Rabu, 12 September 2018

Pengembangan diri salah satu cara mengenal diri



Muhammad fikri adzkiya
41618010026
@ProyekC01,@K26-fikri

PENGEMBANGAN DIRI SALAH SATU CARA DALAM MENGENAL DIRI SENDIRI
Abstrak:.Kadang manusia belum sepenuhnya mengenal diri sendiri bahkan cenderung menyepelekan hal itu,itu salah satu faktor dimana manusia cenderung labil akan apa yang mereka kuasai dan apa tujuan dari diri anda sendiri.Akan hal itu SDM yang dimiliki cenderung kurang berkualitas dan di samping itu kurang juga motivasi akan diri sendiri untuk bisa lebih maju.


Kata kunci:Pengembangan diri
Manusia di dalam kehidupan yang modern ini harus mempunyai identitas dan jati diri yang kuat agar tidak terpengaruh akan apa yang ada di dalam kehidupan modern ini yang khususnya berdampak buruk untuk diri sendiri dan juga kepribadian seseorang, agar dapat berperan secara aktif dalam perubahan global, diperlukan kemampuan manajamen diri (self manajemen) secara seimbang dalam aspek kognitif, sikap atau nilai-nilai untuk menghadapi tantangan, hambatan dan memanfaatkan peluang.
Apa itu manajemen diri? Secara sederhana manajemen diri dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengelola, mengendalikan diri segenap potensi yang dimiliki terutama aspek kognitif, sikap, nilai-nilai untuk mencapai kesuksesan dan kebahagi-aan hidup. Karena itu, individu harus mampu mengevaluasi diri secara jujur, kemudian menetapkan tujuan hidup, menentukan strategi atau kiat mencapai tujuan hidup, dan mengevaluasi kinerja untuk melakukan perbaikan dimasa yang akan datang.
“The key to successis to set your own goals and determine your own motivation”-Brian Tracy
Untuk mencapai sebuah kesuksesan tentukan lah tujuan kesuksesan yang akan anda capai dan memotivasi diri anda untuk mencapai tujuan anda untuk sebuah kesuksesan.Dalam pengenalan diri,anda harus bisa memotivasi diri untuk mencapai tujuan hidup dan juga membangun kekuatan diri bahwa sesungguh nya anda bisa,mampu dan dapat melewati nya.Bahwasan nya setiap manusia mempunyai cara tersendiri untuk memecahkan masalah per hidupan nya.
Jangan terlalu ingin dan menjadi seperti orang lain,tapi jadilah diri anda sendiri yang bisa menjadi seperti mereka dengan cara anda.Karena sebuah kesuksesan akan datang kepada orang yang tidak mengeluh dan tidak menyerah.
Dalam mengenali diri pun anda harus bisa mengetahui batasan akan diri anda sendiri,sampai mana kah anda mampu berjalan dan juga apa yang anda miliki;kemampuan/skill.

Selain itu anda harus memiliki harga diri sebagai evaluasi individu mengenai hal hal yang berkaitan dengan diri nya,yang mengekspresikan sikap setuju atau tidak setuju dan menunjukan tingkat individu meyakini diri sendiri sebagai mampu,penting,berhasil dan berharga.
Intropeksi diri,setiap manusia harus intropeksi diri akan lingkungan dan juga diri sendiri.Apakah anda sudah benar,sesuai kah ataupun apakah anda akan salah.Sangatlah di butuhkan intropeksi diri dalam kehidupan sosial ini.

Daftar pustaka:
https://journal.ugm.ac.id/jpsi/article/view/7504

Selasa, 11 September 2018

Mengenal Jati Diri Kita Sendiri

Oleh: Bayu Anggara (@K04-Bayu)


Kenali Jati Diri Kita Sendiri!
Pada kehidupan kita wajib mengetahui karakteristik diri kita  sendiri. Karena itu sangat lah penting agar kita bisa menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Terkdaang ada manusia yang tidak mengenali jati dirinyaa sendiri. Sehingga ia hanya akan terombang ambing dalam  sebuah lingkungan yang tidak jelas. Itu sangatlah berbahaya karena bisa menimbulkan dampak negatif.


            Ada banyak cara untuk mengenali jati diri kita, seperti: mengikuti sebuah orgnisasi, meminta pendapat kepada orang disekitar kita, dan lain sebagainya. Individu dalam rentang kehidupannya akan selalu berhadapan dengan berbagai masalah. Hanya saja masalah yang dihadapi oleh individu satu akan mempunyai bentuk dan tingkat kesulitan yang berbeda dengan yang lainnya. Masalah-masalah yang dihadapi individu sekarang ini begitu kompleks, yang dihadapi manusia dalam waktu yang hampir bersamaan, sehingga membutuhkan ketrampilan pemecahan masalah yang strategis, yang dilandasi oleh tujuan hidup seseorang. Tanpa tujuan hidup yang jelas, individu akan mengalami kesulitan-kesulitan dalam mengarungi kehidupan ini.

            
        Salah satu cara untuk mencapai tujuan hidup adalah dengan cara lebih mengenal diri sendiri, yaitu apakah kekuatan-kekuatan diri dan apakah kelemahan-kelemahan diri. Dengan demikian menyadari ‘siapa saya’ dan ‘saya ingin menjadi siapa’, merupakan dasar berpijak dalam menghadapi masalah yang kompleks. Namun demikian, tidak semua orang dapat menilai dirinya sendiri dengan tepat dan bahkan ada kecenderungan lebih mudah untuk selalu menilai orang lain atau mengalami self-serving bias.
            
      Pengenalan diri merupakan salah satu cara untuk membantu individu memperoleh self-knowledgedan self-insight yang sangat berguna bagi proses penyesuaian diri yang baik dan merupakan salah satu kriteria mental yang sehat. Self-knowledge membutuhkan suatu kemampuan untuk menemukan aset pribadi yang dimiliki sehingga kelemahan-kelemahan yang ada dapat dikurangi atau dihilangkan. Penge-tahuan tentang diri ini akan mengarah pada self-objectivitydan self-acceptance.
            
       Teori pendidikan sosial menyatakan bahwa untuk meniIai dengan tepat pikiran, perasaan, dan perilaku dilakukan dengan cara membandingkan dengan orang lain. Permasalahannya adalah orang seperti apa yang dijadikan standar atau pembanding. Dikatakan Brigham (1991), pada umunmya yang dijadikan perbandingan adalah orang yang dinilai mempunyai kesamaan atribut dengannya, misalnya sama dalam usia, jenis kelamin, atau pengalaman. Melalui perbandingan sikap, emosi,  atribut dan kemampun dengan kelompok acuan, seseorang memperoleh persamaan dan keunikan diri. Oleh karenanya, melalui perbandingan sosial, orang tidak hanya mendapatkan penilaian diri saja, tetapi juga pengembangan pribadi. Cara lainnya yang dapat ditempuh untuk lebih mengenal diri melalui bantuan orang lain dengan cara meminta umpan balik yaitu bagaimana orang lain memandang kita dan bagaimana mereka bereaksi terhadap perilaku kita.
            
        Selain daripada peranan diri, pembentukan keperibadian seseorang turut dipengaruhi oleh pelbagai pengaruh yang wujud dalam persekitaran kehidupan manusia seperti mana yang dijelaskan dalam al-Quran ayat ke 8 hingga ke 10 Surah al-Shams. Dalam ayat ini dijelaskan tentang proses pembentukan keperibadian manusia dipengaruhi oleh elemen-elemen ilham sama ada ia menuju kepada jalan yang baik mahupun yang buruk. Namun manusia dibekalkan dengan akal untuk memilih jalan mana yang harus diikuti. Pengaruh-pengaruh jalan kebaikan dan kefasikan ini pada hakikatnya merupakan pengaruh-pengaruh yang wujud daripada persekitaran dalam kehidupan seseorang. Rasulullah saw juga telah menghuraikan pentingnya elemen pengaruh persekitaran sosial terhadap proses pembentukan keperibadian seseorang. Baginda menjelaskan tentang pentingnya seseorang memperhatikan dengan siapakah dia bergaul dalam kehidupan sehariannya kerana pergaulan tersebut akan memberi kesan terhadap keperibadiannya.
            
       Pengenalan diri bisa dilkukan sedini mungkin. Karena, pengenalan diri sangat penting untuk jalan kita kedepannya. Mungkin faktor yang sangat mempengaruhi adalah lingkungan sosial disekitar kita. Bisa saja lingkungaan sosial disekitar kita baik ataupun buruk. Kalau lingkungan sosial disekitar kita buruk kita harus pintar-pintar untuk menyaringnya sendiri.

DAFTAR PUSTAKA:
Stapa, Zakaria. 2012. FAKTOR PERSEKITARAN SOSIAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN PEMBENTUKAN JATI DIRI. http://ejournals.ukm.my/jhadhari/article/view/12342/3913  diakses pada 12 september 2018
Handayani, Muryantinah Mulyo. 1998. EFEKTIFITAS PELATIHAN PENGENALAN DIRI TERHADAP PENINGKATAN PENERIMAAN DIRI DAN HARGA DIRI. https://journal.ugm.ac.id/jpsi/article/view/7504/5838  diakses pada 12 september 2018
Helmi, Avin Fadilla. 1995. KONSEP DAN TEKNIK PENGENALAN DIRI. https://journal.ugm.ac.id/buletinpsikologi/article/view/13391/9602 diakses pada 12 september 2018

Apa Perlu Mengenal Diri Sendiri ?

Apa Perlu Mengenal Diri Sendiri ?

Tak kenal maka tak sayang pasti kita sering mendengar kalimat itu, begitu pun juga dengan diri kita sendiri jika kita tak mengenal siapa diri kita maka kita tidak sayang dengan diri kita sendiri begitu pun sebaliknya. 

Kunci proses pengembangan diri adalah mengenal diri sendiri. Ini tidak hanya berlaku bagi keberhasilan di bidang karier, melainkan juga di berbagai bidang kehidupan lainnya, termasuk keluarga, sosial masyarakat, dan spiritual.

Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya. Ia menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta tahu bagaimana menggunakannya demi mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya. Banyak cara untuk dapat mengetahui diri sendiri dengan cara psikotes, intropeksi diri, meminta penilaian terhadap teman atau keluarga, berikut beberapa cara kenali diri :


Cara paling mudah melalui metode visualisasi, perhatikan apa yang kita lihat dan
sering kita jumpai.Bila kita merasakan yang cocok dan sesuai
dan kita cenderung merasa nyaman pasti disitulah kegemaran kita.Gambaran
melalui pandangan mata kita adalah alat paling canggih untuk mendeteksi
keinginan kita, bahkan lebih canggih dari alat manapun.


Alat pendeteksi tercanggih yang telah diciptakan Tuhan untuk manusia adalah
perasaan.Perasaan yang kita miliki tidak dapat digantikan dengan alat
tercanggih sekalipun didunia ini, untuk alasan inilah manusia diciptakan dengan
memiliki perasaan.Perasaan inilah yang dapat menggambarkan diri kita, apakah
kita memiliki perasaan halus, sensitif atau justru sebaliknya.


Pikiran memiliki kekuatan dasyat yang dapat mengubah apapun. Untuk alasan inilah banyak
motivator mengatakan bahwa kunci dari kesuksesan adalah pikiran
    
      Manfaat Mengenali Kepribadian Diri Sendiri
Ada beberapa manfaat penting yang bisa anda peroleh apabila anda mampu untuk mengenali kepribadian anda sendiri. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa anda peroleh :
  1. Lebih mengenal diri sendiri
  1. Lebih mudah memecahkan masalah
  1. Regulasi diri yang lebih baik
  1. Mampu menempatkan diri di situasi yang berbeda-beda
  1. Mengurangi stress

Nah jadi gimana sobat ? apakah anda sudah mengenali diri anda, jika anda belum bisa mengenal diri anda mungkin kutipan di atas dapat membantu anda untuk mengenal siapa anda sebenarnya ?

“Penting bagi kita untuk mengenal diri kita sendiri karena itu merupakan pondasi terkuat untuk Pengembangan Diri.Kenali pula diri kita dari kelemahan maupun kekuatan agar kita dapat memaksimalkan potensi yang kita miliki dan dapat mengelola kelamahan menjadi kekuatan. Apabilakita berhasil mengenali diri sendiri maka besar kemungkinan kita akan mampu menguasai serta mengendalikan diri.” - bejanakehidupan.com

DAFTAR PUSTAKA 


MENGENAL DIRI SENDIRI yang SEBENARNYA

Oleh: Faisal Rafi Prayogo
(@K06-Faisal)

MENGENAL DIRI SENDIRI yang SEBENARNYA


    Kita banyak sekali dipertanyakan soal “siapa kita?”. Mungkin kita akan bingung untuk menjawabnya sekarang. Karena, kita belum mengenal diri anda yang sebenarnya. Padahal mengenal diri adalah bekal kita agar memliki tujuan dan arah untuk hidup.


    Mengenal diri sendiri adalah suatu ciri manusia untuk mengetahui lebih atau kurangnya dirinya. Tapi banyak sekali orang yang tidak mengetahui dirinya seperti apa. Maka dari itu, disini saya akan membahas “siapakah kita?” agar dapat mengenal diri sendiri yang sebenarnya.

Mengenal Diri Sebagai Pondasi Untuk Pengembangan Diri

Oleh : 
Farah Dita Salsabila
( @J04-Farah, @ProyekJK01 )

Pada dasarnya, setiap manusia pasti ingin mengembangkan dirinya sendiri menjadi lebih baik dan lebih matang dari sebelumnya, bukan? Hal ini tidak dapat tercapai jika tidak ada kemauan untuk berupaya mengembangkan kepribadian dalam diri kita sendiri. Seberapa jauh lingkungan mendorong untuk perkembangan terhadap konsep diri seseorang dan seberapa jauh seseorang tersebut merasa dirinya perlu belajar agar lebih baik lagi, menentukan sejauh mana kepribadian seseorang terwujud.

    Untuk mengetahui sudah mencapai manakah tingkat optimal perkembangan kepribadian kita sendiri, kita harus mengenal diri terlebih dahulu. Menurut Elihami (2018), mengenal diri sendiri berarti memperoleh pengetahuan tentang totalitas diri yang tepat, yaitu menyadari keunggulan dan kelemahan yang ada pada diri sendiri. Dengan mengenal diri secara tepat, akan diketahui konsep diri yang tepat pula, dengan berupaya mengembangkan sisi positif dan menghilangkan sisi negatif. 

KONSEP DIRI


    Menurut John Robert Powers (1977), konsep diri adalah kesadaran dan pemahaman terhadap dirinya sendiri yang meliputi: siapa aku, apa kemampuanku, apa kekuranganku, apa kelebihanku, apa perananku, dan apa keinginanku. Hal tersebut berkaitan pula dengan self esteem (harga diri) dari setiap individu. Menurut Coopersmith (1967), self esteem  adalah evaluasi yang dibuat oleh individu dan biasanya berhubungan dengan penghargaan terhadap dirinya sendiri, hal ini mengekspresikan suatu sikap setuju atau tidak setuju dan menunjukkan tingkat di mana individu itu meyakini diri sendiri apakah dia mampu, penting, berhasil atau berharga terhadap sekitarnya. Kemudian, untuk mengetahui konsep diri yang ada dalam diri individu, dipastikan untuk melakukan proses self awareness (kesadaran diri) yang didefinisikan sebagai proses di mana individu mengarahkan perhatian kepada dirinya untuk mengetahui konsep diri yang ada dalam dirinya (Dayakisni dan Hudaniah, 2003).

    Pandangan seseorang terhadap dirinya sendiri dapat terbagi menjadi 2, yaitu konsep diri negatif dan konsep diri positif. Dengan mengetahui di manakah posisi kita saat ini, seseorang dapat menilai konsep dirinya mengarah kemana. Adapun ciri-ciri konsep diri positif dan negatif: 

Ciri-ciri konsep diri positif:
1. Memiliki pengetahuan yang cukup luas tentang dirinya 
2. Mempunyai harapan yang realistik 
3. Mempunyai self esteem yang tinggi atau penghargaan diri yang sehat. 

Ciri-ciri konsep diri negatif
1. Kurangnya pengetahuan tentang diri sendiri
2. Harapan-harapan yang tidak realistik dan terlalu tinggi
3. Rendahnya self esteem atau penghargaan diri yang kurang sehat

    Di poin nomor 3 dibahas tentang self esteem, saya sendiri sudah menjelaskan apakah definisi dari self esteem tersebut di atas. Lantas, bagaimana bisa tahu bahwa kita mempunyai sisi penghargaan diri yang sehat atau tidak sehat? Jadi, semakin seseorang merasa dapat mencapai standar atau harapan-harapannya, ia akan merasa nyaman dan menyukai dirinya, maka semakin tinggilah penghargaan terhadap dirinya sendiri. Sebaliknya, semakin besar perbedaan antara 'saya saat ini' dengan 'saya seharusnya menjadi apa', berarti semakin rendah penghargaan terhadap dirinya sendiri.

CARA MENGENAL DIRI  


Melalui Visualisasi atau Indra Penglihatan
Gambaran melalui pandangan mata kita adalah sesuatu hal yang sangat ampuh untuk menggambarkan keinginan kita. Sebagai contoh, ketika kita melihat seseorang sedang memainkan alat musik sambil bernyanyi. Kita merasakan larut dalam alunan musik serta merdu suaranya. Kondisi ini sesungguhnya menunjukan bahwa kita senang dengan musik dan cara untuk mewujudkannya adalah mendengarkan musik.

Melalui Perasaan
Perasaan dapat menggambarkan diri kita, apakah kita memiliki perasaan halus ataupun sensitif. Sebagai contoh, bila kita melihat seorang pengemis yang sedang meminta-minta di jalanan mengharapkan setimpal uang dari orang yang berlalu lalang. Melihatnya, pasti perasaan iba kita muncul dan kita cenderung tidak ingin sampai menjadi sepertinya. Nah, inspirasi darinya ini yang menjadi pendorong bagi kita untuk lebih giat dan tekun supaya di masa depan akan sukses. Disini perasaan kita sedang bekerja, sehingga kita termotivasi.

Melalui Pikiran
Kenali pikiran-pikiran Anda dengan cara melatihnya terus menerus, jangan biarkan pikiran kita menjadi tumpul. Cara melatihnya adalah dengan mengisinya dengan informasi yang bermanfaat.

MANFAAT MENGENAL DIRI


  • Mampu menentukan jalan hidup, dalam menjalani kehidupan kita akan dihadapkan pada berbagai pilihan. Tentu kita akan jauh lebih mudah menentukan pilihan yang tepat, bila kita sudah mengenali diri sendiri, bukan?
  • Mudah mencari solusi, jika kita dihadapkan dengan beberapa masalah, kita akan lebih mudah mencari solusi tepat kalau kita sudah mengenali diri sendiri. Semisal dalam menyelesaikan masalah Anda butuh masukan orang lain, tentu Anda akan lebih mudah mencari solusi dengan meminta saran dari orang terdekat yang sudah menjadi pilihan Anda. 
  • Membantu berkompromi dengan diri sendiri, ketika kita dihadapkan pada sebuah masalah, dengan keberhasilan kita mengenali diri sendiri akan membantu kita untuk berkompromi dengan diri sendiri dan orang lain dalam berbagai situasi. 
  • Mampu hidup bermasayarakat, dalam hidup bermasyarakat tentu kita dihadapkan pada ragam kepribadian. Untuk memahami kepribadian orang lain, tentu kita juga harus bisa mengenali kepribadian kita dulu. Bagaimana bisa mengenal orang lain dengan baik kalau belum bisa mengenal diri sendiri? 
  • Mampu mengetahui kelebihan dan kekurangan, masing-masing individu memiliki kelebihan dan kekurangan. Saat mencoba mengenali diri sendiri, kita akan mengetahui kelebihan dan kekurangan yang kita miliki dan cenderung untuk berupaya meningkatkan kelebihan dan memperbaiki kekurangan yang kita miliki.
  • Mampu menerima kondisi diri, ketika kita mulai mengerti kelebihan dan kekurangan yang kita punya, tentu kita turut terbantu pula untuk menerima dengan ikhlas segala kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Begitu juga keikhlasan menerima dan bertoleransi terhadap kelebihan dan kelemahan orang lain. Supaya tidak ada perasaan iri berlebih yang memberikan efek buruk bagi diri sendiri dan orang lain.
  • Mampu mengetahui potensi diri, dengan mengetahui potensi-potensi yang ada pada diri, kita bisa mengoptimalkannya untuk mencapai kesuksesan dalam karir dalam kehidupan.


KESIMPULAN 

 

    Sangat penting bagi kita untuk mengenal diri sendiri, karena itu merupakan pondasi terkuat untuk pengembangan diri. Kenali pula diri kita dari kelemahan maupun kekuatan, agar kita dapat memaksimalkan potensi yang kita miliki dan dapat mengelola kelemahan menjadi kekuatan. Apabila kita berhasil mengenal diri sendiri, maka besar kemungkinan kita akan mampu menguasai diri serta mengendalikan diri. Ingatlah selalu bahwa orang yang menghalangi kita adalah diri sendiri, jadi kalahkan musuh terbesar dalam diri kita untuk mencapai kehidupan yang sukses. 


DAFTAR PUSTAKA


- Shintaviana, Fransisca Vivi dan Dr. G. Arum Yudarwati. Konsep Diri serta Faktor-Faktor Pembentuk Konsep Diri Berdasarkan Teori Interaksionisme Simbolik. http://e-journal.uajy.ac.id/5781/1/jurnal.pdf

MENGGALI PONTENSI DIRI

Mind mapping_@K34-Alif

Oleh : Alif Rayhan D. (@J05-Alif)

Mengenal Potensi Diri

Banyak orang yang tidak tahu apa itu potensi diri, sehingga banyak orang ketika ditanya apa potensi mereka pun tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Nah berikut adalah pengertian potensi, potensi ialah kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal oleh seseorang.

Menurut Slamet Wiyono(2006) potensi dapat diartikan sebagai kemampuan dasar dari sesuatu yang masih terpendam didalamnya yang menunggu untuk diwujudkan menjadi sesuatu kekuatan nyata dalam diri sesuatu tersebut. Dengan demikian potensi diri manusia adalah kemampuan dasar yang dimiliki manusia yang terpendam didalam dirinya yang dapat dimunculkan, diwujudkan,  dibangkitkan atau dibudidayakan menjadi suatu manfaat nyata dalam kehidupan diri manusia.

Macam Potensi Diri

Potensi Diri dibagi menjadi 2, yaitu Potensi Fisik dan Potensi Mental atau Psikis. Potensi Fisik yang dimaksud adalah menyangkut kesehatan tubuh, wajah, dan ketahanan tubuh. Sedangkan Potensi Mental menyangkut IQ,EQ,AQ, dan SQ.

  • Potensi Fisik adalah kemampuan yang dimiliki seseorang yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan apabila dilatih dengan baik dan benar. Kemampuan yang terlatih ini akan menjadi suatu keahlian dalam bidang tertentu. Potensi Diri dapat dikembangkan apabila secara intens dilatih dan dipelihara.
  • Potensi Mental adalah bentuk kekuatan diri secara kejiwaan yang dimiliki seseorang dan memungkinkan untuk ditingkatkan dan dikembangkan apabila dipelajari dan dilatih dengan baik. Bentuk Potensi Mental atau Psikis yang dimiliki setiap orang adalah :

    1. Potensi Mental Intelektual (Intellectual Quotient) adalah potensi kecerdasan yang ada dalam otak manusia. Potensi ini berfungsi untuk menganalisis, merencanakan, menghitung, dan lain sebagainya,
    2. Potensi Emosional (Emotional Quotient) adalah potensi kecerdasan yang ada pada otak manusia (otak belahan kanan). Potensi emosional berfungsi untuk mengendalikan marah, bertanggung jawab, motivasi, kesadaran diri dan lain sebagainya.
    3. Potensi Mental Spiritual (Spiritual Quotient) adalah potensi kecerdasan dalam diri sendiri yang berhubungan dengan kearifan di luar jiwa sadar (bukan hanya mengetahui nilai tetapi menemukan nilai. Spiritual Quotient dapat terbentuk melalui pendidikan agama formal.
    4. Potensi Ketahanmalangan (Adversity Quotient) adalah potensi kesadaran manusia yang bersumberkan pada bagian dalam diri manusia yang berhubungan dengan keuletan, ketangguhan dan daya juang. Adversity Quotient (AQ) adalah faktor spesifik sukses (prestasi) seseorang karena mampu merespon berbagai kesulitan. Melalui AQ manusia mampu mengubah suatu rintangan sebagai penghalang menjadi peluang.

Mengetahui Potensi Diri

  • Bidang apa saja yang kita senangi, dengan melakukan kegiatan apa yang kita senangi lah yang akan membuat kita lebih sepenuh hati dalam mengerjakannya sehingga hasil yang kita dapatkan pun akan lebih maksimal.
  • Bertanya kepada orang terdekat, orang-orang terdekat kita lah yang lebih mengetahui diri kita, kerna mereka telah bersama kita dari kecil hingga dewasa. Terkadang kita tidak menyadari apa potensi yang kita miliki, oleh karena itu kita perlu bertanya kepada orang-orang terdekat kita.
  • Mencoba hal-hal baru, dengan mencoba banyak hal-hal baru mungkin kita dapat menemukan apa potensi diri yang kita miliki.


Cara Menggali Potensi Diri

  • Kenali diri sendiri, cobalah anda membuat pertanyaan, seperti : apa yang membuat anda bahagia; apa yang anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekurangan anda. Kemudian jawablah pertanyaan tersebut, jika masih bingung mintalah bantuan kepada teman terdekat atau keluarga anda untuk menjawab pertanyaan tersebut.
  • Tetapkan tujuan yang bisa anda capai, sulit untuk melanjutkan kehidupan tanpa adanya tujuan, oleh karena itu persempit tujuan anda yang harus anda capai dalam waktu dekat.
  • Mulialah dengan selangkah demi selangkah, dengan mengambil kegiatan dengan selangkah demi selangkah, anda akan secara tidak sadar dapat melakukan lebih dari yang anda kira.
  • Membuat daftar kesuksesan anda, saat anda mulai berkecil hati atau meragukan diri sendiri, alangkah baiknya anda melihat daftar kesuksesan anda, itu mengingatkan anda bahwa anda mampu dan memiliki bukti untuk membuktikannya.
  • Tentukan target anda sendiri, jangan pernah membandingan prestasi anda dengan orang lain. Tetapkan target anda sendiri. Beberapa orang akan sukses lebih cepat dari pada orang lain. Hidup bukan “sprint” melainkan “marathon”. Akan jauh lebih baik jika anda fokus pada apa yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki diri sendiri daripada membandingkan diri Anda dengan orang lain.

Daftar Pustaka

Winasa, Rahma. 2017. Menggali Potensi Diri. https://www.slideshare.net/rahmawinasa/modul-menggali-potensi-diri

Rosyidi, Wahab, Abdul. 2008. Menggali Potensi Diri. http://humaniora.uin-malang.ac.id/39-kolom-dosen/440-2010-11-01-03-06-08

Dwiko, Kokoh. 2017. Pengertian Potensi Diri. http://sekolahbagiilmu.blogspot.com/2017/02/pengertian-potensi-diri-dan-macam.html

Sarwono, Ahmad. 2015. Menggali Potensi Diri.  http://sarwana09.blogspot.com/2013/01/menggali-pontensi-diri.html

Daniel. 2017. Cara Menggali Potensi Diri Sendiri. http://bejanakehidupan.com/5-cara-menggali-potensi-diri-sendiri/

Senin, 10 September 2018

BELAJAR BERSOSIALISASI



               @ProyekC01, @K15-Rivaldi
Muhammad Rivaldi







BELAJAR BERSOSIALISASI

Bersosialisasi adalah  suatu proses  dimana setiap individu manusia mempelajari, menerima, dan menyesuaikan diri dengan berbagai unsur kebudayaan dalam masyarakat, seperti adat istiadat, nilai, perilaku, bahasa, dan sebagainya. Tujuan orang bersosialsasi adalah memberikan keterampilan  untuk bekal kehidupan kita kelak dimasyarakat, untuk pengendalian fungsi organ tubuh dan agar mampu berkomunikasi secara efektif serta mampu mengembangkannya. Setiap individu harus dibiasakan dengan nilai-nilai dan kepercayaan. Dengan bersosialisasi kita dapat mulai berhubungan dengan orang lain dan ikut berorganisasi untuk mendapat lebih banyak kenalan dan pengalaman yang berguna untuk kedepannya.
            Bersosialisasi dapat dimulai dari lingkungan yang sangat dekat dengan kita seperti keluarga, teman bergaul, teman sekolah, dan organisasi-organisasi yang kita dapat terlibat didalamnya.
*Bersosialisasi dalam keluarga
 Sejak lahir kita sudah bersosialisasi dengan keluarga kita seperti ayah, ibu, saudara,  dan seluruh keluarga kita dalam rumah. Dengan interaksi antara satu anggota keluarga dan yang lainnya dapat membuat seorang anak  mengetahui bahwa dia adalah makhluk social dan anak  akan menyesuaikan diri dengan kehidupan bersama yaitu saling tolong menolong dalam lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat.
*Bersosialisasi dengan Teman Bermain
Bersosialisasi dengan teman bermain pertama kali didapat saat kita mulai bisa bermain keluar teman bergaul lah yang paling memperlihatkan pengaruh yang paling penting dalam pembentukan karakter seseorang karena kadang seseorang lebih sering bertemu dan bermain  dengan teman-temannya dibanding ada dirumah dan berkumpul bersama keluarga.
*Bersosialisasi dengan Lingkungan Sekolah
Setelah  itu ada lingkungan sekolah yang merupakan sarana belajar dan sarana bersosialisasi bagi seseorang dalam mendapat pendidikan dan mengasah kemampuannya dalam suatu bidang dan dapat bertemu teman lain didalam sekolah.
*Bersosialisasi dalam  organisasi
Organisasi adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang memiliki tujuan yang sama dan untuk mencapat keberhasilan yang sama. Dalam organisasi seseorang dapat belajar melatih bekerja sama dalam bentuk tim kerja, membina sikap  mandiri, percaya diri, disiplin, dan  bertanggung jawab. Melatih berkomunikasi dan menyatakan pendapat didepan umum, membina dan  mengembangkan minat dan baat, menambag wawasan, meingkatkan rasa kepedulian dan kepekaan pada masyarakat dan lingkungan serta membina kemampuan berfikir kritis, produktif, kreatif, dan inovatif.
            Bersosialisasi memiliki banyak manfaat karena kita dapat lebih mengenal banyak orang dan kita dapat bertemu dengan banyak orang dengan berbagai karakter sehingga kita dapat memenentukan seperti apa kita kedepannya, manfaat bersosialisasi antara lain:
·         Berbagi Ilmu
Karena dengan bersosialisasi kita dapat bertukar pikiran dengan orang lain dan bisa mendapat ilmu darisana.
·         Membangun Jaringan (Networking)
Dapat membangun network jika kita sudah dalam dunia kerja kedepannya kita dapat memiliki banyak jaringan karena teman kita tersebar luas.
·         Menghasilkan Sebuah Inovasi.
Dengan bersosialisasi  dan membahas sebuah masalah seseorang dapat menemukan sebuah  inovasi baru.
·         Menyalurkan Bakat
Kita dapat menyalurkan bakat dengan bersosialisasi dan mengikuti organisasi serta kegiatan yang sesuai dengan bakat dan minat kita.
·         Mempererat tali silaturahmi
Kita dapat memiliki banyak teman dan memiliki  banyak kenalan sehingga dapat mempererat tali silaturahmi.
Saya mulai mengetahui diri saya setelah bertanya keteman dekat saya tentang seperti apa  saya itu, dan saya  membahas salah satu hal positif yang mungkin bisa saya bagikan:)

DAFTAR PUSTAKA





Mengenal Diri Dengan Introspeksi


Oleh :Erlangga Maulan Sakhi (@K02-Erlangga)

MENGENAL DIRI DENGAN INTROSPEKSI

Mengenal diri adalah hal penting yang harus dilakukan setiap insan manusia. Bukan hanya manusia, tapi seluruh makhluk sosial pasti akan mengenal dirinya terlebih dahulu sebelum mengenal atau memasuki kehidupan sosial.

Jumat, 07 September 2018

Ryan albo galfanis
Nim : 41618010008