. Pemimpin adalah mereka yang bisa memahami dirinya sendiri, menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri termasuk salah satu yang harus didapatkan dari proses membangun karakter diri.

Kesimpulan;

Jadilah diri sendiri jangan keterkaitan pada orang lain jangan dengarkan kata orang lain karna mungkin itu juga yang bisa membuatmu tidak bisa mem potensi dirimu bertindaklah sesuai kata hatimu bukan kata orang lain.

DAFTAR PUSTAKA
https://brainly.co.id/tugas5429550
http://solusisupersukses.com/cara-membangun-karakter-diri
http://www.hipwee.com/narasikenalilah-siapa-diri-anda-maka-anda-a