Tampilkan postingan dengan label @E22-Reno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @E22-Reno. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Oktober 2017

Pribadi Yang Menarik

@ProyekA07, @E22-Reno
Disusun Oleh Reno Bayu Aditya




Manusia  pada dasarnya merupakan makhluk yang paling baik di antara makhluk-makhluk lain yang diciptakan oleh Tuhan. Dan pada dasarnya, kita sebagai seorang mahasiswa merupakan subjek atau pelaku di dalam pergerakan pembaharuan atau subjek yang akan menjadi generasi-generasi penerus bangsa dan membangun bangsa dan tanah air ke arah yang lebih baik dituntut untuk memiliki etika. Etika bagi mahasiswa dapat menjadi alat kontrol di dalam melakukan suatu tindakan. Etika dapat menjadi gambaran bagi mahasiswa dalam mengambil suatu keputusan atau dalam melakukan sesuatu yang baik atau yang buruk.
Oleh karena itu, makna etika harus lebih dipahami kembali dan diaplikasikan di dalam lingkungan mahasiswa yang relitanya lebih banyak mahasiswa yang tidak sadar dan tidak mengetahui makna etika dan peranan etika itu sendiri, sehingga bermunculanlah mahasiswa-mahasiswi yang tidak memiliki akhlaqul karimah. Dalam hal ini, untuk menjadi seseorang yang mempunyai pribadi menarik, dewasa dan mandiri harus memahami dan mengindahkan etika dan kepribadian yang tepat di masyarakat. Agar kita tidak salah langkah dalam proses pencetakan karakter untuk menjadi pribadi seperti yang disebutkan di atas.Menjadi pribadi yang baik adalah idaman semua orang. Seseorang yang berkepribadian baik sebenarnya adalah seseorang yang mampu menyelaraskan emosi, pikiran, dan tingkah laku. Artinya seseorang harus mampu menjaga penampilan lahiriah dan batiniah secara seimbang.
Menjadi pribadi yang menarik adalah idaman semua orang. Seseorang yang berkepribadian menarik adalah seseorang yang mampu menyelaraskan emosi, pikiran, dan tingkah laku. Artinya seseorang harus mampu menjaga penampilan lahiriah dan batiniah secara seimbang. Beberapa cara yang dapat dipahami dan dipelajari untuk membentuk pribadi yang menarik adalah sebagai berikut :
1. Selalu mendekatkan diri kepada Tuhan
2. Selalu bersyukur atas apapun yang telah kita terima
3. Memiliki ketulusan hati
4. Senyum adalah tanda ketulusan hati
5. Miliki rasa percaya diri
6. Mampu menjauhi sifat iri, dengki, rakus, dendam, dan takut tersaingi
7.  Riang dan ramah dalam keadaan apapun
8. Bersikap bijaksana dan berani memikul tanggungjawab
9.  Tidak merasa rendah diri dan dapat menghargai diri sendiri
10. Jujur, dapat dipercaya, dan dapat menepati janji
11.  Membiasakan bertindak cepat dan bersikap tegas
12.  Tidak mudah putus asa
13.  Bersikap tenang dalam menghadapi bahaya dan berpikir dahulu sebelum bertindak
14. Bersedia memajukan lingkungan dengan menolong orang lain
15.  Memiliki rasa ingin tahu dengan hal baru dan berpikir kreatif
16.  Memiliki tujuan hidup yang jelas
17.  Sopan, santun, dan berbudi bahasa yang  baik
18.  Tidak menyombongkan diri sendiri

Senin, 09 Oktober 2017

MEMILIKI PRINSIP HIDUP

DISUSUN OLEH : RENO BAYU ADITYA
KODE PESERTA : @E22-RENO,@ProyekA06
Prinsip merupakan petunjuk arah layaknya kompas. Sebagai petunjuk arah, kita bisa berpegangan pada prinsip - prinsip yang telah disusun dalam menjalani hidup tanpa harus kebingunan arah karena prinsip bisa memberikan arah dan tjuan yang jelas pada setiap kehidupan kita. Seorang leader atau pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang berprinsip. Karena seorang pemimpin yang berprinsip pasti akan terarah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin.
Orang yang memiliki prinsip artinya memiliki ketegasan sikap dalam hidupnya. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki prinsip artinya hidupnya tanpa pedoman, tanpa sikap, tanpa pendirian, akan mudah terbawa arus dan akhirnya kehidupannya pun dapat dipastikan tidak akan mengalami kemajuan. Di bawah ini uraian pentingnya memiliki prinsip dalam hidup dan manfaat yang akan dirasakannya.

1. Moto
Setiap produk, organisasi, lembaga atau gerakan selalu punya moto. Moto artinya slogan yaitu prinsip yang dipegang agar seseorang, komunitas atau lembaga berada dalam jalur yang tetap dan konsisten dalam prinsip dianut bersama. Orang hidup harus punya moto, slogan atau prinsip. Hidup tanpa prinsip adalah hidup tak terarah, akan mudah terbawa arus, mudah terbawa pengaruh, terombang-ambing oleh gelombang yang tak menentu. Orang-orang yang sukses hidupnya umumnya mempunyai moto atau prinsip yang dipegangnya dan dipertahankannya bahkan hingga mati.

2. Mutu
Mengapa moto dan mata harus diselaraskan? Agar hidup ini bermutu. Orang yang hidupnya tidak bermutu adalah tidak berkualitas. Orang yang hidupnya tidak punya moto dan tidak matanya mudah tergoda oleh godaan adalah hidup yang tidak bermutu. Hanya hidup yang bermutulah yang akan memberikan jaminan sukses di masa depan. Hanya hidup yang berkualitaslah yang dapat diandalkan untuk menggapai keberhasilan di masa datang. Hidup yang bermutu adalah hidup yang bermoto dan bermata.

3. Mata
Mengapa moto penting? Agar mata terarah ke depan. Agar gerak dan arah hidup fokus pada tujuan tertentu, agar optimis menggapai masa depan. Mata kuda saja ditutupi agar fokus ke depan tidak melirik ke kiri dan kanan, apalagi manusia. Hidup manusia harus jelas arah dan tujuannya. Hidup ini untuk apa dan mau kemana. Al-Qur’an (At-Takwir: 26) mengatakan: “Fa ‘aina tadzhabūn?” (Mau kemanakah engkau pergi?) Arah dan tujuan hidup bisa ditentukan bila seseorang, kelompok atau lembaga memiliki moto (prinsip). Tanpa moto, mata dan gerak langkah akan sulit diarahkan fokus ke depan, pasti akan banyak tergoda oleh godaan kiri kanan. Tanpa prinsip, gerak dan langkah hidup seseorang akan susah ditegaskan dan akan sulit menolak dan menghindari godaan-godaan yang melencengkan arah dan tujuan hidupnya.

Manfaat prinsip kehidupan
Mengapa manusia harus memiliki standar kehidupan? Alasannya adalah agar setiap orang lebih berhati-hati saat melakukan sesuatu agar tidak asal-asalan melainkan “ia harus sadar bahwa semua yang keluar dari dalam dirinya suatu saat akan dipertanggungjawabkan”. Menjadi orang yang memiliki prinsip adalah sebuah keharusan sebab hal inilah yang menuntun hidup kedalam tujuan yang sejati, yaitu Surga Yang Kekal. Berikut ini beberapa manfaat memiliki pegangan hidup.

1.      Membentuk kepercayaan seseorang.
2.      Memberi harapan untuk masa depan yang lebih baik.
3.      Jangan salah kaprah, jika standar kehidupan membuat hati damai.
4.      Menuntun anda untuk setia, konsisten dan terus berusaha mewujudkannya.
5.      Membawa kita pada kepuasan sejati.
6.      Mengarahkan tindakan dan perkataan yang dilakukan.
7.      Tidak mudah dipengaruhi orang lain.
8.      Tidak mudah dipengaruhi oleh sikon.
9.      Mampu mengendalikan diri seutuhnya.
10.  Menuntun manusia untuk hidup dalam masyarakat yang damai.

Dampak buruk tidak memiliki prinsip kehidupan
Tanpa prinsip, sikap tidak tentu arahnya. Keputusan yang diambil juga kadang tidak beralasan. Keadaan ini membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri sehingga mudah dipengaruhi oleh orang lain. Tekanan dari lingkungan sekitar dapat mendesaknya untuk keluar dari jalur yang sebenarnya. Lama kelamaan hal ini akan menggiringnya untuk melakukan tindakan menyimpang yang jauh diluar batas norma yang berlaku di masyarakat.

Satu orang yang menyimpang dapat menimbulkan kegaduhan kecil yang menyedot perhatian lebih banyak orang. Jika ada orang lain yang terpengaruh akan aksi ini niscaya kekacauannya semakin besar. Mereka yang tidak sabar menerima segala sesuatu apa adanya tersulut emosi hingga akhirnya timbullah gelombang kekacaun yang besar dimana-mana. Rasa damai tidak ada lagi dan persatuan hanya menjadi mimpi belaka. Perpecahan yang meluas akan berdampak besar terhadap di bidang ekonomi, sosial, politik dan budaya.

Daftar Pustaka

Jumat, 29 September 2017

Peduli

Disusun Oleh : Reno Bayu A
@E22-reno, @proyekA05 

  Definisi Kepedulian
Kata peduli memiliki makna yang beragam. Banyak literatur yang menggolongkannya berdasarkan orang yang peduli, orang yang dipedulikan dan sebagainya. Oleh karena itu kepedulian menyangkut tugas, peran, dan hubungan. Kata peduli juga berhubungan dengan pribadi, emosi dan kebutuhan (tronto dalam phillips, 2007). Tronto (1993) mendefinisikan peduli sebagai pencapaian terhadap sesuatu diluar dari dirinya sendiri. Peduli juga sering dihubungkan dengan kehangatan, postif, penuh makna, dan hubungan (phillips, 2007).
 Kepedulian didasarkan pada hasrat secara penuh untuk membina ikatan dengan orang lain dan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Namun bagaimanapun cara terbaik untuk memahami apa itu kepedulian adalah dengan cara meihat bagaimana kepedulian tersebut dipraktikan. Kepedulian juga dapat didefenisikan sebagai sesuatu yang memiliki tiga komponen, yaitu :
1. Pemahaman dan empati kepada perasaan dan pengalaman orang lain
2. Kesadaran kepada orang lain
3. Kemampuan untuk bertindak berdasarkan perasaan tersebut dengan perhatian dan empati.


 Tujuan Kepedulian
Menurut leininger (1981) adapun maksud dari kepedulian dapat ditunjukkan dengan melihat tujuan dari kepedulian tersebut. Tujuan pertama dari kepedulian adalah untuk memudahkan pencapaian self actualization satu sama lain. Mencapai potensial secara maksimal merupakan tujuan yang paling penting dalam kehidupan. Beberapa diantara kita terus berusaha mencapai prestasi yang ingin dicapai. Prestasi tidak hanya berarti kita dapat memproduksi sebuah buku terbaik misalnya, menjadi presiden dari sebuah perusahaan, kepala staf dan lain sebagainya. Prestasi berarti mengembangkan kemampuan, kemampuan untuk mengetahui dan mengalami secara penuh human being, kemampuan untuk bersabar, melakukan kebaikan, terharu, kasih, dan kepercayaan, dan kemampuan untuk melatih kemampuan fisik yang tersembunyi, wawasan, imajinasi dan kreatifitas.
 Pada intinya, prestasi merupakan kemampuan untuk memenuhi ambisi, tujuan, dan impian, sehingga mendapat kepuasaan terhadap hidup dan kemajuannya, dan akhirnya menjadi manusia yang berpotensial penuh. Tujuan berikutnya adalah memperbaiki perhatian seseorang, kondisi, pengalaman, dan being, kemudian untuk melanjutkan hubungan dengan kepedulian, dan mengekspresikan perasaan mengenai hubungan ( leininger, 1981).

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepedulian
Kepedulian merupakan fenomena universal, dimana sebuah perasaan yang secara alami menimbulkan pikiran tertentu dan mendorong perilaku tertentu di seluruh budaya di dunia. Bisa jadi semua orang mengalami perasaan yang mirip ketika peduli dengan orang lain. Bagaimanapun kepedulian itu dipikirkan dan diwujudkan dalam bentuk perilaku, kepedulian dipengaruhi oleh kondisi budaya dan variabel-variabel lainnya. Pengalaman dari perasaan peduli (ketika mencapai level perasaan dan perilaku) melalui sebuah proses intrepretasi dari bahasa dan tindakan yang merupakan simbol dan perwujudan dari perasaan yang hanya bisa diekspresikan secara sosial (leininger, 1981).
 Metode Peduli

A. Bangunlah Kepekaan Terhadap Perasaan Orang Lain
            Jika Anda ingin menjadi seseorang yang mempunyai cara pandang yang lebih terarah pada kepedulian, Anda harus lebih banyak menyempatkan diri untuk memikirkan tentang perasaan orang lain. Berusahalah untuk memahami bagaimana cara orang-orang di sekitar Anda menanggapi suatu situasi tertentu, atau sekedar mengenali seperti apa perasaan mereka pada saat mereka menghadapinya. Orang-orang yang memiliki rasa peduli biasanya akan bisa merasakan suasana hati orang lain dan bisa mengatakan apakah seseorang sedang merasa sedih atau kecewa, dan memikirkan cara melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Jika suatu saat Anda bertemu dengan orang lain, apakah Anda sedang di dalam kelas atau berkumpul dengan teman-teman, perhatikanlah bagaimana perasaan mereka pada saat menghadapi suatu situasi tertentu.

B. Pertimbangkan Apa Dampak Dari Tindakan Anda Terhadap Orang Lain
 Mungkin Anda sendiri sudah sangat sibuk memikirkan segala kebutuhan Anda untuk mempertimbangkan dampak dari apa yang Anda lakukan atau katakan kepada orang lain. Jadi jika suatu saat Anda ingin melakukan sesuatu, mungkin meminta teman Anda yang membersihkan dapur karena Anda sedang sibuk, atau tidak menjawab telpon dari teman Anda yang baru saja patah hati, bertanyalah kepada diri Anda sendiri bagaimana tanggapan orang ini terhadap apa yang sudah Anda lakukan. Jika jawabannya "tidak baik," maka Anda harus mempertimbangkan untuk mengubah tindakan Anda agar lebih bisa diterima oleh orang lain.

C. Tentukan Sikap
Sikap peduli pada orang lain cenderung berfokus pada usaha untuk membangun hubungan yang sehat dan positif. Kadang-kadang ini berarti akan ada perdebatan atau pertentangan dengan orang lain dengan tujuan untuk menyelesaikan suatu masalah. Bagaimanapun juga, jika Anda ingin bersikap peduli, Anda perlu mempertimbangkan untuk menjaga jarak dengan seseorang, dan berusaha menjaga hubungan yang sehat dan positif daripada terus menerus bertengkar sepanjang waktu. Jika lain kali Anda mulai berdebat atau bertengkar dengan seseorang, tanyakanlah kepada diri sendiri apakah cara ini memang benar-benar akan bermanfaat atau Anda hanya sekedar ingin meluapkan kemarahan dari dalam diri Anda. Jika menurut Anda perdebatan atau konfrontasi ini tidak akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, lebih baik lupakan saja.

