Kamis, 31 Agustus 2017

Kapan kita JUJUR?

 

Kapan kita terakhir kalinya jujur?
Apa kita tau, jujur itu apa?
Kali ini saya akan memberi pokok bahasan tentang jujur.
menurut saya, jujur adalah suatu kata yang mudah di ungkapkan tetapi sulit untuk diaplikasikan. Itu hanya definisi saya saja ya.
Menurut Tabrani Rusyan, arti jujur dalam bahasa Arab merupakan terjemahan dari kata shidiq yang artinya benar, dapat dipercaya. Dengan kata lain, jujur adalah perkataan dan perbuatan sesuai dengan kebenaran.

Diriwayatkan dari Abdullâh bin Mas’ûd Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’”  (HR. Muslim)

Sudah jelas kan apa itu jujur dan begitu pentingnya jujur dalam kehidupan. Ada pepatah "jujur itu menyakitkan" tapi jujur dalam hal apa dulu, kita harus tau kapan persepsi jujur harus di aplikasikan dalam kehidupan.
Lalu Kapan jujur itu melemah dan kapan jujur itu menjadi kuat?
Menurut Indri Astuti Nur "Jujur akan kuat apabila didukung dengan iman yg kuat sebaliknya jujur akan lemah apabila iman yg dimiliki seseorang juga lemah sehingga akan mudah terhasut oleh ketakutan diri sendiri untuk berkata jujur apalagi apabila jujur itu dapat membahayakan ataupun mempermalukan diri kita sendiri". 
Disamping itu jujur pula dibagi menjadi beberapa macam. sebagai berikut.

1. Jujur dalam Berbicara
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung." al-Ahzab [33]:70-71)
Ucapan perkataan yang benar sama arti dengan kata jujur, maka dari itu jujur dalam berbicara adalah suatu ucapan atau lisan yang kita keluarkan harus bersifat apa adanya, realistis, tapi jujur dalam berbicara pun harus berkewajiban menjaga lisannya. contohnya berkata jujur untuk menyindir atau berbicara atas kekurangan orang lain.

2. Jujur dalam niat
Kejujuran dalam niat sangat bergantung pada keikhlasan seseorang tersebut. Contohnya apabila kita pura-pura jujur, itu sama halnya dengan kita tidak ikhlas maka itu sama saja seperti kebohongan.
...Mereka mengucapkan sesuatu dengan mulutnya yang tidak ada dalamhatinya.." (al-Fath[48]:11)
ini adalah gambaran dimana saat kita mengucapkan sesuatu tetapi tidak berasal dari hati nurani kita sendiri. 

3.  Jujur dalam berkeinginan dan dalam meralisaikannya
Jujur ini berkaitan dengan menepati janji. Contohnya saat seseorang mendapat rejeki, dia membuat janji untuk bersedekah tetapi pada saat meralisaikannya mungkin dia akan tergoda dengan nafsu, sehingga dia akan mengabaikan janji yang pernah dia buat.

4. Jujur dalam hal keagamaan
Kejujuran menyangkut hal keagamaan sangantlah berat karena tanggungan kita lebih besar dibandingkan dengan janji lainnya karena jujur dalam hal keagamaan langsung berhubungan dengan tuhan sendiri. contohnya jujur dalam beribadah, memiliki rasa takut terhadap Allah SWT dan mengharapkan ridho-Nya. Jujur dalam keagamaan menjadi tolak ukur seseorang dalam mengaplikasikan kejujuran di dalam segala hal.

5. Jujur dalam Bertindak
Dalam hal ini, jujur dalam bertindak adalah suatu apa yang akan kita perbuat harus sejalan dengan lahiriah dan batiniah. Apabila suatu tindakan berasal dari batiniah, tapi disisi lain lahiriah tidak sangup menjalankannya dan tetap di realisasikan berarti itu sama saja dengan kebohongan begitu pula sebaliknya.

Lalu, Bagaimana cara anda merealisakikan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hati maupun dalam perkataan?
Yakni dengan membiasakan diri berlaku jujur baik dalam hati maupun perkataan kepada orang lain. Selain itu, kita juga harus menumbuhkan rasa ketakutan akan akibat dari berbohong. Bahwa berbohong akan mengakibatkan hati kita tidak tenteram dan tidak dipercayai orang lain. Karena apabila anda melakukan satu kebohongan, maka akan timbul kebohongan-kebohongan lain .

Jadi kapan mau mulai Jujur? Mari mulai dari SEKARANG.


DAFTAR PUSTAKA

( Diakses tanggal 31 Agustus 2017) 
( Diakses tanggal 31 Agustus 2017)  
( Diakses tanggal 31 Agustus 2017) 
 ( Diakses tanggal 31 Agustus 2017) 


Terima kasih.
Semoga Bermanfaat.

Jadilah Dirimu Sendiri

JADILAH DIRIMU SENDIRI


Sudahkah anda mengenal dirimu sendiri? Mungkin dari milyaran orang banyak yang meniru artis ataupun idola mereka, mungkin karena merasa minder atas kekurangan yang dimiliki. Seakan - akan mereka hidup dalan dalam tekanan karena harus mengikuti budaya yang mereka sukai tanpa difilter terlebih dahulu dan perlahan mulai memudarkan budaya dan identitas sebagai Indonesia.

Pengalaman itu pernah saya alami ketika SMA, banyak teman perempuan yang banyak mengikuti budaya kpop, sehingga melupakan budaya Indonesia. Dari gaya berpakaian dan tutur kata hingga musik indonesia sudah dikudeta oleh negara ginseng tersebut.

Untuk mengurangi dampak itu, kita harus menanamkan nasionalisme dengan menjaga kebudayaan kita dan harus bisa memfilter arus globalisasi yang semakin kuat. Atau dengan mendengarkan lagu yang berjudul kun anta kemudian diresapi maknanya.

George Eliot pernah mengatakan “it’s never too late to be who you might have been” yang artinya tidak ada kata terlambat untuk menjadi dirimu sendiri.

Jadi kesimpulannya adalah jangan mudah terpengaruh arus globalisasi dan jika anda sudah terpengaruh maka ubahlah diri anda sendiri dengan mengeluarkan jati diri anda sendiri asalkan positif karena tidak ada kata telat untuk berubah asalkan niat yang kuat.

Daftar Pustaka:
Kepikromantis.blogspot.co.id/2014/03/be-yourself-jadilah-diri-sendiri.html?m=1


Rabu, 30 Agustus 2017

Siapa diri anda sebenarnya?


Manusia diciptakan untuk saling membutuhkan satu sama lain dan mustahil anda bisa hidup di dunia ini sendiri. Apakah kita pernah berfikir jika kita bisa hidup sendiri didunia ini? Tentu sangat egois kita berfikiran seperti itu.

Siapakah diri kita?




Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.  Manusia tidak bisa hidup tanpa ada timbal balik dari makhluk lain makanya banyak orang berpikir bahwa bergaul dengan banyak orang akan menambah wawasan serta pengetahuan namun kenapa Fenomena merendahkan orang lain dimasyarakat saat ini sudah sering terjadi bahkan bisa dibilang menjadi tradisi.

Selasa, 29 Agustus 2017

@Proyek 01 - 14 : Artikel Karakter


Pendidikan karakter (Angkatan 6) diselenggarakan dalam jangka waktu 14 minggu (M1 - M14), mulai September - Desember 2018, dengan pokok pembahasan dan aplikasi 14 karakter unggul seperti :

Daftar Peserta Angkatan 5 : 2017 (Kelas A)

Daftar Peserta Pendidikan Karakter Semester Ganjil 2017 – 2018 (Rabu, 07:30-10:00 @ E-303)


NO
NAMA
KODE PESERTA



1
-
-
2
ELVI KHAIRINA
@E02-Elvi
3
RAYHAN ISMED
@E03-Rayhan
4
CHRISPENDI HABIEL AKNANSYAH
@E04-Chrispendi
5
RUDOLF FEBBYANT MATATIAS
@E05-Rudolf

Daftar Peserta Angkatan 5 : 2017 (Kelas B)

Daftar Peserta Pendidikan Karakter Semester Ganjil 2017 – 2018 (Rabu 10.15-12.45 @ E-303):

NO
NAMA
KODE PESERTA



1
Dicky Surya Bakri
@D01-Dicky
2
ANASTASIA SEPTIANI SULISTYANINGRUM
@D02-Anastasia
3
ALMIRA SEPTEMI YUNA
@D03-Almira
4
RIZKY ADITYA PRADANA
@D04-Rizky

5
YULIA PUSPITASARI
@D05-Yulia