Sabtu, 19 Desember 2015

Menanamkan sikap peduli



 

   A.   Pengertian peduli
  Peduli adalah suatu tindakan yang didasari pada keprihatinan terhadap masalah orang lain.

   B.   beberapa hal yang bisa kita pelajari untuk menanamkan rasa peduli dan empati terhadap sesama . diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Mengenali perasaan sendiri

Mengenali perasaan sendiri merupakan bagian dari tuntutan kecerdasan emosi. Orang yang mengenali perasaan diri, biasanya mampu mengendalikan emosinya, sehingga ia tidak melakukan tindakan gegabah saat mendapati kenyataan di luar dirinya yang berbeda dengan keinginannya.
  • Menyediakan waktu sendiri untuk merenung dan memikirkan apa yang sudah terjadi
Hal ini termasuk proses pengenalan dan pengendalian emosi. Karena biasanya orang sulit mempunyai gambaran jernih terhadap suatu persoalan dalam kondisi emosi yang bermacam-macam. Masalah dari sudut pandang orang lain
  • Berusaha untuk menjadi pendengar yang baik
Kita lebih mudah merasa empati, memahami perasaan orang lain dan menempatkan diri dalam keadaan orang lain, kalau kita dapat mendengar apa yang dialami orang tersebut. Tidak hanya kemampuan mendengarkan secara seksama, tapi juga membaca isyarat-isyarat non verbal. Sebab, seringkali bahasa tubuh dan tekanan suara lebih efektif menggambarkan perasaan ketimbang kata-kata.
·         Menghayati berbagai fenomena yang dialami .
saat kita melihat seorang tunanetra di tengah keramaian, nyatakan dalam hati betapa sulitnya orang itu memenuhi kebutuhannya. Langkah ini biasanya berlanjut dengan kesanggupan menempatkan diri dalam keadaan orang lain. Ketika mendapati anak-anak yang mengamen di jalanan hingga larut malam, misalnya. Katakanlah pada diri sendiri, bagaimana jika mereka itu adalah anak-anak kita. Jika menyaksikan himpitan rumah gubuk di pinggiran rel kereta, bayangkanlah bila keadaan itu dialami oleh keluarga kita. Dan seterusnya.
·         Egoisme
Egoisme merupakan doktrin bahwa semua tindakan seseorang terarah atau harus terarah kepada diri sendiri . Egoisme terbagi menjadi dua , yaitu egoisme etis dimana pandangan bahwa setiap pribadi hendaknya bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kepentingannya sendiri . kesejahteraan tertinggi dalam hidup adalah memperoleh sebanyak – banykanya kepuasan sendiri , dan egoisme psikologis dimana itu mengacu pada pendapat bahwa semua individu , kenyataannya sungguh – sungguh mencari kepentingannya sendiri pada setiap waktu . semua tindakan manusia , sadar atau tidak , digerakkan oleh hasrat akan kesejahteraan dan kepuasaan diri sendiri .
·         Materialistis
Mterialistis merupakan sikap perilaku manusia yang sangat mengutamakan materi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidupnya . kaum materialistis biasanya selalu berupaya untuk mengumpulkan materi sebanyak mungkin buat diri dan keluarganya sendiri. Dengan pola pikir seperti , mereka cenderung akan menghalalkan segala cara agar keinginannya untuk memiliki materi dapat terwujud . Hal ini mendorong terjadinya korupsi , kolusi , dan nepotisme yang sering terjadi dilingkungan birokrasi .
  • Membangun suasana kehidupan yang humanis
Suasana kehidupan dalam suatu kelompok masyarakat perlu dijaga bersama agar setiap warganya menunjukkan sikap perilaku saling peduli , sehingga dapat terwujud kehidupan yang nyaman , damai , tertib , dan teratur . Dalam lingkungan masyrakat yang seperti ini selalu terlihat semangat yang gotong royong atau kerjasama dalam banyak bidang . Kelompok – kelompok yang memiliki status ekonomi yang kuat membantu kelompok yang lemah , yang berlebihan membantu yang kekurangan dan seterusnya seperti itu . Tindakan saling membantu seperti ini menjadi salah satu faktor pembangkit kesadaran untuk menaruh kepedulian sosial terhadap sesama . Bentuk kegiatan seperti ini sangat diharapkan dan mendesak untuk dapat dilakukan . Namun , bentuk kepedulian yang terarah untuk memberdayakan masyarakat lemah atau kecil , perlu juga digiatkan . Mereka diberdayakan , yang pada akhirnya mampu berdiri sendiri sehingga untuk dapat membantu yang lain yang lebih membutuhkan .

   C.   Manfaat Peduli pada sesama :
  1. Menumbuhkan sikap positif dalam diri kita.
  2. Kita bisa mengurangi sifat egois kita.
  3. Kita bisa ikut merasakan penderitaan orang lain sehingga kita bisa mengerti keadaan orang lain.
  4. Mengurangi beban dan penderitaan orang lain.
  5. Membuat orang lain menjadi bahagia ( karena kepedulian kita padanya ).
  6. Timbulnya masayarakat yang memiliki tinggat kesosialan tinggi  ( tidak apatis ).
  7. Timbulnya hubungan yang harmonis.
DAFTAR PUSTAKA:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar