Kamis, 22 Desember 2016

JUJUR


  • Pengertian Jujur

Jujur atau kejujuran mengacu pada aspek karakter, moral dan berkonotasi atribut positif dan berbudi luhur seperti integritas, kejujuran, dan keterusterangan, termasuk keterusterangan pada perilaku, dan beriringan dengan tidak adanya kebohongan, penipuan, perselingkuhan, dll Selain itu, kejujuran berarti dapat dipercaya, setia, adil, dan tulus. Kejujuran dihargai di banyak budaya etnis dan agama "Kejujuran adalah kebijakan terbaik" adalah pepatah dari Benjamin Franklin.; Namun, kutipan "Kejujuran adalah bab pertama dalam buku kebijaksanaan" tersebut diberikan untuk Thomas Jefferson, seperti yang digunakan dalam sebuah surat kepada Nathaniel Macon.

  •  Macam-macam Kejujuran

A. Kejujuran dalam hal berbicara

     Kejujuran dalam berbicara, yaitu hendaknya pembicaraan dan perkataan kita sesuai dengan hati nurani dan dimanifestasikan (diwujudkan) dalam kenyataan. Hal semacam ini membuat kita menjadi mantap dalam berbicara. Hendaknya kita berbicara dengan dasar pengetahuan. Kalau kita berbicara tentang hal yang sudah lewat, maka berbicaralah yang benar, yang jujur sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Jika kita berbicara sesuatu yang diniati, hendaknya niat menepati jaji itu diikuti dengan pelaksanaannya. Kalau kira-kira tidak akan melaksanakan tentang sesuatu ‘azam (niat), maka seyogyanya niat itu tidak usah diucapkan dengan orang lain, kecuali kalau mendekati kenyataan.

B.  Kejujuran dalam perbuatan

                 Jujur dalam hal lhwal perbuatan, ialah hendaknya perbuatan yang dapat dilihat, benar-benar sesuai dengan bentuk perencanaannya dalam jiwa, yaitu ikhlas karena Allah, hanya untuk mendapatkan kemashlahatan tanpa berselubung dengan sifat munafiq dan riya. Juga tidak untuk tujuan yang rendah dan kecil. Misalnya orang yang berkunjung ke orang besar dengan menampakkan ketaatan dan simpati kepadanya, sedangkan dibalik itu ada terkandung maksud untuk mendapatkan kemanfaatan pribadi.

            Rasulullah Saw telah menjelaskan bahwa kejujuran itu menunjukkan kepada yang baik, dan beliau menunjukkan bahwa kejujuran itu ibarat tempat tumbuhnya segala keutamaan., dan keutamaan itu sebagai akar yang meguatkan pohon itu tegak. Orang yang jujur itu tentu sejalan dengan semua kebaikan dan sebagai penegak segala kebagusan, sedangkan kebaikan itu adalah jalan menuju ke syurga, bahkan kebajikan itu sebagai kunci masuk syurga. Sedangkan kunci yang lain tidak untuk membuka syurga, sebagaimana firman Allah :

Artinya : “ Sungguh orang-orang yang baik itu di syurga Na’im, di atas dipan yang indah mereka sama memperhatikan. Kamu ketahui di wajah-wajah mereka segar dari sebab kenikmatan (yang diperoleh). Mereka diberi minum dengan arak dicap stempel. Cap stempelnya adalah Kasturi dan didalam hal itu, maka hendaklah orang-orang yang berminat sama berlomba”. (QS. Al- Muthoffifiin : 22 – 26 ).


Jujur

 

Kalau membahas tentang kejujuran emang gak ada habisnya untuk dibahas, rasa kejujuran wajib kita miliki pada setiap orang karena tanpa adanya orang jujur mungkin suatu organisme/negara akan rusak dan hancur, contohnya sudah banyak kasus seperti kasus korupsi di Indonesia, memang awal tak berasa tetapi lama kelamaan negara kita akan merugi dan bangkrut karena hal itu. Sifat yang harus dimiliki didalam hidup ini yaitu jujur,apabila didalam hidup ini tidak ada yang namannya sifat untuk jujur, maka mungkin orang akan merugikan diri kita sendiri, maka dari itu kita tanamkan sifat jujur itu didalam diri kia. Karena kita dari kecil di ajarkan untuk selalu jujur kepada siapapun, tidak pandang dia kaya ataupun miskin. Dikehidupan saya sendiri, saya mencoba menerapkan sifat jujur. Yaitu jujur terhadap diri sendiri dan orangtua saya. Berhubung saya jauh dari orangtua, saya selalu jujur kepada orangtua saya mengenai keuangan, aktifitas saya sehari hari ketika berada dikampus atau dikosan. Bagi saya Pribadi Jujur itu mengacu pada arti penuh kebenaran, dapat dipercaya dalam segala hal, bertindak dengan adil, dan tulus. Kejujuran tidak hanya membawa kebaikan untuk orang lain, melainkan juga untuk diri sendiri. Dengan menjadi jujur, kita merasa damai, tenteram, dan bahagia.

 


 

DISIPLIN


Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya.

 

1. Mulai Dengan Satu Kebiasaan

Kebanyakan disiplin diri gagal diakibatkan banyakanya hal yang ingin dicapai sekaligus. Mereka tidak memahami, bahwa disiplin diri dibangun melalui tindakan nyata. Hal tersebut membutukan waktu dan proses agar bisa memiliki kebiasaan tersebut.

Ketidaksabaran menjadi penyebab utama seseorang tidak bisa membangun disiplin diri, terutama atas apa yang mereka inginkan. Mereka langsung ingin melihat hasil nyata dari usaha yang mereka lakukukan. Mereka memiliki mental instan yang justru menghambat mereka mencapai sukses dalam hidup mereka.

 

2. Komitmen Untuk Memulai

Memulai satu kebiasaan baru memang sangat sulit. Dibutuhkan waktu untuk bisa membuat kebiasaan ini benar-benar lebih mudah dilakukan. Semua ini tidak lain karena sifat pikiran. Sifat pikiran yang sulit untuk berubah.

 

Pikiran akan bertahan untuk melakukan apapun yang ia rasa baik untuk kita. Hanya menurut pikiran bukan menurut kita secara sadar. Bahkan saat hal itu tidak baik dalam kehidupan nyata. Itulah mengapa banyak orang sulit keluar dari zona nyaman mereka, karena pikiran mempersepsikan sebagai ancaman jika harus keluar dari zona nyaman tersebut.

Kemudahan pembentukan kebiasaan ini hanya berhasil jika komitmen Anda diwujudkan dalam bentuk nyata tindakan. Untuk membentuk disiplin diri, Anda harus mau memulai tindakan. Tidak masalah seberapa besar usaha yang Anda berikan, mulailah untuk bertindak.

 

3. Bangun Konsistensi Dengan Bertindak

Kesamaan masalah orang banyak dalam membentuk kebiasaan baru adalah, mereka tidak bisa konsisten dalam bertindak. Dengan bertindak secara konsisten, perasaan yang tadi begitu berat akan memulai menjadi lebih ringan saat membentuk disiplin diri.

Dengan bertindak, kita bisa mengukur seberapa jauh perjalanan yang telah ditempuh. Dengan tindakan semua akan terlihat lebih jelas dan dengan mudah bagi kita bisa menyusun rencana untuk melakukan tindakan dengan lebih baik.

Kunci untuk bisa bertindak secara konsisten adalah dengan mencintai dan menganggap penting apa yang kita lakukan. Ini akan membuat proses pendisiplinan diri bisa dilakukan jauh lebih mudah dan menyenangkan.

 

Macam-Macam Disiplin Kerja

Mangkunegara (2001:129) mengutarakan macam-macam displin kerja dalam organisasi, yaitu yang bersifat preventif dan bersifat korektif:

 

a. Disiplin Preventif

Pendekatan yang bersifat preventif adalah tindakan yang mendorong para pegawai untuk taat kepada berbagai ketentuan yang berlaku dan memenuhi standar yang ditetapkan. Artinya melalui kejelasan dan penjelasan tentang pola sikap, tindakan dan perilaku yang diinginkan dari setiap anggota organisasi diusahakan pencegahan jangan sampai para pegawai berprilaku negatif.

 

b. Disiplin Korektif

Disiplin korektif adalah suatu upaya menggerakan pegawai dalam menyatukan suatu peraturan dan mengarahkan untuk tetap mematuhi peraturan sesuai dengan pedoman yang berlaku pada organisasi. Pada disiplin korektif, pegawai yang melanggar disiplin perlu diberikan sanksi yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tujuan pemberian sanksi adalah untuk memperbaiki pegawai pelanggar, memelihara peraturan yang berlaku, dan memberikan pelajaran bagi pelanggar.

 

Sumber:



PENGENDALIAN DIRI


Berbagai permasalahan yang sering muncul dalam kehidupan ini banyak diakibatkan oleh ketidakmampuan seseorang dalam mengendalikan diri. Tawuran antar pelajar, mengambil hak milik orang lain (mencuri, merampok, korupsi), vandalism,  penyalahgunaan obat terlarang dan free sex merupakan contoh perilaku yang timbul karena ketidakmampuan dalam mengendalikan diri (self control).

            Perkembangan self control pada dasarnya sejalan dengan bertambahnya usia seseorang. Semakin dewasa diharapkan mempunyai self control yang lebih baik dibanding saat remaja dan anak-anak. Namun demikian beberapa kasus menunjukkan hal yang sebaliknya, dimana beberapa permasalahan tersebut juga dilakukan oleh orang yang sudah dewasa. Mahasiswa yang telah beranjak dewasa (bertambahnya usia dan ilmu) tentunya diharapkan oleh masyarakat mempunyai self control yang lebih tinggi dibanding anak-anak SMA. Tentunya akan aneh jika bertambahnya usia tidak diimbangi dengan kemampuan mengendalikan diri, bahkan berbuat sesuka hati dengan membiarkan perilaku yang lebih mementingkan egosime tanpa menghiraukan konsekuensi yang akan diperoleh.
   Dalam pandangan Zakiyah Darajat bahwa orang yang sehat mentalnya akan dapat menunda buat sementara pemuasan kebutuhannya itu atau ia dapat mengendalikan diri dari keinginan-keinginan yang bisa menyebabkan hal-hal yang merugikan. Dalam pengertian yang umum pengendalian diri lebih menekankan pada pilihan tindakan yang akan memberikan manfaat dan keuntungan yang lebih luas, tidak melakukan perbuatan yang akan merugikan dirinya di masa kini maupun masa yang akan datang dengan cara menunda kepuasan sesaat.
Menurut kamus psikologi (Chaplin, 2002), definisi kontrol diri atau self control adalah kemampuan individu untuk mengarahkan tingkah lakunya sendiri dan kemampuan untuk menekan atau menghambat dorongan yang ada. Goldfried dan Merbaum, mendefinisikan kontrol diri sebagai suatu kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu kearah konsekuensi positif.
            Kontrol diri merupakan satu potensi yang dapat dikembangkan dan digunakan individu selama proses-proses dalam kehidupan, termasuk dalam menghadapi kondisi yang terdapat dilingkungan yang berada disekitarnya, para ahli berpendapat bahwa kontrol diri dapat digunakan sebagai suatu intervensi yang bersifat preventif selain dapat mereduksi efek-efek psikologis yang negative dari stressor-stresor lingkungan. Disamping itu kontrol diri memiliki makna sebagai suatu kecakapan individu dalam kepekaan membaca situasi diri dan lingkungannya serta kemampuan untuk mengontrol dan mengelola faktor-faktor perilaku sesuai dengan situasi dan kondisi untuk menampilkan diri dalam melakukan sosialisasi (Calhoun dan Acocela, 1990).
Mengapa penting memiliki self control ? Pertama, kontrol diri berperan penting   dalam hubungan seseorang dengan orang lain (interaksi social). Hal ini dikarenakan kita senantiasa hidup dalam kelompok atau masyarakat dan tidakbisa hidup sendirian. Seluruh kebutuhan hidup kita (fisiologis) terpenuhi dari bantuan orang lain, begitu pula kebutuhan psikologis dan social kita. Oleh karena itu agar kita dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidup ini dibutuhkan kerjasama dengan orang lain dan kerjasama dapat berlangsung dengan baik jika kita mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang merugikan orang lain. Kedua, Kontrol diri memiliki peran dalam menunjukkan siapa diri kita (nilai diri). Seringkali seseorang memberikan penilaian dari apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari dan kontrol diri merupakan salah satu aspek penting dalam mengelola dan mengendalikan perilaku kita. Kontrol diri menjadi aspek yang penting dalam aktualisasi pola pikir, rasa dan perilaku kita dalam menghadapai setiap situasi. Seseorang yang dapat mengendalikan diri dari hal-hal yang negatif tentunya akan memperoleh penilaian yang positif dari orang lain (lingkungan sosial), begitu pula sebaliknya. Ketiga, kontrol diri berperan dalam pencapaian tujuan pribadi. Pengendalian diri dipercaya dapat membantu seseorang dalam mencapai tujuan hidup seseorang. Hal ini dikarenakan bahwa seseorang yang mampu menahan diri dari perbuatan yang dapat merugikan diri atau orang lain akan lebih mudah focus terhadap tujuan-tujuan yang ingin dicapai, mampu memilih tindakan yang memberi manfaat, menunjukkan kematangan emosi dan tidak mudah terpengaruh terhadap kebutuhan atau perbuatan yang menimbulkan kesenangan sesaat. Bila hal ini terjadi niscaya seseorang akan lebih mudah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 
Dengan mengembangkan kemampuan mengendalikan diri sebaik-baiknya, maka kita akan dapat menjadi pribadi yang efektif, hidup lebih konstruktif, dapat menyusun tindakan yang berdimensi jangka panjang, mampu menerima diri sendiri dan diterima oleh masyarakat luas. Kemampuan mengendalikan diri menjadi sangat berarti untuk meminimalkan perilaku buruk yang selama ini banyak kita jumpai dalam kehidupan di masyarakat juga dalam tatanan kenegaraan karena banyak peristiwa yang terjadi karena ketidakmampuan mengendalikan diri.
            Pada dasarnya sumber terjadinya self control dalam diri seseorang ada 2 (dua) yaitu sumber internal (dalam diri) dan eksternal (di luar diri). Apabila seseorang dalam berperilaku cenderung mengatur perilakunya sendiri dan memiliki standar khusus terhadap perilaku yang dipilih, memberikan ganjaran bila dapat mencapai tujuan dan memberikan hukuman sendiri apabila melakukan kesalahan, maka hal ini menunjukan bahwa self controlnya bersumber dari diri sendiri (internal). Sedangkan apabila individu menjadikan orang lain atau lingkungan sebagai standart perilaku atau penyebab terjadinya perilaku dan ganjaran atau hukuman juga diterima dari orang lain (lingkungan), maka ini menunjukkan bahwa self control yang dimiliki bersumber dari luar diri (eksternal)

A.    Jenis-Jenis Kontrol Diri
Kontrol diri yang digunakan seseorang dalam menghadapi situasi tertentu, meliputi :
a.       Behavioral control, kemampuan untuk mempengaruhi atau memodifikasi suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Adapun cara yang sering digunakan antara lain dengan mencegah atau menjauhi situasi tersebut, memilih waktu yang tepat untuk memberikan reaksi atau membatasi intensitas munculnya situasi tersebut
b.      Cognitive control, kemampuan individu dalam mengolah informasi yang tidak diinginkan dengan cara menginterpretasi, menilai dan menggabungkan suatu kejadian dalam sutu kerangka kognitif sebagai adaptasi psikologis atau untuk mengurangi tekanan. Dengan informasi yang dimiliki oleh individu terhadap keadaan yang tidak menyenangkan, individu berusaha menilai dan menafsirkan suatu keadaan dengan cara memperhatikan segi-segi positif secara subyektif atau memfokuskan pada pemikiran yang menyenangkan atau netral.
c.       Decision control, kemampuan seseorang untuk memilih suatu tindakan berdasarkan pada sesuatu yang diyakini atau disetujuinya. Kontrol diri dalam menentukan pilihan akan berfungsi baik dengan adanya suatu kesempatan, kebebasan atau kemungkinan untuk memilih berbagai kemungkinan (alternative) tindakan
d.      Informational control, Kesempatan untuk mendapatkan informasi mengenai kejadian yang menekan, kapan akan terjadi, mengapa terjadi dan apa konsekuensinya. Kontrol informasi ini dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam memprediksi dan mempersiapkan yang akan terjadi dan mengurangi ketakutan seseorang dalam menghadapi sesuatu yang tidak diketahui, sehingga dapat mengurangi stress.
e.       Retrospective control, Kemampuan untuk menyinggung tentang kepercayaan mengenai apa atau siapa yang menyebabkan sebuah peristiwa yang menekan setelah hal tersebut terjadi. Individu berusaha mencari makna dari setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan. Hal ini bukan berarti individu mengontrol setiap peristiwa yang terjadi, namun individu berusaha memodifikasi pengalaman stress tersebut untuk mengurangi kecemasan.

B.     Ciri-ciri control diri
Ciri-ciri seseorang mempunyai kontrol diri antara lain :
a.       Kemampuan untuk mengontrol perilaku yang ditandai dengan kemampuan menghadapi situasi yang tidak diinginkan dengan cara mencegah atau menjauhi situasi tersebut, mampu mengatasi frustasi dan ledakan emosi.
b.      Kemampuan menunda kepuasan dengan segera untuk mengatur perilaku agar dapat mencapai sesuatu yang lebih berharga atau lebih diterima oleh masyarakat
c.       Kemampuan mengantisipasi peristiwa dengan mengantisipasi keadaan melalui pertimbangan secara objektif.
d.      Kemampuan menafsirkan peristiwa dengan melakukan penilaian dan penafsiran suatu keadaan dengan cara memperhatikan segi-segi positif secara subjektif
e.       Kemampuan mengontrol keputusan dengan cara memilih suatu tindakan berdasarkan pada sesuatu yang diyakini atau disetujuinya.


/ http://yohakimn.blogspot.co.id/

Bersemangat



Semangat


 

 

1.      Pengertian Bersemangat

 

Terkadang kita begitu bersemangat untuk merencanakan sesuatu. Baik itu  soal pekerjaan, karir, belajar/ menuntut ilmu, menjalin hubungan, usaha, berkarya maupun dalam mengejar target. Kita tahu bahwa semangat itu ada pada keyakinan dalam diri kita.
Kita juga tahu bahwa semangat itu ada pada minat kita terhadap apa yang akan dan kita lakukan.

           Tapi terkadang itu barulah sebuah rencana dan bukan berarti semangat yang sesungguhnya. Karena  sejatinya sebuah semangat itu bukan hanya mesti ada diawal kita melakukan sesuatu. Tapi ia perlu dipertahankan dan dimunculkan terus menerus dalam menyelesaikan apa yang kita lakukan. Sehingga rasa semangat itu benar-benar menjadi energi kita dalam berproses.

Karena yang namanya perbuatan itu ada tiga macam: [1] perbuatan yang mendatangkan manfaat, [2] perbuatan yang menimbulkan bahaya, dan [3] perbuatan yang tidak mendatangkan manfaat maupun bahaya. Sedangkan yang diperintahkan adalah melakukan macam yang pertama yaitu hal yang bermanfaat.

Orang yang berakal yang menerima wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini pasti akan semangat melakukan hal yang bermanfaat. Namun kebanyakan orang saat ini menyia-nyiakan waktunya untuk hal yang tidak bermanfaat. Bahkan kadangkala yang dilakukan adalah hal yang membahayakan diri dan agamanya. Seorang mukmin yang taat akan semangat melakukan hal yang bermanfaat bagi agama dan dunianya. Hal yang manfaat dalam agama kembali pada dua perkara yaitu ilmu nafi’ (yang bermanfaat) dan amalan sholeh. Yang dimaksud dengan ilmu nafi’ adalah ilmu yang dapat melembutkan dan menentramkan hati, yang nantinya akan membuahkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Adapun yang dimaksud amalan sholeh adalah amalan yang selalu dilandasi dengan ikhlash dan berdasarkan syariat-syariat islam.

