Tampilkan postingan dengan label @D16-Fauzi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @D16-Fauzi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Januari 2018

Berusahalah Menjadi Proaktif

Proactive-e1497680161365-1024x578.jpg (1024×578)




Pengertian proaktif adalah suatu kayakinan bahwa penyebab dan sumber tingkah laku berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. (E. Koeswara : 1986)

Pengertian proaktif adalah suatu sikap bertanggung jawab atas hidup diri kita sendiri. Hidup yang kita jalani berasal dari berbagai macam bentuk keputusan yang kita buat dan kita sebagai manusia juga punya tanggung jawab dan berbagai inisiatif untuk membuka segalanya terjadi. (Stephen R. Covey : 1997)

Pengertian proaktif adalah sikap seseorang yang mampu mengenali kesempatan dan memanfaatkannya sehingga menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik. Orang dengan sikap proaktif tidak sekedar bereaksi terhadap berbagai keadaan tetapi memiliki inisiatif untuk melakukan aksi terhadap perubahan. 

Seseorang dikatakan proaktif apabila ia mengambil inisiatif untuk bertindak, berpikir positif terhadap apa yang telah terjadi, dan menerima tanggung jawab atas tindakannya.Seseorang dikatakan proaktif apabila ia mengambil inisiatif untuk bertindak, berpikir positif terhadap apa yang telah terjadi, dan menerima tanggung jawab atas tindakannya. Sementara orang reaktif tidak berinisiatif, berpikir negatif, dan menolak tanggung jawab—karena merasa bahwa pihak atau hal lain di luar dirinyalah yang bertanggung jawab.

Meski secara teoritis manusia proaktif dan manusia reaktif dapat dibedakan secara gamblang, namun dalam kehidupan sehari-hari pembedaan tersebut tidak mudah dilakukan. Hal ini terutama disebabkan tidak ada seorang pun dapat dikatakan proaktif 100 persen atau reaktif 100 persen. Atau tidak ada seorang pun yang dapat mengklaim bahwa responnya selalu proaktif atau reaktif melulu, sepanjang waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu, nonstop. Mereka yang 100 persen proaktif mungkin malaikat (bukan manusia) dan mereka yang 100 persen reaktif adalah binatang (juga bukan manusia). 

Untuk dapat bersikap proaktif sebaiknya kamu pahami terlebih dahulu apasih yang dimaksud dengan sikap proaktif dan reaktif, bagaimana ciri-cirinya dan perbandingan bahasa orang-orang proaktif dan reaktif. Setelah itu kamu dapat mulai mengendalikan dirimu sendiri dan mengubah sikap-sikap/perilaku reaktif menjadi proaktif.

Orang-orang yang proaktif berpikir sebelum bertindak, yang membuat mereka sadar bahwa mereka tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi pada mereka namun mereka dapat mengendalikan reaksi dan perasaan mereka.

Orang-orang yang reaktif membuat pilihannya menurut dorongan hati dan hawa nafsu, mereka menganggap diri mereka adalah korban dan selalu menyalahkan orang lain. Hidup mereka dapat dengan mudah dikendalikan orang lain karena mereka tidak dapat mengendalikan diri mereka sendiri.

Ciri-ciri orang proaktif :

  • ·         Berpikir sebelum bertindak
  • ·         Tidak mudah emosi, jika diibaratkan seperti air dalam gelas
  • ·         Tidak mudah tersinggung
  • ·         Bertanggung jawab dengan pilihannya dan dengan dirinya sendiri
  • ·         Tidak berlarut-larut dan cepat bangkit
  • ·         Selalu mencari solusi dalam setiap permasalahan dan mengusahakan segalanya terlaksana
  • ·       Fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan yaitu diri sendiri, dan tidak mengkhawatirkan hal-hal yang tidak dapat dikendalikan

Ciri-ciri orang yang reaktif :

  • ·         Bertindak menurut dorongan hawa nafsu
  • ·         Mudah emosi dan mengucapkan kata-kata yang tidak seharusnya diucapkan
  • ·         Mudah tersinggung
  • ·         Seperti sekaleng soda yang dikocok
  • ·         Merasa menjadi korban sehingga terus menyalahkan orang lain
  • ·         Cenderung merengek dan mengeluh
  • ·         Berubah hanya pada hal-hal yang dianggap perlu
  • ·         Biasanya bersikap apatis

Senin, 08 Januari 2018

Bersikap Adil

Keadilan.jpg (659×379)




Pengertian dan definisi adil 

Menurut W.J.S Poerwadarminta dalam kamus besar bahasa Indonesia memberikan pengertian adil itu dengan yang tidak berat sebelah (tidak memihak) pertimbangan yang adil, putusan itu dianggap adil; kedua mendapat perilaku yang sama.

Menurut Drs.Kahar Masyhur memberikan defenisi tentang adil adalah
1. Adil ialah meletakan sesuatu pada tempatnya
2. Adil adalah menerima hak tanpa lebih dan memberikan hak tanpa kurang 
3. Adil adalah memberikan hak setiap yang berhak secara lengkap tanpa lebih tanpa kurang antara sesama yang berhak, dalam keadaan yang sama dan penghukum orang jahat atau yang melanggar hukum sesuai dengan kesalahan dan pelanggarannya.

Namun, menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, 
keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

Macam-macam perilaku adil

Berlaku adil kepada diri sendiri
   Maksud dari perilaku adil terhadap diri sendiri adalah meletakkan diri pribadi pada tempat yang bak dan juga tempat yang benar. Dimana kita harus memenuhi kebutuhan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan norma-norma syariat. Contoh berlaku adil terhadap diri sendiri, makan makanan yang halal dan baik. Istirahat yang cukup, tidak menyiksa diri sendiri seperti mentato, minum alkohol, narkoba, dan lain sebagainya.

Berlaku adil kepada orang lain
   Maksud dari berlaku adil kepada orang lain artinya adalah meletakkan orang lain pada tempat yang seharusnya. Berperilaku adil kepada orang lain harus kita lakukan, dan itu kita lakukan kepada semuanya tidak terkecuali bahkan kepada musuh atau orang yang kita benci. Contoh berlaku adil kepada orang lain yaitu, tidak menghukum orang lain dengan berlebihan (tidak sesuai dengan besar kesalahannya), tidak mengejek dan menghina karena kita pasti juga tidak mau bila di ejek atau dihina oleh orang lain.

Berlaku adil kepada makhluk hidup yang lain (hewan dan tumbuhan) serta lingkungan
   Maksud dari berlaku adil yang ke empat ini adalah kita harus menyayangin dan merawat hewan atau tumbuhan serta lingkungan yang ada disekitar kita. Terlebih lagi apabila kita memelihara hewan seperti burung, kelinci, kucing atau yang lainnya maka kita harus berbuat adil, diantaranya dengan merawatnya dengan sebaik-baiknya, memberikan makan dan minum setiap hari, tidak menyiksanya dan lain sebagainya.

Membiasakan sikap adil dalam kehidupan sehari-hari

Perilaku adil adalah perilaku yang terpuji, kita dapat membiasakan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang sederhana berikut ini :

       1.Memberikan rasa keadilan kepada orang lain, dari mulai keluarga, teman, tetangga dan lain           sebagainya.
  1. 2.Selalu mengargai dan menghormati orang lain, tanpa adanya sikap diskriminasi (membeda-bedakan)
  2. 3.Memberikan hak-hak orang lain, misal : tidak merokok di samping orang yang tidak merokok
  3. 4.Menghormati orang yang sedang berbicara dengan cara mendengarkannya
  4. 5.Tidak menyakiti diri sendiri, tidak merokok, mabuk-mabukan, narkoba dan lain sebagainya
  5. 6.Tidak suka menyiksa hewan, tidak mengadu hewan, dll
  6. 7.Selalu merawat hewan dan tumbuhan dengan sebaik-baiknya, juga tidak merusak lingkungan sekitar.

Hikmah berperilaku adil

Berperilaku adil pasti ada hikmahnya, dan berikut ini beberapa hikmah yang akan kita dapatkan apabila kita berbuat adil yaitu :
  1. 1.Menjadi pemimpin dan teladan sekaligus pengayom bagi orang lain
  2. 2.Disegani dan dipercaya oleh masyarakat sekitar
  3. 3.Menumbuhkan rasa kepuasan, aman dan nyaman bagi orang lain
  4. 4.Menciptakan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat
  5. 5.Mempererat tali persaudaraan dan pesatuan
  6. 6.Doanya cepat dikabulkan oleh Allah swt, dan juga mendapatkan perlindungan/pertolongan (naungan) dari Allah swt ketika di akhirat nanti, jika kita menjadi pemimpin yang adil. 

Kerja Sama (Team Work)

KERJA SAMA (TEAM WORK)

Kerjasama adalah suatu usaha antara orang perorangan atau kelompok manusia diantara kedua belah pihak untuk tujuan bersama sehingga mendapatkan hasil yang lebih cepat dan lebih baik.
Kerjasama dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau tujuan bersama.
Kerjasama (cooperation) adalah suatu usaha atau bekerja untuk mencapai suatu hasil.
Kerjasama (Cooperation) adalah adanya keterlibatan secara pribadi diantara kedua belah pihak dami tercapainya penyelesaian masalah yang dihadapi secara optimal Bekerjasama
  • Berpartisipasi, anggota kelompok yang baik – melakukan tugas/bagiannya.
  • Mendukung keputusan kelompok.
  • Sebagai anggota kelompok, mengupayakan agar anggota lain mendapat informasi yang relevan dan bermanfaat, misalnya informasi tentang proses kelompok, tindakan individual, atau hal-hal yang penting.
Kerjasama merupakan salah satu cara untuk cepat mencapai sebuah tujuan yang diinginkan oleh manusia hampir dalam semua aspek kehidupan.

Kerja sama atau belajar bersama adalah proses beregu (berkelompok) di mana anggota-anggotanya mendukung dan saling mengandalkan  untuk mencapai suatu hasil mufakat. Ruang kelas suatu tempat yang sangat baik untuk membangun kemampuan kelompok (tim), yang Anda butuhkan kemudian di dalam kehidupan.
Kerja sama/belajar bersama adalah saling mempengaruhi sebagai anggota tim, Anda: 
  • Membangun dan membagi suatu tujuan yang lumrah
  • Sumbangkan pemahamanmu tentang permasalahan: pertanyaaan, wawasan, dan pemecahan
  • Tanggap terhadap, dan belajar memahami, pertanyaan lain, wawasan dan penyelesaian.
  • Setiap anggota memperkuat yang lain untuk berbicara dan berpartisipasi, dan menentukan kontribusi (sumbangan) mereka.
  • Bertanggung jawab terhadap yang lain, dan mereka bertanggung jawab pada Anda
  • Bergantung pada yang lain, dan mereka bergantung pada Anda
Apa yang dilakukan tim belajar yang baik? What makes for a good learningteam? 
  • Kegiatan tim berawal dengan latihan, dan proses pengertian kelompok.
    Seorang instruktur mulai dengan memfasilitasi diskusi dan memberikan nasehat alternatif
    tetapi jangan membebankan pemecahan pada tim, khususnya bagi mereka  yang sulit bekerja sama.
  • Tiga sampai empat orang
    Tim yang besar menyulitkan untuk melibatkan setiap orang
  • Guru- menempatkan kelompok
    Menentukan kelompok berfungsi lebih baik daripada menempatkan diri sendiri
  • Berbagai  tingkat ketrampilan (kemampuan), latar belakang, pengalaman:
    • Setiap individu memperkuat kelompok
    • Setiap anggota kelompok bertanggung jawab tidak hanya untuk menyumbangkan kekuatannya, tetapi juga membantu pemahaman sumber dari kekuatan mereka.
    • Siapa saja yang tidak  beruntung atau  tidak senang dengan  keseluruhan mayoritas  harus diberanikan dan  didorong untuk berpartisipasi secara proaktif.
    • Belajar adalah pengaruh yang positif dengan peningkatan pilihan berbagai perspektif dan pengalaman untuk memecahkan persoalan, dan memperluas jarak rincian pertimbangan
  • Tanggung jawab setiap anggota untuk mencapai suatu tujuan ditentukan dan dimengerti melalui kelompok
    • Jarak kerahasiaan antar anggota kelompok adalah caraterbaik untuk menilai siapa dia dan siapa yang tidak berkontribusi (berpartisipasi)
    • Kelompok mempunyai hak untuk memecat mereka yang tidak bekerja sama dan tidak berpartisipasi kalau semua bantuan gagal.
      (Orang yang dipecat kemudian dicarikan kelompok yang lain yang mau menerima dia)
    • Seseorang dapat berhenti apabila mereka bekerja banyak dengan sedikit bantuan dari yang lain.
      (Orang ini sering mudah menemukan kelompok yang lain yang akan meneriman bantuannya)
  • Pembagian prinsip-prinsip pengoperasian dan tanggung jawab, ditetapkan dan disetujui oleh setiap anggota. Semua ini termasuk:
    • Tanggung jawab untuk hadir, menyiapkan, dan tepat waktu di dalam rapat
    • Ada diskusi-diskusi dan ketidaksepakatan terhadap pokok persoalan, menghindari kritik perorangan
    • Bertanggung jawab untuk membagi tugas dan menyelesaikannya tepat waktu
      Anda perlu melakukan tugas-tugas dengan sedikit pengalaman yang Anda miliki, dengan sebelumnya merasa persiapan tidak sempurna, atau bahkan berpikir yang lain akan berbuat yang terbaik. Terimalah tantangan, tetapi legalah di dalam keadaan bahwa Anda perlu bantuan, latihan, seorang pembimbing, atau harus berhenti dan melakukan tugas yang berbeda.
Proses 
Mengacu pada Pedoman Proyek Kelompok  Group Project Guide 
  • Buatlah tujuan-tujuan, definisikan seberapa sering dan dengan arti apa Anda akan berkomunikasi, menilai kemajuan, membuat keputusan, dan menyelesaikan persoalan
  • Definisikan sumber-sumber, khususnya seseorang yang dapat mengarahkan, mengawas, membimbing, dan bahkan mempertimbangkan.
  • Tinjauan jadwal kemajuan dan komunikasi untuk mendiskusikan apa yang termasuk pekerjaan dan yang bukan.
Tim yang ada persoalan harus diundang atau wajib bertemu dengan instruktur untuk membicarakan kemungkinan penyelesaian.
*  "Belajar bekerja sama sering digunakan di dalam pendidikan K-12, dan  belajar bersama di pendidikan tinggi. 