D. Hargailah Orang Lain Dalam Kehidupan Anda
 Jika Anda ingin menjadi seseorang yang lebih peduli, Anda harus menghargai orang-orang yang ada dalam kehidupan Anda sebaik mungkin. Berusahalah untuk selalu berterima kasih dan mensyukuri kebaikan dari setiap anggota keluarga Anda, teman-teman Anda, orang yang Anda cintai, atau setiap orang yang sudah membuat hidup Anda menjadi lebih berarti dan lebih baik. Jangan hanya terfokus pada hal-hal yang membuat Anda kecewa atau kata-kata kasar yang kadang-kadang harus Anda hadapi, tetapi sebaliknya, berusahalah untuk memikirkan semua kegembiraan dan kebahagiaan yang orang-orang lain bawa ke dalam hidup Anda. Cara ini tidak hanya membawa Anda pada pola pikir yang lebih baik, tetapi membuat Anda lebih mudah untuk memperbesar kepedulian Anda pada orang-orang di sekitar Anda.

E. Jauhkan Rasa Egois
 Meskipun sulit untuk bisa menjadi orang yang sama sekali tidak mementingkan diri sendiri, setiap orang bisa berusaha untuk menjadi orang yang tidak terlalu egois dalam melakukan interaksi dan menjalani kehidupannya sehari-hari. Jika Anda ingin mengurangi rasa egois, Anda harus lebih banyak memikirkan perasaan orang lain dan tidak hanya berpikir tentang saya, saya, saya. Suatu saat jika Anda berinteraksi dengan seseorang, berusahalah untuk memperhatikan bagaimana perasaannya dan bagaimana keadaannya daripada membicarakan tentang diri Anda atau memikirkan kebutuhan Anda sendiri. Semakin Anda sadar untuk tidak lagi bersikap egois, semakin mudah Anda peduli kepada orang lain dengan sepenuh hati.

F. Berikan Perhatian
 Orang-orang yang memiliki rasa kepedulian menjalani kehidupan mereka sehari-hari dengan cara pandang untuk selalu memberikan perhatian. Mereka berusaha memberikan perhatian pada apa yang dilakukan oleh orang-orang yang mereka ajak bicara, selain itu mereka juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan dan perasaan orang-orang tersebut. Perhatikanlah ekspresi wajah orang lain, bahasa tubuh, cara berpakaian, dan bahkan tanggapan melalui gerakan tangan mereka, bisa memberikan gambaran lengkap dari apa yang orang ini pikirkan dan rasakan, dan bisa membantu Anda untuk menjadi orang yang lebih penuh perhatian.

DAFTAR PUSTAKA :
Anonim. 2011. Definisi Kepedulian. [Online]. Tersedia : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/46282/4/Chapter%20II.pdf [3 Oktober 2016]
Anonim. 2016. Cara Mengembangkan Kepeduli. [Online]. Tersedia : http://id.wikihow.com/Mengembangkan-Kepedulian [3 Oktober 2016]
Anonim. 2012. Menumbuhkan Rasa Peduli. [Online]. Tersedia : https://motivatorkonseling.wordpress.com/2012/05/21/menumbuhkan-rasa-peduli/  [3 Oktober 2016]

Senin, 25 September 2017

Tanggung Jawab

di susun oleh : Reno Bayu Aditya
kode peserta : @E22-Reno @ProyekA04

Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggungjawab adalah kewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawaban dan menanggung akibatnya. Seseorang mau bertanggungjawab karena ada kesadaran atau keinsafan atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya dan atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggungjawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat dan hidup dalam lingkungan alam.
Macam-macam dari bentuk tanggung jawab sebagai berikut :
1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Ada beberapa ketentuan untuk dapat melaksanakan tanggungjwab kehidupan ini dengan baik. Ketentuan pertama adalah mengenali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri sendiri. Selain itu, memahami tujuan hidup supaya langkah untuk dikerjakan lebih terfokus. Yang terpenting dari semua itu adalah berpikir dan bersikap positif walau apapun yang terjadi. Kesuksesan dimasa depan tidak terkait erat dengan latar belakang maupun latar depan. Keadaan dalam merespon keadaan menentukan tingkat keberhasilan. Suatu keadaan yang sama, tetapi bila direspon secara berbeda maka akan memberikan hasil yang berbeda pula Dari contoh di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa hanya diri kita sendirilah yang bertanggungjawab menentukan kehidupan seperti apa yang kita harapkan. Sedangkan orang lain tidak bertanggungjawab terhadap nasib ataupun esuksesan kita. Peran dari orang lain hanya bersifat sebagai instrumen yang melengkapai usaha diri kita sendiri.

 2. Tanggung jawab terhadap Keluarga
Secara tradisional keluarga adalah tempat dimana manusia saling memberikan tanggungjawabnya. Si orang tua bertanggungjawab kepada anaknya, anggota keluarga saling tanggungjawab. Anggota keluarga saling membantu dalam keadaan susah, saling mengurus di usia tua dan dalam keadaan sakit. Ini terlepas dari apakah kehidupan itu berbentuk perkawinan atau tidak. Di lihat dari segi tanggungjawab, orang tua adalah orang yang paling bertanggungjawab terhadap pendidikan anak. Anak dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua, orang yang pertama kali dijumpai anak adalah orang tuanya, jadi secara tidak langsung ayah dan ibu adalah guru pertama bagi anak, disadari atau tidak oleh orang tua itu sendiri.

  3.     Tanggung jawab terhadap masyarakat
Manusia bertanggungjawab terhadap tindakan mereka. Manusia menanggung akibat dari perbuatannya dan mengukurnya pada berbagai norma. Ini merupakan bentuk dari tanggungjawab terhadap masayarakat, dimana di dalam masyarakat telah ada aturan-aturan. Kehidupan bersama antar manusia membentuk norma yang kemudian berkembang menjadi aturan-aturan, hukum-hukum yang dibutuhkan suatu masyarakat tertentu. Dalam negara-negara modern aturan-aturan atau hukum-hukum tersebut termaktub dalam sebuah sistem hukum dan sama bagi semua warga

  4. Tanggung jawab terhadap bangsa / negara
Pendidikan merupakan salah satu dari contoh bentuk tanggungjawab masyarakat atau lebih khususnya pelajar terhadap bangsa dan negara. Karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang terbaik bagi bangsa dan negara. Sumber Daya Manusia Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi. Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan pendidikan sebagai prioritas terpenting. Sedikitnya terdapat tiga alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang.
Pertama, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif. Para penganut teori human capital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter ataupun non-moneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi konsumsi, kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gizi dan kesehatan. Manfaat

  5. Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya. Pengabdian dan Pengorbanan Wujud tanggungjawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pegorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.

Daftar Pustaka
1.      Farah, diba.2016. tanggung jawab. Dalam http://farahdibazzhr.blogspot.co.id/2016/05/artikel-tanggung-jawab.html
2.      Pamungkas,adekusumah.2015.manusia dan tanggung jawab. Dalam http://asp182.blogspot.co.id/2015/01/artikel-ibd-bab-9-manusia-dan-tanggung.html
3.      Fuad,Iqbal.2012. pengertian tanggung jawab. Dalam http://zaysscremeemo.blogspot.co.id/2012/06/pengertian-tanggungjawab.html
4.      Reza,andika.2014. menjadi orang yang bertanggung jawab. Dalam https://id.wikihow.com/Menjadi-Orang-yang-Bertanggung-Jawab
5.      Triwasno, yoga.2012. tanggung jawab. Dalam http://yoga1208.blogspot.co.id/2012/06/artikel-tanggung-jawab.html
 


Senin, 18 September 2017

Disiplin Dalam Waktu




di susun oleh : Reno Bayu Aditya
kode peserta : @E22-Reno



Pengertian Disiplin

Disiplin adalah sikap yang selalu tepat janji, sehingga orang lain mempercayainya, karena modal utama dalam berwirausaha adalah memperoleh kepercayaan dari orang lain.

Disiplin juga bisa diartikan sebagai kepatuhan terhadap peratuaran atau tunduk pada pengawasan, dan pengendalian. Disiplin juga sebagai latihan yang bertujuan mengembangkan diri agar dapat berperilaku tertib. Perkataan disiplin mempunyai arti latihan dan ketaatan kepada aturan.

 Macam Kedisiplinan

a. Disiplin dalam Menggunakan Waktu
 Maksudnya bisa menggunakan dan membagi waktu dengan baik. Karena waktu amat berharga dan salah satu kunci kesuksesan adalah dengan bisa menggunakan waktu dengan baik

b. Disiplin dalam Beribadah
 Maksudnya ialah senantiasa beribadah dengan peraturan-peratuaran yang terdapat didalamnya. Kedisiplinan dalam beribadah amat dibutuhkan, Allah SWT senantiasa menganjurkan manusia untuk Disiplin, sebagai contoh firman Allah SWT.

c. Disiplin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
 Kedisiplinan merupakan hal yang amat menentukan dalam proses pencapaian tujuan pendidikan, sampai terjadi erosi disiplin.

.
Manfaat Disiplin

1.Menumbuhkan kepekaan
 Anak tumbuh menjadi pribadi yang peka/berperasaan halus dan percaya pada orang lain. Sikap ini memudahkan dirinya mengungkapkan perasaannya kepada orang lain, termasuk orang tuanya. Jadinya, anak akan mudah menyelami perasaan orang lain juga.

2.Menumbuhkan kepedulian
 Anak jadi peduli pada kebutuhan dan kepentingan orang lain.Disiplin membuat anak memiliki integritas, selain dapat memikul tanggung jawab, mampu memecahkan masalah dengan baik ,cepat dan mudah.

3.Mengajarkan keteraturan
 Anak jadi mempunyai pola hidup yang teratur dan mampu mengelola waktunya dengan baik

4.Menumbuhkan ketenangan
 Menurut penelitian menunjukkan bayi yang tenang/jarang menangis ternyata lebih mampu memperhatikan lingkungan sekitarnya dengan baik. Di tahap selanjutnya bahkan ia bisa cepat berinteraksi dengan orang lain.
5.Menumbuhkan percaya diri 
 Sikap ini tumbuh berkembang pada saat anak diberi kepercayaan untuk melakukan sesuatu pekerjaan yang mampu ia kerjakan dengan sendiri.

6.Menumbuhkan kemandirian
 Dengan kemandirian anak dapat diandalkan untuk bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Anak juga dapat mengeksplorasi lingkungan dengan baik.Disiplin merupakan bimbingan yang tepat pada anak untuk sanggup menentukan pilihan yang bijak.

7.Menumbuhkan keakraban
 Anak menjadi cepat akrab dan ramah terhadap orang lain karena kemampuannya beradaptasi lebih terasah.

8. Menumbuhkan kepatuhan
 Hasilnya anak akan menuruti aturan yang ditetapkan orangtua atas kemauan sendiri.

Kesimpulan

Disiplin berawal dari diri sendiri, itu sangatlah wajib. Karena segala sesuatunya disiplin itu akan percuma jika tidak diawali dari diri sendiri. Kebanyakan orang pada umumnya hanya mampu mendisiplinkan dirinya sendiri, tapi ada juga yang minoritas mampu mendisiplinkan diri sendiri dan orang lain, dan juga hanya mampu mendisiplinkan orang lain saja.

Daftar Pustaka
Ainayya.S, 2016. Disiplin Berasal dari Diri Sendiri. Kompasiana. dalam http://www.kompasiana.com/syiva/disiplin-berawal-dari-diri-sendiri_56af846bf67e61f20ada6f74
Sarea.S, 2015. Macam-macam disiplin. dalam Wawasan Pendidikan. dalam http://www.wawasanpendidikan.com/2015/12/macam-macam-disiplin-dalam-kehidupan-sehari-hari.html
Wikipedia, 2017. Disiplin. dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Disiplin