 

2.      Cara Meningkatkan Semangat

 

·  Kerja adalah anugerah. Sadarilah bahwa pekerjaan yang Anda miliki sekarang anugerah yang tidak mudah diraih. Untuk sampai di posisi  sekarang, Anda telah melewati perjalanan panjang, menghadapi persaingan berat dengan sesama pelamar, rekan-rekan kerja, dan pekerjaan-pekerjaan yang membuat Anda mesti lembur. Jadi tidak ada alasan untuk tidak bergembira dan bergairah saat ini.

·  Mengingat keberhasilan. Hasil penelitian membuktikan, semangat kerja yang kendur bisa bangkit lagi seketika saat Anda mengingat keberhasilan yang pernah Anda raih. Kelenjar adrenalin akan lebih aktif bekerja saat Anda mengingat masa-masa indah termasuk keberhasilan. Efeknya mampu merangsang semangat, kreativitas dan kepercayaan diri Anda. 

·  Mindset Positif. Visualisasi mendetail dan menarik mengenai pekerjaan yang tertanam di hati Anda, akan mendorong kecintaan terhadap pekerjaan. Dengan berpikir positif, Anda akan melihat tantangan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas diri. Pandai-pandailah bersyukur, masih banyak orang lain yang mengalami kesulitan lebih dalam dan mampu bertahan.

·  Pupuk rasa cinta. Bila Anda tidak mencintai pekerjaan, maka cintailah hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan Anda seperti gaji yang besar, lingkungan kerja yang menyenangkan, teman-teman yang baik, dan lain-lain. Hal tersebut akan jadi penyemangat Anda.

·  Everyday is a new day. Mulailah pagi hari dengan senyum dan semangat. Jika pagi hari dimulai dengan semangat, biasanya Anda akan terus semangat sampai sore. Jadikan Senin ini berbeda dengan Senin minggu lalu, dan nikmati setiap hari sebagai hari baru yang penuh tantangan dan harapan. 

·  Tidak pernah berhenti belajar. Seseorang mampu mempertahankan kreativitasnya karena terus berusaha menambah pengetahuan. Selain itu, kenikmatan dalam pekerjaan antara lain dipacu oleh kemampuan yang Anda miliki. Alangkah baiknya jika Anda selalu meningkatkan kemampuan, mengasah keahlian, dan mengisi pikiran dengan informasi atau ilmu pengetahuan terbaru.

·  Coba hal baru. Misalnya ikut kelas capoeira, diving di Raja Ampat, bahkan jadi panitia kegiatan yang diselenggarakan perusahaan atau kegiatan lainnya yang dapat mengurangi rasa bosan dan tak bergairah. Temukan minat-minat yang membuat daya hidup Anda terang kembali. Sehingga kreativitas dan gairah kerja pun muncul.

·  Minta tanggung jawab lebih besar. Jika kehilangan semangat kerja karena pekerjaan yang monoton atau tidak lagi menantang, coba diskusikan dengan atasan kemungkinan mendapat tugas kerja yang lebih menantang atau mengajukan diri untuk terlibat dalam proyek baru. 

·  Memperluas Network. Bergabunglah dengan grup profesi untuk memperluas jaringan sekaligus tanggap pada regulasi, tren, dan ilmu baru, yang berkaitan dengan profesi kerja Anda. Diharapkan hidup Anda akan lebih berwarna dan tidak monoton. Selain itu hal ini tentu akan bermanfaat bagi perusahaan maupun Anda pribadi.

·  Bergaul dengan orang-orang yang bersemangat, senang belajar, optimis dan berpikiran positif. Sebaliknya, jauhi orang-orang yang sering mengeluh dan menurunkan semangat. Carilah inspirasi dari mereka yang memiliki gairah tinggi. Mereka bisa jadi inspirator yang menularkan semangat, gairah, dan rasa optimis.

·  Saling mendukung. Suasana kerja yang komunikatif, saling meluangkan waktu untuk mendengar dan membantu akan menumbuhkan keakraban dan suasana menyenangkan, yang dapat meningkatkan semangat. Selain support dari rekan kerja, Anda juga bisa mendapatkan support dari keluarga, pasangan, atau sahabat.

·  Ubah penampilan. Sesekali pakailah pakaian yang berwarna cerah atau dengan model yang agak berbeda dari biasanya. Atau potong rambut model terbaru. Sesuatu yang berbeda dapat membawa energi baru.

·  Tata ulang ruang kerja. Ubah tata letak benda-benda di meja, atur sandaran tempat duduk, jarak monitor, pencahayaan, suhu, warna, atau menambahkan tanaman. Suasana ruang kerja baru bisa membangkitkan semangat bekerja.

·  Dengarkan musik. Musik dipercaya dapat meningkatkan semangat, membuat rileks, bahagia, sampai menstimulasi pikiran. Tapi tidak semua jenis musik memberikan efek yang sama pada situasi tertentu. Dengarkan lagu yang sesuai selera Anda. 

·  Olahraga. Sekali-sekali tinggalkan meja, jalan keliling kantor, dan gunakan tangga. Biarkan otot dan tulang Anda bergerak. Cukup 10 menit, badan Anda segar kembali. Saat melakukan latihan fisik, tubuh akan mengeluarkan hormon ß-endorphin yang ditangkap oleh reseptor dalam hipothalamus dan sistem limbik yang berfungsi mengatur emosi. Peningkatan ß-endorphin terbukti dapat meningkatkan semangat dan perasaan energik.

·  Atur asupan gizi. Perbanyak minum air putih, kurangi minum soda, makan cemilan yang sehat (misal: apel, salad, yoghurt, roti bakar dengan selai kacang). Studi dari Cardiff University menemukan, partisipan yang makan sereal tinggi serat di pagi hari, mengalami pengurangan kelelahan sebanyak 10%, alami penurunan tingkat depresi, dan memiliki keterampilan kognitif lebih baik. 

·  Pengalihan sementara. Saat bekerja, Anda bisa baca koran atau majalah, bercanda dengan teman, atau nge-game. Ini adalah pengalihan sementara untuk mengembalikan gairah kerja. Ingat! jangan keterusan. 

·  Maksimalkan istirahat. Manfaatkan waktu istirahat sebaik-baiknya. Dahulukan makan dan beribadah, setelah itu isi dengan kegiatan lain.  Seperti makan di tempat baru. Ambil jeda sejenak untuk beristirahat sebelum melanjutkan pekerjaan.

·  Ambil cuti. Lupakan pekerjaan, berlibur atau sekedar menikmati me time di rumah. Buanglah semua beban pikiran, rileks, dan nikmatilah waktu santai karena ini bisa memompa kembali semangat Anda begitu masuk kantor

3.       Manfaat Semangat

Semangat kerja mencerminkan kesenangan yang mendalam terhadap pekerjaan yang dilakukan. Seseorang yang memiliki semangat kerja tinggi akan memberikan manfaat sebagai berikut:
1)    Dengan semangat kerja, pekerjaan akan lebih cepat diselesaikan dan berhasil dengan baik
2)    Semangat kerja yang tinggi mendorong seseorang untuk bekerja dengan hati-hati dan teliti
3)    Semangat kerja memudahkan seseorang meraih suatu prestasi
4)    Dengan semangat kerja, produktivitas akan meningkat
5)    Semangat kerja dapat membentuk seseorang menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan pantang menyerah.

4.      Bersemangat Dalam Diri Sendiri

 

Sudah sepantasnya kita bersemangat menjalani hidup di dunia ini, karena dengan semangatlah kita dapat melakukan segala perbuatan dengan nyaman dan menghasilkan sesuatu yang lebih berguna. Namun tidak dipungkiri saya pribadipun masih suka bermalas-malasan dalam melakukan kegiatan sehari-hari, apalagi bila mengerjakan sesuatu yang dirasa sangat sulit ataupun melelahkan. Namun saya berusaha untuk selalu bersemangat, apabila semangat saya mulai berkurang saya biasanya melakukan sesuatu hal yang dapat menyemangati diri saya sendiri misalnya dengan bermain game yang dapat melepas sedikit kepenatan saya.

 

Sumber :


dewikata.blogspot.com
http://soleh-industri15.blogspot.co.id/search/label/KARAKTERKU?updated-max=2015-09-27T01:53:00-07:00&max-results=20&start=11&by-date=false

Proaktif

Pengertian Proaktivitas. Pengertian atau definisi proaktivitas adalah orang yang relatif tidak terpengaruh oleh kekuatan situasi di sekitarnya, bahkan orang tersebut mampu mempengaruhi timbulnya perubahan dalam lingkungannya. Orang dengan proaktivitas tinggi mampu mengidentifikasi kesempatan dan mengambil tindakan yang tepat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut, menampakkan inisiatif dan mempertahankannya sampai perubahan yang bermakna terjadi. Lawan dari proaktif adalah pasif atau reaktif, yaitu orang yang cenderung untuk beradaptasi atau berkompromi dengan keadaan, daripada berusaha merubah dirinya untuk memberikan pengaruh positif pada situasi disekitarnya.

Proaktivitas manusia selalu memiliki tujuan, bergerak maju, dan berorientasi ke masa depan, serta secara internal memunculkan perilakunya sendiri. Stimulus dari luar lebih tampak sebagai sesuatu yang menjadi kecenderungan aktualisasi dari dalam keluar daripada sesuatu yang menjadikan individu bereaksi terhadap stimulus lingkungan. Individu secara psikologis mencerna stimulus eksternal tersebut, dan bukan sekedar bereaksi terhadap stimulus. Hjelle dan Ziegler (1981) mengemukakan bahwa proaktivitas merupakan salah satu asumsi dasar sifat manusia. Lebih jauh dijelaskan bahwa proaktivitas adalah lawan dari reaktivitas. Proaktivitas merupakan keyakinan diri bahwa sumber segala perilaku adalah terletak pada diri manusia itu sendiri. Manusia melakukan aksi, bukan sekedar reaksi. Penyebab perilaku dapat ditemukan dalam diri manusia sendiri dan muncul secara internal.