Rabu, 06 Desember 2017

bersemangat menjalani hidup

Menjalani kehidupan seseorang kadang akan merasa sedih dan juga merasa senang, hal ini sangat berpengaruh dengan mood pada saat itu, sebagai seorang profesional, kita harus bisa mempersiapkan kondisi fisik dan rohani agar selalu semangat menjalani hari tersebut.

Selasa, 28 November 2017

Pengendalian diri

Oleh : Fauzi Fathiyakan

         Pengendalian diri sebagai pengaturan proses-proses fisik, psikologis, dan perilaku seseorang mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi positif. Selain itu kontrol diri atau pengendalian diri juga menggambarkan keputusan individu yang melalui pertimbangan kognitif untuk menyatukan perilaku yang telah disusun untuk meningkatkan hasil dan tujuan tertentu seperti yang diinginkan. Menurut Wallston (dalam Sarafino, 2006) kontrol diri adalah perasaan individu bahwa ia mampu untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan yang efektif untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dan menghindari hasil yang tidak diinginkan.

Jenis dan Aspek Kontrol Diri
     Block  dan  Block  (dalam  Lazarus,  1976)  menjelaskan  ada  tiga  jenis kualitas kontrol diri, yaitu over control, under control, dan appropriate control.

   Over control merupakan kontrol diri yang dilakukan oleh individu secara berlebihan yang menyebabkan individu banyak menahan diri dalam beraksi terhadap stimulus. Under control merupakan suatu kecenderungan individu untuk melepaskan impuls dengan bebas tanpa perhitungan yang masak. Appropriate control merupakan kontrol individu dalam upaya mengendalikan impuls secara tepat.

Akibat Bersikap Mengendalikan Diri
  •  .    Bisa menjaga kehormatan diri
  •    Bisa menjaga terhindar dari sifat yang merugikan orang lain
  • .     Bisa menjadi teladan bagi orang lain
  • .  Bisa menyelesaikan segala permasalahan dengan lebih jernih.   
Hikmah mengendalikan diri :
  •        Dapat menahan emosi
  •        Dapat menghindari salah faham
  •        Sabar dalam menerima musibah
  • .      Terhindar dari sifat rakus
  • .     Menjaga dirihingga tak terisolasi dalam masyarakat    
   
   Contoh sikap pengendalian diri :
  1.    Bersabar dengan tidak membalas terhadap ejekan atau cemoohan tenman yang tidak suka terhadap kamu.
  2.      Memaafkan kesalahan teman dan orang lain yang berbuat “aniaya” kepada kita.
  3.    Ikhlas terhadap segala bentuk cobaan dan musibah yang menimpa, dengan terus berupaya memperbaiki diri dan lingkungan.
  4.     Menjauhi sifat dengki atau iri hati kepada orang lain dengan tidak membalas kedengkian mereka kepada kita. 
  5.    Mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah Swt. kepada kita, dan tidak merusak nikmat tersebut; seperti menjaga lingkungan agar selalu bersih, menjaga tubuh dengan merawatnya, berolahraga, mengonsumsi makanan dan minuman yang halal, dan sebagainya.

Sabtu, 18 November 2017

Harus Berani Mengambil Resiko Karna Semua Ada Resikonya

Harus Berani Mengambil Resiko Jika Ingin Sukses

Menurut Brian Tracy, Masa depan dimiliki oleh para pengambil resiko, bukan pencari keamanan. Semakin Anda mencari keamanan, justru akan semakin sedikiti keamanan yang Anda miliki dan semakin mengejar peluang, semakin banyak keamanan yang akan Anda raih.
Masa depan yang sukses adalah milik mereka yang berani mengambil resiko. Hanya orang yang berani mengambil resiko akan mencapai hal yang besar.Semakin besar resiko yang diambil, akan semakin besar hasil yang menanti. Resiko kecil, atau yang disebut dengan “keamanan” menjanjikan hasil yang kecil juga. Hukum resiko dan imbalan sudah seperti itu.
Inilah pentingnya mengapa kita harus berani mengambil resiko.
Tapi harus dipikirkan terlebih dahulu sebelum mengambil resiko                                        
Kita harus pikirkan  (perhitungkan) sebelum bertindak. Kita lihat resikonya. Apakah kita bisa menerima resikonya? Jika bisa maka, ambil tindakan. Bila resikonya bisa diantisipasi? Maka ambil tindakan.                                                                                                                               
Bukan seperti orang yang hanya mencari pembenaran untuk tidak mengambil resiko, mereka mengatakan beresiko sambil diam tidak bertindak. Perhitungkan resikonya, kemudian tetaplah ambil tindakan untuk mengambil resiko. Itu baru namanya risk taker.
Definisi berani mengambil resiko bukan asal bertindak. Saya setuju itu. Bukan nekat tanpa perhitungan dan mempersiapkan diri. Bukan itu yang dimaksud berani.
Perhitungan boleh, namun jangan sampai terlalu menghitung dengan berharap pasti berhasil. Karena Anda tidak akan pernah menemukannya. Perhitungan boleh tetapi jangan berlebihan sehingga Anda tidak pernah bertindak.
Tips agar menjadi pebisnis yang berani mengambil resiko
1.Keinginan Yang Kuat                                                                                                                               karena Anda tidak akan pernah sampai ke pulau baru jika tidak berani menghadapi resiko   melewati lautan dengan kapal atau melewati ketinggian melalui pesawat. Anda hanya             akan diam di tempat jika tidak mengambil resiko.
 Anda tidak akan pernah bisa mendapatkan keuntungan melimpah dalam bisnis, jika Anda      tidak berani mengambil resiko bisnis. Sementara keuntungan bisnis potensinya tak                terbatas.
 Anda tidak akan dikenal di depan publik, jika Anda tidak berani tampil, melakukan hal yang    diketahui publik, dan berbicara di depan umum. Jika Anda mau terkenal, Anda harus siap      dengan resiko orang terkenal.
 Jadi, kekuatan yang mendorong seseorang berani mengambil resiko adalah keinginan            yang kuat untuk mencapai cita-citanya. Jika ketakutan mengalahkan keinginannya, maka      dia akat takut mengambil resiko. Keinginan kuat adalah alasan pertama mengapa menjadi    pemberani
2.Keyakinan atau Optimisme.
   Kadang ada orang yang merasa yakin bahwa bisnisnya akan berhasil, tidak mungkin gagal. Dia mencurahkan segalanya, meminjam uang, menghabiskan waktu dan hartanya untuk bisnis itu. Dan apa yang terjadi? Hancur lebur.
Bukan. Bukan keyakinan seperti ini yang dimaksud. Maaf, saya sendiri tidak pernah mau bekerja sama dengan orang seperti itu. Seolah dia bisa memastikan dan menjamin akan berhasil. Justru orang tersebut masih belum faham bisnis.
Yang disebut berani bukan yakin seperti itu. Pemberani sadar bahwa resiko itu ada, tapi dia yakin dengan dirinya bahwa dia bisa bangkit, bisa mengatasi, bisa mengantisipasi, saat resiko itu datang. Dia pun yakin, bisa bangkit jika gagal.
Jika Anda gagal, bangkit lagi, coba lagi. Jika Anda tidak punya uang, maka cari uang lagi. Jika Anda gagal terus, artinya Anda tidak pernah belajar. Jika kita terjebak dengan bagaimana jika, bagaimana jika, dan seterusnya, kita tidak akan pernah bertindak, sebab hanya hal negatif yang akan datang ke pikiran kita. Inilah yang disebut keyakinan dan optimisme, bukan keyakinan buta.
Yang diperlukan adalah bagaimana Anda memiliki pikiran positif dan kepercayaan diri yang tinggi. Itu kuncinya. Orang yang berani mengambil resiko, karena dia berpikir positif dan percaya diri.
3.Pengetahuan (Ilmu)
    Menurut Robert T. Kiyosaki.yang beresiko itu bukan bisnisnya, tetapi orangnya. Jika Anda tidak mengetahui apa-apa tentang sebuah bisnis, kemudian Anda menjalankannya, itu yang namanya beresiko.
Bahkan jika Anda tidak mengerti bisnis sama sekali. Kemudian gagal dan bangkrut, kemudian Anda menyalahkan bisnisnya. 
Seperti Anda tidak bisa menyetir, kemudian Anda menyetir dan celaka, apakah salah mobil? .Harusnya Anda belajar menyetir dulu sebelum membawa mobil. Orang yang belum bisa menyetir atau belum memiliki jam terbang, memiliki resiko jauh lebih tinggi dibanding orang yang sudah berpengalaman menyetir. Masuk akal bukan? .
Jadi, untuk mengurangi resiko, Anda perlu belajar DAN berlatih. Ada ilmunya cara mengurangi resiko dan Anda perlu berlatih agar jago berbisnis. Cara berlatih bisnis adalah memulai berbisnis dan siapkan mental untuk berhasil dan gagal.
Inilah yang harus Anda lakukan: tingkatkan kualitas, kapasitas, dan ilmu Anda sebelum bertindak. Jangan hanya mengatakan beresiko, tetapi Anda diam saja. Belajarlah, take action! .

Selasa, 14 November 2017

Mampu Beradaptasi Dengan Keadaan dan SItuasi Apapun



Di susun Oleh : Fauzi Fathiyakan

Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti bakal menemukan orang-orang baru di sekeliling kita. Dan kita pun hatrus bisa beradaptasi dengan mereka. Dan dalam kehidupan sehari-hari pun pasti kita tidak hanya berdiam diri saja. Kita pasti bepergian ke suatu tempat untuk suatu keperluan. Atau contoh terdekatnya jika kita memasuki suatu lingkungan baru, baik itu sekolah, kampus, perkantoran atau apapun itu kita sangat membutuhkan suatu kemampuan untuk beradaptasi.

        Tidak hanya untuk manusia, semua makhluk hidup pun membutuhkan suatu adaptasi. Karena pada definisinya, Adaptasi merupakan usaha manusia untuk menyesuaikan diri dengan tingkat, tempat, dan kondisi yang berbeda. Asumsi dasar adaptasi berkembang dari pemahaman yang bersifat evolusionari yang senantiasa melihat manusia selalu berupaya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan alam sekitarnya, baik secara biologis/genetik maupun secara budaya. Baik itu binatang, tumbuhan, manusia semua membutuhkan adaptasi untuk kelangsungan hidupnya agar mampu bertahan. Berbeda dengan makhluk lainnya, manusia dikaruniai akal pikiran untuk melakukan adaptasi.

       Model konsep adaptasi pertama kali dikemukakan oleh Suster Callista Roy (1969). Konsep ini dikembangkan dari konsep individu dan proses adaptasi seperti diuraikan di bawah ini. Asumsi dasar model adaptasi Roy adalah :
  1. Manusia adalah keseluruhan dari biopsikologi dan sosial yang terus-menerus berinteraksi dengan lingkungan.
  2. Manusia menggunakan mekanisme pertahanan untuk mengatasi perubahan-perubahan biopsikososial.
  3. Setiap orang memahami bagaimana individu mempunyai batas kemampuan untuk beradaptasi. Pada dasarnya manusia memberikan respon terhadap semua rangsangan baik positif maupun negatif.
  4. Kemampuan adaptasi manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, jika seseorang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan maka ia mempunyai kemampuan untuk menghadapi rangsangan baik positif maupun negatif.
  5. Sehat dan sakit merupakan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan manusia.

           Bagi manusia, adaptasi itu sendiri lebih ke bagaimana agar dia bisa diterima di suatu lingkungan baru tersebut. Kadang, saat proses adaptasi itu tersebut, tidak jarang seseorang itu mengalami hambatan. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya. Misalkan saja ada seseorang yang memiliki sifat pendiam dan pemalu, akan sulit untuk beradaptasi di lingkungan barunya karena mungkin dia tertutup dan sulit untuk memulai komunikasi sehingga proses adaptasinya terhambat. Bisa juga jika ada seseorang yang 'minderan'. Dia merasa minder karena mungkin kekurangan yang dimilikinya sehingga dia sulit untuk bergaul dengan orang-orang baru maupun lingkungan baru. Sebaliknya, seseorang yang cerewet biasanya lebih mudah untuk beradaptasi karena biasanya mereka “SKSD” dengan orang-orang yang baru dikenalnya, tapi justru dialah yang memiliki kemampuan beradaptasi yang baik. Daya adaptasi memerlukan proses belajar seumur hidup. Daya adaptasi muncul dan berkembang sejak masa anak-anak namun tidak banyak orang yang memiliki kemampuan adaptasi yang bagus.

            Ada pun karakteristik perubahan dapat dibedakan menjadi pertama, perubahan begitu misterius karena tidak dapat dipegang. Ia bahkan dapat memukul balik seakan tidak tahu membalas budi dan kedua, perubahan terjadi setiap saat. Oleh karena itu, perubahan harus diciptakan setiap saat pula, bukan sekali-kali. Setiap satu perubahan kecil dilakukan seseorang maka akan terjadi pula perubahan-perubahan lainnya.

          Seperti yang telah disampaikan, perubahan tidak bisa menunggu. Justru saat situasi stabil, kita harus pelan-pelan memikirkan perubahan, untuk mencapai kondisi lebih baik selanjutnya. Jika sudah terlambat, tak jarang usaha perubahan apapun yang dilakukan tidak akan menolong lagi. Jadi berubahlah sebelum krisis melanda.
  1. Jangan Mau Menjadi Orang Biasa.
Sekarang saatnya Anda mengubah pikiran yang terlalu sederhana dan umum agar menjadi pikiran yang kreatif. Mulailah dengan menyikapi kehidupan Anda saat ini yang sedang menempuh pendidikan, berilah makna pada perkuliahan Anda dan nikmatilah perkuliahan, bukan sekedar menjalankannya. Anda bisa merasakan betapa kekuatan hadir bila kita menyenangi pekerjaan kita (termasuk kuliah). Dengan demikian pekerjaan sesulit apapun rasanya dapat terselesaikan atau paling tidak mendapatkan hasil yang optimal.
  1. Menyerah Itu Bukan Pilihan.
Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memiliki semangat pantang menyerah? Sudahkah Anda memiliki kesabaran untuk tidak menyerah? Sudahkah Anda memiliki mental yang kuat untuk bertahan dalam kesulitan? Jawaban Anda menjadi tidak penting. Yang penting adalah Anda siap berubah untuk lebih lagi dari yang sekarang Anda miliki. Anda lakukan, dan Anda yakini. Sekarang saatnya meningkatkan semua itu hingga kesuksesan benar-benar dalam pelukan. Beberapa nilai yang dapat kita kembangkan : Pertama, Kedisiplinan. Walaupun kedisiplinan terkesan kaku dan tidak diinginkan serta dapat mengurangi kreativitas, tetapi disiplin tetap harus kita terapkan dalam kehidupan kita. Kedua, Kejujuran. Kejujuran merupakan modal penting dalam kehidupan, baik sebagai professional, maupun sebagai anggota masyarakat. Ketiga, Kerja keras. Untuk mendapatkan pekerjaan tidak mudah dan menjadi mahasiswa pun tidak mudah. Untuk meraih posisi ideal di masa depan, Anda harus berjuang dengan gigih dan terakhir adalah Doa. Akhirnya seluruh nilai-nilai di atas tersebut belum lengkap bila tidak diiringi dengan doa. Kita semua makhluk beragama, dan secara mental kita memang membutuhkan kesejukan spiritual. Hal yang spiritual ini dapat membuat kita semakin tenang; tidak lupa diri saat kita berhasil dan tidak menjadi down pada saat keberuntungan tidak berpihak pada Anda.
  1. Sekarang Giliran Anda Berubah.
Kesuksesan seperti layaknya sebuah antrian. Anda harus bersabar, Anda harus melangkah. Anda harus memiliki waktu yang tepat untuk bergerak. Namun ada sesuatu yang tidak bisa kita pungkiri. Untuk sukses lebih cepat dibanding dengan yang lain, Anda harus bergerak lebih awal. Anda harus datang lebih awal dari yang lain, maka Anda akan berada di depan, dan Anda hanya membutuhkan waktu yang lebih singkat dibanding yang lain. Namun, jika Anda menunda-nunda, bisa jadi Anda akan kehabisan tiket kesuksesan itu. Pertanyaannya sekarang, apakah Anda ingin mulai “mengantri” saat barisan itu sudah panjang, atau menjadi pengantri pertama? Jangan tunggu lagi. Segera ambil posisi karena sekarang adalah giliran Anda, sebelum orang lain mendahului.
  1. Bangun Perlaku yang Baik.
Berdasarkan penelitian bahwa 80 % keberhasilan dalam berkarir ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam bersikap dan beradaptasi secara tepat dalam lingkungan kerjanya. Kalau Anda merasa tingkah laku yang ditampilkan salah terus, lama kelamaan Anda pasti jadi ragu-ragu membina hubungan dengan orang lain. Dengan begitu, berarti sikap yang baik bagi diri Anda penting bukan? Bagaimana cara kita bersikap?


KEMAMPUAN BERADAPTASI DAN MENYIKAPI MASALAH SOSIAL

     1.  Definisi
Kemampuan beradaptasi merupakan suatu perilaku yang sangat kompleks karena didalamnya melibatkan sejumlah fungsi dan intelektual.
Misalnya : penalaran, ingatan kerja, dan belajar keterampilan makin tinggi.
Kecerdasan atau intelegensi manusia maka seseorang tersebut akan lebiuh cepat dan efektif didalam menentukan strategi beradaptasi dengan perubahan tugas dan lingkungan yang baru begitu puloa sebaliknya.dimana didalam lingkungan baru harus dapat beradaptasi dengan lingkungan itu dengan peraturan-peraturan yang berlaku dan harus bisa menyikapi masalah-masalah sosial yang terjadi.

     2.  Penerapan dan Proses pembelajaran
    Penerapannya kemampuan beradaptasi dan menyikapi masalah sosial terlebih dahulu dapat diterapkan didalam keluarga yaitu anak trlebih dahulu diberi tahu tentang aturan-atuaran apa saja yang perlu ditaati dalam keluarga setelah itu barulah anak diajari cara beradaptasi dengan keluarga . setelah anak bisa beradaptasi dengan keluarga barulah anak diajarkan cara beradaptasi dimasyarakat dan sekolahan.
    
Proses pembelajarannya yaitu dapat dilaksanakan dikeluarga, masyarakat, sekolah dan dimana saja.dimana dikeluarga anak diajarkan cara beradaptasi dengan keluarga dan menyikapi measalah dalam keluarga sedangkan disekolahan anak bisa diajarkan cara beradaptasi dan menyikapi masalah dengan teman-teman sebayanya dimana anak sering salah paham dan bertengkar dengan temannya gara-gara masalah kecil nah itu bisa jadi acuan guru untuk menjelaskan bagaimana menyikapi masalah-masalah itu sebaliknya dimasyarakat anak dapat diajarakan beradaptasi dan menyikapi masalah dengan masyarakat sekitar bukan hanya dengan anak-anak seusia mereka tetapi dengan orang dewasa juga.

     3.  Evaluasi atau Cara Mengatasinya
Setelah anak tau apa itu adaptasi dan cara menyikapi masalah sosial anak harus dievaluasi untuk mengetahuin seberapa besar pengetahuan anak
Peserta didik diberi tugas untuk mengamati kegiatan apa saja yang dilakukan dimasyarakat sekitarnya dan aturan-aturean apa saja yang berlaku dimasyarakat tersebur tertulis maupun tak tertulis , setelah itu anak-anak disuruh membuat laopran tentang pengamatan tersebut.


     4.  Implementasi dalam kehidupan sehari-hari
Yaitu dimana dalam implementasi ini anak dihimbau agar mereka belajar bagaimana beradaptasi dan menyikapi masalah sosial didalam masyarakat sekitar dan menyuruh siswa untuk melaksanakan atau praktek langung dimasyarakt.dimana mereka harus bisa mengerti bagaimana keadaan masyarakat tersebuat aturan-aturan apa yang harus ditaati dalam masyarakat tersebut.