Tampilkan postingan dengan label @N19-SATRIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @N19-SATRIA. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Desember 2019

Kerjasama yang Sesungguhnya

Satria Hotma Hizkia
@N19-SATRIA





Kerjasama yang Sesungguhnya



Kata Kunci : Kerjasama, Tujuan, Bersama
1.    Pendahuluan
Pada dasarnya sesuatu yang dikerjakan sendiri dengan yang dikerjakan bersama orang lain akan memiliki proses dan hasil yang berbeda. Jika kita mengerjakan sesuatu hanya seorang diri padahal seharusnya itu dapat dikerjakan secara bersama-sama maka tentunya akan ada keterbatasan jika dalam prosesnya diperlukan kegiatan bertukar pikiran, namun sebaliknya jika  sesuatu yang seharusnya dikerjakan seorang diri namun kita malah melakukannya dengan berkerjasama, maka tentunya akan ada keterbatasan juga dalam prosesnya yakni adanya pendapat-pendapat yang dirasa tidak perlu dari anggota kelompok.

Kerjasama yang benar adalah ketika semua individu yang ada dalam suatu kelompok belajar atau tim dapat mengerti tujuan dari kegiatanya dan mengerti tugasnya masing-masing, yang nantinya keberhasilan masing-masing individu dari setiap tugas yang berbeda dalam kelompok tersebut akan menjadi sinergi yang dapat menjadikan keberhasilan dari tujuan bersama tersebut.

2.    Permasalahan
2.1    Apa pengertian kerjasama menurut para ahli ?
2.2    Apa tujuan kerjasama ?
2.3    Apa aspek dalam kerjasama dalam belajar ?
2.4    Apa kriteria bekerjasama ?

3.    Pembahasan
3.1    Definisi Kerjasama Menurut Ahli
Menurut Lewis Thomas dan Elaine B. Johnson ( 2014, h. 164) kerjasama adalah pengelompokan yang terjadi di antara makhlukmakhluk hidup yang kita kenal.

Menurut Robert L. Clistrap dalam Roestiyah (2008, h. 15) menyatakan “Kerjasama adalah merupakan suatu kegiatan dalam berkelompok untuk mengerjakan atau menyelesaikan suatu tugas secara bersama-sama”, dalam kerjasama ini biasanya terjadi interaksi 47 antar anggota kelompok dan mempunyai tujuan yang sama untuk dapat dicapai bersama-sama.

Sarwono (2011:139) kerjasama merupakan bentuk kelompok yang terdiri dari lebih dari seseorang yang melakukan tugas dengan sejumlah peraturan dan prosedur. Bowo dan Andy menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan kerjasama harus tercapai keuntungan bersama (2007:50-51), Pelaksanaan kerjasama hanya dapat tercapai apabila diperoleh manfaat bersama bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya(win-win). Apabila satu pihak dirugikan dalam proses kerjasama, maka kerjasama tidak lagi terpenuhi. Dalam upaya mencapai keuntungan atau manfaat bersama dari kerjasama, perlu komunikasi yang baik antara semua pihak dan pemahaman sama terhadap tujuan bersama.

3.2    Tujuan Kerjasama
Menurut Modjiono (2009, h. 61) pada situs (http.//ayomengajar indonesia.co.id/2012/12/belajar-kelompok.html) menerangkan bahwa tujuan kerjasama sebagai berikut:
1)    Untuk mengembangkan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah
2)  Mengembangkan kemampuan bersosialisasi dan komunikasi.
3)  Menumbuhkan rasa percaya diri terhadap kemampuan siswa.
4) Untuk dapat memahami dan menghargai satu sama lain antar teman.


3.3    Aspek Kerjasama dalam Belajar
Aspek kemampuan kerjasama yang digunakan pada kegiatan pembelajaran oleh Eggen dan Kauchak dalam Apriono (2011: 167) yaitu:
(1) Dengan sopan mendengarkan oranglain berbicara dan baru berbicara setelah oranglain selesai bicara
(2) Berinterupsi dengan sopan
(3) Menghargai ide orang lain
(4) Menangkap ide orang lain dengan tepat sebelum menyatakan tidak setuju
(5) Mendukung setiap partisipasi anggota kelompok.

3.4    Kriteria Bekerjasama
Kriteria kemampuan kerjasama berdasar hasil penelitian Maasawet (2011: 21) adalah:
1) Memberi informasi sesama anggota kelompok
2) Dapat menyelesaikan perselisihan yang terjadi
3) Menciptakan suasana kerjasama yang akrab
4) Bertukar ide dan pendapat kepada anggota kelompok
5) Mendukung keputusan kelompok
6) Menghargai masukan dan keahlian anggota lain
7) Berpartisipasi melaksanakan tugas
8) Mengahrgai hasil kerja kelompok.


Referensi

Apriono, D. 2011. Meningkatkan Keterampilan Kerjasama Siswa Dalam Belajar Melalui Pembelajaran Kolaboratif. Jurnal Prospektus, IX (2).


Lakoy, Amanda Carolina. 2015. Pengaruh Komunikasi, Kerjasama Kelompok, dan Kreativitas Terhadap Kinerja Karyawan Pada Hotel Aryaduta Manado. Jurnal EMBA (981-991) Vol.3 No.3.

Maasavet, E. T. 2011. “Meningkatkan Kemampuan Kerjasama Belajar Biologi

Melalui Penerapan Strategi Inkuri Terbimbing Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Kota Samarinda. Samarinda”. Jurnal Bioedukasi, 2 (1).

Pratiwi, Ari Ika, dkk. 2018. Peningkatan Kemampuan Kerjasama Melalui Model Project Based Learning (PjBL) Berbantuan Metode Edutainment Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Jurnal Refleksi Edukatika 8 (2).

Sarwono. S.W. 2011.Psikologi Remaja. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.



Senin, 02 Desember 2019

'SEMANGKA' (Semangat Kaka)

Satria Hotma Hizkia
@N19-SATRIA





‘SEMANGKA’ (Semangat Kaka)



Kata Kunci :Semangat, Rutinitas, Positif

1.    Pendahuluan

Dalam menjalani rutinitas tentunya sesorang pernah berada pada titik jenuh. Anak-anak, remaja, hingga dewasa bahkan lansia bisa mengalami masa-masa dimana rutinitas sangatlah membosankan dan tidak ada semangat dalam menjalaninya. siswa dan mahasiswa biasanya jenuh dalam menjalani kegiatan belajar mengajar yang monoton, tugas yang banyak juga membuat tekanan pada diri. Apalagi tuntutan nilai yang ingin dicapai seringkali tak tercapai.

Oleh karena itu diadakan ekstrakulikuler ataupun unit kegiatan mahasiswa untuk mendistraksikan rasa jenuh dari kegiatan belajar mengajar. Beberapa orang justru ada yang semangat pada kegiatan ini dan meraih berbagai prestasi. Namun ada juga yang semangat pada kegiatan belajar saja dan menghiraukan kegiatan ekstrakulikuler tersebut. Tetapi ada juga yang semangat dan memfokuskan keduanya sehingga dapat berpestasi. Seperti makna yang terkandung dalam film pendek ‘Rutinitasi’ (Rutinitas Berprestasi) yang mengisahkan tentang seorang siswa SMA yang semangat dalam menjalani rutinitasnnya dan tetap berprestasi dalam hobinya membuat film.

Semangat atau tidaknya seseorang juga berkaitan dengan suasana hati atau mood. Suasana hati ini bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, ada orang yang mudah bersemangat karena hal-hal kecil seperti diberi semangat oleh orang-orang terdekat melalui kalimat-kalimat sederhana contohnya “semangat kaka”, ”semangat ya”, ”kamu pasti bisa kok’, ‘keep fighting’ dan lain-lain sebagainya. Namun ada juga yang sulit dibangkitkan semangatnya.

Kesuksesan dalam bidang apapun hanya akan dicapai jika kita melalui setiap prosesnya dengan semangat dan kerja keras. Namun untuk bisa selalu bersemangat untuk bekerja keras ini memiliki tantangannya sendiri. Tidak semua orang bisa selalu bersemangat menyongsong hari-harinya. Bahkan, banyak yang tanpa sadar bergumul dengan kemalasan, sehingga menurunkan kinerjanya.

2.    Permasalahan

2.1.  Bagaimana agar seseorang menjadi bersemangat ?

3.    Pembahasan

3.1.  Hal yang Membuat Seseorang Bersemangat

-   Selalu berpikir dan bersikap positif. 

Segala macam masalah di dunia ini akan terselesaikan dengan baik jika kita menyelesaikannya dengan pikiran positif. Ini dikarenakan orang yang berpikiran positif beranggapan bahwa persoalan serumit apapun akan bisa diselesaikan dengan baik, asalkan kita mau bersikap positif dan mengkomunikasikannya dengan cara yang efektif dan bijaksana.

Apakah berpikir dan bersikap positif berdampak pada semangat kerja keras? Ya, tentu saja. Orang yang bersikap dan berpikir positif akan merespon setiap tantangan pekerjaan dengan positif juga. Jika setiap pekerjaan direspon dengan positif, maka saat menjalaninya kita akan lebih bersemangat. 
Orang yang berpikir dan bersikap positif juga akan mendapatkan respon positif dari orang di sekitarnya. Orang tipe seperti ini lebih banyak memiliki sahabat, karena banyak orang ingin berteman dengannya. Dengan banyak teman yang mendukung, tentu secara otomatis meningkatkan semangat kita dalam bekerja juga.
 
-   Mengenal diri

Sebuah cara untuk selalu memiliki semangat hidup yang positif adalah dengan mengenal diri sendiri. Mengenal bagian-bagian dari diri sehingga kita bisa menata setiap bagian dari diri dengan baik. Kita harus memahami bagian mana yang merupakan fisik, pikiran dan jiwa. Dalam jiwa inilah terdapat EGO – AMARAH dan KEINGINAN. Sebuah bagian yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari dalam diri kita. Jika kita dapat menatanya dengan baik, maka kita akan dapat memiliki semangat hidup yang selalu tinggi, semangat hidup yang dapat membuat hidup kita berjalan dengan tertata menuju kesuksesan yang hakiki.

- Rutinitas di Pagi Hari

Menurut astrolog Kyle Thomas, setiap zodiak memiliki kekuatan dan energi spesifik. Dengan begitu, rutinitas pagi yang tepat pada setiap zodiak bisa mendorong produktivitas seseorang selama sehari penuh. "Dengan berfokus pada cara-cara spesifik yang memanfaatkan kekuatan mereka, setiap zodiak bisa mengoptimalkan produktivitas kerja dan kesiapan di pagi hari," ucap Thomas. Beberapa kegiatan diantaranya adalah olahraga pagi, sarapan, bacaan motivasi mendengarkan musik dan lain-lain.

-   Tidur Cukup

Jika kita menginginkan kesehatan dan kebahagiaan. Ternyata tidur adalah jawabannya. Tidur bisa sebagai penentu kebahagiaan seseorang. Usahakan untuk tidur jangan terlalu larut malam dan juga biasakan untuk tidak memegang gadget sebelum tidur. Dengan menarapkan kebiasaan ini secara rutin perubahan positif pada tubuh kamu dapat dirasakan dalam kehidupan ke depannya dan di pagi harinya badan pun akan terasa lebih fresh.

-   Sabar, Ikhlas, dan Berdoa

Sabar, ikhlas, dan berdoa merupakan satu paket kebahagian yang hakiki. Apapun cobaan yang kita terima dalam hidup ini, kita harus selalu sabar dan ikhlas. Ingat, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Hanya saja, kita harus selalu berdoa, bersabar, dan ikhlas menerimanya semua cobaan. Suatu saat akan ada kebahagiaan yang datang jika kita selalu menerapkan 3 poin tersebut.

Referensi

Asvi, Erlangga. 2015. Cara Membangkitkan Semangat Hidup.
http://www.teen.co.id/read/7789/8-tips-agar-selalu-semangat-dan-penuh-energi-positif-saat-mulai-menjalani-hari.

https://ariesadhar.com/2011/06/25/distraksi.

https://www.modalrakyat.id/blog/5-cara-dan-tips-agar-semangat-dalam-bekerja.

Novita, Mila. 2019. Rutinitas Pagi Hari yang Bikin Semangat Berdasarkan Zodiak.


Senin, 25 November 2019

Kendalikan Dirimu

SATRIA HOTMA HIZKIA
@N19-SATRIA



Kendalikan Dirimu


Kata Kunci : Pengendalian Diri, Cara, Ahli

1.      Pendahuluan
Dalam bahasa umum Pengendalian diri adalah "Tindakan Menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang akan merugikan dirinya sendiri di masa kini maupun di masa yang akan datang. Kerugian itu bermacam macam seperti sakit badan, sakit hati, bangkrut, gagal dalam menggapai cita-cita.
Adapun dalam bahasa Agama pengendalian diri adalah upaya untuk menjaga diri dan perbuatan perbuatan yang di larang oleh agama. Allah memerintahkan kita untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka.
Dalam melakukan pengendalian diri awal yang harus kita lakukan adalah hendaknya kita mampu mengendalikan hati kita, karena hati sangat berkuasa atas wawasan, pikiran, tindakan, seseorang sebagi contoh; ketika kemarahan memuncak, suasana hati sering kali bergolak tak terkendali . tekanan yang kian menumpuk terus membengkak hingga mencapai titik batas, dan terus bertumpuk, emndekati titik kritis yang tak tertahankan. Akibatnya persoalan kecil yang biasanya tidak menimbulkan masalah apa-apa , akan berubah menjadi masalah serius yang sangat mengesalkan hati dan membuat kita sangat resah atau gusar dan Puasa adalah cara melatih diri untuk mengendalikan diri kita.
2.      Permasalahan
2.1  Bagaimana Cara Agar Dapat Mengendalikan Diri ?
2.2  Apa Pengertian Pengendalian Diri Menurut Para Ahli ?

3.      Pembahasan
3.1  Cara Untuk Mengedalikan Diri
-  Kenali pikiran impulsif yang muncul.
Anda bisa membangun pengendalian diri dengan mengetahui cara menolak pemicu pikiran impulsif yang muncul pada momen tertentu. Buatlah daftar perilaku yang ingin Anda kendalikan dan situasi yang memicu perilaku tersebut. Mengenali momen yang memicu tindakan impulsif membuat Anda mampu menciptakan jeda antara munculnya keinginan dan tindakan
-  Berikan waktu untuk memproses pikiran impulsif 
Dengan memberikan waktu kepada diri sendiri untuk berpikir, Anda bisa mengevaluasi tindakan yang akan Anda lakukan dari sudut pandang yang lebih rasional. Cara ini membantu Anda belajar menunda sehingga terhindar dari perilaku impulsif.
-  Temukan pengalih yang bermanfaat 
Anda akan kesulitan menolak keinginan impulsif jika hanya duduk diam dan menurutinya. Alih-alih, sadari apabila muncul keinginan dan alihkan dengan memperhatikan hal yang lain. Cara ini akan mengalihkan pikiran impulsif dan memberikan Anda kesempatan untuk memutuskan apakah Anda mau memenuhi keinginan tersebut.
-  Salurkan energi dengan berperilaku positif
Bentuklah perilaku baru untuk menggantikan perilaku yang ingin Anda kendalikan. Lakukan proses ini untuk mencari cara yang paling tepat. Jangan berputus asa jika cara yang Anda gunakan belum berhasil, carilah cara lain. Dengan memperhatikan diri sendiri, Anda menunjukkan kesungguhan bahwa Anda benar-benar ingin berubah dan lebih mampu mengendalikan diri
3.2  Pengendalian Diri Menurut Para Ahli
-  Goldfried dan Merbaum (1973)
Menurut Goldfried dan Merbaum, Kontrol diri adalah suatu kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi positif.

-  Carlson (1987)

Menurut Carlson, Kontrol diri adalah kemampuan seseorang dalam merespon sesuatu, selanjutnya juga dicontohkan, seorang anak dengan sadar menunggu reward yang lebih sadar dibandingkan jika dengan segera tetapi mendapat yang lebih kecil dianggap melebihi kemampuan kontrol diri.

-  Chalhoun dan Acocella (1990)

Menurut Chalhoun dan Acocella, Kontrol diri adalah pengaturan proses-proses fisik, psikologis, dan perilaku seseorang, dengan kata lain serangkaian proses yang membentuk dirinya sendiri.

-  Skiner (dalam Alwisol, 2009)

Menurut Skiner, Kontrol diri adalah tindakan diri dalam mengontrol variabel-variabel luar yang menentukan tingkah laku. Dan tingkah laku dapat dikontrol melalui berbagai cara yaitu menghindar, penjenuhan, stimuli yang tidak disukai, dan memperkuat diri.

 

Referensi

https://www.pelajaran.co.id/2019/15/pengertian-kontrol-diri-aspek-dimensi-jenis-dan-ciri-kontrol-diri-self-control-menurut-para-ahli.html

 Luthfiana, Ni’ma. 2016. Pentingnya Pengendalian Diri.

Rube, Tasha. 2014. Cara Membangun Pengendalian Diri.







Mau dan Mampu Mengambil Risiko

Satria Hotma Hizkia
@N19-SATRIA



Mau dan Mampu Mengambil Risiko

Kata Kunci : Risiko, Mampu, Langkah-langkah.
1.      Pendahuluan
Sebelum jauh melangkah tentang risiko, penulis ingin mengingatkan bahwa kata yang baku sesuai kbbi bukanlah ‘resiko’ melainkan ‘risiko’ yang artinya akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan (KBBI). Jika dilihat dari artinya, maka tentu risiko berkaitan dengan suatu akibat yang tidak diinginkan dari suatu sebab, maka dari itu orang yang berani mengambil risiko bisa dikatan orang yang tangguh karena dia mau dan mampu berhadapan dengan sesuatu yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari perbuatan yang telah dilakukannya.

Jika seseorang mau dan mampu mengambil risiko berarti orang itu dapat dikatakan bertanggung jawab dan tidak ingin lari dari masalah melainkan ingin menghadapi masalah tersebut. Namun tidak sampai disitu saja, hal berikutnya adalah sikap rela menerima dari risiko tersebut, karena beberapa orang yang sudah mau dan mampu mengambil risiko ada yang tidak rela menerimanya. Sehingga yang terjadi pada akhirnya adalah kecewa dan emosi. Sementara orang yang mau dan mampu mengambil risiko kemudian memiliki sikap rela menerima, maka bisa jadi orang tersebut telah sukses atau berhasil menghadapai apa yang dikatakan akibat yang kurang menyenangkan.

2.      Permasalahan
2.1  Bagaimana agar sesorang mau dan mampu mengambil risiko ?
2.2  Manfaat seseorang yang mengambil risiko ?

3.      Pembahasan
3.1  Cara Agar Mau dan Mampu Mengambil Risiko
-         Dr Tara Swart, seorang ilmuwan syaraf dan pelatih kepemimpinan yang berbasis di London, Inggris, merekomendasikan praktik yang dia sebut sebagai "membungkam pikiran." Teknik ini dirancang untuk mengurangi "obrolan di dalam otak" dengan melatih otak agar tetap berada pada saat ini (pikiran tidak ke mana-mana).
Entah Anda sedang berjalan, makan, atau bernafas, dengan fokus pada pemandangan, suara, dan sensasi fisik pada momen tertentu dapat membantu meredam kebiasaan kita untuk mengulangi kesalahan dan kekhawatiran, kata Swart.
-          Srini Pillay, penulis buku Think Less, Learn More: Unlock the Power of the Unfocused Mind dan asisten profesor psikiatri di Harvard Medical School, mengatakan bahwa biologi memainkan peran yang sangat kecil dalam kemampuan pengambilan risiko dibandingkan dengan faktor lingkungan.
Agar menjadi pengambil risiko yang lebih baik, sangat penting untuk membiarkan alam bawah sadar Anda mengambil alih sesekali, membantu otak Anda untuk menggunakan kenangan-kenangan lama dan menghubungkan gagasan-gagasan, kata Pillay.
Beberapa langkah praktis yang dia berikan untuk melibatkan pikiran bawah sadar kita meliputi kegiatan beristirahat, tidur siang, dan bahkan mengadopsi persona - sebuah studi dari tahun 2016 menemukan bahwa orang lebih berhasil dalam memecahkan masalah dan mau tidak mau, berlatih mengambil risiko secara cerdas, ketika mereka berperilaku seperti seorang penyair eksentrik daripada pustakawan yang kaku.
"Otak dirancang secara optimal untuk mengambil risiko dan juga kepastian, fokus dan tidak fokus dan setiap manusia penting sekali untuk belajar bagaimana menyeimbangkannya," kata Pillay.
-          Syamsudin Kadir, Penulis buku The Power Of Motivation dalam blognya menulis orang sukses selalu meyakini bahwa satu jalan tempuh yang sudah dicoba dan menghasilkan sesuatu yang belum memuaskan bukanlah hasil akhir yang sesungguhnya. Itu justru pertanda bahwa dia mesti menata kembali langkah-langkah sebelumnya, atau jika tidak, dia mesti mencari jalan atau langkah-langkah baru yang lebih jitu. Sebab dia yakin bahwa peluang itu selalu terbukan bagi siapapun yang menginginkan kesuksesan.

3.2  Manfaat Orang yang Mengambil Risiko

“Keuntungan adalah imbalan atas kesiapan menanggung kerugian”.
Maksud kaedah ini ialah orang yang berhak mendapatkan keuntungan ialah orang yang punya kewajiban menanggung kerugian -jika hal itu terjadi-. Keuntungan ini menjadi milik orang yang berani menanggung kerugian karena jika barang tersebut suatu waktu rusak, maka dialah yang merugi. Jika kerugian berani  ditanggung, maka keuntungan menjadi miliknya.

Referensi
Giang, Vivian. 2017. Anda Bisa Melatih Diri Untuk Berani Mengambil Risiko.
Kadir, Syamsudin. 2012. Berani Mengambil Risiko
KBBI
Tuasikal, Muhammad Abduh. 2012. Keuntungan Bagi yang Berani Mengambil Risiko.