Sedangkan Frankl (1962) mengemukakan proaktif sebagai perilaku paling utama dalam eksistensi hidup manusia, yaitu kemampuan individu untuk menemukan makna hidup dan berjuang untuk memenuhi makna hidupnya itu (Search and struggle for meaningful life) sebagai sebuah tanggung-jawab pribadi. Kehidupan manusia, secara permanen bersifat menantang dan dalam merespon tantangan hidup itu, tidak dapat dilakukan hanya dengan berbicara atau berkontemplasi saja, melainkan harus ditindaklanjuti dengan suatu tindakan proaktif, sehingga makna hidup yang telah ditemukan dapat direalisasikan.

Ciri-ciri kepribadian yg proaktif

1.  Inisiatif.

Anda sering mendengar Atasan yang berkeinginan agar Tim mereka untuk selalu punya inisiatif dalam bekerja, dengan minim supervisi dan sedikit perintah.  Atasan selalu berkeinginan agar masing-masing individu punya semangat inisiatif dalam segala permasalahan yang ada.  Inisiatif adalah ciri-ciri Pribadi yang Proaktif, dimana tidak menghendaki respon negatif dikemudian hari, sehingga berusaha untuk Memberi sebelum Diminta

2.  Tanggung Jawab.

Daripada Anda bersusah payah mencari-cari alasan, bahkan cenderung memperkeruh suasana dengan mencari kesalahan orang lain, maka alangkah bijaknya jika Anda mengakui kesalahan dan siap dengan perbaikan selanjutnya.  Mengakui Kesalahan tidak akan menjatuhkan Harga Diri Anda selama kesalahan tersebut segera diperbaiki dan tidak terjadi kesalahan berulang.

3.  SOLUTIF

Orang Proaktif selalu muncul dengan Ide dan Saran yang memberikan Jalan Keluar demi kebaikan bersama.  Setiap masalah selalu ada jalan keluarnya, dimana Anda dapat memilih jalan Menang-menang.  Orang Proaktif akan memberikan Alternatif ketiga dalam setiap kondisi dan situasi.  Ciri Solutif adalah ciri Pribadi yang Proaktif.  Orang Reaktif akan datang dengan respon dan tanggapan reaksional, emosional dan cenderung berpikiran singkat.




Daftar Pustaka

http://www.psikoterapis.com/?en_apa-itu-proaktivitas-dan-apa-ciri-cirinya-,85
Admin. Oktober 08, 2013. http://ikhtisar.com/ciri-ciri-pribadi-yang-proaktif/

ADIL


Pengertian Adil - Perilaku Terpuji

Secara bahasa adil mempunyai arti meletakkan sesuatu pada tempatnya, tidak memihak ke salah satu pihak, bersikap prorporsional, dan memihak kepada yang benar.
Kemudian secara istilah, pengertian dari perilaku terpuji adil yaitu menetakpkan suatu kebenaran terhadap dua masalah atau beberapa masalah untuk dipecahkan sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh agama. Dengan demikian perbuatan adil adalah suatu tindakan yang berdasar kepada kebenaran, bukan mengikuti kehendak hawa nafsu pribadi. Allah swt berfirman dalam Q.S. Al-Maidah ayat 8 yang artinya :

           

5:8. Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.  Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Sebagai umat Islam yang beriman, kita dituntut untuk selalu menegakan kebenaran karena Allah, bila kita menjadi saksi maka kita harus menjadi saksi yang sebenar-benarnya, dan sejujur-jujurnya. Kita tidak boleh berbohong atau memihak pada salah satu pihak, karena itu termasuk perbuatan yang tidak adil. Kemudian yang selanjutnya, adalah nasihat bagi para pemimpin dan kita semua. Dimana sebagai seorang pemimpin harus adil kepada seluruh rakyatnya dan tidak tekecuali kepada musuhnya atau rakyat yang tidak memihak kepadanya.

 

Contoh yang paling baik untuk berperilaku adil adalah pada diri Rasulullah saw. Nabi Muhammad saw selalu berbuat adil dan menegakkan keadilan kepada seluruh umatnya, dalam haditnya beliau bersabda yang artinya :

 

Jika sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya. H.R. Bukhari

           

Dari hadits ini dapat kita ambil kesimpulan bawa Nabi Muhammad tidak membeda-bedakan, walaupun anaknya sendiri apabila Fatimah tertangkap mencuri Nabi Muhammad saw akan tetap memberikan sanksi yang tegas yaitu akan memotong tangannya. 

 

2.  Macam-macam perilaku adil

1. Berlaku adil kepada Allah swt,

Maksud dari berlaku adil kepada Allah adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Allah swt berfirman dalam Q.S. Ads-Dzariaat ayat 56 yang artinya :

 

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

 

Kita harus yakin bahwa nikmat yang kita terima selama hidup di dunia ini adalah pemberian dari Allah swt. Maka berbuat adil dalam arti berlaku proporsional kepada Allah adalah dengan memenuhi hak-Nya. Dalam hadit qudsi Allah swt berfirman, yant artinya :

 

Aku tidak akan memerhatikan hak hamba-Ku, sebelum menunaikan ak-Ku. HR. Thabrani

 

Hak Allah swt adalah disembah, dan kewajiban kita adalah menyembahnya. Ini bisa dilakukan dengan menjalankan segala perintah-Nya, dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

2. Berlaku adil kepada diri sendiri

Maksud dari perilaku adil terhadap diri sendiri adalah meletakkan diri pribadi pada tempat yang bak dan juga tempat yang benar. Dimana kita harus memenuhi kebutuhan baik jasmani maupun rohani sesuai dengan norma-norma syariat. Contoh berlaku adil terhadap diri sendiri, makan makanan yang halal dan baik. Istirahat yang cukup, tidak menyiksa diri sendiri seperti mentato, minum alkohol, narkoba, dan lain sebagainya.

 

3. Berlaku adil kepada orang lain

Maksud dari berlaku adil kepada orang lain artinya adalah meletakkan orang lain pada tempat yang seharusnya. Berperilaku adil kepada orang lain harus kita lakukan, dan itu kita lakukan kepada semuanya tidak terkecuali bahkan kepada musuh atau orang yang kita benci sesuai dengan Q.S. Al-Maidah ayat 8 yang sudah saya bahas di atas tadi. Contoh berlaku adil kepada orang lain yaitu, tidak menghukum orang lain dengan berlebihan (tidak sesuai dengan besar kesalahannya), tidak mengejek dan menghina karena kita pasti juga tidak mau bila di ejek atau dihina oleh orang lain.

 

4. Berlaku adil kepada makhluk hidup yang lain (hewan dan tumbuhan) serta lingkungan

Maksud dari berlaku adil yang ke empat ini adalah kita harus menyayangin dan merawat hewan atau tumbuhan serta lingkungan yang ada disekitar kita. Terlebih lagi apabila kita memelihara hewan seperti burung, kelinci, kucing atau yang lainnya maka kita harus berbuat adil, diantaranya dengan merawatnya dengan sebaik-baiknya, memberikan makan dan minum setiap hari, tidak menyiksanya dan lain sebagainya.

 

 

3.       Membiasakan sikap adil dalam kehidupan sehari-hari

Perilaku adil adalah perilaku yang terpuji, kita dapat membiasakan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang sederhana berikut ini :

 

  1. Menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi apa saja yang telah di larang oleh Allah swt
  2. Memberikan rasa keadilan kepada orang lain, dari mulai keluarga, teman, tetangga dan lain sebagainya.
  3. Selalu mengargai dan menghormati orang lain, tanpa adanya sikap diskriminasi (membeda-bedakan)
  4. Memberikan hak-hak orang lain, misal : tidak merokok di samping orang yang tidak merokok
  5. Menghormati orang yang sedang berbicara dengan cara mendengarkannya
  6. Tidak menyakiti diri sendiri, tidak merokok, mabuk-mabukan, narkoba dan lain sebagainya
  7. Tidak suka menyiksa hewan, tidak mengadu hewan, dll
  8. Selalu merawat hewan dan tumbuhan dengan sebaik-baiknya, juga tidak merusak lingkungan sekitar.


4. Hikmah berperilaku adil

Berperilaku adil pasti ada hikmahnya, dan berikut ini beberapa hikmah yang akan kita dapatkan apabila kita berbuat adil yaitu :

 

  1. Menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt, karena adil lebih dekat dengan taqwa (Q.S. Al-Maidah ayat 8)
  2. Menjadi pemimpin dan teladan sekaligus pengayom bagi orang lain
  3. Disegani dan dipercaya oleh masyarakat sekitar
  4. Menumbuhkan rasa kepuasan, aman dan nyaman bagi orang lain
  5. Menciptakan ketentraman dalam kehidupan bermasyarakat
  6. Mempererat tali persaudaraan dan pesatuan
  7. Doanya cepat dikabulkan oleh Allah swt, dan juga mendapatkan perlindungan/pertolongan (naungan) dari Allah swt ketika di akhirat nanti, jika kita menjadi pemimpin yang adil. 

Nabi bersabda yang artinya:”tiga orang yang tidak ditolak doanya: orang yang sedang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya, Allah mengangkat doa mereka ke atas awand an dibuka untuk doa itu segala pintu langit. Seraya Allah SWT berfirman: Demi kebesaran-Ku sesungguhnya Aku akan menolong engkau walau pertolongan-Ku Aku berikan pada masa kelak”. (HR. Ahmad)

 

5.      Adil dalam Diri Sendiri

 

Dalam kehidupan saya sendiri berlaku adil cukup susah untuk dilakukan, karena terkadang saya memandang seseorang yang dekat dengan saya sehingga sulit sekali untuk berprilaku adil. Namun sayapun berusaha untuk dapat berprilaku adil meskipun itu berarti saya akan melukai teman saya sendiri, namun tentunya itu untuk kebaikan mereka juga. Intinya jika kita mencoba berprilaku adil maka bersiaplah untuk berkorban.

 

Sumber :