Sabtu, 19 Desember 2015

Bangunlah Kepribadian Menarik





 

A. Dasar Kepribadian Menarik
Setiap orang pasti menginginkan kepribadian yang menarik, disenangi banyak orang, memiliki teman banyak, bersifat sebagai pemimpin, detail, atau sesorang yang berkepribadian yang tenang dan damai. Kita semua memiliki karakter tersebut, namun seberapa besar hal itu ada di dalam diri kita.
Dengan memahami dasar itu kita dapat memeriksa diri kita, memahami kepribadian kita, berinteraksi dengan orang lain, menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan kita tidak berusaha untuk meniru orang lain sehingga tidak membuang-buang energi untuk berpura-pura.
Dalam buku Personality Plus yang ditulis  Florence Littauer, dijelaskan, “setelah kita tahu siapa diri kita dan mengapa kita bertindak dengan cara yang kita lakukan, kita bisa mulai memahami jiwa kita, meningkatkan kepribadian kita, dan belajar menyesuaikan diri dengan orang lain.”
Selain itu, Littauer juga menjelaskan sebagai individu kita memiliki empat watak dasar yang mendorong kita dan mengenal pribadi yang sesungguhnya dari dalam sebelum berusaha mengubahnya apa yang tampak pada permukaan.
Mungkin kita pernah mendengar ulasan tentang empat watak dasar kepribadian, yaitu kepribadian sanguinis populer yang ekstrovert, suka berbicara,periang, antusias dan optimis. Kepribadian melankolis sempurna yang introvert, pemikir, serius, detail, dan pesimis.
Kepribadian koleris kuat yang berbakat pemimpin, bebas mandiri, tidak mudah patah semangat, terorganisasi yang baik, membuat target dan memotivasi keluarga atau kelompok. Dan Kepribadian phlegmatis damai yang rendah hati, tenang, sabar, hidup konsisten, tidak mudah marah, menyenangkan dan tidak tergesa-gesa.
Dengan memahami kepribadian tersebut kita dapat menyesuaikan diri dengan baik misalnya salah satu rekan anda merupakan orang sanguinis maka yang cocok bekerja dengan orang yang berkepribadian melankolis sempurna dan koleris yang kuat sehingga program kerja yang dibuat dapat terlaksana.


B. Cara Membangun Kepribadian Menarik
Cara membangun kepribadian menarik itu sangat lah mudah, dan bisa Anda dapatkan dengan sesegera mungkin dengan syarat Anda serius dan komitment untuk tidak berhenti sebelum mendapatkan hasil dari perubahan yang ingin Anda capai.

Caranya cukup dengan memperluas pergaulan Anda, luangkan waktu Anda untuk bergabung bareng teman-teman, atau mengikuti acara-acara sosial, bepetualangan, camping atau kegiatan yang benar-benarmembuat diri Anda lebih terbuka dari hari kemarin.
Waktu yang Anda butuhkan tidak begitu banyak, dan saya rasa tidak akan menggangu kegiatan kuliah maupun kerjaan kantor.

Mungkin bisa jadi contoh di atas sulit Anda jalani, dan contoh di atas tidak mesti Anda lakukan untuk membangun kepribadian menarik, itu hanya contoh asal saja yang biasa saya lakukan.
Cukup Anda cari sesuatu kegiatan yang menambah pengalaman Anda, pengalaman yang memaksa Anda untuk keluar dari kamar Anda yang sepi dan membosankan dan mungkin memiliki kenangan buruk didalamnya.Coba deh Anda bayangkan, jika sang wanita bertanya sesuatu tentang Anda, apakah yang akan Anda ceritakan, apakah Anda akan menceritakan tentang kehidupan Anda yang itu-itu saja, seperti kuliah, pulang, nonton, online, main game, tidur dan kuliah lagi.

Coba saja Anda lihat teman-teman Anda yang menarik, apakah mereka seharian hanya dikamar atau malah lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah?Jadi mulai hari ini, cobalah lebih banyak bergaul, jangan sampai Anda dicap sebagai "kuper", cobalah lebih banyak mengikuti kegiatan-kegiatan diluar rumah, lebih banyak mencari hal baru, buka diri Anda untuk lebih berperan di berbagai bidang, baik itu kegiatan social, olah raga, atau mungkin hobbi Anda.
Tidak ada salahnya jika Anda memberikan waktu luang dari sela-sela kesibukan Anda, karena bukan saja bisa membangun kepribadian menarik tapi juga bisa mengurangi bebang pikiran Anda dan stress, coba bayangkan, dengan Anda melakukan hal ini bisa berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan personal dan sosial Anda.Manfaat ganda bisa Anda dapatkan setelah Anda merenapkan semua yang ada di atas, bukan saja dalam urusan romansa, urusan bisnis dan pekerjaan lain juga akan lebih memberikan hasil yang baik.

Intinya, Anda akan kelihatan membosankan jika Anda tidak berani keluar dari dunia kamar Anda yang sepi, tidak berani mengeksploitasi kemampuan diri Anda untuk sesuatu yang baru dan Anda akan kelihatan menarik jika waktu Anda dikamar sesuai dengan waktu Anda diluar kamar, karena pengalaman yang menarik sumber utama dalam membangun kepribadian yang menarik.



C. 10 ciri untuk dapat melihat kepribadian kita
Berikut ini ada 10 ciri untuk dapat melihat kepribadian kita mana paling kuat dan yang lemah, dalam diri kita.

1. Ketulusan
Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibohongi atau dibodohi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ngada, pura-pura, mencari alasan atau memutarbalikan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak di atas Tidak. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seperti ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang merugikan diri sendiri.

2. Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bersikap rendah hati, bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang dibawanya tidak merasa minder.

3. Kesetiaan
Kesetiaan suda menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yang bisa setia selalu dipercayai dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.

4. Positive Thinking
Orang yang bersifat positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan dari pada keburukan orang lain, lebih suka berbicara mengenai harapan dari pada keputusan, lebih suka mencari solusi, dari pada frustasi, lebih suka memuji diri, dari pada mengancam.

5. Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tetapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak selalu menguluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa menartawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

6. Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak mencari kambing hitam untuk salahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

7. Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.

8. Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memanfaatkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hayut dalam kesedihan dan keputusasaan.

9. Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengukit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berbeda di luar kontrolnya.

10. Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusah memahami dan mengerti orang lain.


DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar