Prinsip hidup
Prinsip hidup adalah pedoman hidup atau bisa dibilang juga
sebagai motto hidup. Prinsip hidup sangat penting dimiliki oleh semua orang
karena orang yang memiliki prinsip artinya memiliki ketegasan sikap dalam
hidupnya. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki prinsip artinya hidupnya tanpa
pedoman, tanpa sikap, tanpa pendirian, akan mudah terbawa arus dan akhirnya
kehidupannya pun dapat dipastikan tidak akan mengalami kemajuan.
Sekadar contoh, mungkin ada orang yang memandang keamanan
adalah di atas segala-galanya. Ia menolak datang ke semua tempat yang
berbahaya, kendati bahaya itu bisa hadir di mana-mana. Ia tak mau mengambil
risiko, berjudi dengan maut. Lebih baik di rumah saja di malam hari dan jangan
ada tamu datang tanpa diundang. Lebih baik aman di rumah daripada menyesal
kemudian. Hal serupa bisa diurai pada diri orang yang perhatian utama dan
prinsip hidupnya adalah pekerjaan, tugas, pengakuan, uang, kemasyhuran,
kebutuhan tertentu, keberhasilan, bersenang-senang, hubungan, diterima orang
lain, kekuasaan dan lain-lain.
Memiliki sebuah prinsip hidup adalah masalah psikologi dan
terkait pula dengan ekonomi. Prinsip hidup membimbing pemiliknya untuk lebih
mudah menentukan pilihan. Orang yang berprinsip hidup kesenangan, misalnya,
jika mendapatkan dua undangan pada saat yang sama, akan bertanya kepada dirinya
sendiri: Di manakah aku akan lebih senang? Secara ekonomis, prinsip hidup telah
menunjukkan pilihan dalam situasi yang sulit dan itu adalah efisiensi.
Socrates mengatakan, hidup yang tak pernah teruji bukanlah
kehidupan yang bermakna. Cepat atau lambat kita akan selalu bertanya kepada
diri sendiri: Aku hidup … untuk apa? Ini pertanyaan penting yang kadang-kadang
bisa menyakitkan, namun tetap harus kita tanyakan dan jawab. Ketika
menanyakannya kepada diri sendiri, umumnya urusan kenikmatan jasmani kitalah
yang memengaruhi jawaban kita. Kepala kita menyimpan banyak sekali jawaban
ideal dan mudah kita ucapkan semudah menekan tombol yang benar, tetapi benarkah
jawaban-jawaban ideal itulah yang sedang kita perjuangkan dalam keseharian
hidup kita?
Dag Hammarskjold suatu ketika mengatakan bahwa perjalanan
terpanjang adalah perjalanan menyusuri kedalaman diri kita sendiri. Carl Jung,
psikiatris pembaruan diri itu menulis dalam buku Memories, Dreams, Reflections:
“Wherever there is a reaching down into innermost experience, into the nucleus
of personality, most people are overcome by fright, and many run away … The
risk of inner experience, the adventure of the spirit, is in any case, alien to
most human beings.”
Jadi, untuk apa hidup ini sesungguhnya? Untuk menemukan
jawabannya, barangkali ada baiknya bila kita meluangkan waktu sejenak untuk
mengikuti anjuran John Powell, S.J. (1995): menuliskan hal-hal yang sudah
menjadi pengalaman hidup kita. Tulislah daftar keberhasilan maupun kegagalan,
airmata maupun canda tawa dalam hidup kita di masa lampau hingga yang baru saja
terjadi, keterpurukan dan kepuasan yang pernah kita alami. Lengkapilah catatan
itu dengan jenis kesenangan, kekuasaan atau kekuatan yang kita dambakan, jumlah
uang yang kita inginkan menjadi kekayaan kita, tingkat kemasyhuran yang kita
ingin raih, hubungan dengan sesama yang kita ingin jalin. Kemudian, tanyakan kepada diri sendiri: hidup yang
bagaimanakah yang kita inginkan? Di antara semua itu, manakah yang
sungguh-sungguh menjadi harapan kita saat ini dan akan datang?
Cara lain, mungkin baik juga membayangkan suatu hari dalam
perjalanan hidup yang kita anggap sempurna, atau membuat daftar sepuluh
kegiatan yang paling kita sukai. Ketika merefleksikannya, kita mungkin
menemukan satu atau dua kebutuhan dan atau hasrat kita dalam perspektif yang
lebih jelas. Misalnya, jika kita menemukan bahwa dalam hari yang menurut kita
sempurna atau di antara sepuluh kegiatan yang sangat kita sukai itu adalah
ketika kita sendirian, mungkin kita telah menggali dan menemukan yang kita
perlukan itu: di relung terdalam diri kita, terpendam hasrat untuk menyendiri
atau bahkan penolakan terhadap suatu hubungan yang nyata ada di depan mata
kita.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar